
***
Penjara bawah tanah!
Xia yu dan kelompok Tuan Neraka telah sampai di penjara bawah tanah. Tempat dimana Fang yin dan Minghao di sekap. Di sana, Xia yu tidak bisa langsung menerobos masuk. Karena ternyata di luar bangunan itu terdapat beberapa penjaga yang kini telah bertambah.
Empat orang dewasa yang sambil memegang pedang sedang berpatroli di depan bangunan. Mereka berjalan hilir mudik mengawasi tempat itu. Sedangkan di depan pintu bangunan, terdapat dua penjaga yang badannya terlihat lebih kekar. Bisa di pastikan bahwa mereka berenam menguasai ilmu beladiri yang lumayan.
Jika Xia yu dan yang lainnya ingin masuk kedalam bangunan penjara, mereka harus membuat strategi dadakan untuk melumpuhkan para penjaga. Karena jika para penjaga itu menyadari keberadaan mereka, bisa dipastikan bahwa mereka akan terkepung. Belum lagi, orang yang berada di dalam gua telah mengetahui keberadaan mereka.
Upaya pembebasan saudara dan sahabat Xia yu harus di lakukan dengan sangat cepat. Sebelum para prajurit yang ada di istana datang menyergap mereka. Meskipun mereka tangguh dan berani. Tapi jika mereka berhadapan dengan sebuah koloni, maka kematian atau kekalahan lah yang akan mereka dapatkan.
Xia yu berusaha menahan diri untuk tidak menyerang mereka. Sementara Tuan Neraka baru saja memerintahkan Serigala abu-abu, Bayangan satu, dan beberapa anak buahnya yang lain untuk menyerang para penjaga itu secara diam-diam.
"Kalian berenam, bereskan mereka! Jangan membuat kegaduhan sekecil apa pun!" Titah Tuan Neraka dengan aura kepemimpinannya.
"Baik, Tuan."
Perintah Tuan Neraka segera di angguki dan di laksanakan oleh ke enam orang itu. Mereka dengan cepat mengambil posisi dan mengincar salah satu penjaga yang mereka targetkan.
Tatapan Tuan Neraka beralih pada Xia yu. Dia ingin melihat apakah gadis di sampingnya itu merasa takut. Tapi tak di duga, gadis di sampingnya memiliki keberanian yang tinggi. Dia mengira jika gadis itu akan takut melihat pembunuhan. Tuan Neraka seakan lupa kalau Xia yu adalah seorang gadis yang memiliki keberanian tingkat dewa.
Tatapan Tuan Neraka beralih kepada Bayangan Satu yang kini sudah berada di posisi menyerang. Dia memberikan sebuah isyarat kecil kepada anak buahnya itu.
Mendapat satu anggukkan kepala dari Tuannya. Bayangan Saru segera mengangkat tangannya, pertanda bahwa rencana akan segera di lakukan. Lambaian tangan di udara Bayangan Satu terlihat oleh Xia yu.
Di waktu yang sama, ke enam anak lima anak buah Tuan Neraka menganggukan kepala secara bersamaan. Setelah itu, mereka melesat terbang menghampiri ke enam penjaga. Mereka seperti seekor Serigala yang akan menangkap buruan mereka.
Enam sosok bayangan hitam tiba-tiba muncul di hadapan ke enam penjaga. Para penjaga itu terkejut dengan kemunculan sosok bayangan hitam. Mereka baru saja akan bertanya pada sosok bayangan hitam itu. Namun, belum sempat mereka mengeluarkan suara. Keenam penjaga itu merasakan sakit yang luar biasa di bagian leher mereka.
Seketika keenam penjaga itu ambruk di atas tanah secara bersamaan. Kedua mata mereka terbuka lebar, terdapat keterkejutan yang luar biasa. Rasa tidak percaya dan amarah yang tidak mereka bisa lampiaskan. Karena mereka kini hanya bisa melepaskan nafas terakhir mereka dalam keadaaan yang tidak mereka duga.
Xia yu yang melihat gerakan dan kecepatan mereka bertindak hanya bisa terkejut. Ke enam anak buah Tuan Neraka membereskan para penjaga itu tanpa membuat kegaduhan sekecil apapun. Bahkan suara teriakan kesakitan pun tak terdengar.
