The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
321. Mie Kuah Pedas Legendaris..



***


Keesokan harinya di halaman balai agung, Guru Wuzi dan Nyonya ye berpapasan. Guru Wuzi segera menghentikan langkahnya ketika berhadapan dengan selir Agung. Hari ini adalah hari kedua dalam tahap pemilihan permaisuri.


"Saya menunggu tema yang akan Anda berikan pada tahap kedua, Nyonya." Ujar Guru Wuzi pada Nyonya ye.


"Tenang saja saya sudah menyiapkannya, jangan khawatir." Nyonya ye menjawab dengan tenang. Setelah itu dia segera melanjutkan kembali langkahnya tanpa menoleh pada pria paruh baya itu.


Namun baru saja beberapa langkah, Guru Wuzi berbicara.


"Anda sudah dengar soal kuil Hangguk?" Tanya Guru Wuzi tanpa memalingkan wajahnya, tetap menatap lurus ke depan.


Seketika langkah Nyonya ye terhenti, dia sedikit tersentak sebelum menyesuaikan dirinya kembali. Kemudian dia berbalik dan tersenyum, lalu menjawab dengan tenang.


"Memangnya kenapa?"


"Tempat yang anda tinggali terbakar dan semua biarawati yang ada di sana tewas. Apakah Anda tidak tahu?" Guru Wuzi menjelaskan.


"Siapa yang berbuat sekejam itu?" Tanya Nyonya ye berpura-pura tekejut. Seolah-olah dirinya tidak tahu akan apa yang terjadi di kuil yang satu tahun dia tempati.


"Kami belum menemukan siapa pelakunya, tapi suatu saat dia pasti dihukum oleh langit. Amin!" Jawab Guru Wuzi dia melirik Nyonya ye dan mengaminkan doa'nya. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan menuju Balai agung tanpa berpamitan pada Nyonya ye.


Untuk saat ini memang pelaku yang membakar kuil Hangguk belum di temukan. Namun, Guru Wuzi akan tetap melakukan penyelidikan hingga pelakunya tertangkap. Dia mencurigai kebakaran yang terjadi di sana ada kaitannya dengan wanita di hadapannya saat itu.


Setelah kepergian Guru Wuzi dan yang lainnya, watak Nyonya ye kembali pada aslinya. Dia segera memandang pelayannya dan bertanya.


"Apa Serigala tua itu sedang mengujiku?" Suara Nyonya ye terdengar marah.


"Tenang, Yang Mulia. Guru Wuzi tidak akan bisa menemukan apapun mengenai kemalangan di kuil hangguk." Pelayan itu menjelaskan denagn tenang. Menenangkan tuannya agar tidak terbawa emosi.


Nyonya ye menghela nafas lega, dan berpikir sejenak. Menenangkan pikirannya untuk tidak terbawa emosi. Dia tahu betul siapa dalang dari kemalangan yang terjadi pada kuil itu.


Orang dari luar istana tidak ada yang tahu jika Nyonya ye pernah melahirkan seorang bayi perempuan. Hanya ada beberapa orang saja yang mengetahui hal itu, salah satunya adalah Guru Wuzi.


"Apa benar Putri Yimei menjalani perawatan kesuburan?" Tanya Guru Wuzi pada pengawalnya.


"Benar, kabarnya menyebar dari Tabib Kekaisaran, jadi pasti benar."


Seketika langkah Guru Wuzi terhenti begitu mendengar jawaban dari pengawalnya.


"Apakah Kaisar Yuan masih mencurigainya?" Pengawal yang menjadi orang kepercayaan Guru Wuzi bertanya.


Guru Wuzi berpikir sejenak sebelum menjawab. "Selidiki secara diam-diam insiden kebakaran di kuil Hangguk. Melihat gelagat Nyonya ye, dia pasti terlibat di dalamnya."


"Baik. Saya mengerti, Guru." Pengawal itu mengangguk paham.


Mereka pun melanjutkan langkah mereka menuju balai agung. Di sana sudah berbaris rapih para peserta beserta pelayan mereka, jajaran para juri dan penguji juga duduk di hadapan singgasana pemimpin kerajaan, mereka semua sedang menanti kedatangan Kaisar Yuan Zhu-Ming.


