The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
162. Siapa pria itu..?



***


Xia yu mengambil gulungan itu dan membukanya. dilihatnya isi gulungan itu.


  **信邀请函北国**


 


与未来信这个。。


**我们 派对 从 宫 北国 邀请 您 参加 在 事件 警告 出生 天 阁下 母后 运 上天 星期三 时 晚上六点。


我们 非常 等待到达 您。


谢谢**。。


 


**北国**


 


_____________________________________________


 


*Surat undangan kerajaan bei*


 


Dengan datangnya surat ini..


kami pihak dari istana kerajaan bei mengundang anda untuk hadir dalam acara peringatan kelahiran yang mulia ibu suri Yun pada hari rabu pukul enam petang. kami sangat menanti kedatangan anda..


terimakasih..


 


KERAJAAN BEI**


 


***


Kira-kira seperti itulah isi surat yang tertulis di atas gulungan kertas putih. kedua sudut bibir Xia yu terangkat membentuk senyuman yang manis kala mendapatkan apa yang tengah ia cari. namun senyuman itu hanya bisa di lihat jika kain hitam penghalang setengah wajahnya terbuka.


Xia yu kembali menggulung kertas itu dan mengikatnya dengan pita merah tadi. kemudian memasukan nya ke dalam celah pakaian bagian dadanya. dia sembunyikan gulungan itu di balik pakaian hitam. kemudian melesat pergi dari ruangan itu.


seseorang yang sedari tadi melihat tingkahnya pun keluar dari tempat persembunyian nya, dengan senyuman yang melelehkan hati para kaum hawa, mungkin para kaum Adam juga akan meleleh saat melihat senyuman itu.


"hehh.. pencuri.." gumam orang itu dengan tawa kecil di bibirnya.


sosok yang bersembunyi itu adalah seorang pria dengan ketampanan yang susah di ungkapkan dengan kata-kata. pria yang begitu sempurna muncul dari balik bilik bambu. bibir nya tersenyum tipis mengingat kelakuan gadis yang menyamar sebagai pria.


pria itu sangat penasaran dengan kecantikan yang tersembunyi di balik cadar hitam. 'kecantikan seperti apakah yang tersembunyi di balik cadar itu?.' tanya pria itu dalam pikir nya.


dia melangkah kakinya ke arah meja yang di penuhi oleh tumpukan kertas. terdapat bau wangi yang khas dari tempat yang di pijak si gadis. itu adalah bau harum yang khas dari bunga kesukaan Xia yu yang bernama gardenia.


Xia yu menggunakan bunga gardenia sebagai sabun mandinya. maka dari itu tubuhnya mengeluarkan bau wangi yang menenangkan hati.


'menarik..!' batin pria itu. kemudian dia meninggalkan meja itu dan berjalan ke arah jendela, melihat keramaian di luar sana.


siapakah pria yang dengan sengaja memberikan surat undangan kerajaan itu pada Xia yu.?


***


kembali kepada Xia yu dan Xiao huang yang telah kembali ke paviliunnya.


dalam pikirannya Xia yu mengingat kejadian beberapa saat lalu. 'siapa orang itu..? kenapa dia memberikan surat ini padaku? kenapa orang yang menginap di penginapan bisa memiliki undangan seperti ini? apa dia pemilik penginapan? haissh.. bingung aku, bodoamat lah. toh dia sendiri yang memberikan surat ini.' batin Xia yu di penuhi dengan pertanyaan.


Xia yu tak memberitahu kejadian itu pada Xiao Huang atau pun temannya yang lain. dia tidak mau hal itu di ketahui oleh teman-temannya. yang terpenting surat undangan sudah ia dapatkan. tinggal melatih diri untuk bisa menjalankan rencananya.


Xia yu menyuruh Fang yin untuk menyiapkan air dingin dengan campuran pewangi buatannya. karena sesudah mandi ia ingin beristirahat melepas lelahnya. dia tidak bisa beristirahat dengan badan yang penuh keringat. mungkin dia sudah terbiasa dengan kebiasaannya di dunia modern.


Xia yu juga menyuruh Fang yin untuk memberitahu tuan Li Wei dan Li zyan surat undangan nya sudah teratasi. tidak lupa Xia yu menyuruh mereka untuk berkumpul di taman paviliunnya sore hari, karena dia akan mengatur siapa saja yang akan andil dalam menjalankan rencananya.


tuan Li Wei dan Li zyan mengiyakan perintahnya. mereka juga senang karena surat undangan telah teratasi, akhirnya rencana pembalasan mereka akan di mulai Minggu ini.


...