Tuan Neraka melihat raut keterkejutan di wajah Xia yu. Dia mengira kalau Xia yu merasa takut. Secara refleks, tangannya terulur dan menutup kedua mata Xia yu sambil bertanya dengan lirih.
"Apa kamu takut?"
Xia yu yang mendapat perlakuan dan pertanyaan seperti itu langsung tersadar. Hatinya merasa tergelitik dengan pertanyaan Tuan Neraka. Dia pun melepaskan tangan kekar Tuan Neraka dari wajahnya sambil menoleh dan berkata dengan suara yang terkesan meremehkan.
"Takut? Huh! Tidak ada kata takut dalam hidupku." Ucap Xia yu sambil menggelengkan wajahnya pelan. Kemudian, Xia yu melangkah maju dan kembali menoleh pada Tuan Neraka yang masih berdiri di belakangnya.
"Aku hanya terkejut!"
Xia yu kembali melangkah maju meninggalkan Tuan Neraka yang tersenyum kikuk mendengar jawaban Xia yu. Tidak berapa lama Tuan Neraka mengikutinya.
Xia yu melirik beberapa mayat penjaga yang dia lewati. Di sana dia melihat luka tebasan pedang di leher mereka. Ternyata anak buah Tuan Neraka menebas leher penjaga di bagian urat nadi dan pita suara mereka. Itulah yang menyebabkan para penjaga itu mati di tempat tanpa mengeluarkan suara kecil sedikit pun.
'Pintar!' Puji Xia yu dalam hatinya.
Di dalam Penjara bawah tanah. Para anak buah Tuan Neraka langsung melakukan aksinya. Mereka menyingkirkan hampir semua penjaga yang berada di tempat itu dengan gerakan cepat. Semakin masuk ke dalam bangunan bawah tanah, Xia yu dapat mencium bau amis darah dan tangisan seorang gadis yang terasa tidak asing baginya. Dia juga melihat beberapa sel tahanan itu berisi manusia yang berbeda usia dan jenis kelamin. Namun, kebanyakan dari tahanan itu lebih pada laki-laki.
Para penjaga yang mendapat serangan tiba-tiba itu segera menghampiri para anak buah Tuan Neraka. Sementara Xia yu memeriksa setipa sel yang berada di sana. Para tahanan yang ada di sana kebanyakan laki-laki, sementara perempuan hanya bisa di hitung dengan jari. Dan berbeda sel.
Para tahanan di sana berteriak meminta pertolongan karena melihat kedatangan Xia yu. Xia yu dapat melihat tahanan itu tersiksa dengan sangat parah. Hati Xia yu merasa sesak melihat kondisi mereka. Bayangan Fang yin dan Minghao yang dia lihat dari mata gadis peniru melintas di pikirannya.
"Fang yin, Minghao, dimana kalian?" Seketika Xia yu berteriak memanggil orang yang tengah dia cari.
Dan di depan sana, para anak buah Tuan Neraka telah berhenti berkelahi. Mereka menahan beberapa penjaga yang tersisa. Begitu pula dengan sosok perempuan centil yang terdapat di sel seorang pemuda.
Bayangan satu menghampiri tuannya, dia memberitahu Tuannya kemungkinan pemuda yang tadi sedang di permainkan oleh perempuan centil adalah saudara dari Tabib Misterius.
"Tuanku, Tuan muda Minghao dan Nona Fang yin berada di lorong kedua, sel ketiga." Jelas Bayangan Satu.
Xia yu mendengar jelas ucapan Bayangan Satu segera menghampirinya. Kemudian, dia bertanya dengan amarah yang sudah berada di ubun-ubun kepala.
"Dimana mereka?!" Teriaknya sambil meraih kerah jubah Bayangan Satu. Wajah cantiknya terlihat suram dan aura dingin menyeruak dari tubuhnya.
Bayangan satu cukup terkejut dengan perubahan ekspresi Xia yu. Dia segera menjawab sambil mengarahkan telunjuknya pada tempat dimana tadi dia menemukan Fang yin dan Minghao.
"Di.. Di sana, Nona!"
Setelah mendengar itu, Xia yu segera berlari menuju tempat yang di tunjuk oleh Bayangan Satu. Tanpa memperdulikan Tuan Neraka yang terlihat cemas melihat kegelisahan Xia yu.
