
"Berhenti!" Teriak beberapa orang lelaki.
Di kedalaman hutan, Xia yu berlari dengan langkah bayangannya. Dia seperti terbang di atas dedaunan sampai dirinya melompat tinggi dan menghilang untuk menghindari pasukan penjaga yang masih mengejarnya sambil menembakkan anak panah ke arahnya.
Dari atas sana dia bisa melihat beberapa anak panah menancap pada pohon. Orang-orang yang berniat membunuhnya sedang mencari keberadaannya yang menghilang dalam sekejap. Xia yu melakukan teleportasi dan berpindah tempat ke atas pohon.
Tepat setelah dia berhasil kabur dan bersembunyi, dari arah timur Fang yin muncul karena mendengar kegaduhan dari arah nona nya sedang berburu.
"Nona." Panggil Fang yin mencari keberadaan Xia yu, namun di sana dia hanya melihat sekelompok prajurit yang siap siaga dengan senjata mereka.
"Itu pelayannya, cepat tangkap!" Perintah Putri Yimei saat melihat keberadaan Fang yin.
Fang yin yang tidak tahu menahu sebab awal keributan itu langsung terkejut, ketika gadis yang menjadi lawan Xia yu kini menargetkan dirinya.
"Kejar!" Ujar salah satu prajurit yang memegang pedang. Dia mengacungkan pedangnya ke atas menyuruh yang lainnya mengejar gadis itu.
Seketika Fang yin sadar dari keterkejutannya, dia segera berbalik arah dan berlari secepat mungkin.
"Berhenti!" Teriak para prajurit.
"Bodoh sekali jika aku berhenti." Jawab Fang yin dalam pelariannya, dia terus berlari ke arah selatan. Di sana dia melihat sekelompok orang sedang beristirahat.
Fang yin tersenyum, saat ini otaknya memikirkan sebuah cara agar bisa terlepas dari kejaran orang-orang itu. Meskipun sebenarnya dia bisa melawan para prajurit yang berada di level Fighter tingkat menengah. Namun dia tidak mau ambil resiko, kalau-kalau lawan Xia yu itu memiliki kemampuan beladiri yang tinggi.
Di bawah pohon yang rimbun, kedua kelompok peserta yaitu Nona Qing An dan Putri Xiao Qing beserta pelayan dan penjaga sedang beristirahat. Xiao Qing saat ini sedang mengeluh karena belum mendapatkan buruan. Sedangkan Qing An memang sudah tidak berniat melakukan perburuan lagi.
Gadis itu malah sibuk mencari tanaman obat di sepanjang perjalannya. Dari awal dirinya juga tidak terlalu memperdulikan pemilihan permaisuri. Cita-citanya yang memang ingin menjadi seorang tabib membuat dirinya tidak mempermasalahkan kisah percintaannya. Dirinya terlalu malas untuk menjalin sebuah hubungan.
"Berhenti! Cepat bunuh dia!" Suara teriakan prajurit kembali terdengar.
Kedua peserta yang sedang beristirahat seketika menoleh kearah suara. Dari sana mereka melihat seorang perempuan berpakaian serba hitam sedang berlari, menjauh dari sekelompok prajurit yang beranggotakan sepuluh orang.
"Siapa itu?" Tanya Putri Xiao Qing terkejut melihat sosok yang tidak jauh dari tempatnya berdiri sedang berlari kearah mereka.
"Bukan kah itu pelayan dari peserta nomor sepuluh?" Tanya Qing An pada pelayan pribadinya.
"Benar, Nona." Pelayannya membenarkan.
Saat itu juga Fang yin sampai dihadapan kelompok Qing An, dia terengah-engah setelah berlari secepat itu. Dia belum mampu menguasai jurus meringankan tubuh seperti Xia yu ketika berlari atau melompat.
"Apa yang terjadi? Kenapa kaum di kejar oleh mereka?" Tanya Nona Qing An begitu Fang yin berdiri dihadapannya.
"Saya tidak tahu, tiba-tiba orang-orang itu mengejar saya setelah Putri Yimei berteriak menyuruh mereka membunuh saya." Jawab Fang yin dengan jujur, bahkan ucapannya terputus-putus karena kelelahan.
