
***
"RRRR.." dengkur kedua macan tutul itu menikmati belaian tangan gadis misterius di hadapannya.
"uwhh.. kalian sangat menggemaskan." ujar Xia yu semakin memperluas belaiannya.
dari sudut lain terlihat seekor singa putih yang lebih besar dari bobot kedua macan di hadapan Xia yu. matanya menatap tajam pada gadis yang sedang membelai kedua macan yang terlihat sangat menikmati sentuhan tangannya itu.
"Goarrrr...' (apa yang sedang kalian lakukan?)." geram singa putih itu.
kedua macan yang tengah menikmati belaian sentuhan Xia yu pun terkesiap akan kehadiran sang ketua penjaga hutan kehidupan. yang menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi.
mendapat tatapan seperti itu, mereka langsung menjauhkan diri dari hadapan gadis yang memberinya kehangatan kasih sayang dalam sentuhan tangannya.
sedangkan Xia yu dan kedua temannya langsung mencari asal suara yang mengejutkan mereka. di lihatnya singa putih itu muncul dari dalam hutan.
wajah singa itu terlihat lebih ganas dari kedua macan tutul yang telah menjauh dari Xia yu. dengan intens Xia yu menatap kedua mata hitam singa itu. tatapannya tak kalah mengintimidasi seperti yang tengah di lakukan oleh singa itu pada dirinya dan semua makhluk yang Berada di tempat itu.
keheningan sangat terasa ketika kedua makhluk hidup yang berbeda jenis itu saling melempar tatapan dingin.
"siapa kau?" tanya Xia yu dengan dingin tidak menunjukkan jika dirinya lemah atau penakut.
singa itu tidak terlalu terkejut jika gadis misterius di hadapannya itu berani bertanya dengan nada yang dingin dan terkesan sinis. yang membuatnya terkejut adalah aura yang di miliki gadis misterius di hadapannya. sikapnya kini sama persis dengan apa yang dirasakan kedua macan tutul itu.
ya.. singa putih itu juga bisa merasakan aura kepemimpinan dan mengenali sosok misterius dihadapannya. dari sorot mata gadis itu. sang singa dapat mengenali siapa dia.
aura sang pemimpin atau ratu itu tidak bisa membohongi makhluk hidup yang setia pada pemimpinnya.
seketika perasaan senang bercampur haru menelusup hati si raja hutan. singa putih itu pun bertekuk lutut di hadapan si gadis misterius.
"RRRRrrrr...' (salam hormat pada sang ratu)." ujar singa itu dengan memberi penghormatan kepada gadis misterius yang tidak lain adalah Xia yu.
Ratu..?
Xia yu dan kedua temannya terkejut dengan ucapan singa itu. di tambah penghormatan dari singa itu yang di ikuti oleh kedua macan tutul yang berada tidak jauh darinya.
Xiao huang dan keli memang mengerti apa yang di ucapkan oleh sesama makhluk ciptaan Tuhan. berbeda dengan fang yin dan orang lain yang memang tidak bisa mengerti ucapan hewan
kedua macan itu juga sudah bisa menebak jika gadis itu memang pemimpinnya. namun, lidah mereka seakan tertelan dan tak dapat mengucapkan salam atau mengucapkan sesuatu yang lainnya saat mengenalinya.
awalnya mereka akan mencegah si gadi agar tidak memasuki kawasannya. seperti yang di lakukan semua penjaga yang bertugas menjaga titik perbatasanhutan kehidupan.
di tambah belaian sentuhan kasih sayang Xia yu yang membuat mereka terlena sampai melupakan siapa kah gadis di hadapan mereka itu.
"Ratu. ?" ulang Xia yu. "apa maksudmu.? dan siapa kau?" tanya Xia yu meminta penjelasan.
singa itu bangkit dari sikap hormatnya. kemudian menjawab pertanyaan Xia yu. "hamba adalah bai shizi, penjaga hutan yang ratu angkat sebagai ketua dari penjaga hutan kehidupan." jawab singa itu yang kini sudah di ketahui namanya. dia menjawab pertanyaan Xia yu dengan sopan.
