
***
'Gadis itu lagi?'
Ternyata bukan hanya kelompok itu saja yang menatap Xia yu dengan tatapan aneh. Di atas pohon terdapat pria misterius yang ternyata masih mengikuti mereka. Tatapan pria misterius juga mengarah pada Xia yu, dan kedua matanya sedikit berbinar.
Seperti yang dia duga, gadis berjubah merah itu tidak seperti yang ia pikirkan sebelumnya.
Seorang gadis sederhana dan tidak berbahaya.
Tapi, memikirkan kejadian pertemuannya dengan kelompok itu membuatnya tersadar, seharusnya dia faham kalau gadis kecil itu bukan orang sembarangan. Gadis seperti apa yang berani memasuki hutan kehidupan seorang diri?
'Tidak ada kekuatan mistis sedikit pun dalam dirinya, bukan kah itu sangat gegabah? Gadis itu bukanlah tandingan kelompok pria tua itu!' batin Yuan Zhu-Ming. Tapi segera dia tersadar lagi, kalau dia masih meremehkan Xia yu.
"Tolong!" pekik Xia yu berlari melintasi kelompok yang bersembunyi itu. Zhen shao segera memanfaatkan kesempatan itu, dia segera melepaskan anak panah yang sedari tadi ia bidikan pada gadis yang telah mengambil busur ajaibnya.
'WUSHH!'
Sebuah panah melesat mengarah pada sosok berjubah merah yang berlari menghindar dari kejaran para hewan buas itu. Namun, panah itu tak mengenai sedikit pun tubuh gadis itu.
Ya, Xia yu berhasil menghindari panah yang melaju kearahnya, membuat semua orang terkejut.
Yuan Zhu-Ming hanya bisa melihat sosok bayangan merah yang menggunakan gerakan aneh itu, menghindari panah dengan gerakan yang memutar keatas. Sosok bayangan merah itu menginjak panah yang mengarah padanya, dan akhirnya panah itu menancap pada salah satu pohon, kemudian sosok itu berbalik arah dan berlari ke arah kelompok manusia yang bersembunyi di balik pohon dan semak-semak.
Saat panah mengarah pada Xia yu, dia memutar kakinya saat mendarat, dan segera melompat lalu meraih dahan pohon sambil berputar. Dia memanfaatkan momen itu, kakinya menendang pohon sebagai titik tumpu tendangannya, membuat dia dengan cepat mengarah tepat pada targetnya seperti peluru, sudah jelas targetnya adalah Zhen shao yang masih memegang busur.
"Awas!" pekik gadis muda yang ada di pohon berteriak kaget. Yuri terkejut dengan taktik Xia yu, lagi-lagi dia tidak menduga jika gadis itu mengetahui keberadaan mereka, dan sekarang gadis itu malah ingin membalas serangan dari kakaknya.
Dia ingin bergegas maju dan menarik kakaknya untuk pergi. Namun, sekelompok hewan buas juga melompat kearahnya dan tangannya sibuk untuk menghindari serangan hewan buas itu.
Bagaimana ini? pikir Yuri. sayang sekali dia hanya bisa melihat Xia yu terbang dengan cepat mengarahkan kaki kanannya pada Zhen shao, di tambah lagi Xia yu membawa sekumpulan hewan buas pada kelompoknya.
Zhen shao tersadar setelah mendengar teriakan adiknya, tubuhnya mundur secara refleks. Dia nyaris tidak menghindari tendangan yang diarahkan Xia yu pada bagian dadanya, tendangan itu bisa saja membunuhnya dengan cepat.
'Bugh!'
Tapi, Zhen shao sedikit terlambat dan dia mendapatkan tendangan tepat di bagian wajahnya. dia sedikit terhuyung kebelakang karena tendangan itu.
Salah satu hewan buas itu datang menghampiri Zhen shao untuk menyerangnya, namun Yuri yang berada di atas pohon, turun dengan cepat untuk menghadang serangan itu.
"Kakak! Sadarlah!" Yuri menjerit, suaranya terdengar sangat panik, dan wajahnya di penuhi rasa gugup.
Akhirnya Zhen shao sadar sepenuhnya, rasa sakit di wajahnya membuat hatinya di penuhi dengan amarah. Dia mengalungkan busur mistis itu pada tubuhnya dan kekuatan mistisnya pun menggelora.
