The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
301. Kematian para penghianat kerajaan..



***


Kedatangan Bayangan satu yang terlihat gelisah dan rusuh, sudah dapat di tebak kalau dirinya datang membawa kabar buruk. Bayangan satu memberitahu Tuan Neraka bahwa kerajaan Tiankong saat ini sedang mengalami krisis!


Dari banyaknya jajaran pengurus pemerintahan Kerajaan Tiankong, masih ada saja yang berani berkhianat dan melakukan pemberontakan. Padahal mereka telah mengetahui hukuman apa yang akan mereka dapatkan jika berani memprovokasi pemimpin Kerajaan Tiankong.


Tidak ada ampun bagi orang yang melakukan pengkhianatan. Jajaran pengurus tindak kriminal akan mengusut pemberontakan itu sampai ke akarnya. Bahkan pemimpin Kerajaan Tiankong tidak akan sungkan turun tangan sendiri ketika mencari siapa dalang dan motif pengkhianatan mereka. Itu artinya, Tuan Neraka harus kembali ke Kerajaan Tiankong hari ini juga!


Acara makan pagi Xia yu dan Tuan Neraka tidak berjalan dengan baik. Suasana di sana tampak tegang dan hening, tidak ada senda gurau yang biasa mereka lakukan. Xia yu merasa ada yang tidak beres semenjak kedatangan Bayangan satu. Dia mengira kalau Bayangan Satu akan mengatakan sesuatu kepada Tuan Neraka tepat di hadapannya. Namun kedua orang itu enggan berbincang atau memberitahunya.


Selama sarapan itu berlangsung, raut wajah hangat Tuan Neraka berubah menjadi dingin. Tatapannya memicing nan tajam setelah kedatangan Bayangan Satu. Sepertinya mereka telah melakukan perbincangan yang tidak dapat di dengar oleh Xia yu.


Acara makan pagi telah selesai, Tuan Neraka berlalu pergi meninggalkan Xia yu. Namun sebelum itu Tuan Neraka berpamitan dan mengucapkan banyak terimakasih terlebih dahulu kepada gadis yang telah merawatnya semalaman penuh.


Awalnya Xia yu ingin bertanya kenapa sikap Tuan Neraka berubah. Akan tetapi, dirinya sadar betul. Jika Tuan Neraka ingin terbuka padanya, sudah pasti dia akan memberitahu apa yang terjadi. Namun, nyatanya Tuan Neraka tidak memberitahunya. Itu artinya Tuan Neraka tidak ingin melibatkan Xia yu dalam masalahnya.


Xia yu sedikit kecewa, dia berpikir kalau Tuan Neraka belum mempercayai dirinya sepenuhnya, namun Xia yu salah. Sebenarnya Tuan Neraka enggan meninggalkan dirinya. Tuan Neraka berpikir, kalau saat ini Xia yu belum saatnya muncul bersama Yuan Zhu-Ming. Identitas sesungguhnya yang sebagai pemimpin Kerajaan Tiankong.


Jika orang-orang yang berkhianat pada Yuan Zhu-Ming bersekutu dengan kerajaan iblis, dan mengetahui pemimpin kerajaan Tiankong kembali bersama dengan seorang gadis. Maka para penjahat itu tidak akan tinggal diam. Gadis yang bersama dengan Kaisar Yuan Zhu-Ming akan menjadi target mereka untuk melumpuhkan kerajaan Tiankong.


Apa lagi jika mereka tahu jika gadis yang bersama Yuan Zhu-Ming adalah Tabib Misterius, maka sudah pasti para penghianat itu akan melapor pada sekutu mereka yang tidak lain adalah kerajaan iblis. Raja iblis sendiri akan turun tangan untuk menyerang kerajaan Tiankong. Dan perselisihan atau peperangan antara dua kerajaan akan berubah menjadi tiga kerajaan. Mekipun sedari awal Raja iblis telah berselisih dengan kedua kerajaan itu.


Pada hari itu juga Tuan Neraka kembali ke Kerajaan Tiankong dengan identitas sesungguhnya. Mereka pergi dengan menggunakan artevak kapal terbang yang mampu melintasi langit dengan kecepatan diatas rata-rata kecepatan artevak kapal terbang biasa.


Tuan Neraka menyerahkan pekerjaan dan tugas di kerajaan kegelapan pada orang-orang yang telah dia percayai sepenuhnya. Orang yang tidak akan melakukan pengkhianatan dan pemberontakan seperti di kerjaannya.


Tuan Neraka kembali bersama Bayangan Satu, Serigala abu-abu dan beberapa anak buahnya. Dia sengaja tidak membawa banyak penjaga bayangan, bahkan Daihe juga tidak dia ajak. Tuan Neraka telah memerintahkan Daihe dan sisa anak buahnya menjaga Xia yu, dan melaksanakan perintah apapun yang diperintahkan olehnya.


