The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
Xia yu murka 2



"kau...!!!" bentak raja liu mengangkat tangan ingin menampar xia yu tapi,


....Bugh...sebuah tendangan di perut raja liu membuat semua orang terperangah dengan apa yang mereka lihat. tendangan itu berasal dari kaki kecil xia yuyang menyentuh perut raja liu.


"tidak akan ku biarkan tangan keji mu itu menyentuh tubuhku lagi... CAMKAN ITU" bentak xia yu dengan penuh penekanan. qiu dan sing menghampiri raja liu mereka membantunya untuk bangkit berdiri mereka sangat marah dengan tingkah permaisuri di depannya ini qiu ingin sekali menyerang xia yu.


"permaisuri..!!  anda sangat keterlaluan" bentak qiu melepaskan raja liu dan akn melangkah ke arah xia yu tapi,


"jangan... ini memang salah ku.." ujar raja liu menghentikan qiu. "maaf aku lepas kendali... dan juga aku lupa dengan paviliun ini milik lien hua sekarang aku akan memindahkan mu ke paviliun lainnya." ujar raja liu meminta maaf dan berniat memindahkan xia yu.


"..heh.. aku tak sudi..!!  jika aku memang menikah dengan mu dan menjadi permaisuri mu maka paviliun ini milikku tidak ada yang berhak membantah selama aku masih menjadi permaisurimu..!" jawab xia yu tak mau kalah.


"ini adalah paviliun yang aku siapkan untuk lien hua kau tak boleh tinggal disini" ujar raja liu dengan nada resahnya.


"aku tak peduli..!  bukannya tadi kau yang memerintahkan penguntit itu mengantarkan ku kemari..?" jawab xia yu tak mau mengalah ya tentunya untuk menyakiti dua hati dengan satu panah. sedangkan raja liu baru sadar kalau tadi memang dia yang memerintahkan qiu untuk mengantar xia yu ke paviliun lanhua jadi dia hanya bisa mengalah.


raja liu keluar dari paviliun lanhua dengan wajah tertunduk matanya berair melihat bunga anggrek yang dia tanam dan urus sendiri lambang dari lien hua hancur tak bersisa oleh tindakan xia yu. sedangkan xia yu merasa puas telah menggores hati raja liu dengan cintanya sendiri dan untuk lien hua sendiri pasti telah menerima info kejadian ini dari orang suruhannya yang bekerja di kediaman raja liu.


"kau sudah bisa keluar fang yin.." ujar xia yu menyuru fang yin keluar dari persembunyiannya. xia yu sengaja menyuruh fang yin bersembunyi karena dia pasti sangat ketakutan.


"nona..! apa kau tidak apa-apa ?" tanya fang yin khawatir setelah keluar dari ruang pemandian.


"aku tidak apa-apa, ayo aku gerah ingin mandi" ujar xia yu mengalihkan topik


"baik nona.." ujar fang yin menuruti xia yu. 'nona benar-benar berubah sekarang aku tidak perlu takut nona akan kenapa-napa. ternyata nona bisa beladiri, tapi sejak kapan nona berlatih.?  apa olahraga  yang nona seut itu adalah beladirinya' batin fang yin.


xia yu beranjak dari tempat itu di ikuti oleh fang yin mereka menuju pemandian. xia yu tidak menyuruh fang yin memasak air karena xia yu ingin meredam amarahnya denga air dingin. di kehidupan modern jika xia yu sedih atau marah dia akan duduk di bawah shower yang mengeluarkan air dingin untuk mengguyur tubuhnya agar aura panas karena kesedihan dan amarahnya hilang. setelah mandi xia yu berpakaian dan makan malam dengan fang yin kemudian beristirahat. masa bodo dengan halaman yang terlihat seperti kapal pecah.


pagi harinya xai yu bangun seperti biasa fang yin juga bangun pagi mengikuti kebiasaan xia yu, merekla melakukan rutinitas seperti biasa setelah itu dia keluar untuk mencari udara segar. xia yu membuka kedua pintu itu dan meliahat keadaan halaman yang telah bersih dari pecahan kotoran sisa kemarin xai yu menyunggingkan senyumnya. pandangannya teralihkan oleh dua pohon yang rimbun dengan daun dan buah persik bahkan ada bibit bunga di bawah pohon itu.


xai yu berjalan mendekati pohon itu dia memegang pohon yang kini telah memayungi xia yu dengan daunnya. "terimakasih telah hidup" bisik xia yu pada pohon itu.


**tbc