The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
78. Saudara jiang.



Xia yu menaruh belati itu kedalam kotak special yang selalu dia bawa di lengan baju nya.


Kereta xia yu melaju dengan tenang dan irama suara langkah kaki kuda yang mengiringi perjalanan mereka.


xia yu dan fang yin sampai di tempat tinggal kelima saudara jiang. fang yin membantu xia yu turun dari kereta kemudian menurunkan barang yang tadi di beli dari pasar.


"kakak.. kakak.." panggil xia yu pada anak keluarga jiang yang umurnya lebih tua dari dia.


(kakak yang di panggil xia yu adalah ke tiga laki-laki saudara jiang. mereka adalah jiang yu, jiang ye, dan jiang yi.)


"kakak.. adik.. apa kalian ada di dalam..?" panggil kembali xia yu. dia juga memanggil kedua saudara perempuan jiang. yaitu jiang ya dan jiang ay. dia juga menanyakan keberadaan mereka.


"xia yu..." lirih jiang yu dari dalam rumah kecil itu. dia segera keluar setelah mendengar suara xia yu.


saudara jiang yang lainnya juga keluar rumah saat mendengar panggilan xia yu.


mereka bergegas meninggalkan pekerjaan mereka dan mendatangi sosok wanita yang menjadi penyelamat kehidupan mereka berlima.


"nona.. pluk.." ujar jiang yi menghampiri xia yu bermaksud memeluknya, tapi yang di peluk bukan tubuh xia yu melainkan tubuh jiang ye si pendiam.


"jaga sopan santun mu.." ujar jiang ye dalam pelukan jiang yi yang ceroboh.


"kakak.. aku hanya ingin memeluk nona.." rengek jiang yi pada kakak nya jiang ye.


"tidak apa kemari lah.. peluk aku, aku butuh pelukan." ujar xia yu mendengar rengek kan jiang yi. xia yu senang melihat sifat jiang yi yang polos dan jujur. dia juga saat ini sangat ingin sekali merasakan kehangatan keluarga.


"benar kah nona.. aku boleh memeluk mu..?" tanya jiang yi takut salah mendengar ucapan xia yu.


"jiang yi.." tegur jiang ye dan jiang yu. tapi tidak di dengarkan oleh jiang yi.


"ya kemari lah.." jawab xia yu merentangkan ke dua tangan nya menyambut pelukan jiang yi.


..pluk.. dengan sekejap gerakan jiang yi memeluk tubuh xia yu dengan ketulusan dan kehangatan nya membuat xia yu senang.


"nona aku rindu pada mu.." ujar jiang yi setelah dia melepas pelukannya.


"kenapa kau terus memanggil ku nona.. bukan kah aku menyuruh mu untuk memanggil nama ku atau adik..?" tanya xia yu kesal karena kelima saudara itu memanggil nya nona.


"kami tidak berani nona.. kami adalah bawahan nona, orang yang bekerja pada nona." jawab jiang ye mengambil alih pertanyaan xia yu.


"ya.. aku memanggil kalian bertiga kakak dan adik. tapi kenapa kalian terus memanggil ku nona seperti orang luar..?" bentak xia yu kesal karena dia berpikir jika dirinya tak di anggap keluarga oleh ke lima saudara jiang.


"bukan seperti itu nona.. kami memanggil mu seperti itu karena kami yang tidak pantas menjadi saudara nona." jelas jiang yu.


"benar nona." lanjut ke empat saudara jiang lainnya.


"sudah terserah kalian saja.. aku bosan berdebat dengan kalian, kalian tidak mau kalah." jawab xia yu kesal karena selalu kalah jika berhubungan dengan panggilan mereka terhadapnya.


"nona mau di taruh dimana belanjaan ini..?" tanya fang yin dan jiang ya saat menghampiri xia yu yang sedang cemberut membelakangi ketiga laki-laki itu.


"taruh di dapur saja.." jawab xia yu melihat ke arah fang yin dan jiang ya. saat mendengar ucapan mereka yang mengalihkan pembicaraan nya dengan kakak-kakak jiang.


"baik nona.." jawab mereka berdua.


sedangkan jiang ay adik bungsu dari saudara jiang. dia hanya memperhatikan kakak-kakak nya membantu xia yu dan fang yin.


xia yu dapat mengerti apa yang apa sedang di pikirkan jiang ay saat melihat ke empat saudara nya yang sedang membantu fang yin.


"bersabar lah kau akan beraktifitas kembali seperti biasa setelah tubuh mu kembali sehat." ujar xia yu melihat kegelisahan jiang ay.


"mm.. nona apakah racun ini akan benar-benar bersih dan aku akan sehat kembali.?" tanya jiang ay dengan raut wajah yang sedih. dia menahan rasa sakit dari dalam hati nya.


"ya kau akan sembuh.. asal kau selalu meminum obat yang aku resep kan untuk mu." jawab xia yu.


"ya nona.. saya selalu meminum obat yang di seduh kakak yu." jawab jiang ay.


"bagus lah.. tubuh mu akan bersih dari racun itu dan kembali sehat.. ayo kita susul mereka.." jawab xia yu. lalu dia mengajak jiang ay menyusul ke empat saudara jiang dan fang yin ke dapur.


"baik nona.. sekali lagi terimakasih telah menolong kami." jawab jiang ay.


"hmm.. ayo.." dehem xia yu mengangguk kan kepala nya dan mengulurkan tangan nya pada jiang ay.


jiang ay meraih tangan xia yu dan mereka berjalan ke arah dapur. xia yu dapat melihat semua benda yang di gunakan untuk membuat minyak. di sana juga banyak sekali kelapa tua yang sudah terkupas dari kulit serabut nya.


xia yu mulai menjelas kan kegunaan semua bahan masakan yang tadi di beli oleh fang yin di pasar. tidak ada yang terlewat dari cara meracik bumbu dan memasak nya.


xia yu ingin kelima saudara jiang memahami teknik meracik bumbu dan memasak masakan yang dia ajarkan. itu semua untuk bekal mereka terutama jiang ya dan jiang yu yang mengharuskan memenuhi kebutuhan perut kakak nya sebelum ada yang mengurusi mereka.


xia yu memasak makanan yang sederhana seperti kari ayam, goreng ayam serundeng dan berbagai tumisan seperti tumis jamur alami, tumis pucuk pakis dan masih banyak lagi.


xia yu, fang yin dan kelima saudara jiang memakan masakan yang mereka masak bersama. mereka menyantap makanan sederhana itu dengan bahagia karena canda tawa mereka saat makan bersama.


setelah selesai makan xia yu dan fang yin pamit untuk pulang ke kediaman raja liu. xia yu juga memberi pesan pada jiang yu untuk terus memberi obat pada jiang ay tiga hari ke depan xia yu akan kembali untuk mendeteksi sisa racun di dalam tubuh jiang ay.


xia yu berpamitan pada kelima saudara jiang dengan memeluk mereka satu persatu. bahkan saat xia yu memeluk jiang yu dan jiang ye telinga kedua pria itu berwarna merah. entah itu karena malu atau karena perasaan pribadi mereka terhadap xia yu.


sedangkan xia yu menghiraukan tingkah kedua pria itu. dia hanya menganggap kelima saudara jiang itu seperti saudara dan sahabatnya.


xia yu dan fang yin mulai menaiki kereta dan melajukan nya setelah mereka melambaikan tangan mereka ke arah saudara jiang yang melihat kepergian mereka dari pintu pagar rumah mereka.


**tbc