Xia yu menelaah jawaban dari bai shizi. dirinya di panggil ratu, dan di hormati oleh tiga ekor hewan buas yang baru saja dia temui. padahal dirinya baru pertama kali masuk ke hutan kehidupan.
yang menjadi pertanyaan nya adalah. kenapa mereka bisa memanggil dirinya ratu, dan menghormatinya bagaikan seorang pekerja yang tunduk dan hormat pada pimpinannya.
apakah ini ada kaitanya dengan ucapan kakek Li yang memberitahunya bahwa dia akan mengetahui masa depannya saat tiba di hutan kehidupan. mengingat ucapan kakek Li, Xia yu semakin yakin bahwa hal ini memang berkaitan.
saat membelai kedua macan tutul muncul, xia yu berusaha mencari ingatan dari mereka yang menurutnya mengetahui seluk beluk hutan ini. namun sayangnya dia tidak bisa melihat ingatan kedua macan itu. 'kenapa aku tidak bisa membaca pikiran mereka?' batinnya tadi bertanya sebelum di kejutkan oleh si bai shizi.
kini Xia yu kembali fokus pada singa jantan di hadapannya, dan kembali mengucapkan sesuatu. "aku belum mengerti maksud mu, tapi apa aku bisa meminta bantuan pada mu? jika engkau tidak keberatan." ucapnya tidak ingin menghilangkan kesempatan untuk bisa mempermudahnya masuk kedalam area hutan dan menemukan air terjun yang di ucapkan kakek Li.
"dengan hormat kami siap membantu ratu kapan pun anda membutuhkan pertolongan kami. kami sangat senang bahwa anda telah bereinkarnasi." jawab bai shizi tak telak kembali mengejutkan Xia yu.
"kalau begitu tolong antar kan saya ke air terjun hutan kehidupan." ucap xia yu yang tidak mengetahui nama dari air terjun yang di beritahu kakek Li. beliau hanya menyuruhnya datang ke hutan kehidupan dan pergi ke air terjun.
bai shizi tidak terkejut karena memang ratunya tinggal di dalam air terjun itu. "dengan senang hati hamba mengantar yang mulia ratu kembali ke istana." jawab bai shizi. kemudian dia melangkahkan kakinya ke hadapan Xia yu. seolah meminta belaian seperti yang di terima oleh kedua bawahannya tadi.
Xia yu bisa mengerti maksud singa putih itu. dia pun mengulurkan tangannya dan membelai kepala bai shizi dengan ketulusan hatinya.
bai shizi sangat senang, karena menurutnya sentuhan Xia yu adalah berkah dari sang pemimpin.
Mereka pun pergi dari perbatasan hutan. Xia yu kembali menunggangi punggung keli, dan bai shizi menuntun jalan. sementara kedua macan tutul tadi kembali berjaga di perbatasan hutan.
mereka tidak bisa pergi dari pos penjagaan mereka. karena setiap harinya, banyak sekali orang-orang yang ingin mendatangi hutan kehidupan untuk mendapatkan harta yang tersimpan di pusat hutan kehidupan.
sepanjang perjalanan Xia yu bertemu dengan banyak sekali hewan buas. semua hewan yang mengenali bai shizi langsung tunduk dan memberi hormat. mungkin karena jabatan yang di milikinya yang membuat semua hewan itu tunduk padanya.
sekitar beberapa jam kemudian perjalanan mereka terhenti, karena seekor ular piton biru keunguan yang begitu cantik menghalangi jalan mereka. ular itu tengah merayap di tengah jalur yang akan Xia yu dan yang lainnya lewati
ular itu menegakan kepalanya dan menghadap ke arah mereka. saat xia yu dan yang lainnya bertatapan dengan mata ular itu. mereka langsung terdiam di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun, juga tidak menghindar saat ular piton itu meliuk-liukan tubuhnya di dekat tubuh mereka.