Zhen shao mengumpulkan energi mistik pada kedua tangannya, dan segera menyerang hewan buas yang di hadang oleh adiknya.
Sebuah dentuman keras terdengar dan hewan buas yang menyerangnya tiba-tiba terlempar.
"Haooow!"
'BAM!'
Hewan buas itu merang kesakitan, badannya terjatuh ke tanah dengan sangat keras, membuat tanah sedikit bergetar.
Ketika Xia yu melihat lelaki itu bisa melempar hewan buas itu dengan satu serangan, matanya memicing tak terima. Berbeda dengan anak buah lelaki itu, mereka terlihat sangat terpesona dan bersemangat, bahkan mereka mengeluarkan pujian bagi lelaki itu.
"Wooww, tuan muda luar biasa!"
Zhen shao tidak mengindahkan pujian anak buahnya, dia memilih menggunakan busur mistisnya untuk membunuh sekumpulan hewan buas itu.
Para hyena di hutan ini adalah hewan yang meresahkan, mereka selalu sewenang-wenang pada mahluk lainnya. Mereka juga adalah musuh dari para penjaga hutan kehidupan, entah kenapa mereka bisa mengejar-ngejar Xia yu sampai di sini. Sepertinya inilah yang di maksud permainan oleh Xia yu.
Membunuh dua burung dengan satu batu! Mendapatkan dua hal sekaligus dalam satu waktu, atau mencapai dua target sekaligus dengan hanya melakukan suatu hal.
Hati mereka dipenuhi dengan nafsu bertarung, kebingungan yang sempat mengacaukan pikiran mereka menjadi padam saat itu juga, sesaat kemudian mereka berhasil menghabisi beberapa hewan buas.
Beberapa mayat hyena berceceran di atas tanah, membuat udara malam itu di penuhi dengan bau amis darah. Setelah pertarungan dengan hewan-hewan itu selesai, Zhen shao tersadar, bahwa paman ketiganya menghilang.
"Dimana paman ketiga?" Zhen shao bertanya, dia melihat sekeliling tempat, tapi tidak melihat tanda-tanda keberadaan pamannya.
"Aku tidak tahu kak!" jawab Yuri panik, dia juga melakukan hal yang sama seperti kakaknya.
"Kalian ada yang melihat kemana perginya paman ketiga?" tanya Zhen shao pada anak buahnya.
"Ka-kami tidak melihat tuan besar ketiga tuan!" jawab salah satu dari mereka.
Zhen shao mengusap wajahnya dengan kasar, lagi-lagi dia merasa di kelabui oleh Xia yu. Dia pun melayangkan tatapan tajam pada anak buahnya. "Bodoh! Cepat berpencar, cari keberadaan paman ketiga!" titahnya.
Mereka pun melakukan pencarian buang tidak jauh dari tempat mereka bertarung, Zhen shao telah menaruh kembali busurnya dan mengarahkan pandangannya pada satu tempat. Dia berjalan dengan langkah tegasnya di ikuti mereka.
Di bawah pohon yang rimbun, terdapat dua aura pembunuh yang meluap, dan udara dingin menyebar ke seluruh hutan kehidupan.
Tatapan pria paruh baya tertuju pada Xia yu, suaranya yang dalam terdengar sangat dingin saat berkata.
"Gadis kecil, kau bukanlah tandingan ku! Tidak perlu melakukan hal yang sia-sia."
"Oh,. Benarkah?" Xia yu mengeluarkan senyuman dalam jawabannya, tubuhnya dipenuhi dengan aura pembunuh yang menggelora.
"Ck.." Pria paruh baya itu mendengus kesal, seolah mengejek rasa percaya diri Xia yu. Dia mengumpulkan kekuatan mistisnya dan memasukkannya pada pedang yang dia pegang, kemudian di mulai menyerang Xia yu dengan pedang itu.
'Clang!'
Dentuman keras terdengar nyaring, pedang pria itu terbang menghampiri targetnya, dengan cepat Xia yu mengeluarkan belati yang selalu ia bawa. Belati kecil itu di gunakan Xia yu untuk menghadang serangannya.
Pada saat itu, dua senjata di tangan mereka telah kembali dan mengeluarkan serangan lain dan dengan cepat. Setelah sejumlah serangan lalu, pedang itu nyerang tanpa ampun saat terdorong cepat ke arah Xia yu, ujung pedang itu semakin terasah oleh aura pedang, dan tidak akan memberikan kesempatan untuk lolos!