Sang pemimpin tiba dengan pengawalan yang ketat, Kasim Wuza segera memerintahkan semua orang untuk memberi hormat pada pemimpin kerajaan. Setelahnya mereka memulai kembali pemilihan permaisuri dengan ijin dari Kaisar Yuan.


Nyonya ye yang selaku penguji dari tahap kedua berjalan maju kehadapan para peserta. Dia berbicara dengan tegas seraya melirik tajam pada ke enam kontestan yang menurut nya tidak layak. Dia hanya menatap kepada anaknya yang berasa di barisan ke enam dan kembali menatap tajam pada kontestan ke tujuh.


"Sekarang pemilihan tahap kedua. Tujuannya menguji perilaku kalian. Kalian harus menyiapkan makanan paling berharga di istana. Waktu yang diberikan hanya 2 jam," Nyonya ye berhenti sejenak, kedua matanya menatap dingin pada ketua Kasim Wuza. Lalu melanjutkan kata-katanya.


"Tolong perhatikan waktunya dengan cermat, kepala Kasim." Ucapannya seolah peringatan bagi Kasim wuza.


"Baik, saya mengerti." Jawab Kasim Wuza, dia menatap tujuh peserta yang berbaris di hadapannya.


"Waktunya hanya dua jam saja. Jika lebih dari dua jam kalian akan dipulangkan." Jelas Kasim Wuza pada para peserta.


Sementara Nyonya ye menoleh pada pelayanannya, dia seolah memberi kode keras pada pelayan itu untuk mempersulit proses tahap kedua pengujian. Pelayannya hanya mengangguk paham, dan segera berbisik pada anak buahnya untuk melancarkan rencana kedua setelah tanda mulai di berikan.


"Mulai!" Ujar Nyonya ye memberikan perintah kepada Kasim Wuza untuk menghitung waktu.


Seketika semua peserta keluar dengan rapih dari balai agung, beberapa peserta sedikit berlari. menyisakan dua peserta yang berjalan dengan tidak tergesa-gesa. Xia yu dan Putri Huang Yimei berjalan di barisan terakhir.


Setibanya di dapur istana, pelayan yang berada di bawah kepemimpinan menyambut mereka dengan hormat dan senyuman ramah.


"Dimana letak Dapur Istana?" Tanya salah satu peserta.


"Pelayan istana akan mengawal kalian ke Dapur Istana." Jawab kepala pelayan yang bertugas disana yang tidak lain antek-antek yang berpihak pada Nyonya ye. "Cepat, pimpin jalannya." Titahnya pada pelayan yang berada di bawah kepemimpinannya.


"Silahkan lewat sini." Seorang pelayan dapur istana mempersilahkan mereka masuk.


Para peserta pun masuk dengan tergesa-gesa, menyisakan dua kontestan yang berada di paling akhir. Kepala pelayan dapur istana menyambut salah satu dari mereka berdua dengan ramah, dia berbisik pada Putri Yimei.


Putri Yimei tersenyum puas, dia segera berjalan masuk kedalam Dapur Istana bersama pelayannya. Setelah Putri Yimei masuk, semua pintu dan jendela seketika tertutup rapat dari dalam.


Setibanya Xia yu di depan kepala pelayan Istana, dia di hadang dengan tubuh wanita muda itu. Xia yu mengerutkan kening, dia tidak paham. Saat akan bertanya, wanita itu lebih dulu membuka suara.


"Kau mau kemana?" pertanyaannya sangat tidak sopan untuk ukuran seorang pelayan.


"Tolong tunjukkan dimana Dapur Istana."Bukan Xia yu yang menjawab melainkan Fang yin.


Saat ini, Fang yin tidak berpenampilan seperti seorang pelayan. Aura yang dia keluarkan tidak jauh seperti Xia yu, dingin dan angkuh.


Kepala pelayan terkejut, dia tidak menduga jika dua gadis di hadapannya saat ini memiliki aura mendominasi yang begitu kuat. Tapi karena dia berada di pihak lawan, maka Kepala pelayan tidak ingin menunjukkan kelemahannya. Dia pun kembali berkata dengan angkuh.