Sesampainya di lorong kedua dan sel ketiga, langkah Xia yu terhenti. Kedua matanya terbuka lebar dan di susul dengan cairan bening yang membuat matanya berkaca-kaca. Tubuhnya mematung untuk sesaat ketika dia melihat kondisi mengenaskan dari kedua orang terdekatnya.
Dengan kaki yang lunglai, dia berjalan menghampiri pemuda di dalam sel itu. Tangannya terulur meraih wajah yang tertunduk lesu. Di usapnya wajah Minghao. Dan rasa sakit di hatinya bertambah ketika dia merasakan bengkak, lebam, serta goresan yang terpampang jelas di wajah adiknya yang tampan.
Hatinya begitu sakit melihat kondisi adiknya yang kini sedang di rantai dengan tubuh yang penuh dengan luka. Bahkan tubuh adiknya itu hanya memakai satu lapis celana, sedangkan tubuh bagian atasnya terpampang jelas, dengan berbagai luka. Meskipun Minghao bukan adiknya, tapi pemuda itu adalah adik dari pemilik tubuh sebelumnya. Di juga telah menyatakan bahwa dia akan melindungi keluarga mendiang Xia wei.
"Minghao, Minghao.. Sadarlah." Lirih Xia yu mencoba menyadarkan Minghao yang ternyata sedang tidak sadarkan diri. "Minghao, kakak datang." Ucap Xia yu kembali, dia menepuk bahkan menggoyangkan pundak pemuda itu.
Melihat reaksi Minghao, Xia yu kembali berbicara dan meyakinkan Minghao bahwa dia adalah kakaknya.
"Minghao, ini kakak.. Maafkan aku." Lirih Xia yu.
"Kakak.." Lirih Minghao dan kembali menutup matanya.
"Minghao! Minghao! Bangunlah, Minghao!" Teriak Xia yu mulai histeris.
Tuan Neraka yang merasakan perasaan hancur Xia yu segera menghampirinya. Dia memeluk gadis itu untuk menenangkannya. Namun bukannya tenang, Xia yu malah mendorongnya dan kedua matanya memerah karena kemarahan. Mata itu memicing dan beralih menatap beberapa penjaga yang kini di tahan oleh anak buah Tuan Neraka. Kemudian, dia bertanya dengan suara yang keras.
"Apa yang kalian lakukan padanya? Siapa yang melakukan semua ini?"
Tidak ada jawaban dari pertanyaan itu. Xia yu menghampiri salah satu penjaga yang di tahan Serigala abu-abu. Dia menarik penjaga itu sambil berteriak agar Serigala abu-abu melepaskannya.
"Lepas!"
Satu perintah yang langsung di laksanakan oleh Serigala abu-abu. Entah mengapa Serigala Abu merasa cemen dan tak berhak untuk tidak menuruti permintaan Xia yu.
'Brukh!'
Penjaga itu terduduk diatas tanah. Perutnya terasa sakit dan ngilu, Xia yu menendang perutnya dengan sangat kuat. Sampai pria itu tidak berkutik.
Xia yu meraih leher pria itu dan mencengkeramnya dengan sangat kuat. Bahkan kukunya tertancap jelas di kulit leher penjaga itu.
"A..ampun.." Lirih penjaga itu.
Xia yu tidak mendengarkan ucapan penjaga itu. Kedua matanya menatap mata pria itu sedalam mungkin, dan tertutup ketika dia mendapatkan jawaban. Tiba-tiba Xia yu melepaskan penjaga itu, mata tajam bak elangnya menatap perempuan yang sedang di pegang oleh salah satu anak buah Tuan Neraka.
Tidak berapa lama tatapannya beralih pasa sel tahanan yang ada di sebrang sel Minghao. Di sana Xia yu melihat hal yang serupa terjadi pada temannya. Namun, bedanya gadis di sana masih memakai pakaian lengkap. Tetapi penampilannya yang berantakan dan mempunyai banyak jenis luka, membuat hatinya terasa sangat sakit.
Amarah yang sedari tadi dia tahan muncul begitu saja. Bahkan amarah itu meningkat berkali-kali lipat. Hanya kemurkaan dan pembunuhan yang akan terjadi bila Xia yu telah mencapai titik puncak amarahnya.