'Kali ini serangan pedang pria itu sepertinya tidak mungkin di hindari olehnya.' pikir Yuan Zhu-Ming. Tapi berkebalikan dengan harapannya, saat ujung pedang itu akan menusuk dadanya, tubuh Xia yu segera jatuh ke belakang seperti melakukan kayang, dengan kekuatan perputaran ke belakang, pinggangnya berputar dengan kuat membuat tubuhnya berputar. Tidak hanya menghindari tusukan pedang itu, namun Xia yu bergerak cepat dengan belatinya yang menghunus ke arah pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itu terkejut, dia tidak menduga jika Xia yu bisa menghindari tusukan pedangnya, dan kini aura pembunuh itu tiba-tiba berada di hadapannya! Dia tidak bisa memberi serangan lebih lanjut, dan hanya bisa mundur dengan cepat, namun responnya terlalu lambat.
'Syaaat!'
'Syaaat!'
"Aakh!"
Pria paruh baya itu meringis kesakitan, dia menghirup aura dingin, tatapan tajamnya mengarah pada sosok gadis yang telah berhasil menyerangnya. dia menderita luka parah di kedua lengannya akibat belati, yang menusuk kedalam kulit hingga tulangnya.
Darah segar mengalir keluar dengan cepat membasahi lengan bajunya. Rasa sakit luar biasa dari luka itu membuat tangannya lemas dan gemetar.
"Paman ketiga!" kedua keponakannya berteriak panik, dan segera berlari kearahnya.
Pria paruh baya itu menggertakan giginya menatap taja pada Xia yu, kemudian memberikan sebuah perintah. "Bunuh dia!"
Para pengawal itu segera memberikan respon. namun dihentikan oleh pria dewasa yang mengangkat tangannya.
"Akan ku urus jala*g kecil itu sendirian!" ujarnya percaya diri. badannya dipenuhi dengan aura jahat, aroma haus darah pun melekat di tubuhnya, kedua matanya menatap tajam ke arah Xia yu seperti ular berbisa.
Saat Xia yu melihat pria paruh baya iitu dibantuin menyingkir oleh keponakan perempuannya, tatapan tajamnya pun beralih pada pria dewasa dihadapannya, yang sedang mengeluarkan gelombang aura jahat yang kuat.
Xia yu mengangkat dagunya dengan tegas, dengan sombongnya dia berdecih dan berbicara nada yang jijik meremehkan Zhen shao. "Cih.. kau bukanlah tandingan ku! menyingkir lah!"
Walaupun Xia yu merasakan gerakan yang stabil dari laki-laki itu, tapi dia tidak selevel dengan pria paruh baya tadi, bahkan jika dia ingin membunuh pria tadi, dia masih membutuhkan setidaknya beberapa gerakan. Namun berbeda dengan lelaki di hadapannya, dia bahkan tidak akan berkeringat sedikitpun saat membunuhnya.
Masih berada pada pohon yang tak jauh dari sana, saat dia melihat Xia yu menaikkan dagu dengan sedikit arogan, dan mengucapkan kalimat dengan rasa jijik, Yuan Zhu-Ming diam-diam menggelengkan kepalanya. 'Bagaimanapun, kau masih bocah! Gadis kecil!' batinnya bermonolog.
"Bukan tandingan mu? Hahaha! Rasakan apa yang bisa kulakukan padamu! Hyaa.." Zhen shao berteriak dengan keras, lalu kekuatan mistis mengalir dalam tubuhnya. Sebuah cahaya oranye dari kekuatan mistis menyala dalam tubuhnya. Dia menggengegam kepalan tangannya dan berteriak, lalu melompat memberikank pukulan keras ke arah Xia yu.
"Woow!" bukannya takut, Xia yu malah menatap takjub pada cahaya itu. Alisnya terangkat, aura pedang pria paruh baya tadi juga mengeluarkan cahaya oranye tipis yang sama. Xia yu dapat melihat angin di balik pukulannya, dia pun segera melompat ke belakang.
'BAM!'
'BRUKH!'
Pukulan pria itu merobohkan pohon di belakangnya setelah dia berhasil menghindar, dia juga menemukan jejak yang dalam akibat tinju dari pria dewasa itu, yang tertinggal di batang pohon.
"Hum.. Lumayan!" Xia yu sedikit terkesan.