"Dapur Istana sudah penuh. K-Kau tidak diizinkan masuk ke Dapur Istana."


"Ansi, sekarang sedang pemilihan.." Lirih pelayan lain yang bertugas membantu Xia yu selama masa pemilihan dan mungkin seterusnya. Dia adalah Wu Fei, anak dari Kasim Wuza musuh bebuyutan dari Kepala pelayan yang saat ini berhadapan dengan Xia yu.


"Diam!" Ansi Kepala pelayan itu menghentikan ucapannya. "Kenapa? Kau kesal padaku?"


"Bukan hanya kesal, tapi aku marah saat melihatmu bersikap congkak!" wu Fei menjawab pertanyaan itu dengan sedikit membentak. Dia memang sangat tidak menyukai sikap Ansi.


Kepala pelayan Ansi sedikit tersentak mendengar bentakan dari Wu Fei. Wajahnya memerah, rasa malu menyelimuti wajahnya yang kian terasa panas.


"Tolong segera siapkan Dapur Istana untuk Nona Jing!" Wu Fei kembali memerintahkan dengan tegas. Meskipun dia bukan asli dayang istana, tapi pelayan-pelayan yang lain tidak berani mengusiknya.


Merasa ada Nyonya ye di pihaknya, Dayang Ansi tidak merasa takut dengan Wu Fei yang memang memiliki ayah yang seorang Kepala Kasim. Dengan berani dia melawan balik perintah Wu Fei. "Hey, kau bahkan bukan seorang Nona bangsawan, tapi berlagak seperti orang penting di dalam Istana."


"Lihat! Aku sudah bukan seorang pelayan rendahan, tapi Dayang. Sekarang panggil aku Dayang Ansi!" Ujar Ansi dengan angkuh.


Wu fei merasa tak enak hati dengan Xia yu, dia telah diberitahu oleh ayahnya siapa itu Jing Xia Yu. Awalnya dia juga terkejut seperti ayahnya, tapi setelah mengetahui jelas jati dirinya dan karena memang dia dan keluarganya telah mengabdi pada kerajaan, maka dari itu dia akan mengabdikan diri pada Xia yu yang telah resmi di pinang oleh pemimpin kerajaan sebelum mereka tiba di istana.


"Ansi, siapkan Dapur Istana sekarang juga!" Titah Wu Fei seraya menatap tajam Dayang Ansi.


'PLAKK!'


Bukannya menjawab, Dayang Ansi malah menampar keras pipi Wu Fei.


"Ini, pukul aku juga kalau kau tak suka. Aku punya Nyonya ye yang melindungi ku, jadi aku tak takut. Sedangkan kau hanya seorang anak Kasim." Dayang Ansi memprovokasi Wu fei, dia mengarahkan wajahnya untuk di pukul.


Melihat itu, Xia yu memerintahkan Fang yin turun tangan. Dengan sigap Fang yin menendang Ansi hingga dia terjungkir balik di atas tanah.


'Bugh!'


'Akkhh...'


Dayang Ansi menjerit kecil, dia merasakan sakit yang begitu hebat di bagian perutnya.


"Kau!!" Pekik dayang Ansi dengan pada Fang yin.


Fang yin menghampiri gadis yang terkapar di tanah, dia menatap tajam dan berkata dengan menekan pundaknya dengan pedang yang masih terbungkus.


"Jika kau berani menyentuh orang-orang di sekitar Nona ku, akan ku pastikan kau tak memiliki tangan lagi selanjutnya. Dan sebelum itu terjadi, lebih baik kau segera bangkit dan siapkan Dapur Istana untuk Nona Jing!" Titah Fang yin, dominasi yang kuat untuk menekan pelayan itu.


Mau tidak mau, Dayang Ansi segera menyuruh pelayan menyiapkan sebuah dapur cadangan untuk Xia yu. Namun karena jarang di gunakan, di sana tidak terlalu banyak bahan makanan. Beberapa pelayan meninggalkan mereka bertiga di sana, Xia yu mulai memerintahkan Fang yin mengambil beberapa bahan pangan yang akan dia ubah menjadi andalannya ketika di Kerajaan Xing.