Tiba-tiba Xia yu berjalan menghampiri wanita itu yang di tahan oleh anak buah Tuan Neraka. Dan dia kembali berkata dengan suara yang keras, bahkan terdengar seperti sebuah bentakan.
"Lepaskan jalan* itu!"
Titahnya dengan aura yang menguar. Perintah itu segera di setujui oleh anak buah Tuan Neraka. Itu pun setelah dia mendapatkan persetujuan dari Tuannya.
"Si.. Siapa kau?"
Gugup perempuan centil itu merasa ketakutan kepada Xia yu. Dia dapat melihat guratan kemarahan yang mutlak dari wajah Xia yu.
Xia yu tidak menjawab pertanyaan wanita itu, dia malah meraih tangan kanan si wanita. Kemudian, dia berkata.
"Dengan tangan ini, apa yang kau lakukan setiap harinya? Apa kau menggunakannya untuk menyiksa orang-orang tak berdosa? Atau kau gunakan tangan ini untuk menjamah tubuh adikku?" Pertanyaan yang diluar pemikiran orang lain. Mereka saling melempar tatapan pada teman mereka, seolah bertanya melalui tatapan.
Buku kuduk wanita itu meremang, dia merasakan aura yang mendominasi dari Xia yu. Nafasnya terasa berat sampai-sampai membuatnya sesak karena ketakutan.
"Le.. Lepaskan!" Titah perempuan itu dengan kegugupannya. Dia merasa kalau Xia yu bukan hanya bertanya. Dan benar saja, memang niat Xia yu bukan bertanya.
"Tangan mu ini harus di beri pelajaran. Tidak baik kalau tangan seorang wanita terlalu banyak menyentuh pusaka milik pria." Ucap Xia yu dengan seringai iblis di wajahnya.
Tiba-tiba..
'Krack'
"Aakkhhh!" Jeritan kesakitan terdengar pilu, menggema di dalam kesunyian.
Xia yu tidak segan-segan mematahkan pergelangan tangan wanita itu. Bahkan suara retakan sampai terdengar sangat miris. Seketika wanita itu meringkuk di atas tanah, dia merasakan tangannya lemas tak bertenaga. Gerakan yang cepat itu tak dia ketahui.
Merasa tak terima, wanita itu bangkit dari tanah sambil mengambil sebilah pedang yang tergeletak di atas tanah dengan tangan kirinya. Dia berdiri dan berniat menyerang Xia yu. Namun baru saja dia mengarahkan pedang itu. Tangannya kembali merasakan sakit yang luar biasa. Bahkan kali ini rasa sakitnya melebihi rasa sakit ketika pergelangan tangan kanannya patah.
'Syatt! Syatt! Syatt!'
Sayatan-sayatan dalam di seluruh urat nadi tangan kiri wanita itu. Darah segar mengalir deras dari kulit tubuh yang baru saja tersayat. Entah kapan, ditangan Xia yu sudah terdapat belati kecil. Orang-orang di sana hanya bisa menelan ludah secara kasar. Mereka tidak menyangka Xia yu akan berbuat seperti itu.
Xia yu kembali bergerak dan menyayat setiap urat nadi yang ada di tubuh wanita itu. Xia yu ingin wanita itu mata kehabisan darah. Saking murkanya, dia tidak menghiraukan tatapan tidak berdaya dari wanita itu.
'Brukh!' Seketika, tubuh wanita itu ambruk di atas tanah. Mengejang seperti ayam yang baru saja di sembelih selama beberapa detik, sebelum akhirnya dia terkapar tak berdaya dengan genangan darah di sekujur tubuhnya.
Bukan tanpa alasan wanita itu mendapat perlakuan yang sangat jauh terbilang dari kata wajar. Menurut hukum alam, orang jahat akan mendapatkan karma yang setimpal dengan dosa yang dia buat. Dan apa yang terjadi padanya sekarang adalah hukuman yang dia terima karena telah berani mengusik bahkan mengotot tubuh dari saudara sang Dewi.
Bahkan mungkin hukuman itu terlalu ringan, karena biasanya Sang Dewi kematian tidak akan memberikan kematian yang mudah.
****tbc
Maaf telat**..