
Kini xia yu dan fang yin tengah menuju ke tempat di mana toko pakaian itu berada. xia yu dapat melihat keceriaan fang yin saat membahas model-model pakaian dari kerajaan-kerajaan lain nya yang memiliki ciri khas masing-masing.
perjalanan itu membutuhkan waktu yang terbilang cukup lama karena berjalan kaki. xia yu mengajak fang yin berhenti di sebuah tempat yang di penuhi oleh kuda. "fang yin apa kamu bisa menunggang kuda.?" tanya xia yu.
"bisa nona.. apakah nona mau membeli kuda.?" jawab fang yin dengan tanya nya.
"ya.. aku lelah terus berjalan. tunggu sejak kapan kamu bisa menunggang kuda.? bukan kah selama ini kamu hanya menjadi pelayan.? siapa yang mengajari mu.?" tanya xia yu penuh dengan selidik nya.
"mm... sejak saya menjadi pelayan nona.. sa..saya di ajari paman dali nona.." jawab fang yin jujur dengan wajah nya yang merona karena malu mengingat sosok laki-laki yang selalu jahil pada nya.
"paman dali..?" ulang xia yu seperti pernah mendengar nama itu. dia pun mencoba mengingat dimana dia mendengar nama itu di sebut. "oh.. pemuda yang mencium mu di paviliun gardenia..?! pengawal pribadi adik ku minghao bukan.?" ujar xia yu berhasil mengingat siapa pemilik nama itu dan berhasil menebak bahkan dia berkata dengan sangat antusias.
wajah fang yin semakin memerah karena ucapan xia yu. ya dia berhasil mengingat dimana xia yu menciduk kejahilan dali pada fang yin di taman paviliun gardenia. saat fang yin tengah menyiram bunga-bunga putih itu
"nona.." rengek fang yin brelari lebih dulu mendatangi kandang berisi kuda yang sudah terlatih.
"hey... kenapa kau malu.. dasar bocah." jerit xia yu melihat kepergian fang yin dan dia pun terkekeh dengan sifat pemalu fang yin.
xia yu mengejar fang yin yang berlari ke arah kandang kuda. perhatian xia yu teralih kan pada sosok kuda coklat yang tengah berlari di tengah lapang tanah yang gersang karena panas.
...WOWWW.....
"tampan nya.." gumam xia yu terpesona dengan kegagahan kuda itu.
fang yin melihat xia yu sedang berdiri di dekat pagar pembatas. dia tahu jika nona nya tengah terpesona dengan kuda coklat yang berlari ria di tengah lapang. kuda itu tengah di kejar-kejar oleh pria dewasa dengan cambuk nya yang memekakan telinga semua orang namun tak mengenai kuda yang berlari itu.
xia yu mendekati salah satu pria yang berada di sana. bisa di pastikan jika pria itu adalah salah satu penanggung jawab di tempat itu. "permisi tuan.." ujar xia yu menyapa pria itu.
"ya nona.." jawab si pria.
"maaf saya mau bertanya, apa yang sedang pria itu lakukan pada kuda coklat itu.?" tanya xia yu.
"oh.. pria itu sedang menjinak kan kuda liar itu agar kita bisa menjual nya pada bangsawan yang terlalu malas untuk berintraksi dengan kuda yang akan di beli nya." jawab si pria.
"tapi kenapa harus di cambuk.? bukan nya malah membuat kuda nya semakin sangar karena merasa terancam.?!" ujar xia yu heran kenapa melakukan penyiksaan seperti itu pada kuda liar jika hanya ingin menjinak kan nya saja. begitu pikir nya.
"ya.. itu karena kuda nya liar dan perlu di berikan sedikit siksaan agar dia merasa takut." jawab si pria membuat xia yu berdecak kesal.
"jadi.. apakah tuan juga sudi jika jadi kuda itu dan di cambuk seperti itu oleh majikan nya.?" tanya xia yu berhasil membuat amarah pria itu muncul.
"apa maksud mu nona.?" tanya si pria dengan menggretak kan gigi nya.
"saya bertanya jika tuan jadi kuda itu.. apakah tuan sudi di cambuk seperti dia.?" ulang xia yu menjawab si pria.
"tentu saja tidak, karena aku bukan seekor kuda..!" jawab si pria dengan nada kesal nya.