Kekuatan mistik kultivasi digabungkan dengan beladiri hasil kekuatannya terlihat sedikit mengejutkan. Musuhnya menyerang dengan tinjunya, setiap ayunan yang terlihat sangat kuat. Kalau dia membalasnya dengan kekuatan yang sama, itu tidak akan berhasil.
Jika seperti itu, dia hanya bisa mengikutinya dengan kekuatan besar untuk melawannya!
Zhen shao kembali mengumpulkan kekuatan mistisnya, dia akan menyerang Xia yu lagi dengan tinjunya. Mata Xia yu bersinar sangat cerah, dia mundur dengan cepat dan melepaskan jubah merahnya, mengalihkan perhatian mereka untuk sesaat.
Munculah penampilan memukau Xia yu, mereka terkejut bukan main, ternyata yang sedari tadi berhadapan dengan mereka adalah gadis cantik. Bahkan Yuan Zhu-Ming pun terkejut.
'Dia?' batin Yuan Zhu-Ming yang mengenali wajah cantik itu.
Xia yu menyimpan belatinya, membuat gadis yang baru saja membalut lukanya paman ketiganya merengutkan alis, lalu dia mengejek.
"Paman ketiga, apakah gadis iu kehilangan akalnya karena terkejut? dia berusaha mengalihkan perhatian kakak dengan wajah cantiknya, dan menyimpan belatinya?! Apa dia pikir dia bisa mengelahkan kakak ku dengan tangan kosong?"
Pria paruh baya itu hanya menatap Xia yu dalam diam. Dia terlihat berpikir, kedua matanya terlihat ragu dan perasaan tidak tenang muncul dalam hatinya.
Hal yang terlihat di matanya menunjukkan alasan mengapa dia ragu..
Pria paruh baya itu melihat Xia yu mengangkat satu kaki, dan melebarkan kedua kaki dengan lutut yang sedikit di tekuk. Terlihat seolah tenaga dari keponakannya tersedot, kedua tangannya menggantung di kedua sisi, sebelum dia perlahan mengangkanya.
Ketika keponakannya itu melemparkan pukulan yang keras, gadis kecil itu hanya memutar tubuhnya ke kiri dan menarik kakinya, sembari dia menarik kepalan tangan keponakannya itu dalam satu gerakan.
Dengan tenaga yang kuat, setelah langkah mundur Xia yu menyebarkan kekuatan dari pukulan keponakannya, dia membalikkan tubuhnya dan mengunci tangan keponakannya, suara retakkan pun terdengar, diikuti oleh teriakan yang nyaring.
'Crack!'
"ARRRGGGHHH!"
Zhen shao mengeluarkan teriakan, rasa sakit yang luar biasa mengerikan di tangannya membuat wajahnya menjadi pucat. Tapi tak hanya itu, tangannya masih terkunci, dia tidak bisa melepaskannya, terlebih lagi dia tidak bisa mundur sedikitpun.
Dengan satu tangannya yang patah, Zhen shao menyerang Xia yu dengan tangan yang lainnya, namun tangannya kembali tertangkap dan di kunci oleh Xia yu, membuatnya berakhir dengan nasib yang sama.
'Crack!'
"ARRRGggghh....."
"Kakak!"
"Tuan muda!"
Wajah semua orang menjadi pucat karena terkejut saat mereka berteriak. Suara mereka gemetar hebat karena adegan mengerikan yang mereka lihat.
Kengerian yang mereka rasakan berlangsung ketika Xia yu menarik kedua tangan yang patah itu mencekik leher Zhen shao.
"Tidak! Jangan...." wajah pria paruh baya itu di penuhi rasa ngeri saat aroma kematian tercium, tanpa sadar membuat tubuhnya gemetar.
"Jangan! Jangan bunuh keponakanku..!" ekspresi pria paruh baya itu berubah sepenuhnya, terlihat sangat memohon pada gadis kecil itu. Namun, sebelum dia menyelesaikan ucapannya, dia telah mendengar suara retakan lainnya.
Xia yu tidak mengindahkan permohonan pria itu, dia malah mematahkan tulang leher Zhen shao dengan satu kali gerakan memutar, yang mengakibatkan kepalanya terkulai lemah, membuat semangat hidupnya terputus saat itu juga. Hingga kematiannya, matanya terbuka lebar di penuhi dengan rasa takut dan kebencian..
**tbc