Saat ini wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut, cemas, dan takut. Terlihat seperti sedang mengkhawatirkan seseorang yang tidak dia ketahui keberadaannya. Namun mengingat bagaimana cerdik dan kuatnya Xia yu, Fang yin meyakini kalau Nona nya itu baik-baik saja. Saat ini dirinya harus bisa mengecoh sekelompok prajurit yang dia yakini sedang mengejar Nona nya.
"Lalu dimana Nona kamu?" Tanya Xiao Qing, wajahnya juga terlihat terkejut mengetahui Putri Yimei menyuruh orang-orangnya membunuh Fang yin. Dalam pikirannya berkecamuk, apakah Putri Yimei berniat membunuh lawan-lawannya termasuk dirinya?
"Saya tidak tahu." Jawab Fang yin singkat.
"Kita harus buru-buru laporkan hal ini pada Kaisar." Ucap Qing An mengambil inisiatif untuk melaporkan tindakan Putri Yimei.
"Ayo semuanya kita pergi dari sini.." Ucapnya lagi, semua orang pun mengangguk paham.
Mereka pun segera berlari dari tempat itu, namun dari mereka tidak ada yang mengetahui jika semua jalan untuk kembali ke kamp perburuan telah di blokade oleh orang-orang dari Klan Yi.
Di sisi lain, Xia yu turun dari atas pohon setelah mengetahui Fang yin dalam bahaya. Dia lalu mengejar balik orang-orang itu, namun dalam perjalanan ke sana Xia yu dihadang oleh serangan mendadak dari seseorang yang bersembunyi di balik pohon.
'Whooooosh!' Suara tembakan kekuatan mistik melintas tepat dihadapan Xia yu.
Dengan gerakan cepat Xia yu melakukan gerakan kayang untuk menghindari serangan mendadak dari sebuah kekuatan mistik. Xia yu kembali menegakkan tubuhnya setelah merasa kekuatan itu berlalu.
"Tembakan mu meleset! Keluarlah, dan hadapi aku secara terang-terangan. Jangan seperti anak kecil!" Ucap Xia yu menantang seseorang yang menyerangnya secara diam-diam.
Tiba-tiba seorang perempuan berparas cantik muncul dari balik pohon besar. Putri Yimei mendengus kesal saat mengetahui tembakan kekuatan mistiknya tidak mengenai sedikit pun tubuh Xia yu.
"Ternyata kau perempuan murahan yang punya kemampuan juga!" Ucapnya dengan tidak puas. Dia berdiri dengan jarak tiga meter dari tempat Xia yu berdiri saat ini.
Xia yu tersenyum menyeringai, dia memperhatikan penampilan Putri Yimei dari atas sampai bawah. Kemudian berkata, "Owh, ternyata Tuan Putri yang terhormat. Saya kira pendekar dari mana.."
"Aku memang seorang pendekar, keahlian bela diriku tidak sebanding dengan perempuan murahan sepertimu! Bahkan diantara semua pendekar wanita yang ada di kerajaan ini, akulah yang paling unggul. Jadi lebih baik kau serahkan dirimu!" Jawabnya dengan percaya diri. Dia tahu jika kemampuan bela diri gadis dihadapannya saat ini berada dibawah levelnya.
"Hmm, jadi karena saya bukan tandingan Anda, saya harus menyerahkan nyawa saya pada Anda, begitu?" Tanya Xia yu terdengar memastikan ucapan Putri Yimei.
"Ya! Maka dari itu lebih baik kau segera sadar diri dan berlutut di tanah." Jawab Putri Yimei dengan tatapan merendahkan yang dia tujukan untuk lawannya.
Sebenarnya tadi Putri Yimei tidak ikut mengejar pelayan Xia yu, dia memilih sengaja bersembunyi dibalik pohon besar. Filing nya mengatakan jika Xia yu akan muncul saat orang yang bersamanya dalam bahaya. Terbukti benar!