mulut ular itu menyunggingkan senyuman saat perilaku nya berhasil menghipnotis buruannya. "dapat..!" seru ular itu.
mengapa buruannya.?
itu karena si ular piton bukanlah ular biasa. ular piton itu adalah siluman ular yang menjadi salah satu penghuni di hutan kehidupan. namun dia adalah penghuni yang meresahkan kawasan hutan kehidupan.
banyak sekali hewan yang memiliki kemampuan dan yang tidak menjadi korban buruannya. siluman ular itu berada di tingkat 6 spirit beast. kemampuan nya sama halnya dengan seorang warrior tingkat 6 di dunia manusia.
Ular itu membawa Xia yu dan yang lainnya ke sebuah gua. gua yang begitu besar dan sangat gelap. di dalamnya terdapat tulang belulang hewan dan tengkorak manusia. juga terdapat bau yang sangat menyengat. entah itu bau bangkai atau bau dari sebuah tanaman yang mengeluarkan bau tidak sedap.
...Wushh...
Ular itu Berubah ke bentuk aslinya sebagai siluman ular. tubuh bagian atasnya berwujud manusia dan tubuh bagian bawahnya berwujud ular. kira-kira seperti ini penampakan siluman itu.
"ssshh... akhirnya aku bisa makan banyak malam ini.. ssshh." desis siluman ular yang telah berubah itu.
tubuhnya mulai mendekati salah satu buruannya yang sedari tadi menarik perhatiannya. siapa lagi jika bukan Xia yu yang duduk dengan anggunnya di atas punggung keli.
mata Xia yu menatap kosong ke arah depan. tubuhnya tidak bergerak sama sekali. hal itu juga terjadi pada keli, Xiao huang dan bai shizi. "ternyata sangat mudah untuk menaklukkan kalian," desis siluman ular itu pada Xia yu. kemudian beralih pada singa putih yang tingginya setengah dari tubuh keli.
"yang lebih membuatku senang adalah si bai shizi tengik ini. kau selalu menghalangi ku bersenang-senang. tidak ku sangka kau akan masuk dalam perangkap ku. hahaha..." sambungnya menyentuh tubuh bai shizi dengan ekornya, di akhiri dengan tawa yang menggelegar di dalam gua itu. tawanya menggema sampai-sampai bisa terdengar oleh makhluk hidup lainnya yang tinggal di hutan kehidupan.
Xia yu masih saja tetap diam. siluman itu mulai bermain-main dengan Xia yu. tangannya terulur berniat untuk membuka wajah Xia yu yang tertutup oleh topeng dan topi jubah hitamnya. setelah terbuka, kini siluman itu bisa melihat dengan jelas wajah buruannya.
ha'?!
siluman itu terkejut dengan apa yang di lihat oleh matanya. dia tidak menyangka jika buruannya itu begitu cantik sampai-sampai membuatnya iri ingin memiliki wajah itu.
"wajahmu begitu cantik, sayang jika aku langsung memangsa mu. lebih baik aku serap dulu wajah cantik mu," ujar siluman itu menelusuri wajah Xia yu dengan tangan lentiknya. "kau juga memiliki tingkat kultivasi juga rupanya." senyum nmengembang saat dia merasakan aura kepemimpinan Xia yu yang di kiranya adalah tingkat kultivasi.
ular itu kembali mengulurkan tangannya untuk memegang kepala bagian atas Xia yu. lebih tepatnya di bagian ubun-ubun. "aku akan mulai dengan dirimu can.." ucap siluman itu terhenti saat mata dari si pemilik wajah cantik itu menatapnya dengan tatapan tajam bak singa yang telah terbangun dari tidurnya.
"kau tidak layak mendapatkan kecantikan ku." ujar Xia yu dengan nada sinis dan tatapan tajam nya.
**tbc