
Raja lu dan xia yu masuk ke dalam sebuah kamar, terlihat seorang pria paruh baya dengan rambut putihnya yang telah sempurna tengah berbaring dengan posisi yang tidak nyaman beliau adalah kaisar terdahulu kaisar liiu yaoshan, dia adalah sosok yang sangat arip dan bijaksana beliau juga pejuang kerajaan yang sangat di sega, beliau di temani oeh dua orang yang satu laki-laki kasim hu dan satu perempuan mereka bibi ani mereka adalah kasim dan pelayan pribadi kakek kaisar bahkan kaisar sekarang dan semua anak-anaknya sangat menghormati bibi dian. raja liu bersujud memberi penghormatan dan di ikuti oleh xia yu melakukan salam penghormatan kepada kaisar terdahulu.
"hamba memberi salam hormat kepada yang mulia kaisar terdahulu" ujar raja liu memberi salam sedangkan xia yu tetap sama menutup mulutnya, raja liu menghiraukan tingkah xia yu dia tidak terlalu suka banyak bicara dengan xia yu sekarang setelah mendengar semua pertanyaan xia yu kemarin yang telah membuatnnya menyesali perbuatannya.
"bangunlah.." lirih kakek kaisar dengan suara paraunya
"terimakasih yang mulia.." jawab raja liu kemudian dia bangun xia yu juga mengikutinya.
"kemarilah.. " lirih kakek kaisar mereka berdua pun menghampirinya
"hati-hati kakek.." ujar raja liu pada kakeknya yang mencoba bangkit dari tidurnya raja liu membantu kakeknya untuk duduk tapi di cegah oleh xia yu.
"jangan duduk berbaring saja, jika kau bangun sakit yang di rasakan di bagian belakang mu akan bertambah sakit" cegah xia yu terhadap mereka. xia yu adalah seorang dokter meskipun dia bukan dokter yang menghadapi pasien tapi dia adalah dokter yang membuat obat untuk pasien pasti dia tahu apa yang di rasakan pasien.
sedangkan raja liu dan kakek kaisar melotot ke arah xia yu yang tidak ada kesopanan menurut mereka karena mengekspose penyakit yang sedikit memalukan.
"lancang sekali kau.." ujar kakek kaisar marah mendengar xia yu terlalu menerangkan penyakitnya dengan rinci.
"nona mohon jaga cara bicara anda" ujar kasim hu geram mendengar ucapan xia yu
"xia wei...!!! " bentak raja liu tak kalah keras dari kakek kaisar
"aku hanya memperingati kalian...!! ya silahkan kalau kalian tidak percaya lanjutkan saja.." ujar xia yu acuh. raja liu pun kembali membantu kakeknya untuk duduk tapi saat kakek kaisar duduk di langsung mersakan sakit yang begitu menghujam benjolan yang berada di duburnya dia merasakan ngilu di perut dan punggungnya.
"aakkkhhh....." jerit kakek kaisar saat meresakan sakit di area duburnya sampai ke pinggang dan perut.
"kakek... " panggil raja liu kaget dan khawatir pada kakeknya.
"baringkan dia kembali dan panggilah tabib untuk melihat lukanya yang berdarah mungkin juga bernanah" ujar xia yu kembali membuat mereka melotot
"jika kau terus bicara akan ku bungkam mulutmu dengan ini" ujar raja liu kesal pada xia yu, dan menunjukan gumpalan kain berwarna putih dan menghampiri xia yu untuk membungkamnya.
"dari pada kau gunakan kain itu untuk ku lebih baik kau gunakan untuk kakekmu" ujar xia yu menangkis tangan raja liu yang akan menyumpalnya dengan kain. 'lihat xia wei laki-laki yang kau cintai masih saja kejam seperti itu, padahal aku hanya memberitahu apa yang akan di rasakan kakenya saja. huh.. menyebalkan" batin xia yu meninggalkan mereka.
saat xia yu keluar dari kamar dengan wajah kesalnya dia pergi begitu saja menghiraukan orang-orang yang berada di luar kamar menunggu giliran, sedangkan kaisar bingung melihat raut wajah xia yu tidak lama pintukamar kembali terbuka dan menampakan bibi ani dengan raut wajah yang cemas sedih dan khawatir yang memanggil tabib.
"tabib dao.." panggil bibi ani
"ada apa dengan ayah bibi ani..?" tanya kaisar bangkit dari duduknya
"maaf yang mulia.. ayah anda merasakan sakitnya lagi" ujar bibi ani memberitahukan keadaan kakek kaisar.
"panggil tabib dao cepat..!!" ujar kaisar kepada putra mahkota yang ada bersamanya saat itu, lalu beliau masuk ke dalam kamar meninggalkan anak-anaknya yang tengah khawatir juga, mereka tidak berani masuk ke dalam selagi kaisar tidak mempersilahkan.
tidak lama tabib dao juga masuk ke dalam kamar di sana kakek kaisar masih menjerit merasakan sakit yang luar biasa dengan darah yang merembes ke selimut dan seprai yang ada padanya seperti orang yang haid, (hehehe maaf lebay ya) kemudian kakek kaisar tidak sadarkan diri. kaisar dan orang yang berada di dalam semakin cemas. kaisar menanyakan sebenarnya apa yang terjadi raja liu dan kasim memberitahukan apa yang terjadi sebelum kaisar seoerti itu. awalnya kaisar meresa geram saat mendengar tingkah xia yu tapi kemudian dia berpikir bagaimana xia yu bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada kakek kaisar jika duduk dia pun semakin bingung.
"panggil gadis itu kemari..." titah kaisar kepada kasimnya.
"baik yang mulia.." jawab kasim lu menerima perintah
**tbc