The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
213. Orang asing pertama, yang mengenali Gadis berpakaian serba merah..



***


Sosok pria yang tadi tidak sengaja melihat pertarungan Gadis berpakaian serba merah dengan kelompok klan Yu, adalah seorang pengawal dari kerajaan Xing. Dia adalah Dali, pengawal pribadi dari tuan muda Minghao, anak lelaki satu-satunya dari Jendral Ho.


Dia datang ke kerajaan Bei bersama tuan muda Minghao, dan dia sedang bertugas mencari hewan buruan untuk makan mereka. Penampilan gadis itu sama persis dengan penampilan nona besarnya, dan aura dingin yang di milikinya Dali sangat mengenalinya. Dali tahu karena dia sering melihat interaksi dambaan hatinya dengan nona bersarnya dari jarak jauh, namun sudah beberapa bulan ini dia tidak melihat wanita yang disukainya, tentu saja membuatnya risau dan merindu.


Dia tidak tahu jika selama ini wanita pujaannya itu hidup bersama nonanya, karena yang dia tahu Fang yin pergi dengan Tabib misterius, bekerja sebagai pelayannya, ketika Fang yin ditawan oleh kaisar kerajaan Xing.


Setelah kepergian Xia yu, Dali segera menyusul kepergiannya. Dia terus mengikuti Xia yu yang kembali ke rumahnya dengan menggunakan ilmu peringan tubuh, tidak menggunakan ilmu teleportasinya. Dari situ Dali mengetahui tempat tinggal Xia yu, dan ternyata selama ini dia telah menjadi buruan dari klan yu. Dali dan tuan muda Minghao juga pernah memasang lukisan Xia yu di pasar gelap, tentunya penampilan yang berbeda dari penampilan luar Xia yu.


Setelah memastikan dengan benar tempat tinggal Xia yu, Dali berbalik, berniat kembali ke tempat dimana dia dan tuan mudanya beristirahat. Namun, langkahnya terhenti ketika sosok berpakaian serba merah kini berdiri tepat di hadapannya.


'Se-sejak kapan nona besar ada di belakang ku?'


Dali tersentak hingga dia terjengkang kebelakang, dia sangat terkejut dengan kehadiran Xia yu di belakangnya.


"Siapa kau? kenapa kau mengikutiku?" Xia yu bertanya dengan suara yang dalam, menekan sosok pria yang terasa familiar, namun dia tidak mengingat dengan jelas siapa pemilik wajah itu.


Dali tersadar dari keterkejutannya, dia beranjak dari tanah dan segera memberi hormat pada nona besarnya.


"Saya memberi hormat kepada nona besar! Mohon maaf, saya mengikuti anda secara diam-diam. Saya adalah Dali, pengawal dari tuan muda Minghao, adik laki-laki nona besar."


Dali memperkenalkan diri dengan sopan, Xia yu sedikit terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar. Selama ini, tidak ada yang bisa mengenalinya sebagai nona dari keluarga besar Jendral Ho. Dia merengutkan alisnya, dan berkata dengan dingin.


"Kenapa kau bisa tahu aku adalah anak pertama dari Jendral Ho?"


Dali pun menjawab. "Maaf nona, saya telah melakukan kesalahan pada saat anda berada di Paviliun Gardenia, di kediaman Raja Liu. Saya menyelidiki keseharian anda bersama pelayan anda Fang yin, dan melaporkan semuanya pada tuan muda yang memang mengkhawatirkan anda."


Xia yu dapat mengerti penjelasan Dali, dia pun kembali bertanya. "Lalu kenapa kau bisa ada di sini, bukannya tidak di kerajaan Xing?"


"Saya di sini, karena mencari anda nona. Nyonya besar sakit keras, beliau meminta kami mencari keberadaan nona dan membawa nona kembali ke kerajaan Xing." Jelas Dali. Yang di maksud nyonya besar adalah Neneknya Xia yu.


'Kenapa aku bisa lupa dengan keadaan Nenek? Haish.. aku sudah mulai pikun rupanya.' Gerutu Xia yu dalam hatinya.


Xia yu pun bertanya tentang keberadaan adiknya Minghao, kepada Dali. Dan Dali pun menjawab, jika tuan muda Minghao-nya berada di pinggiran kota, karena mereka berdua baru saja tiba di kerajaan BEi, lebih tepatnya setelah mendapatkan kabar dari dua saudara Jiang yang sudah kembali ke kerajaan Xing.


Xia yu merasa bersalah kepada keluarga pemilik tubuhnya, karena khawatir akan keberadaannya, mereka bersikeras mencarinya di setiap kerajaan, dan kini mereka sudah mengetahui keberadaannya, untuk apa dia masih menutupi hal itu. Karena Minghao belum mendapatkan tempat tinggal, Xia yu punmemerintahkan Dali membawa adiknya Minghao ke rumah kecilnya.