'dasar orang zaman dulu tidak mengerti perbedaan pertanyaan.. malas ah memperpanjang dengan orang lemot.' batin xia yu kesal berasa tak nyambung bicara dengan pria itu.
"mm.. apa kuda itu sudah ada pemilik nya.?" tanya xia yu malas melanjutkan obrolan nya yang tadi.
"belum..! karena kuda itu belum jinak jadi belum masuk dalam seleksi kuda yang terlatih." jawab si pria masih saja ketus.
"apakah bisa di beli meski kuda itu belum jinak.?" tanya xia yu. dia sangat tertarik dengan kuda coklat itu. xia yu berpikir jika kuda itu bukan lah kuda liar biasa.
"tentu saja bisa.. tapi kuda itu sangat susah di jinak kan. dia sudah ada di tempat ini selama satu tahun dan merepot kan kami karena dia sering mengamuk sampai-sampai dia tidak menarik para bangsawan." jelas si pria.
"tidak apa.. aku tidak butuh kuda yang jinak," jawab xia yu. "berapa harga kuda itu.?" tanya xia yu.
"masalah harga saya akan menanyakan nya dulu pada pemilik tempat ini. mohon nona tunggu di sini saya akan segera kembali." jawab si pria dengan senang nya karena dia akan menjual kuda liar yang selalu menyusahkan nya itu.
fang yin belalri kecil ke arah xia yu, dia juga sempat mendengar ucapan nya bersama pria yang baru saja pergi. fang yin terkejut saat xia yu berkata jika dia akan membeli kuda yang terlihat sangar menurut nya. fang yin pun bertanya. "nona.. nona akan membeli kuda liar itu.?"
"ya.." jawab xia yu dengan anggukan kepala nya dia masih fokus melihat si kuda yang kini di kejar oleh beberapa pria dewasa.
"tapi nona kuda itu terlihat sangar dan menurut ku terlalu bahaya jika di tunggangi oleh nona. lihat lah mereka saja tidak bisa menjinakan kuda itu." imbuh fang yin dia merasa cemas jika xia yu menunggangi kuda itu.
xia yu terkekeh dengan ucapan fang yin. 'kamu tidak tahu saja jika aku sudah bertemu dengan hewan lebih sangar dari kuda itu. bahkan aku mempunyai hewan ganas di ruang dimensi ku.' batin xia yu teringat dengan kejadian saat dia melawan kawanan serigala penunggu hutan arwah.
"tenang saja.. aku akan menjinak kan kuda itu." ujar xia yu.
pria dewasa yang tadi menanyakan harga kini telah kembali dengan seorang pria tua yang berbadan besar. "nona.. beliau adalah tuan song pemilik dari semua kuda yang ada di sini." ujar si pria.
"selamat siang nona." sapa tuan song. xia yu memperhatikan pria di depan nya tiba-tiba dia teringat dengan tuan besar gong. dia menatap lekat pada mata pria itu dan menemukan hal yang tak pernah terbayang kan oleh xia yu.
"siang tuan.." ujar xia yu menjawab ucapan tuan song. 'iiihh.. tua-tua keladi.' batin xia yu melihat kenangan tuan song yang suka bermain perempuan di rumah bordil.
"pelayan saya mengatakan jika nona ingin membeli kuda liar itu.?" tanya tuan song.
"benar tuan." jawba xia yu singkat. untung saja dia masih berwajah kucel jika tidak entah apa yang akan terjadi jika tuan song melihat wajah asli xia yu dan fang yin.
"kuda itu sangat liar bahkan kuda itu tidak bisa di jinak kan oleh para pekerja ku, tapi nona dengan santai nya ingin membeli nya. saya takut jika anda akan terluka sebelum mendekati kuda itu.!" ujar tuan song meragukan xia yu.
"tolong beritahu saja berapa harga nya. saya akan memikir kan nya setelah saya tahu harga kuda itu." jawab xia yu dengan rencana nya yang akan membeli kuda itu dengan harga terendah.
"harga kuda itu lima dua tael emas. tapi jika nona ingin membeli nya saya bisa memberi harga satu tael emas karena kuda itu masih liar." jawab tuan song. (satu tael emas berarti dengan seratus koin emas).
"saya hanya memiliki lima puluh koin emas. karena tidak bisa memenuhi harga nya saya ingin bertaruh dengan tuan." ujar xia yu membuat kedua pria itu merasa di permainkan.
