
***
*Kerajaan Xing..
Tidak terasa sudah dua bulan kepergian putri pertama keluarga jendral Ho dari kerajaan Xing. kepergian Jing Xia yu membuat kesehatan sang ayah jendral Ho menurun. mungkin karena rasa khawatir dan kehilangan, serta rasa bersalah masih bersarang di lubuk hatinya.
setiap harinya Jendral Ho hanya menanyakan keberadaan putri nya pada para pemuda yang telah ia ketahui, bahwa mereka adalah pemuda dan pemudi yang di angkat sebagai saudara oleh putrinya. pemuda dan pemudi itu tidak lain adalah kelima saudara jiang.
saat itu Jiang Yu tengah memeriksa keadaan di kediaman jendral Ho. belum lagi dia selalu khawatir dan bertanya-tanya, apakah Xia yu telah kembali ke kediaman ayahnya atau belum. setiap harinya Jiang Yu selalu ingat akan perintah Xia yu, yang memerintahnya untuk memantau keadaan di kediaman jendral Ho.
namun naas pemantauannya di ketahui oleh pria dewasa yang sedang berkeliling di sekitar kediaman itu. pria itu berpakaian rapi, wajahnya bersih tampan. pria itu menangkap basah keberadaan Jiang Yu yang sedang melihat-lihat kediaman jendral Ho. pria itu langsung menciduknya, kemudian melumpuhkan dan membawanya kehadapan tuan mudanya.
pria dewasa itu adalah seorang pengawal, lebih tepatnya pengawal pribadi dari tuan muda. putra laki-laki dari jendral Ho.
"Siapa kau? kenapa kau memantau kediaman jendral Ho?" tanya Dali dengan tatapan yang mengintimidasi.
Jiang yu hanya diam tak menjawab pertanyaan Dali. dia malah membalas tatapan intimidasi itu dengan tatapan yang tak kalah mengintimidasi.
..BUGH!..
..BRUKH!!..
Dali menendang pundak Jiang yu dengan keras hingga ia tersungkur ke lantai. Jiang yu bangkit dan kembali pada posisi awal. ia hanya memberi tatapan kosong pada Dali.
Dali kesal dengan sikap Jiang yu, ia pun mengangkat kakinya. kembali berniat menendang Jiang yu. namun niatnya terhenti karena ucapan tuan mudanya..
"BERHENTI.!!" titah Minghao dengan suara dan wajah yang datar. ia melangkah maju menghampiri Jiang yu dan Dali. "Biarkan aku yang bertanya pada tuan ini." sambungnya di hadapan mereka berdua.
"baik tuan muda.." ucap Dali dengan menjauhkan dirinya dari tuan muda dan pria yang ia tangkap.
"Baiklah, tuan apa saya boleh tahu siapa anda? kenapa anda memantau kediaman kami?" tanya Minghao masih dengan wajah yang datar. Jiang yu masih saja bungkam. ia hanya diam tak menjawab pertanyaan Minghao.
Dali mengetahui bahwa laki-laki di hadapannya tidak memiliki rasa takut sama sekali. namun diamnya Jiang yu di salah artikan oleh Minghao. ia berpikir jika Jiang yu tertekan akan dirinya.
"tenanglah, saya tidak akan melaporkan tuan pada petugas kerajaan. saya bisa tau, jika tuan tidak berniat mencelakai orang-orang yang berada di kediaman ini." sambung Minghao menepuk pundak Jiang yu.
Jiang yu menengadahkan wajahnya, memandang dengan jelas wajah pria muda di hadapannya. 'pemuda ini adalah tuan muda Minghao. apa aku harus memberitahunya siapa aku? apa ia tahu kemana nona pergi?' batin Jiang yu. karena rasa khawatir akan keberadaan Xia yu, akhirnya ia memberitahu Minghao siapa dirinya.
"nama saya Jiang yu, saya adalah salah satu dari lima saudara Jiang yang di angkat sebagai saudara oleh nona muda." jawab Jiang yu. ia bangkit dari duduk nya dan memberi hormat pada Minghao.
Minghao dan Dali mengkerutkan kedua alisnya. mereka tidak mengerti dengan jawaban Jiang yu.
"NONA MUDA!!" ujar Dali dan Minghao serempak. pikiran mereka tertuju pada satu sosok gadis yang beberapa Minggu ini mereka khawatir kan.
"siapa yang tuan maksud nona muda?" tanya Minghao dengan bersungut-sungut.
"nona Jing Xia yu, nona lah yang memerintahkan saya untuk memantau keadaan di dalam kediaman ini." jawab Jiang yu.
mendengar nama itu, Minghao terkejut karena dugaannya benar. ia pun meraih pundak Jiang yu dan menanyakan dimana keberadaan kakaknya itu.
"dimana kakak ku?!" tanya Minghao dengan menggebu-gebu, mereka tidak sadar jika ayahnya tengah berjalan kearah mereka.
'kakak?! Xi-xia yu...' batin jendral Ho dengan terbata-bata. hatinya yang bersedih langsung bahagia.
seakan mendapatkan cahaya yang menyinari ruangan gelap dalam hatinya, setelah mendengar Minghao mengucapkan kalimat tanya seperti itu pada pria yang tidak ia kenal. jendral Ho berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri mereka.
"Xi-xia yu.. dimana Xia yu? dimana putriku?" tanya jendral Ho. raut wajahnya nampak pucat dengan lingkaran hitam di bagian bawah matanya. badannya sedikit kurus hingga kesan gagah dan wibawa nya seakan menghilang.
