
Rombongan kuda yang mengawal satu kereta kuda bangsawan telah melewati gerbang ibu kota. masyarakat yang tengah berbelanja di pasar seketika perhatian mereka teralih kan dengan karena hiruk pikuk suara tapak kaki kuda yang melewati pasar.
"waahhh.. seperti nya tuan muda minghao telah kembali dari tempat pelatihan nya." ujar para warga yang tengah berbelanja melihat kedatangan kereta yang mereka kenal dan satu pengawal yang selalu bersama anak dari bangsawan kerajaan xing.
"ya benar.. itu adalah kereta kediaman jendral ho.. dan pengawal setia nya dali.." jawab si gadis A mengenali salah satu pengawal yang mengiringi kereta. dia adalah dali yang dua hari lalu menyampai kan kepulangan tuan muda nya pada tuan besar yaitu jendral ho.
"aahhh.. si tampan kerajaan xing bertambah lagi.." jawab gadis B dengan histeris nya mengingat ke tampanan tuan muda minghao.
"benar sekali.. aku tidak sabar untuk melihat secara langsung ciptaan tuhan yang sangat sempurna itu.." ujar si gadis lain nya yang penasaran akan sosok yang berada di dalam kereta pun mengikuti mereka.
sedangkan di kediaman jendral ho. pelayan dan pengawal sudah bersiap-siap untuk menyambut kepulangan tuan muda nya. apa lagi jendral ho dan ke tiga putri nya mereka senang bukan kepalang akan kepulangan saudara nya.
kecuali satu saudara nya yang terlihat biasa saja. dia adalah xia wei alias xia yu yang terlihat acuh tak ada rasa kerinduan dari sorot mata nya. karena dia belum memiliki perasaan tertentu pada keluarga xia weii.
xia yu ingin segera pergi dari kerajaan ini dan menjalani hidup nya sendiri. apa lagi dia ingin menggunakan nama nya sendiri untuk kehidupan ke dua nya. dia tidak mau terus menerus menjadi orang lain suatu hari dia akan mengganti nama xia wei nuan dengan nama nya sendiri yaitu Jing xia yu nama pemberian orang tua nya.
kereta tuan muda minghao telah sampai dan berhenti di depan kediaman jendral ho. dan orang-orang yang berada di sana tengah menyambut kedatangan nya di depan gerbang. dali membantu tuan muda minghao turun dari kereta.
semua orang melihat ke arah sosok pria muda yang baru saja turun dari kereta. di jubah hitam keunguan dengan hanfu putih di dalam nya. rambut nya dia ikat tinggi dengan gelang rambut berwarna perak. wajah nya jangan di tanya lagi sudah pasti tampan. membuat semua orang seperti ter hipnotis akan ke tampan nya sampai mereka tak sadar jika mulut mereka terbuka bahkan ada yang sampai ngeces.
Tuan muda MINGHAO..
Minghao turun dari kereta berjalan menghampiri keluarga nya yang berdiri di depan gerbang. dengan senyuman di wajah nya dia memeluk jendaral ho.
sosok ayah yang selalu dia bangga kan, melampiaskan kerinduan yang sudah dia tahan selama 2 thn. dia sudah mengetahui apa yang terjadi pada keluarga nya. terutama pada saudara sekandung nya xia wei.
minghao melepas peluk kan nya pada jendral ho. dia menghampiri ke tiga saudara berdiri tidak jauh dari ayah nya. dua pasang mata nya mencari sosok yang benar-benar di rindu kan oleh nya.
sebenar nya dia merasa bersalah pada kakak nya xia wei. karena tidak percaya pada ucapan dan kebenaran yang di ucapkan xia wei.
"ayah di mana kakak..?" tanya minghao pada jendral ho. karena tidak menemukan ke beradaan xia yu.
"dia masih di dalam kamar nya. seperti nya dia masih kelelahan karena kemarin dia baru saja bercerai dengan raja liu." jawab jendral ho.