"bertaruh bagaimana maksud nona..? jika nona memang tak memiliki uang untuk apa menanyakan harga kuda itu.?" ujar si pria dewasa.
"diam lah... coba jelas kan apa maksud nona.?" ujar tuan song.
"beri waktu beberapa menit untuk saya menjinak kan kuda itu. jika berhasil anda harus menjual nya dengan koin yang saya punya dan jika saya tidak berhasil saya akan memberikan koin ini dengan percuma.! bagaimana.?" jelas xia yu dengan penekanan di kata percuma.
tuan song melihat kuda liar itu dan berpikir. 'jika gadis ini brehasil aku akan kehilangan kuda itu tapi jika dia gagal aku akan mendapat koin secara emas secara percuma. apa lagi kuda itu sangat lah merepotkan, tidak apa lah menjual koin itu dengan harga yang rendah dari pada kuda itu terus di sini dan menghabiskan banyak pakan jika tidak ada yang pasti di kembali kan ke alam liar.' pikir tuan song.
"baik lah aku menyetujui taruhan mu." ujar tuan song menyepakati pertaruhan nya bersama xia yu.
xia yu tersenyum senang karena tuan song masuk kedalam rencana nya. "karena tuan sudah menyetujui nya. perkenankan saya untuk menjinakkan kuda liar itu." ujar xia yu.
"silahkan.. pekerja saya akan mengantar nona ke hadapan kuda itu. semoga nona tidak terluka parah.!" jawab tuan song dengan seringai nya.
"terimakasih telah perhatian pada saya namun saya tidak membutuh kan nya karena kuda itu akan menuruti semua perkataan pemilik nya." jawab xia yu dengan gaya sombong nya membalas seringai tuan song.
xia yu pun pergi dengan pria dewasa tadi masuk ke dalam lapangan tanah yang berisi kuda-kuda liar. tidak berapa lama mereka berhenti di dekat pawang kuda yang tengah menjinakkan kuda incaran xia yu. pria itu memberitahu jika gadis di hadapan nya itu ingin menjinakkan kuda yang tengah dia pecut. si pawang langsung mengangguk mengerti maksud si pria yang di perintah oleh tuan song. mereka pun mulai meninggal kan xia yu dan kuda liar itu berduaan saja.
xia yu berjalan mendekati kuda itu dan duduk di sebelah kanan kuda itu. dia pun bertanya. "hey.. apa kah luka itu sakit.?" tanya xia yu menunjuk ke arah luka cambukan di tubuh kuda itu.
tidak ada pergerakan atau jawaban dari si kuda. binatang itu malah mengalihkan pandangan nya ke arah kuda lain nya yang sedang di jinak kan oleh para pawang lain nya. sedangkan tuan song, pria dewasa dan pawang tadi menatap heran pada kelakuan xia yu yang di anggap mereka seperti orang bodoh. "gadis bodoh.." gumam mereka.
"hey.. aku bertanya pada mu kenapa kau tidak menjawab?" tanya xia yu lagi karena di acuh kan oleh seekor kuda.
kuda itu menatap xia yu dan menjawab nya dengan bahasa nya. "hrrrrr.... (apa peduli mu luka ini sakit atau tidak..? memang nya kalian para manusia mengerti kami yang ingin hidup bebas.?)" ujar kuda itu setelah mengabaikan xia yu beberapa saat lalu.
kuda itu pun menjawab lagi untuk memastikan jika xia yu bisa berbicara dengan nya. "hhrrrr.... (jangan sok mengerti bahasa kami. kau hanya kebetulan menjawab dengan benar ucapan ku saja.)"
..hahaha... tawa ringan xia yu. "kau pikir jawaban ku hanya kebetulan saja.. lalu ucapan ku yang ini kau anggap apa.?" jawab xia yu dengan tanya nya.
'dia menjawab ucapan ku.. berati dia memang mengerti bahasa hewan.' pikir si kuda.
"ya aku mengerti.. bahkan aku bisa membaca pikiran mu." kali ini hanya tebakan xia yu yang berhasil menipu si kuda liar.
kuda itu mendekati xia yu dengan gerakan nya yang cepat membuat semua orang yang menyaksikan nya bahwa kuda itu akan menyerang xia yu.
"AWAS..!!" jerit mereka cemas pada xia yu.
"NONA.!" jerit fang yin sama cemas nya.