Dia berencana membuat Mie pedas, masakan yang dapat membuat orang bersemangat kembali setelah memakannya. Ingat perjalan Xia yu saat kearah barat, di sana dia membuat satu masakan di sebuah kedai dan berhasil mengejutkan orang-orang disana dengan masakannya.


Paling lama membuat masakan itu hanya satu jam jika porsi kecil. Tapi jika porsi untuk sepuluh orang, waktu dua jam akan cukup. Xia yu telah menghitung waktu dan bahan yang akan di butuhkan nya, dia ingin masakan bukan hanya di nilai dari sejarah atau apapun itu. Dia hanya ingin lidah para penguji dan juri yang memberi nilai.


Wawasan tentang sejarah dia kurang paham, tapi Xia yu yakin jika rasa akan mengalahkan teori.


Tidak ingin membiarkan gadis itu masuk ke dalam tahap selanjutnya mereka mengunci pintu dari luar, membiarkan Xia yu Fang yin dan Wu Fei terkurung dari dalam.


Mengetahui itu, Xia yu hanya menggelengkan kepala. Dia menyeringai kembali memasak tidak membiarkan konsentrasi nya terpecah dengan kelakuan pelayan rendahan itu.


Fang yin bertugas membakar daging asap yang telah di bumbui oleh Xia yu, daging asap itu berasal dari dalam ruang penyimpanan nya. Apalagi kalau bukan gelang spasialnya yang bahkan bisa memuat benda hidup.


Wu fei yang pertama kali menghirup bau daging asap Xia yu begitu terkejut. Hanya asapnya saja sudah menggugah selera makannya, apalagi setelah melihat bentuk hasil makanannya.


Beberapa orang yang melewati daerah Dapur Istana seketika menghentikan langkah ketika mencium aroma yang sangat khas dari sebuah masakan. Mereka tahu jika hari ini adalah tahap kedua dalam pemilihan dan ujiannya adalah membuat sebuah hidangan. Awalnya mereka menduga jika seorang putri atau nona mana bisa membuat masakan, tapi tidak pernah terpikir jika akan ada satu masakan yang bisa membuat orang tertarik hanya dengan bau nya saja.


Karena rasa penasaran yang begitu tinggi, beberapa penjaga itu mendatangi Dapur Istana tapi ternyata tidak ada orang. Kita mereka akan beranjak dari sana, langkah mereka terhenti ketika melihat uap panas yang keluar dari sebuah bangunan kecil. Itu adalah Dapur cadangan, karena takut terjadi apa-apa disana. Para penjaga itu bergegas dan segera membuka kunci balok kayu.


Saat membuka pintu Para penjaga segera mengetahui jika bau masakan yang sedari tadi menggugah selera mereka ternyata berasal dari dapur ini. Bukan hanya terkejut mendapati bau masakan itu, mereka lebih terkejut melihat tiga perempuan berada di dalam balik pintu. Wajah mereka penuh dengan keringat baju mereka juga terlihat sedikit basah mungkin karena keringat atau percikan air.


"Terimakasih telah membuka pintunya." Ucapan terimakasih Wu Fei segera menarik kesadaran para penjaga itu dari keterkejutan mereka.


"N-Nona, apa yang terjadi? Kenapa pintunya terkunci dari luar?" Tanya salah satu penjaga, dia adalah Serigala abu-abu yang sedang menyamar sebagai penjaga. Dia yang memancing penjaga lain untuk berjalan ke arah Dapur Istana.


"Ada orang yang sengaja mengunci kami dari luar." Jawab Fang yin dia tidak mengenali Serigala abu-abu.


"Siapa?"


"Itu tidak penting untuk sekarang, karena saat ini saya butuh bantuan kalian. Apakah kalian bisa membantu Kami?" Tanya Xia Yu, di telah mengetahui identitas asli dari penjaga itu. Dan karena batas waktu semakin menipis dia hanya bisa mengikuti alur dan aturan nya saja.


"Apa yang bisa kami bantu, Nona?" Jawab Serigala abu-abu itu dengan pertanyaan.


"Tolong bantu kami membawa masakan ini ke Balai Agung." Jawab Xia yu.


"Baik, Nona." Mereka pun melakukan tugas itu dengan baik.


