
Pelayan dan pengawal itu berjalan menghampiri xia yu dan fang yin yang masih fokus dengan lentera mereka.
"permisi nona.." si pengawal dan pelayan menyapa dari arah belakang.
xia yu dan fang yin berbalik melihat siapa kah yang berhasil membuat mereka terkejut. "ya.. ada apa.?" jawab xia yu.
"kami di perintah kan putri su fanghua untuk menjemput nona berdua."
"fanghua..?" ulang xia yu. dia baru ingat jika kemarin siang dia dan fanghua membuat satu janji pertemuan di tempat ini.
"benar nona.. putri su fanghua telah menunggu nona sedari tadi, beliau juga meminta maaf tidak bisa menjemput nona secara pribadi. karena keadaan tempat ini bisa membahayakan keselamatan nya."
xia yu tidak punya pilihan lain selain mengikuti mereka. xia yu telah berjanji dan dia pantang untuk melanggar janji karena dia beranggapan jika orang yang tidak bisa memenuhi janji adalah seorang pengecut dan pecundang.
"baik lah, kami akan ikut dengan kalian. tolong tunjukan jalan nya." ujar xia yu dengan bahasa formal nya.
"mari nona.." ujar kedua orang itu.
mereka pun beranjak dari tempat itu. xia yu dan fang yin di tuntun ke arah penginapan dimana su fanghua dan kedua kakak nya berada.
su fanghua memberitahu kedua kakak nya jika malam ini dia akan bertemu dengan teman nya. kedua kakak nya tentu penasaran dengan xia yu. tapi su fanghua tidak memberitahu siapa xia yu. dia hanya menjawab jika dia mempunyai teman baru yang bertemu di desa barter.
kedua laki-laki nya tahu jika adik nya ini sedang bahagia. jadi mereka tidak terlalu memusingkan permintaan nya untuk tidak berkumpul dengan nya saat xia yu dan fang yin telah bergabung dengan nya.
kedua kakak nya itu tidak menyangka jika teman baru fanghua adalah gadis cantik yang sedari tadi mereka pandangi.
"gadis itu...?" gumam mereka berdua saat xia yu dan fang yin telah mendekat ke arah penginapan.
"kakak cepat pergi.! teman ku sudah di bawah." rengek fanghua pada kedua kakak nya yang masih mematung dengan mulut yang setengah terbuka.
saking terpesona nya dengan kecantikan xia yu mereka berdua tak mendengar rengekan dari adik nya. fanghua tidak menyangka jika kakak nya bisa seterkejut nya mereka terhadap xia yu. karena baru kali ini fanghua melihat kedua kakak nya yang sempurna di mata para gadis karena ketampanan nya. tapi saat ini wajah tampan mereka berubah menjadi wajah bodoh. lebih tepat nya terlihat konyol.
"KAKAK..!!" su fang hua kembali merengek dengan manja kepada dua kakak nya. bahkan dia menarik mereka dari tempat nya berdiri. "kakak, kumohon pergilah.. teman ku akan marah jika ada kakak di sini." sambung nya.
"baik lah.. baik lah.. kami akan pergi, tapi setelah ini kau harus jelaskan pada kami siapa gadis itu dan dari mana dia berasal. mengerti.?" ujar salah satu kakak nya yang bernama pangeran gao fang dan yang satu nya lagi adalah hao fang. mereka adalah saudara kembar dan kakak kandung dari fanghua.
"ya baik.." jawab fanghua. 'tapi tidak janji, aku akan tetap merahasiakan nama xia yu.' sambung nya dalam hati.
setelah itu ke dua saudara kembar itu keluar dari ruangan itu. dan memesan saru ruangan di sebelah nya.
xia yu dan fang yin serta kedua orang yang menjemput nya tadi sudah berada di depan ruangan fanghua. mereka masuk setelah salah satu pelayan memberitahu mereka agar langsung masuk ketika mereka sampai.
..brukh...
sebuah pelukan hangat di dapat oleh xia yu dari su fanghua yang memeluk nya dengan erat.
'kenapa dengan gadis ini..? bukan kah kita baru saja bertemu beberapa kali tapi dia bersikap seperti kepada saudara atau sahabat nya saja.' gerutu xia yu dalam hati nya. tapi dia tidak menyangka jika su fanghua melakukan hal itu karena ada maksud nya.
"tolong maaf kan aku.. ke dua kakak ku berada di sini. mereka sedang memperhatikan kita di ruangan sebelah. aku akan memanggil mu teman dan pura-pura tidak mengetahui nama kalian." bisik su fanghua memberitahu situasi di sana.
"aku mengerti.." jawab xia yu sama berbisik. su fanghua pun melepaskan pelukan nya dan mengajak xia yu dan fang yin untuk duduk di tempat nya tadi.
xia yu dan fang yin terkejut saat melihat hidangan yang begitu banyak tersaji di atas meja. berbagai makanan dari yang manis sampai yang pedas telah terhidang dengan rapi. beberapa saat yang lalu su fanghua memesan makanan untuk menjamu kedua teman baru nya.
"wow.." takjub fang yin melihat meja yang sudah di penuhi makanan. "nona.. kita tidak salah meja kan.?" sambung fang yin dengan sikap polos nya.