..Brugh...
kuda itu duduk di hadapan xia yu dengan wajah imut nya membuat semua orang terkejut sampai mulut mereka menganga melihat kejadian itu. bagaimana tidak terkejut jika kuda yang terkenal dengan kekasaran nya dan sangar nya saat di jinak kan saat di dekati. dan sekarang kuda itu langsung duduk di hadapan gadis yang hanya mengajak nya bicara kurang dari lima belas menit. sungguh keajaiban dunia. pikir mereka.
xia yu membelai kuda itu dan memuji nya seperti memuji hewan peliharaan yang tubuh nya kecil. "kau sudah pintar rupa nya.!" ujar xia yu.
"hiiii...(ah.. itu sangat enak)" ujar kuda itu dengan ringkik nya senang dengan belaian xia yu di daerah kepala sampai leher nya.
"dasar kuda manja.. mana tadi kuda yang sombong dan sangar itu.?" ujar xia yu sama senang nya dengan kuda itu.
sedangkan orang orang yang menatap mereka berdua tak percaya jika xia yu bisa dengan mudah nya menjinakan kuda liar itu. bahkan sekarang xia yu dan kuda nya bagaikan tuan dan peliharan nya yang sedang melepas rindu karena tidak bertemu dalam waktu yang lama.
"tidak mungkin..?" ujar tuan song.
"bagaimana bisa.?" ujar si pria dewasa.
"ya ampun hanya mengajak kuda itu bicara gadis itu bisa menjinakkan nya." ucap si pawang.
mereka kebingungan dengan kejadian langka itu yang mereka saksikan sendiri. berbeda dengan fang yin yang tetap mengagumi xia yu. bahkan para pawang lain nya juga mengagumi cara xia yu yang terbilang sangat remeh.
"apakah luka nya sangat sakit.?" tanya xia yu menyentuh luka cambukan itu.
"lumayan.." jawab si kuda.
"boleh aku mengobati luka mu.?" ujar xia yu meminta ijin untuk mengobati luka si kuda.
"tentu saja boleh.. tapi maaf apakah kau seorang tabib..?" jawab si kuda dengan pertanyaan nya.
xia yu mengeluarkan botol merah berisi serbuk obat luka luar dari ruang dimensi nya. dia mulai membubuh kan serbuk itu ke atas luka milik si kuda. sambil menjawab pertanyaan si kuda. "bisa di bilang seperti itu.."
"wah.. obat apa ini..? kenapa rasa nya sangat sejuk.? perih di luka ku sudah tak terasa lagi setelah kau beri obat itu." ujar si kuda takjub dengan efek dari obat luka buatan xia yu.
"ini obat luka buatan ku.. syukur lah jika obat ini berhasil.. oh.. ya aku melakukan taruhan dengan pemilik tempat ini." jawab xia yu.
"taruhan.? taruhan apa.?" tanya si kuda.
"taruhan jika aku bisa menjinakkan mu maka kau akan menjadi milik ku dengan membayar harga yang sangat murah. maaf aku tidak bermaksud untuk menjinakkan mu namun aku hanya tak tega melihat mu di perlakukan seperti ini." jawab xia yu dengan jujur nya. memang dia selalu merasa iba melihat perlakuan yang tidak adil.
"oh.. seperti itu.. baik aku bersedia menjadi kuda mu. kau adalah manusia pertama yang baik dengan ku.. aku mau kau menjadi tuan ku." ujar si kuda dengan mata yang berbinar merasakan kehangatan dalam jawaban xia yu.
"baik lah aku juga bersedia tapi aku tak ingin menjadi tuan mu tapi aku ingin kau menjadi kawan ku." ujar xia yu semakin membuat kuda itu senang bahkan sampai ujung mata nya mengeluarkan buliran bening, terharu dengan sikap tak membeda-beda kan xia yu.
"terimakasih..." ucapan si kuda tertahan karena dia belum tahu nama gadis di hadapan nya.
"xia yu.. nama ku xia yu.." ujar xia yu memberitahu nama nya.
"terimakasih xia yu.." ujar si kuda dengan senyum nya.
"lalu siapa nama mu.?" tanya xia yu.
"para pekerja di sini memanggil ku dengan sebutan liar." jawab si kuda.
"liar..? hm.. nama itu terlalu kasar." ujar xia yu tidak menyukai panggilan kuda liar itu. "bagaimana jika aku panggil kau Qiaokeli yang arti nya coklat sesuai dengan warna tubuh mu." sambung nya.