Dali merasa senang dengan perintah Xia yu, tentunya hal ini akan membuat tuan mudanya juga bahagia. Dia pun bergegas kembali dengan ilmu peringan tubuhnya ke tempat dimana tadi dia dan tuan mudanya beristirahat. Setibanya di sana, dia langsung memberitahukan informasi yang dia dapat. Wajah lesu Minghao berganti dengan semburat kebahagian, kerinduan yang selama ini dia rasakan, akhirnya bisa tersalurkan pada orang yang dia rindukan.


Mereka bergegas pergi menuju rumah kecil Xia yu, dalam perjalanan Minghao melihat puluhan mayat tergeletak di area yang sepi. Sebelumnya Dali telah menjelaskan penyebab puluhan mayat yang tergeletak itu, dan Dali juga menceritakan, disana lah dia bertemu dengan nona besarnya. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan, mereka tiba dalam waktu lima belas menit, karena jarak rumah Xia yu tidak begitu jauh.


Xia yu menyambut adiknya dan pengawalnya, dia mempersilahkan mereka masuk, dan untuk sementara mereka hanya bisa beristirahat di ruang tamu, karena tidak ada lagi kamar kosong. Setelah itu, Xia yu menyajikan beberapa menu makan malam untuk mereka, mereka tidak terlalu banyak mengobrol karena hari sudah semakin larut. Besok pagi Xia yu akan memperkenalkan mereka berdua dengan kakak angkatnya, menanyakan tentang rincian penyakit neneknya.


***


"Tolong! Tolong!"


Seseorang berteriak meminta tolong dengan suara kerasnya, dia berlari dengan sangat cepat menuju keramaian kota. Wajahnya sangat pucat, keringat dingin bercucuran, disertai mulutnya yang kumat kamit tidak karuan.


Dia begitu ketakutan! Sebenarnya apa yang sudah dia lihat, sampai ketakutan seperti itu?


Setibanya di keramaian kota, dia berlari dengan sangat cepat menuju sebuah balai, kita sebut saja kepolisian setempat. Dia memberitahu orang-orang di sana bahwa dia telah melihat jejak pertarungan, dia melihat puluhan mayat bersimbah darah dengan kepala yang terpisah dari tubuh mereka.


Mendengar penjelasan pria itu, pihak kepolisian langsung mengerahkan petugas lainnya untuk mendatangi tempat yang di maksud, mereka bergegas pergi menggunakan kuda, dan ada juga yang pergi dengan berlari. Sementara salah satu dari mereka pergi ke kediaman Gubernur kota B, menyampaikan kasus yang baru saja terjadi di kota mereka.


Semua pihak kepolisian sangat terkejut ketika mereka sampai di tempat itu, keadaan di sana sama persis dengan penjelasan pria itu. Semua yang di ucapkannya memang benar adanya, hampir semua kepala mayat di sana terpisah dari tubuhnya. Mereka bergidik ngeri melihat keadaan di sana, bahkan sampai ada membayangkan jika mereka salah satu dari mayat itu, dan dengan tidak sadarnya memegang leher mereka yang masih menyatu dengan tubuh.


Dengan perasaan takut, mereka menghampiri satu persatu mayat itu, mencoba mencari tahu siapa mereka. Dan betapa terkejutnya mereka, saat mengenali salah satu pria paruh baya yang terbujur kaku diantara mayat itu.


"Tuan Besar!" Pekik ketua kepolisian yang pernah menerima suap dari pria paruh baya itu.


"Semuanya, kemarilah!" Ketua kepolisian itu memanggil orang-orannya. Seketika petugas lainnya mengerubungi mayat pria paruh baya itu.


"Bantu aku membereskan jasad ini.." Pintanya pada anak buahnya.


"Baik komandan.." Jawab mereka serempak.


Mereka pun bergegas membereskan jasad pria paruh baya itu dengan sangat hati-hati, seolah-olah jasad itu masih bernyawa. Jasad pria paruh baya itu di pisahkan dengan puluhan jasad lainnya, dimana dalam satu gerobak mengangkut lima jasad atau bahkan lebih, sedangkan satu gerobak besar yang lebih bagus hanya di tempati oleh jasad pria itu.


Mereka membawa semua jasad ke balai penyelidikan, semua jasad di baringkan dengan berjajar di atas tanah, lalu menutupi semua jasad itu dengan tikar jerami. Sedangkan kepala yang terpisah dari tubuhnya di kumpulkan di satu tempat, juga menutupinya dengan ikat jerami.


Beralih pada Gubernur kota B yang baru saja di balai kepolisian, Gubernur itu berlari mendatangi komandan, pemimpin petugas kepolisian di kotanya.


"Apa yang terjadi Komandan Lei? Siapa mereka? Kenapa mereka bisa terbunuh di wilayah kita? Siapa yang melakukan semua ini?" Gubernur memberondong Komandan Lei dengan berbagai pertanyaan.