Sedangkan di sisi lain, Xia yu terlihat begitu kecewa. Sampai mereka pergi pun, Tuan Neraka tidak memberitahunya atau bertemu dengannya hanya untuk sekedar pamit. Kegelisahan terlihat jelas di wajahnya, namun dia hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri.


'Hal mendesak apa kiranya yang terjadi? Kenapa Tuan Neraka pergi begitu tergesa-gesa?' Gumam Xia yu bertanya pada dirinya sendiri.


Xia yu enggan bertanya pada Daihe anak buah Tuan Neraka, karena yang dia butuhkan adalah jawaban dari Tuan Mereka, bukan dari anak buahnya!


Merasa kecewa, Xia yu kembali ke paviliun sakura dengan wajah yang di tekuk. Minghao dan Nan Fefei melihat kedatangan Xia yu yang di kawal oleh Daihe segera menghampirinya. Mereka berdua terlihat bingung, ekspresi wajah Xia yu terlihat suram. Ada kilatan amarah dan kekecewaan dari tatapannya ketika beradu pandang dengan mereka berdua.


Minghao ingin bertanya kepada Xia yu, tapi melihat raut wajahnya dia tidak berani. Dia pun memutuskan untuk bertanya pada Daihe, yang menurutnya bisa di ajak bicara. Tapi, lagi-lagi Minghao mengurungkan niatnya. Karena Daihe telah menghilang dari hadapan mereka berdua. Seorang penjaga bayangan akan datang dan pergi tanpa aba-aba. Mereka berjaga di sekeliling tuannya tanpa di ketahui oleh siapa pun dimana dirinya berjaga.


Xia yu mengurung dirinya di dalam kamar. Dia memilih merebahkan tubuhnya diatas kasur dari pada memikirkan Tuan Neraka. Hingga dia tidak sadar bahwa dirinya telah masuk ke alam bawah sadarnya.


...


Di tempat lain, seminggu yang lalu Raja iblis telah menyusun rencana agar dia bisa kembali menemukan keberadaan Xia yu dan gadis yang memiliki tubuh Goddess Spirit. Raja iblis mengerahkan klan iblis-nya yang terdiri dari para alchemist golongan hitam, para bandit atau penyamun, dan orang-orang di kerajaan lain yang bersekutu dengannya, agar melakukan pemberontakan, kerusuhan, dan berbagai cara mereka lakukan.


Krisis kerajaan bukan hanya terjadi di Kerajaan Tiankong saja. Hampir seluruh kerajaan di benua itu mendapat pemberontakan dan penghianatan secara serentak. Orang-orang yang berada di istana di buat kelimpungan. Mereka mendapat serangan mendadak dari organisasi Klan iblis. Belum lagi masyarakat rendah serta orang-orang lemah menjadi korban kekerasaan, tindak kertidak adilan terjadi dimana-mana.


Roh Kegelapan seolah bangkit dari kubur, dan aura kegelapan mulai menyebar di seluruh wilayah. Dan dampaknya sangat terlihat.


...


Di suatu kerajaan yang Mashur, seorang pemimpin kerajaan sedang melakukan sidang di hadapan jajaran menteri, panglima, jendral dan petinggi kerajaan lainnya.


Kemarin malam, tanpa para pengkhianat itu sadari, rencana mereka telah terbaca dan pada malam itu juga mereka di sergap secara serentak. Mereka di bawa kedalam ruang bawah tanah, tempat dimana para penghianat di kurung dalam penjara yang di kelilingi besi panas. Tidak ada orang yang bisa melarikan diri dari tempat itu.


Saat ini, wajah para penghianat itu terlihat pucat, rasa takut akan kematian seakan mencekik leher mereka, membuat nafas mereka terasa sesak. Hanya untuk menghirup udara saja terasa sangat menyakitkan. Ingin rasanya mereka memilih mati dari pada mendapat siksaan seperti itu setiap detiknya.


Para penghianat itu keluarkan dari penjara terkutuk. Mereka di seret dengan paksa kehadapan sang pemimpin kerajaan. Tokoh utama yang menjadi penguasa paling di takuti akan tetapi di hormati. Hati mereka menjerit meminta pengampunan untuk diri mereka dan keluarganya.


Namun, bagi penguasa itu. Tidak ada pengampunan bagi seorang penghianat. Dan tidak ada tempat bagi keluarga yang telah menghianati prinsipnya.


Tubuh para penghianat itu bergetar hebat, hawa dingin menyeruak ketika Para pengawal pribadi Kaisar Yuan Zhu-Ming yang berada di kerajaan Tiankong mengelilingi para penghianat kerajaan dengan pedang yang di arahkan kepada leher mereka.