"Lutut saya sedang tidak sehat akhir-akhir ini, jadi mohon maaf saya harus menolak perintah Tuan Putri." Xia yu beralasan, dia menempelkan kedua telapak tangannya dan menaruhnya di depan dada seperti sedang memohon dengan wajah memelas. Padahal dirinya sedang merendahkan wanita itu.
"Banyak omong!" Teriak Putri Yimei, dia pun segera melangkah dan melesat pergi kearah Xia yu.
Pertarungan pun terjadi begitu saja. Putri Yimei menyerang Xia yu dengan kedua tangan kosongnya, dia mengeluarkan kemampuan bela dirinya. Xia yu tentu saja melawan, namun dia tetap menyembunyikan kekuatan aslinya. Dia belum mengeluarkan energi mistis dalam tubuhnya, karena menurutnya lawan masih bisa di hadapi dengan kemampuannya saat ini.
Serangan demi serangan dapat Xia yu hindari, hal itu telak membuat Putri Yimei kesal dan bertambah marah. Gerakan yang menurutnya cepat selalu bisa di tangkis oleh Xia yu.
Xia yu mencekal pergelangan tangan Putri Yimei yang saat itu menyerang, kemudian dia menarik dan memutar tubuh Putri Yimei serta mengunci tubuhnya dengan kedua tangannya yang berhasil di cekal.
"Mengapa Anda berniat membunuh saya?" Tanya Xia yu tepat di telinga Putri Yimei.
"Tentu saja untuk menyingkirkan dirimu dari pemilihan ini. Agar aku bisa segera menempati posisi permaisuri kerajaan." Jawab Putri Yimei tetap percaya diri.
"Apakah Anda juga menyuruh para pengawal membunuh peserta lainnya?" Tanya Xia yu kembali.
"Benar, lagi pula kalian semua tidak layak dengan Kaisar. Dengan menarik perhatian semua orang termasuk Kaisar, kau pikir dirimu akan hidup sejahtera?" Jawab Putri Yimei seraya melakukan sesuatu untuk melepaskan diri dari Xia yu.
Dia menggunakan kekuatan mistiknya untuk membuat pegangan Xia yu pada tangannya melemah. Dia segera berbalik arah dan memberikan serangan mendadak kepada Xia yu.
Tentu saja Xia yu tidak tinggal diam, dia kembali menghindar namun sayangnya serangan itu mengenai tangannya. Seketika darah segar mengalir dari pergelangan tangannya. Putri Yimei menyerangnya dengan sebuah belati benda mistik yang dia keluarkan dari kantong spasial, tempat para pendekar menyimpan barang berharga mereka.
"Tuan Putri.." Teriak pelayan pribadi Putri Yimei yang baru saja tiba, dia pun memutar tubuhnya kearah orang-orang yang sedang berlari ke arahnya.
Sungguh sebuah keberuntungan untuk gadis itu. Pengawal Klan Yi muncul tepat saat dia sedang bertarung dengan Xia yu.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya pria dewasa bertubuh tinggi setibanya dihadapan Putri Yimei.
"Aku baik-baik saja, Kak." Lirihnya menjawab.
Kakak kedua Putri Yimei yang bernama Leng Yi melihat adiknya memegang sebuah belati. Darah segar masih menghiasi belati itu, dia pun memperhatikan sekeliling tempat dimana dirinya tadi melihat adik perempuannya sedang berdiri bersama seorang gadis.
"Dimana gadis itu?" Tanya Leng Yi, Putri Yimei pun tersadar dan menyadari jika Xia yu telah melarikan diri.
"Aku tidak tahu, tadi aku sedang bertarung dengannya namun dia berhasil menghindar dan mengunci tubuhku. Kemampuan bela diri gadis itu sangat cepat, tapi tenang saja dia bukan tandingan ku. Lihat, ini adalah darahnya. Aku berhasil menyayat tangannya saat melepaskan diri dari kungkungan nya." Jelas Putri Yimei.
"Bagus, gadis itu terluka dan pasti dia tidak jauh dari sini." Ucap Leng Yi.
"Semuanya berpencar, temukan gadis itu!" Titahnya pada semua pengawal.
**tbc