Selang beberapa jam kemudian xia yu terbangun dari tidurnya. dia merenggangkan tubuhnya agar penatnya hilang. setelah itu dia kembali membersihkan tubuhnya namun dengan air hangat.


wajah yang lesu telah berganti dengan wajah berbinar penuh dengan kepribadian yang dewasa. meskipun umurnya di dunia ini masih belia. namun pikirannya tetap seorang gadis dewasa yang menjelajahi waktu.


Xia yu telah bertemu dengan banyak orang di dunia ini. ada orang baik, orang jahat, orang bermuka dua, penghianat, setia, jujur dan masih banyak sekali karakter kepribadian seseorang yang dia temui.


..tap..tap..tap..


Fang yin masuk ke dalam ruangan dengan membawa makanan yang seharusnya Xia yu makan tadi siang. tapi karena Xia yu beralasan ingin beristirahat Fang yin pun menyetujui penolakannya.


sebelum membawa makanan itu ke dalam paviliun nona nya. Fang yin terlebih dulu memasak makanan baru bagi Xia yu, sedangkan makanan tadi siang dia berikan pada pelayan.


awalnya mereka menolak karena itu adalah makanan yang khusus untuk tuannya. tapi fang yin berkata bahwa dia melakukan itu semua karena perintah dari tuannya yang tidak lain adalah Xia yu.


para pelayan pun menerimanya dengan senang hati, apa lagi masakan pelayan pribadi tuannya itu sangat enak. mereka pernah mencicipi sisa masakan yang tertinggal di atas wajan. padahal bukan sisa, fang yin memang menyisakan masakannya saat memasak makanan untuk Xia yu. yah itu karena dia selalu keasyikan masak sampai lupa porsi makan dia dan Xia yu.


kembali lagi ke paviliun Xia yu..


di dalam ruangan itu Xia yu dan fang yin memakan makanan yang terhidang di atas meja. menu makanan itu tidak jauh dari kata empat sehat lima sempurna. maklum Xia yu 'kan dokter. ops, bukan dokter tapi tabib.. hihi..


makanan itu telah habis tak tersisa. kini waktunya mereka bertemu dengan tuan Li wei, dan Li zyan. hari ini tepat sembilan hari mereka berada di kediaman Xia yu. di hitung dari pertama mereka datang ke tempat ini ya.


Xia yu mengeluarkan Xiao Huang dan Hei tian dari ruang dimensinya. Xia yu menyuruh Xiao Huang untuk merubah wujudnya menjadi manusia, sementara Hei tian kembali ke dalam ruang dimensi Xia yu.


mereka pun keluar dari paviliun Xia yu dan berjalan ke arah taman. di sana sudah ada tuan Li wei, Li zyan dan bibi may serta dua pelayan yang berdiri tegak di dekat mereka. tentunya kedua pelayan itu menjalankan tugasnya sebagai pelayan yang siap siaga.


melihat kehadiran penolongnya, Li Zyan berdiri sedangkan tuan Li wei masih duduk di tempatnya. dia masih lemah untuk berdiri. kakinya belum kuat untuk menopang tubuhnya.


beberapa saat yang lalu di dalam kamar Xia yu. dia tengah merias penampilan prianya. Xia yu tidak menggunakan tudung putih. namun wajahnya di tutup dengan kain putih. rambutnya di ikat setengah. gelang hitam menjadi pilihannya sebagai hiasan rambut. di tambah pita putih sebagai pelengkapnya.


perfect..! ucapnya saat takjub dengan pesona dirinya sendiri. sementara fang hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah narsis nona nya.


kembali ke taman paviliun..


Xia yu di persilahkan duduk di hadapan Li Zyan dan tuan Li we. sebelumnya dia di akan di persilahkan duduk oleh bibi may. namun gerakan langsung terbaca oleh fang yin. fang yin pun mengambil alih tugasnya dan mempersilahkan nona nya.


Xia yu yang melihat itu pun langsung tersenyum senang melihat kepekaan Fang yin. pelayan nya itu tahu jika nona nya tidak ingin di layani oleh orang yang lebih tua dari nya. Xia yu sangat menghargai kebaikan dan kesetiaan bibi may. jika dia bertemu dengan orang yang berkepribadian sepertinya. Xia yu pasti menghormatinya dengan tulus seperti yang dia lakukan pada bibi may.


Xiao Huang dan fang yin langsung duduk setelah nona nya duduk. bibi may pun menyusul mereka untuk bergabung. kini mereka pun memulai pembicaraan dengan Xia yu yang pertama bicara.


"Xiao huang, perkenalkan dirimu pada mereka.." titah xia yu pada pria yang duduk di sebelahnya.


"baik nona," jawab Xiao huang. dia pun memperkenalkan dirinya pada mereka bertiga yang belum mengetahui siapa dirinya. "perkenalkan nama saya Xiao Huang, saya adalah pengawal pribadi tuan Jing yu." ujar Xiao Huang singkat dan padat tanpa basa-basi yang lainnya.