"syukur lah jika kakak sudah bercerai.. aku mau menemui nya dulu ayah." ujar minghao bersyukur akan perceraian kakak nya. dia tahu jika selama xia yu menjadi istri dari raja liu hidup nya sangat menderita.
tapi pada saat itu dia juga merasa malu saat xia wei di fitnah telah menjebak seorang pangeran dan juga karena hasutan selir yenny yang membuat nya semakin membenci xia wei.
saat minghao akan meninggal kan ayah nya dia melihat sosok gadis cantik yang baru saja melewati pintu utama kediaman jendral ho. sosok itu tidak lain adalah xia yu yang di temani oleh fang yin.
bahkan kehadiran xia yu di depan banyak orang telah menarik perhatian mereka. semua mata terpesona akan kecantikan xia yu.
"ayah siapa gadis cantik itu..?" tanya minghao menunjuk satu jari nya pada xia yu. jendral ho membalik kan tubuh nya melihat ke arah yang di tunjuk minghao, bibir nya tersenyum karena melihat xia yu yang tampil cantik tanpa memakai tudung atau cadar.
"dia kakak kamu.. xia wei." lirih nya menjawab pertanyaan minghao.
"kakak..?" ulang minghao tidak percaya akan apa yang di dengar nya. dia tahu jika kakak nya cantik tapi baru kali ini dia melihat bahwa kakak nya benar-benar cantik dengan sedikit riasan dan perhiasan yang melengkapi kecantikan nya.
"iya dia benar-benar kakak mu." ujar jendral ho melihat keraguan dari wajah putra nya.
"hay.." ujar xia yu mengangkat tangan nya melakukan say hay saat berhadapan dengan minghao yang masih bengong.
"..puk... minghao.." ujar jendral ho menepuk pundak minghao untuk menyadarkan nya.
"ahh.. ya ayah.. hay kak..," jawab minghao gelagapan karena terkejut dan grogi saat xia yu telah berada di hadapan nya. "apa aku boleh memeluk mu..?" lanjut minghao meminta ijin untuk memeluk xai yu.
"tentu saja.." jawab xia yu membiarkan minghao memeluk tubuh kakak nya. dia tahu jika minghao telah mengetahui yang sebenar nya dia juga bisa melihat kemampuan minghao dari sorot mata nya.
"terimakasih kak.." jawab minghao senang dia langsung memeluk xia yu setelah medapat kan ijin dari nya.
mereka berdua berpelukan bagai kan saudara yang tidak pernah bertemu setelah belasan tahun. bahkan minghao sampai meneteskan air mata. dia menangis mengingat perilaku nya pada xia wei saat belum mengetahui kebenaran nya.
"sudah-sudah ayok kita masuk dulu.." ujar jendral ho memisahkan peluk kan yang bisa terbilang lama.
"ahh.. ya aku sampai lupa.. " jawab minghao dengan ke polosan sebagai adik kecil. yang tidak pernah di lihat kan pada orang lain bahkan ayah nya. entah karena kehadiran xia wei atau xia yu yang mengubah sikap manja nya pada kakak nya yang dia rindu kan.
"ayo masuk dan istirahat lah.." ujar jendral ho mengajak anak-anak nya memasuki kediaman nya.
"baik ayah.." jawab minghao. "ayo kak.." lanjut nya meraih tangan xia yu dan menarik nya masuk ke dalam.
xia yu hanya bisa menggeleng kan kepala melihat sikap minghao yang seperti anak TK menurut nya. 'tambah lagi dah... bikin repot saja' batin xia yu menggerutu karena risih dengan sikap pemuda yang baru saja dia temui.
mereka masuk kedalam kediaman dan meninggal kan semua para gadis yang masih saja memanggil-manggil nama tuan muda minghao nya. sedangkan untuk para pria mereka sangat penasaran dengan sosok gadis cantik yang terakhir di peluk oleh tuan muda minghao.
berita akan kedatangan minghao telah sampai pada raja liu dan kaisar. dan semua anggota kerajaan bahkan para mentri dan bangsawan lain nya seperti tuan besar gong telah mendengar kabar itu. ada juga yang ingin menjodoh kan putri nya pada tuan muda minghao yang akan menggantikan posisi ayah nya jika jendral ho telah pensiun.
**tbc