"terimakasih.." ujar xia yu. mereka pun duduk dan memulai acara makan malam mereka. fanghua juga memesan arak untuk xia yu dan fang yin. entah mereka akan meminum nya atau tidak.
su fanghua merasa bahagia dengan kehadiran mereka. akhir nya dia bisa memenuhi keinginan nya untuk berkumpul dengan xia yu. asal kalian tahu jika sepanjang perjalan dari desa barter, fanghua selalu melamun kan xia yu.
wajah cantik namun dingin nya xia yu masih terbayang-bayang sampai membuat su fanghua senyum-senyum sendiri. apa lagi saat dia mengingat wajah para gadis dan pelayan toko yang terkejut dengan penampilan baru xia yu dan fang yin yang telah bersih dan cantik. padahal awal nya para gadis dan pelayan itu menghina xia yu dengan tidak berbelas nya sampai membuat nya geram.
...
acara makan malam itu berjalan dengan lancar nya tanpa ada hambatan. terkecuali rasa penasaran dari ke dua kakak su fanghua. dari awal kedatangan teman baru adik nya, mereka terus saja mengintip dan menahan diri untuk tidak menghampiri ketiga perempuan yang sedang menikmati semua makanan itu.
setelah makan xia yu dan fang yin berniat untuk pamit. karena mereka juga memiliki kesibukan nya sendiri. fanghua tidak bisa menahan xia yu. dia tahu jika gadis yang baru di kenal nya ini, amat tidak suka dengan orang yang membantah keputusan nya. mau tidak mau mereka berpisah malam itu. bahkan xia yu tidak memberikan waktu untuk kedua kakak fanghua menghampiri nya.
setelah berpisah dengan su fanghua. xia yu dan fang yin kembali ke rumah sewaan nya dan beristirahat.
***
Hari ini xia yu akan mulai mencari keberadaan anak kakek li. dia akan bertanya-tanya tentang keluarga tabib bermarga li. xia yu yakin jika dia menyebut kan tabib bermarga li, pasti akan ada salah satu orang yang mengenal kakek li selama saat dia masih hidup.
xia yu pergi seorang diri tanpa di temani oleh fang yin atau kuda nya keli. xia yu menyuruh fang yin agar mulai berlatih seni beladiri yang dia ajar kan di rumah sewaan nya. inti nya xia yu ingin fokus mencari keluarga kakek li seorang diri tanpa ada nya hambatan untuk bergerak, dan dia tidak mau melibat kan fang yin jika terjadi sesuatu dalam pencarian nya, karena fang yin belum mampu melindungi diri nya sendiri.
kalian pasti mengerti maksud xia yu bukan.?
xia yu tidak berpenampilan seperti kemarin. dia memilih berpakaian lusuh dan menggunakan tudung untuk menutupi wajah nya. dia mulai bertanya pada para warga yang dekat dengan rumah nya, lalu penjual yang menjual obat-obatan, sampai tiba di salah satu bangunan yang bisa di katakan jika itu adalah sebuah rumah sakit.
xia yu masuk ke dalam bangunan itu dan mulai bertanya pada salah satu pria yang bertugas di sana. pria itu sedang memegang kertas kecil yang bisa xia yu tebak jika itu adalah secarik kertas yang bertulis kan resep obat.
"permisi tuan.." ujar xia yu menyapa dengan sopan.
pria itu berbalik saat mendengar suara gadis yang menyapa nya. "ya nona.." jawab nya.
"maaf jika saya menggangu anda. saya ingin bertanya apakah anda mengenal tabib yang bermarga li..?" tanya xia yu berterus terang.
"m.. tabib yang bermarga li.?" jawab pria itu mulai menggali ingatan nya tentang para tabib yang bekerja di tempat itu. tapi pria itu tidak mendapat kan sosok tabib yang di tanya xia yu dalam ingatan nya. dia pun melanjutkan ucapan nya. "maaf nona tapi saya tidak mengenal tabib yang nona cari."
"tidak apa.. terimakasih, saya akan bertanya pada yang lain nya. mungkin saja ada yang pernah mendengar nama nya." ujar xia yu meninggal kan pria itu.
xia yu kembali bertanya pada orang-orang dan tabib yang berada di sana. tapi hasil nya nihil, tidak ada seorang pun yang mengenal tabib atau ahli obat dan pengobatan yang xia yu tanya kan pada setiap orang yang di lihat.
xia yu tidak berputus asa. dia berteleportasi ke pusat kota untuk mencari informasi dari para bangsawan yang tinggal di sana.
xia yu muncul di gang sempit antara penginapan dan restarurant. tepat di mana xia yu dan fang yin bersenang-senang semalam. pemandangan di sana ternyata tetap saja ramai dengan orang-orang yang selalu menjadi pelanggan dan pencari nafkah di pusat kota.
xia yu memasuki sebuah retaurant, yang di penuhi oleh para orang kaya. seseorang mencoba menahan nya karena penampilan nya yang terlihat kumuh. tapi xia yu segera memberikan satu koin emas untuk bisa membiarkan nya masuk.
"biarkan aku masuk..!" ujar xia yu sembari memegang satu koin emas dengan jemari lentik nya.
xia yu tahu jika uang dan kekuatan dapat menundukan orang-orang di sana. bukan sombong tapi itu untuk mempermudah mencari informasi dari para kalangan atas saja.
xia yu menyimpul kan jika para orang kaya itu pasti selalu bergosip jika ada berita bagus dan juga pasti selalu membicara kan kehebatan orang lain. xia yu berharap dia bisa mendapat kan sedikit info tentang keberadaan keluarga kakek li dari orang-orang di sana.
**tbc