Ada rasa penasaran yang sangat tinggi ketika melihat mangkuk yang tertutup rapat oleh penutupnya. Di atas nampan terdapat dua mangkuk, Xia yu menyiapkan sepuluh mangkuk untuk para juri dan penguji. Mereka pun keluar dari dalam dapur dengan perasaan lega, berjalan dengan tenang menuju Balai Agung.


Di dalam Balai Agung, para peserta telah menghidangkan masakan mereka di meja masing-masing. Dalam waktu dua jam mereka hanya mampu membuat satu masakan dan itu hanya satu mangkuk saja.


Beberapa peserta menyeringai saat melihat meja yang di disediakan untuk Xia yu masih kosong. Mereka yakin jika gadis itu tidak akan lolos.


Nyonya ye dan yang lainnya bangkit dari tempat duduk. Kemudian Nyonya ye berbicara dengan mengintimidasi.


"Waktunya habis. Siapa pun yang tidak masuk akan tersingkir. Cepat mulai." Titah nya pada Kasim Wuza.


"Ehemm.. " Kasim Wuza sengaja mengulur waktu.


"Cepat mulai!" Tegas Nyonya ye memperingatkan.


"Baik, Selir Agung." Jawab Kasim Wuza terpaksa.


"Pemilihan hari ini..." Baru saja mengeluarkan beberapa kata, kalimat nya langsung terpotong saat anaknya datang dengan tergesa-gesa.


"Tunggu sebentar."


'Hufh, untung saja masih sempat.' Batin Wu Fei.


"Maaf saya terlambat." Dari balik pintu, Xia yu meminta maaf. Dia datang bersama tiga penjaga dan dua pelayan pribadinya.


"Tidak apa-apa, lekas pergi ke tempat mu." Kalimat itu terdengar dari atas singgasana. Kaisar Yuan yang berbicara. Semua irang tidak berkutik.


"Sayembara hari ini akan dinilai oleh Selir Agung dan Guru Wuzi selaku perwakilan dari penguji dan juri." Kasim Wuza berbicara.


"Yang Mulia, juga akan ikut menilai." Ujar Yuche disela-sela perkataan Kasim Wuza.


Beberapa orang terlihat kaget, berbeda dengan Guru Wuzi, Kasim Wuza dan beberapa orang yang berpihak pada Kaisar Yuan.


"Saya mengerti." Jawab Kasim Wuza seraya menampilkan senyuman hangatnya.


"Silahkan tampilkan hidangan kalian dan berikan alasannya. Dimulai dari peserta nomor satu."


"Peserta pertama membuatkan Kue Beras Bazhen yang terbuat dari beras ketan, jamur, gandum dan kacang. Sejak dulu kala, dipercaya bisa mengurangi gangguan dalam perut. Kue Beras Bazhen makanan terbaik untuk membantu pencernaan dan umur panjang." Hidangan pertama mendapatkan nilai lima belas poin dari keseluruhan juri dan penguji, serta Kaisar Yuan.


"Selanjutnya, Kare Ayam Hitam akan menambahkan kekuatan dan membuang racun dalam tubuh. Dicampur dengan ginseng liar di dalamnya, tak ada obat yang lebih baik dari ini." Hidangan kedua di beri nilai yang sama dengan yang pertama.


"Hidangan ketiga berbahan dasar jamur. di beri nilai sepuluh."


"Hidangan ke empat berbahan dasar daging beruang yang di beri nilai sembilan."


"Hidangan kelima berbahan dasar sirip ikan hiu di beri nilai tujuh."


Hidangan ke enam di buat oleh Putri Yimei. "Ini dibuat dari sepuluh bahan yang difermentasi dalam anggur, Tiankong terdiri dari sepuluh provinsi dan masing-masing punya keunikan tersendiri. Tapi seperti ketika semua bahan dicampurkan, maka hanya akan tercipta satu rasa itulah solidaritas dan perdamaian." Jelas Putri Yimei dengan bangga. Dia yakin masakannya akan mendapat nilai tertinggi.


"Terakhir, Nona Jing di persilahkan."


