
Raja liu dan kedua pengawalnya mencari keberadaan xia yu semua orang yang tadi datang dengan raja liu juga mencarinya.
"Kenapa kalian tidak bisa menemukannya...? Apa guna kalian sebenarnya hah....?" tanya raja liu pada semua orang karena tak menemukan xia yu. Tidak berapa lama terdengar seseorang berlari dengan terengah-engah di hadapan semua orang.
"Salam hormat yang mulia... Hamba menemukan permaisuri yang mulia" ujar pengawal itu menghadap raja liu. Sedangkan raja liu sangat senang dapat menemukan xia yu.
"Di mana dia..?" tanya raja liu dengan tersenyum membuat semua orang di sana semakin bingung.
"Permaisuri berada di tepi danau dekat sini yang mulia" jawab pengawal itu.
"Antarkan aku ke sana" ujarnya tegas dengan mengibaskan lengannya.
"Baik yang mulia.. Mari saya tunjukkan jalannya" jawab pengawal itu dengan sedikit membungkuk dan mengulurkan tangannya ke arah depan dengan hormat.
Raja liu pun melangkahkan kakinya ke arah yang di tunjukan oleh si pengawal Semua orang mengikuti raja liu dari belakang dan tidak berani berkata-kata, tidak butuh waktu lama untuk mencapai danau itu raja liu telah tiba di tepi danau dan pengawal tadi menunjukan keberadaan xia yu raja liu pun melihat ke arah yang di tunjuk olehnya.
Terlihat seorang gadis dengan hanfu putih duduk di atas batu lumayan besar di tepi danau, wajah yang bersih tanpa riasan tapi bibirnya berwarna merah muda dengan rambut hitamnya yang tergerai indah terbang terbawa tiupan angin membuat semua orang yang melihatnya terpana, bagaikan malaikat yang turun dari langit dengan kesucian dan kesempurnaan yang tidak di buat-buat.
... Deg.. Deg.. Deg... ''Xia wei....!" lirih raja liu melihat xia yu dengan kesempurnaannya membuat jantung raja liu berdetak lebih cepat.
Raja liu melarang kasim untuk memberitahukan keberadaannya pada 2 orang yang sedang menikmati pemandangan danau dia berjalan melangkahkan kakinya mendekati xia yu.
fang yin yang melihat kedatangan raja liu mengulurkan tangannya berniat memberitahu xia yu akan kedatangannya. Tapi raja liu melarangnya dengan menaruh satu jari telunjuknya di depan bibirnya. Fang yin mengerti maksud raja liu dia pun undur diri untuk meninggalkan raja liu dan xia yu untuk berbicara. Sekarang raja liu sudah berada di tempat tadi fang yin berdiri dia melihat wajah xia yu yang masih basah karena menangis dia berniat mengelapnya tapi dia urungkan karena dia merasa tidak baik sebab dia tidak dekat dengan xia yu meski dia adalah suaminya.
"Maaf......." lirih raja liu membuat xia yu yang sedang asyik melamun tersadar dari lamunannya dia merindukan keluarganya. Xia yu berbalik melihat suara berat siapa itu tapi saat berbalik yang di lihat adalah raja liu dia pun membalikan badannya lagi. Raja liu melihat tanggapan xia yu setelah mendengar kata maafnya tapi xia yu lagi-lagi mengacuhkannya.
"Beginikah caramu meminta maaf." jawab xia yu dengan acuh
"Aku mohon maafkan aku..." ujar raja liu kembali memohon maaf dari xia yu
"Jika meminta maaf segampang itu apa kau akan memaafkan masalah yang tidak ku perbuat kemarin..?" tanya xia yu dengan nada kesalnya
"Bagaimana cara aku menebus kesalahanku... Agar kau mau memaafkan aku.?" ujar raja liu meminta saran untuk bisa menebus kesalahannya.
"Siksa tubuhmu seperti kau menyiksa ku..!!" jawab xia yu dengan acuh raut wajahnya dingin, dia bangkit berdiri dan meninggalkan raja liu sendiri di tempat itu.
Raja liu semakin sedih tak mendapatkan maaf dari xia yu dia pun mencoba menyusul xia yu yang berjalan dengan acuhnya melewati semua orang raja liu. Dia kembali ke kediamannya bersama fang yin yang mengikutinya dari belakang. Raja liu terus menyusulnya karena dia teringat dengan undangan dari istana xia yu harus pulang ke kota.
"Yang mulia hati-hati.." ujar sing cemas melihat raja liu tergesa-gesa menyusul permaisurinya Sampai membuat kaki raja liu tersandung batu beberapa kali.
"Yang mulia kenapa sih.. Dia terlihat seperti tersihir oleh wanita itu sampai berubah seperti itu.." ujar qiu menyusul raja liu dan sing. Semua orang yang datang bersama raja liu juga mengikutinya bahkan pelayan wanita dan pengawal juga heran dengan tingkah aja liu.
"Apa yang di lakukan wanita ja***g itu sampai membuat yang mulia seperti itu" bisik pelayan wanita 1
"Aku tidak tau.. Aku pikir kita kemari akan menjemput jasad wanita itu" bisik temannya
"Huh.. Aku juga berpikir seperti itu, tapi kenapa dia terlihat baik-baik saja..?" balas bisik pelayan 1
"Kita ikuti saja dulu nanti kita laporkan kejadian ini pada nona Lien hua" bisik temannya mengakhiri bisikan mereka.