Hari ini adalah sidang bagi para penghianat dan pemberontak. Apakah mereka akan mendapatkan pengampunan atau hukuman? Hanya Yuan Zhu-Ming seorang yang bisa memutuskannya.


Di hadapan keluarga para penghianat beserta rakyat Kerajaan Tiankong. Kaisar Yuan Zhu-Ming duduk dengan sangat gagah di atas kursi singgasana nya. Dia mengenakan jubah hitam yang di padukan dengan putih, wajahnya terlihat suram dan aura terasa dingin. Membuat seluruh masyarakat yang sedang berada di tengah lapang bergetar ketakutan. Bahkan ada beberapa orang yang sedari tadi telah menelan Saliva mereka secara kasar.


Kaisar Yuan Zhu-Ming bangkit dari singgasana nya, dia berjalan menuruni tangga dengan di kawal oleh Kedua pengawalnya. Setibanya di hadapan beberapa jajaran menteri yang berkhianat, Kaisar Yuan Zhu-Ming memerintahkan Bayangan Satu untuk melakukan tugasnya.


Bayangan Satu menarik kasar baju bagian belakang salah satu menteri keuangan. Dia membawa pria paruh baya itu kehadapan Tuannya. Tanpa aba-aba pria paruh baya itu segera bersujud, bahkan membenturkan kepalanya ke atas tanah. Dia berbicara dengan nada yang bergetar dan terbata-bata, air matanya jangan di tanya lagi.


Hampir semua penghianat yang berlutut di ruang sidang menangis, menyisakan beberapa orang yang sepertinya dalang dari seluruh penghianat, yang tidak lain adalah pengikut kerajaan iblis, orang-orang yang tidak takut kepada kematian, karena mereka percaya dengan adanya reinkarnasi, seperti yang di ceritakan oleh Diyu emo.


"Yang Mulia, Ha-hamba mengaku bersalah.. Hamba mengaku bersalah.." Lirih pria paruh baya itu. Kemudian melanjutkan kembali ucapannya,


"Ke-kerajaan I.. Ikhhh.." Ucapan pria itu tercekat. Matanya tiba-tiba terbelalak dengan pupil mata yang mengecil. Tenggorokanya terasa sakit, seperti ada sebuah belati yang menancap tepat di tenggorokannya.


'Aakkhh!'


Jeritan yang menyayat hati itu melengking dengan keras. Pria paruh baya itu tiba-tiba mengeluarkan darah kental yang menghitam dari mulut, hidung, mata dan telinga. Kejadian mengerikan itu di saksikan oleh seluruh masyarakan dan jajaran istana. Mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat. Bahkan Bayangan Satu yang berada di samping pria itu tampak terkejut.


Yuan Zhu-Ming turun dari singgah sananya, dia berjalan dengan cepat menghampiri pria itu sebelum pria itu menghembuskan nafasnya. Setibanya di hadapan pria paruh baya itu, Yuan Zhu-Ming bertanya dengan isyarat tatapan mata. Bukan karena dia peduli, tapi karena dia ingin tahu mengapa orang yang dia percayai berani menghianatinya.


Pada hembusan nafas terakhir pria paruh baya itu, Yuan Zhu-Ming mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang dia berikan.


Raja iblis telah berani mengibarkan bendera perang secara diam-diam kepada seluruh kerajaan. Seluruh organisai klan iblis yang ada di daratan itu telah melakukan pemberontakan seminggu yang lalu.


Meninggalnya pria paruh baya itu di ikuti oleh seluruh penghianat yang berlutut di persidangan, tak terkecuali orang-orang yang di utus raja iblis.. Semua mati dengan racun mematikan yang tertanam di tubuh mereka, racun yang di kendalikan oleh titisan iblis.


Diyu emo akan mengetahui kelompok mana yang berkhianat pada kerajaan iblis. Dia akan menggunakan ilmu hitam dan aura kegelapannya untuk membunuh penghianatnya, ketika salah satu dari mereka membongkar siapa dalang di balik pemberontakan.


Kematian para penghianat yang serentak itu meninggalkan orang-orang yang terkejut dengan kejadian itu. Kematian mereka seperti kutukan kegelapan yang akan meguncangkan kedamaian di Kerajaan Tiankong.


**tbc


bismillahirrahmanirrahim, yuhuu..


author kembali..


mohon maaf sebelumnya karena lagi-lagi membuat kalian kecewa, tapi insyaallah author akan mulai rajin up lagi.. untuk semua pembaca, terimakasih telah setia dan terus memberikan supportnya.. love full buat kalian 😘😘😘