The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
152. Permainan hei tian..



***


Setelah acara makan makan itu xia yu dan yang lain nya mulai menyusun rencana untuk membawa li wei dan li zyan keluar dari tempat pengasingan yang di jaga ketat oleh para penjaga dari kediaman tuan li.


xia yu memutuskan untuk pergi bersama hei tian, sementara xiao huang memilih untuk berkultivasi di dalam ruang dimensi nya. xia yu menyuruh fang yin dan bibi may untuk mencari pekerja yang akan membantu mereka untuk membersihkan kediaman nya. tentu nya mereka berdua menyetujui perintah xia yu.


untuk masalah uang xia yu tidak terlalu merisaukan, karena dia bisa menjual obat buatan nya di kedai obat atau pasar gelap kerajaan ini.


...


Xia yu telah pergi dari kediaman nya. xiao huang dan hei tian masuk ke dalam ruang dimensi. xia yu pergi sendirian dari kediaman nya dengan menggunakan keli sebagai tunggangan nya.


laju kuda keli membawa mereka berdua ke luar dari ibu kota. dengan bantuan koin emas, xia yu bisa keluar masuk kerajaan ini.


mereka menuju bukit tempat dimana li wei dan li zyan di asing kan. sekitar beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah kediaman yang terlihat seperti sebuah kuil.


namun kuil itu di jaga ketat oleh para penjaga dan pengawal yang berjajar dan berkeliling di di setiap juru nya. 'ini tempat pengasingan atau penjara sih..?' batin xia yu bertanya saat melihat semua para penjaga itu. ya memang tempat itu terlihat seperti penjara bagi xia yu.


xia yu mengusap gelang giok nya untuk mengeluarkan hei tian.


..WUSHH..


Hei tian muncul di samping xia yu dengan wujud manusia nya.


xia yu mengalihkan pandangan nya pada hei tian lalu berkata. "apa kau sudah siap untuk bermain dengan para penjaga itu.?" tanya xia yu. (bermain maksud nya bukan bermain layak nya kucing kecil bersama tuan nya ya, melainkan hal yang akan membuat kalian tercengang)


hei tian pun menarik salah satu ujung sudut bibir nya yang menunjuk kan senyum smirk menyeringai, kemudian menjawab pertanyaan xia yu. "tentu saja nona, saya sudah tidak sabar untuk bermain bersama mereka.!"


"oh..hoo.. ternyata kau sangat menanti permainan ini.!" cibir xia yu yang sama hal nya dengan hei tian. senyum menyeringai tertampak jelas dari bibir merah cherry nya.


"tentu saja nona.. saya sangat tidak suka dengan orang yang memihak pada orang jahat." jawab hei tian.


"baik lah.. kau bisa memulai nya, aku akan melihat keahlian mu dari sini."


"baik nona.. lihat lah betapa lihai nya diriku mencabik orang-orang itu." ujar hei tian menyombong kan diri nya.


..WUSHH..


hei tian merubah wujud manusia nya ke wujud hewan nya yaitu macan kumbang.


"jangan sisa kan mereka.!" bisik xia yu yang terdengar sangat menakutkan. arti nya hei tian harus membunuh semua para penjaga itu.


"baik nona.." jawab hei tian.


kini hei tian berjalan menjauh dari tempat xia yu. dalam jarak beberapa meter lagi dia berhasil menghampiri para penjaga itu.


...SRING...


hei tian mengeluarkan kuku tajam dan merubah seringai wajah dingin nya menjadi wajah macan nya semakin menakutkan.


gigi putih berderet dalam mulut nya. di tampah empat taring yang besar dari arah atas dan bawah menambah aura ganas dari bentuk hewan nya.


..tap..tap..tap..


langkah nya menggema di tempat itu. bagaimana tidak.! kini bobot tubuh nya dua kali lipat dari wujud manusia nya.


suara langkah nya telah menarik perhatian para penjaga. salah satu penjaga itu terkejut sampai buang air kecil di celana nya.


"ma..ma..ma..macaaan..!!" teriak nya ketakutan menatap sosok binatang buas di hadapan nya.


senyum seringai nampak sangat jelas di wajah macan hei tian. "waktu nya bermain.." desis hei tian sembari melompat ke arah penjaga yang ketakutan itu.


..grrhh!!..


hei tian mengaung dengan keras dan menyerang penjaga itu dengan cakar nya.


..Srekk..


cakar hei tian bagaikan empat mata pisau yang sekaligus mengenai kulit penjaga itu. di ujung cakar nya tertinggal bercak darah dari penjaga yang sudah menjadi seonggok tubuh manusia yang telah tak bernyawa.


suara auman itu menggema di seluruh tempat itu. para penjaga mendengar suara itu. bulu kuduk mereka langsung berdiri. dan bertanya-tanya suara auman apa yang barusan mereka dengar.


"suara apa itu.?" mereka langsung berpencar untuk mencari asal dari suara itu.


namun, betapa terkejut nya mereka saat melihat hewan buas berwarna hitam yang tengah berdiri di hadapan mereka.


"ma..macan..!" suara para penjaga itu ketakutan.


..grrhh!!..


geraman hei tian saat para penjaga itu melihat ke arah nya. hei tian mulai menyerang para penjaga itu dengan taring dan cakar nya.


..Argh.!..


suara jeritan kesakitan dari penjaga yang mendapat serangan dari hei tian. beberapa penjaga lain nya mulai berdatangan saat mendengar geraman dan jeritan penjaga yang sudah terkapar tak berdaya di atas tanah.


para penjaga itu terkejut namun insting melindungi diri nya langsung keluar. mereka mulai mencabut pedang dari sarung nya yang menggantung di pinggang nya.


kurang lebih sepuluh penjaga itu mengurung hei tian dengan lingkaran yang di buat oleh mereka. hei tian berada di dalam kurungan manusia itu.


namun, itu tidak menyurutkan semangat nya. malah lebih bersemangat untuk menghabisi mereka.


tidak berapa lama beberapa penjaga mulai menyerang nya. kini pertarungan antara manusia dan hewan dapat di saksikan dengan jelas oleh sosok gadis yang tengah menonton dari jarak jauh.


..sring..


..sring..


..grrrhh!!..


..srekk..


..brugh..


..argh!..


kira kira suara pertarungan nya seperti itu. serangan para penjaga tidak satu pun mengenai tubuh hei tian. berbanding terbalik dengan nasib para penjaga itu.


dalam kurun waktu lima menit, para penjaga itu telah tumbang dan terkapar dengan tubuh penuh luka.


..prokk..


..prokk..


suara tepukan berasal dari sosok gadis berjubah hitam yang tengah duduk di atas kuda nya. sedari tadi dia memperhatikan peristiwa itu dari bawah pohon.


..jleb..


suara pisau menancap dengan mulus di punggung penjaga yang terlihat sedang berlari menjauh dari tempat itu.


pisau yang menancap di punggung nya itu berasal dari gadis yang baru saja bertepuk tangan yang tidak lain adalah xia yu.


xia yu berdecih. "cih.. mencoba kabur, dia kira bisa dengan mudah nya kabur dari ku." desis nya menatap remeh pada sosok yang telah terkapar itu.


xia yu dan keli pergi tempat nya. kini mereka berjalan dengan santai nya melewati tubuh manusia yang berserakan di tempat itu.


xia yu turun dari punggung keli setelah dia berhasil menghampiri hei tian. xia yu mengulurkan tangan nya untuk mengelus lembut kepala hei tian kemudian memuji nya. "kerja bagus..!"


"terimakasih nona.!" jawab hei tian.


**tbc