"Qiaokeli.. nama yang bagus.. terimakasih." jawab si kuda senang mendapat nama yang sangat bagus.
"baik lah keli.. mari kita pergi dari tempat ini dan hidup bebas di luar sana oke.." ujar xia yu berdiri menyingkat panggilan Qioakeli karena terlalu panjang menurut nya.
"oke..? apa itu..?" tanya keli bingung dengan akhir kata xia yu yang baru kali ini dia dengar.
"ah.. oke.. ini hanya kata yang aku buat saja, tidak terlalu penting.. aku bisa menjelaskan arti nya nanti. sekarang kita pergi dari sini dulu." jawab xia yu kebingungan sendiri mencari tafsiran dari kata oke yang bisa di gunakan untuk berbagai kalimat.
"baik lah.. oke.." ujar keli dengan mengikuti gaya ucapan xia yu membuat si empu nya terkekeh mendengar ucapan keli. jika keli itu manusia mungkin kita bisa di lihat betapa lucunya dia saat meniru ucapan xia yu.
keli masih saja dalam posisi duduk dia membuat xia yu bingung. "kenapa keli.?" tanya xia yu.
"naik lah..!" ujar keli mempersilah kan xia yu menaiki punggung nya.
"terimakasih.." ujar xia yu dia pun naik ke atas punggung keli.
keli pun berdiri dan beranjak dari tempat nya dan menghampiri kerumunan pawang dan tuan song yang berada di luar pagar. mereka terkejut melihat kuda yang liar itu memperbolehkan xia yu menunggangi nya bahkan sengaja duduk untuk mempermudah xia yu untuk naik.
xia yu turun dari keli saat mereka sudah sampai di hadapan tuan song. dia pun berkata. "tuan saya berhasil menjinakkan nya.. menurut perjanjian saya hanya akan membayar anda dengan lima puluh koin emas untuk kuda ini."
"bagaiman nona bisa menjinakkan kuda liar ini..?" jawab tuan song dengan pertanyaan nya tidak menjawab ucapan xia yu karena dia masih tak percaya.
"itu adalah rahasia saya.." jawab xia yu.
"bagaiman jika saya memberi satu kuda jinak untuk teman nona. tapi dengan syarat nona harus memberi tahu saya bagaimana cara menjinakkan kuda liar seperti nya.?" ujar tuan song kembali menawari xia yu dengan tawaran yang di luar nalar menurut para pekerja nya.
"mm.. begitu ya, boleh juga." jawab xia yu dia beralih pada teman nya dan bertanya. "fang yin apa kau telah menemukan kuda yang kau ingin kan.?"
"sudah nona.." jawab fang yin.
"ambil lah aku akan mengambil tawaran tuan song.!" ujar xia yu membuat fang yin dan tuan song senang.
fang yin pun pergi ke arah tempat para kuda yang sudah terlatih dan memilih kuda nya yang berwarna coklat putih. sedang kan xia yu memberitahu rahasia nya kepada tuan song.
"tuan jika anda ingin menjinakkan hewan seperti kuda itu hanya dengan kasih sayang kita yang tulus bukan dengan siksaan. belai lah kuda itu dengan belaian yang halus agar dia merasa nyaman berada di dekat kita. ajak lah dia berbicara meski kita tidak atau dia tidak faham bahasa masing-masing namun dengan cara itu kita bisa berintraksi dengan hewan yang terbilang pintar ini. hewan juga seperti kita, jika kita berlaku baik pada mereka. mereka juga akan baik kepada kita dan merasakan sayang seperti kita pada yang sesama kita. inti nya jinak kan dengan kasih sayang jangan dengan kekerasan penyiksaan.!" jelas xia yu
"baik nona terimakasih atas semua nya. kini aku mengerti kenapa susah sekali menjinakkan nya. ternyata karena perbuatan kami yang menyiksa nya." jawab tuan song menyesali perbuatan nya yang menyuruh semua pekerja nya agar tidak lunak pada hewan yang mereka jinak kan.
setelah itu xia yu dan fang yin pun meninggal kan tempat itu dengan kemenangan mereka yang tidak merogoh koin emas nya untuk membeli kuda terbaik di tempat itu. mereka melanjutkan perjalanan nya ke toko pakaian yang tidak jauh dari tempat itu.
****tbc
maaf jika ada typo ya**..