The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
84. Awal baru kehidupan ku



...PLAK..... suara tamparan keras menggema di seluruh ruangan itu. kaisar melayang kan tangan nya menampar pipi raja liu setelah kepergian jendral ho. amarah yang sedari tadi dia tahan kini dia lampias kan pada anak nya.


"dasar anak bodoh.. kenapa kau selalu membuat ku malu. apa kau tidak bisa menjadi anak yang bisa aku bangga kan seperti yang lain.?" bentak kaisar pada raja liu.


"maafkan aku ayah.. maafkan aku..hiks.." lirih raja liu bersimpuh di kaki kaisar.


"maaf..? kau hanya bisa bilang maaf tapi kau terus menerus membuat ku malu." bentak kaisar kembali.


"aku bersalah ayah.. aku bersalah.. tolong hukum aku ayah.. hukum aku agar tidak membuat kesalahan kembali." rengek raja liu masih tetap dalam posisi yang sama.


"baik aku akan menghukum mu untuk tinggal di desa terpencil tanpa status mu sebagai raja. kau akan hidup sebagai pemuda biasa yang mengembara. sekarang kau bukan lagi raja karena kau belum sepenuhnya melepas masa lajang mu. pernikahan mu bersama xia wei tidak akan di anggap sebagai pernikahan resmi. jadi kau kembali menjadi pangeran yang masih suci.. apa kau mengerti..?" jelas kaisar pada raja liu.


"bailk ayah aku mengerti.. terimakasih telah memaafkan ku." jawab raja liu.


"bangun lah.." ujar kaisar memegang kedua bahu raja liu. "jadikan lah kejadian yang menimpa mu ini sebagai pelajaran, kelak di kemudian hari jika kau memiliki masalah, lebih teliti lah untuk mendapatkan bukti dan kebenaran nya. kejadian ini jangan sampai terjadi lagi.." pesan kaisar pada raja liu kemudian memeluk nya dengan erat.


"terimakasih ayah.. terimakasih aku akan memulai kehidupan ku yang baru di desa itu." jawab raja liu membalas pelukan kaisar.


***


di lain tempat jendral ho telah sampai ke kediaman raja liu untuk menjemput xia yu. sedangkan xia yu terlihat sangat senang karena telah terbebas dari status permaisuri nya. jendral ho membawa xia yu dan fang yin pulang ke rumah nya. dia juga sangat senang karena bisa melihat anak nya tersenyum bahagia seperti anak kecil yang di belikan permen kapas.


sesampai nya di kediaman jendral ho xia yu menempati kamar peninggalan ibu nya xia wei. fang yin langsung menata semua barang dan pakaian xia yu ke dalam lemari pakaian yang tersedia di sana. sedangkan xia yu membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur sambil bersenandung ria karena kebebasan nya.


"aku sudah cerai.. aku sudah cerai... hore hore hore.." senandung xia yu yang aneh.


"awal baru kehidupan ku.. aku datang.." gumam xia yu dalam senandung nya.


kepulangan xia yu membuat kedua anak selir yenny murka. yihua dan yue yin mengamuk di dalam kamar mereka. semua pelayan di marahi bahkan sampai ada yang di pukuli karena membuat kesalahan yang sangat sepele.


kabar perceraian dan pencabutan surat nikah yang di anggap tidak resmi telah di ketahui oleh semua orang yang berada di kerajaan xing bahkan kerajaan kecil yang bertetangga dengan kerajaan xing.


bahkan yihua dan yue yin yang tadi siang sedang mengamuk pun langsung berubah menjadi sosok gadis manja yang polos dan centil. mereka seperti itu karena terlalu senang mendengar kabar berita raja liu sampai melupakan amarah apa yang tadi mereka rasakan.


____________________________


Kehidupan xia yu di zaman yang sekarang telah berlalu selama lima belas hari lama nya. dia tidak pernah menyangka jika dalam waktu sesingkat itu. dia bisa membalaskan dendam xia wei dan memberi keadilan untuk nya.


besok adalah hari dimana adik laki-laki xia wei kembali ke kediaman jendral ho. satu tugas yang terakhir telah menunggu xia yu. sinar bulan telah menampak kan diri nya itu pertanda untuk makhluk hidup di dunia ini agar segera mengistirahat kan tubuh nya.


"fang yin.." gumam xia yu memanggil fang yin setelah bangun dari tidur nya.


"ya nona.." jawab fang yin yang berada di dalam kamar. sekarang fang yin selalu bangun lebih awal dari xia yu.


"siap kan aku air.. aku mau mandi." ujar xia yu masih berada dalam balutan selimut karena hawa dingin dari salju yang terbawa angin.


"sudah saya siap kan nona.. saya tahu saat nona bangun pasti lansung ingin berendam jadi sudah saya siap kan." jawab fang yin menghampiri xia yu dan membuka selimut yang di pakai xia yu.


"kau memang yang terbaik fang yin.. kemari.. kemari aku ingin mencium mu.." ujar xia yu. dia duduk setelah fang yin membuka selimut nya. ke dua tangan nya di rentang kan menyentuh kedua pipi fang yin, dengan wajah so imut nya bahkan bibir nya sedikit manyun ingin mencium fang yin.


"aahhhh.... tidaaakkk... nona aku pergi dulu." jawab fang yin melepaskan tangan xia yu dari pipi nya dan cepat-cepat kabur saat mendapat respon seperti itu dari xia yu.


..ha.ha..ha..ha.ha... xia yu tertawa sampai terbahak-bahak saat melihat tingkah fang yin yang takut jika xia yu mencium nya.


"..uuhhh... seru nya menggoda fang yin di pagi hari sangat pas untuk senamĀ  wajah ..ha...ha..ha..ha." gumam xia yu setelah kepergian fang yin.


kini xia yu menjalankan rutinitas harian nya seperti biasa dari mandi lalu sarapan dan melakukan beladiri taiji yang ringan untuk membantu pengendalian tenaga dalam nya. dia belum bisa melakukan olah raga yang bisa menarik perhatian orang-orang yang berada di kediaman jendral ho.


**tbc