Xia yu mengangguk, dia segera memerintahkan Fang yin dan yang lainnya menaruh masakannya di atas meja para juri dan penguji. Sementara meja di depannya di biarkan kosong melompong.


Semua orang begitu terkejut melihat Xia yu membuat begitu banyak makanan. Dan semua makanan itu berada di atas meja juri dan penguji. Semua orang menatapnya, meminta penjelasan dari maksud Xia yu yang memberikan mereka masing-masing sebuah hidangan.


"Silahkan buka penutupnya tuan dan Nyonya." Ujar Xia yu.


Semua Juri pun di buat melongo saat melihat hidangan di atas meja mereka, ternyata hanya sebuah mie kuah pedas dengan beberapa irisan potongan daging merah.


"Cih.." Nyonya ye dan antek-anteknya mendecih, meremehkan masakan Xia yu.


Semua orang kembali menatap Xia yu, kembali memintanya menjelaskan maksud semua masakan ini.


Xia yu pun menarik nafas dan berkata, "Maaf saya tidak pandai dalam mendeskripsikan sebuah makanan dengan kehidupan. Namun saya yakin jika anda bersedia mencicipi makanan saya, anda sekalian akan bisa menilai sendiri apakah makanan ini layak untuk dinilai dari segi kehidupan." Jelas Xia yu.


Satu persatu juri dan penguji mulai menelan saliva nya dengan kasar saat mencium bau harum dari daging itu. Mereka juga mencium bau harum dari uap kuah yang tengah mengepul di atas mangkuk saat tadi membukanya.


Dan betapa terkejut nya lagi mereka saat merasakan kuah yang beraroma kuat dengan rempah-rempah bumbu dapur. Satu persatu Juri dan penguji mulai mengambil mie nya kemudian memasuk kan nya ke dalam mulut mengunyahnya dengan pelan merasakan tekstur yang lembut dan kenyal meluncur ke tenggorok kan mereka.


Setelah itu mereka mulai menjajah pendamping mienya dari daging asap, dan telur yang telah di rubah cara masaknya oleh xia yu. Sayuran yang masih segar dengan teksturnya yang masih setengah matang membuat melodi di dalam mulut.


Semua orang terhipnotis dengan pemandangan sembilan juri dan penguji yang fokus memakan mie buatan Xia yu. Beberapa pelayan dan penjaga menatap mereka dengan tatapan lapar bahkan sampai meneteskan air liur mereka.


'Wow..... Mie ini sangat lezat, ringan di perut tidak meninggal kan rasa begah atau pun mual.' Batin beberapa orang yang makan mie kuah pedas buatan Xia yu.


'Slruup!


'Slruup!'


'Eeeuuu..


Beberapa juri dengan tidak malunya bersendawa setelah menenggak habis kuah mie itu. Mereka seakan lupa jika saat ini sedang berada dimana. Semua orang yang berada di sana tertegun melihat kesembilan mangkuk yang berisi mie buatan Xia yu telah kosong di santap oleh Juri.


'Apa seenak itu mie buatan nya?' batin orang-orang yang penasaran dengan mie buatan Xia yu.


"Nona, mie buatan Anda ini sangat-sangat lezat!"


"Benar-benar lezat, aku rasa tidak ada duanya" Ujar pria lainnya mengakui kelezatan mie Xia yu.


"Benar, mie buatan Anda adalah mie terlezat dari semua mie yang pernah saya makan." Sambung pria paruh baya yang diketahui jarang makan-makanan seperti itu. Namun ketika yang lainnya menyantap makanan itu dengan lahap, dia jadi tergoda dan dia tidak akan pernah menyesal jika setelah ini dia akan buang air besar seharian.


"Terimakasih, atas pujiannya Tuan-tuan."


"Apa saya boleh tahu nama masakan anda ini?" Tanya salah satu juri.


"Namanya, Mie Kuah Pedas Legendaris." Jawab Xia yu asal-asalan. Dia tersenyum senang mendapatkan respon baik.


****tbc


Satu bab cukup ya untuk hari ini, lumayan dari pagi dapet 3000 kata ya.. Sekarang mau bobo karena malam harus kerja lagi


Hufh.. Sip malam emang bikin badan cepet drop


Happy reading all😘**