"Mereka adalah orang-orang dari perguruan Klan Yu dan Prajurit Bayaran aa, salah satu dari semua jasad itu adalah tetua Klan Yu. Tuan besar ketiga, Yuzhi. Maaf Tuan, saya belum mengetahui siapa pembunuh mereka." Jelas Komandan Lei pada Gubernur, setelah dia berhasil mengantongi identitas semua mayat itu.


Klan Yu adalah salah satu tamu yang rutin berkunjung ke kerajaan Bei, mereka menjalin kerja sama dengan perguruan yang ada di kerajaan Bei. Tentunya semua orang tidak mengetahui tentang kelakuan Klan Yu yang sebenarnya. Yang mereka tahu, Klan Yu adalah salah perguruan beladiri yang sangat disegani dan di idamkan oleh semua orang.


Komandan Lei tahu jika, Tuan besar Yuzhi dan keponakan perempuannya tengah berada di kota ini. Komandan Lei menyuruh salah satu anak buahnya pergi ke penginapan, yang di tempati oleh Tuan besar Yuzhi dan Yuri, dia meminta anak buahnya memberitahu Yuri jika pamannya ada di balai penyelidikan.


Yuri dan orang-orangnya datang ke balai kota, mereka juga sangat terkejut melihat pemandangan mengerikan itu, Yuri tidak bisa menahan rasa sedihnya, dia menangis histeris mendapati paman tercintanya telah meninggal dunia dengan cara yang begitu keji. Dalam benaknya hanya satu orang yang bisa melakukan semua itu, dia pun bergegas pergi mendatangi orang yang dimaksud.


'Ini semua pasti perbuatan wanita itu! Aku harus membunuhnya dengan tangan ku sendiri, aku akan membalaskan dendam kakak dan pamanku. Tak akan ku biarkan dia dan keluarganya lolos!' Yuri bermonolog dalam hatinya dengan amarah yang bergemuruh.


Dia keluar dari balai penyelidikan, lalu melajukan kudanya dengan sangat cepat, menuju rumah kecil yang berada di pinggiran kota. Orang-orangnya yang merasa khawatir kepadanya mengejarnya dengan masing-masing kuda dan keahlian mereka. Sehingga mereka dapat menyusul laju kuda Yuri.


Setibanya di rumah kecil itu, Yuri langsung masuk tanpa memberi salam atau sapaan lainnya, bahkan dia berteriak memanggil wanita yang di maksud olehnya. Tapi sayangnya, orang yang di maksud tidak ada di dalam rumah itu.


Yuri merasa kesal, dia histeris dan mengamuk, menghancurkan semua perabotan yang ada di dalam rumah itu, sampai tidak sadar jika di salah satu kamar yang terkesan feminim, terdapat tulisan berwarna merah yang terpampang jelas di dinding kamar. Bau amis darah sangat menyengat, membuat mereka mual secara tiba-tiba.


"Berhentilah mengganggu ku, jika kalian masih ingin hidup! Jika tidak, aku tidak akan segan-segan pada orang yang berani memprovokasi ku!"


Begitulah isi kalimat yang tertera pada dinding kamar itu, semua orang yang berada di sana gemetar ketakutan. Berbeda dengan Yuri, dia semakin murka setelah mendapatkan ancaman seperti itu, dari gadis muda yang telah membunuh kedua orang terdekatnya. Yuri mengepalkan kedua tangannya sampai ujung kukunya memutih, dia juga menggertakan giginya menahan gejolak amarah yang siap mengamuk kembali.


"Cari wanita yang berpenampilan seperti ini! Dialah pembunuh Paman Yuzhi, aku akan memberikan berapa pun hadiahnya!"


Yuri mengeluarkan satu lukisan Xia yu yang memakai pakaian serba merah, sontak saja semua petugas kepolisian gemetar ketakutan. Berita tentang beladiri gadis yang tertera dalam lukisan itu, sudah mereka dengar dari teman-temannya yang semalam pergi ke pasar gelap.


Sepertinya Yuri tidak bisa bergantung pada keberanian orang-orang di sana lagi, satu-satunya cara untuk bisa balas dendam adalah dia harus kembali ke Kerajaan Tiankong, dan memberitahu ayahnya bahwa anak sulung dan adiknya telah terbunuh oleh gadis misterius yang ada di lukisan.


Yuri pun kembali ke dalam kota, dan langsung melaksanakan acara kremasi untuk pamannya. Dia akan kembali ke Kerajaan Tiankong dengan dua kendi yang di dalamnya terdapat abu jenazah kakak dan pamannya.


Kematian mereka berdua pasti akan menggegerkan seluruh Kerajaan Tiankong, tentunya karena mereka memiliki hubungan baik dengan para petinggi kerajaan. Ayahnya di daulat sebagai pemimpin Klan Yu, dan paman keduanya adalah menteri perdagangan yang bekerja di istana Kerajaan Tiankong.


*Kemana Xia yu dan yang lainnya pergi?


*Kapan dia pergi?


**tbc