"Tuan?!"
Ucap mereka bertiga serempak, terkejut akan kedatangan jendral Ho. "Minghao dimana kakak mu? bukan kah dia sudah memaafkan aku? kenapa dia tidak kembali?" lirih jendral Ho dengan sedihnya.
Jiang yu merasa bersalah dengan jendral Ho bagaimanapun ia adalah ayah dari nona yang telah membantunya. karena itu ia pun menceritakan bagaimana dirinya bertemu dengan Xia yu, dari awal pertemuan mereka. di saat mereka berlima ditawan untuk diperjual belikan sampai mereka mereka selamat dan sukses seperti sekarang ini.
tidak ada yang sadar jika saat Jiang yu ditangkap oleh Dali, di sana ada orang yang memantau mereka. ia adalah pengawal pribadi dari raja Liu XingSheng. ia tidak menduga jika pemantauan nya selama ini membuahkan hasil yang di luar pemikirannya. tentunya hal itu akan membuat tuannya senang.
mereka telah mengetahui kemana Xia yu akan pergi. mereka pun mulai melakukan pencarian secara diam-diam. sama halnya dengan raja Liu, ia juga mencari keberadaan Xia yu. dan tepat saat kunjungan nya ke kerajaan Xifang, titik akupuntur saraf pusaka nya di buka oleh seseorang yang kini ia curigai bahwa orang itu adalah Xia yu.
***
*Kembali kepada kerajaan bei..
Kejadian eksekusi tuan Li zhu telah berlalu satu Minggu, Xia yu lupa jika ia harus pergi ke goa kehidupan setelah menyelesaikan tugas keduanya. ia baru ingat, jika ia melupakan janjinya pada Zi Hua saat Fang yin mengungkit hutan kehidupan.
"nona kira-kira bagaimana keadaan di hutan kehidupan ya?" tanya Fang yin saat Xia yu sedang asik membaca.
"ASTAG*!!!" ucap Xia yu dengan kagetnya. "Fang yin, aku lupa.." sambungnya dengan raut wajah yang sulit di tebak oleh Fang yin.
"ada apa nona? apa yang nona lupakan?" tanya Fang yin tak kalah heboh.
"aku lupa jika aku harus kembali ke hutan kehidupan beberapa hari yang lalu," jawab Xia yu bangkit dari duduknya. "tolong siapkan perbekalan ku dan jubahku. aku akan pergi ke paviliun ayah." sambungnya berjalan kearah pintu kemudian pergi dari sana. segera pergi mencari ayah angkatnya.
setibanya di dalam kamar, Xia yu memanggil-manggil ayah angkatnya dengan gelisah. "ayah.. ayah... ayah Wei..." panggil Xia yu. namun, tidak ada yang menjawab panggilannya. Xia yu pun pergi ke paviliun Li zyan. namun hal yang sama terjadi, di sana tidak ada seorang pun. ia pun memberi pesan pada bibi may yang terlihat sedang memberi perintah pada pelayan.
"bibi may.." panggil Xia yu.
"ya nona." jawab bibi may dengan sopan.
"dimana ayah dan kakak?"
"tuan besar pergi ke desa sebrang, sedangkan tuan muda mengunjungi apoteker di wilayah barat." jelas bibi may.
"huuh.. ya sudahlah. jika mereka pulang, tolong beritahu mereka bahwa aku pergi ke tempat guruku. beritahu mereka juga untuk tidak khawatir. aku akan pulang setelah urusan ku selesai, aku titip kesehatan ayah dan kakakku pada bibi may. tolong jaga mereka. jika mereka tidak mau makan, beritahu mereka kalau aku tidak akan pulang saat tahu mereka mogok makan.!!" ujar Xia yu tanpa jeda, hingga membuat bibi may membulat kan matanya karena shock dengan isi pesan Xia yu.
Xia yu memegang kedua tangan bibi may. "aku mengandalkan mu bibi.. emmuach.." ucap Xia yu pamit dengan memberi kecupan di pipi bibi may. itu lah sikap manja Xia yu saat meminta bantuan. hingga orang yang di mintai bantuan tidak bisa berkutik, selain menuruti permintaannya.
"baik nona" jawab bibi may.
"terimakasih.." Xia yu pergi dari hadapan bibi may dan kembali ke kamarnya. di lihatnya di sana Fang yin telah selesai mengemas semua perlengkapan yang akan ia bawa.
Xia yu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang nyaman untuk berkuda. tidak lupa ia memakai jubah. jubah yang ia kenakan berwarna merah.
"apa kau sudah siap?" tanya Xia yu.
"sudah nona.." jawab Fang yin.
"bagus, kita berangkat.."
mereka pun keluar dari kamar, menuju ke kandang kuda dan pergi meninggalkan kediaman Li. mereka menjadi sorotan saat keluar dari gerbang itu. sepanjang perjalanan mereka berdua menjadi sosok yang mendominasi. entah itu karena penampilan atau karena cara berkuda mereka yang cepat namun tak melukai orang-orang di sekitar sana. tentunya hal itu karena kuda mereka bukan lagi kuda sembarangan. keli dan shaku telah mencapai tingkat binatang spritual karena ramuan yang di berikan oleh Xia yu. belum lagi karena mereka berlatih di ruang dimensinya.
****tbc
maaf karena keterlambatan update episode terbaru nya, mohon dimengerti. terimakasih 🙏**