
Xia yu mengulur kan tangan nya untuk mengetahui apakah hewan buas di hadapan nya adalah sebuah patung atau bukan, dengan hati hati dia menggapai kaki hewan buas yang tak bergerak sama sekali. tangan nya yang memaki gelang dia gunakan untuk mengelus dan membelai bulu halus yang terdapat di seluruh tubuh tegap berdiri dengan menampilkan sosok buas nya. benar saja hewan itu masih saja tetap diam dan semakin membuat xia yu penasaran. dia juga menyadari jika setelah menyentuh macan itu gelang giok putih milik nya mengeluarkan cahaya biru sekitar beberapa detik dan hilang kembali.
xia yu bingung kenapa hewan itu tidak bergerak sama sekali padahal tubuh nya adalah tubuh makhluk hidup bukan semen atau tanah liat yang di bentuk menyerupai dengan hewan itu. karena penasaran xia yu menatap mata pada mata yang menyala itu. ada kesedihan di dalam mata nya dia semakin bingung apa yang membuat macan itu tidak bisa menggerakan tubuh nya.
"kenapa macan ini tidak bergerak ya..? padahal dia memang bukan patung." gumam xia yu mengitari tubuh hewan buas itu.
saat memutari tubuh besar itu xia yu tidak sengaja melirik semacam kertas kuning seperti segel untuk siluman atau semacam nya. karena penasaran xia yu menarik lepas kertas itu dari tubuh samping hewan buas itu dengan sekejap tubuh hewan itu mengeluarkan cahaya biru yang indah di gelap nya malam membuat xia yu terperanjat dari tempat nya karena terkejut.
...krak..
...krak..
...krak..
"..ahh.. lega nya.."
suara retakan tubuh yang tengah melakukan peregangan dan nafas lega nya karena merasakan tubuh nya terbebas dari rasa yang tek mengenakkan di tubuh besar nya.
xia yu hanya terdiam tak mengeluarkan suara atau bergeser dari tempat setelah dia terperanjat.
..ROARR..
geraman dari macan itu saat menyadari keberadaan xia yu di sekitar nya.
"SIAPA KAU..?" ujar macan itu bertanya pada xia yu yang masih menatap nya dengan tatapan yang penuh akan pertanyaan tak ada ketakutan sama sekali.
"HEY...!" sahut macan itu lagi saat xia yu masih tidak menjawab pertanyaan nya. "HEY..!" lanjut nya.
"SIAPA KAU ..? KENAPA KAU BISA ADA DI DALAM GUA INI..?" ujar nya lagi kesal tidak mendapat kan jawaban dari panggilan kedua nya.
"aku yang harus nya bertanya.. siapa kau..? bukan kah tadi kau itu sebuah patung..?" jawab xia yu setelah sadar dari lamunan nya.
"kau tidak berhak tahu siapa aku..!
aku akan membunuh mu sebelum kau membuat ku terkurung di dalam gua ini lagi.!" ujar macan itu membuat xia yu sadar jika hewan ini adalah seekor binatang sakral yang telah tersegel dan di kurung di dalam gua ini selama beberapa tahun.
"apa kau sudah gila..! aku lah yang membuat mu terlepas dari segel mu tapi kau malah mengira jika diriku adalah orang yang telah mengurung mu di dalam gua ini." jawab xia yu tak mau di salah fahami oleh hewan buas di hadapan nya dia menunjukan kertas kuning yang di cabut dari tubuh macan itu.
ya.. itu karena gelang xia yu yang menyala saat menyentuh kaki sang macan dan menampilkan tempat dimana segel itu di pasang oleh orang yang memasang nya.
"k..ke..kenapa kau bisa melihat segel kertas itu..?" ujar si macan berubah ekspresi saat melihat kertas yang di tunjuk kan oleh xia yu.
"entah lah aku hanya menyentuh kaki mu kemudian berputar melihat semua tubuh mu dan mendapati kertas ini di perut samping mu." jawab xia yu sambil berpikir apa yang dia lakukan pad macan di hadapan nya.
"ba..bagaimana bisa kau melihat kertas itu.. bahkan semua orang tidak akan bisa masuk ke dalam gua ini.." ujar si macan semakin bingung.
berbeda dengan xia yu, dia terpikir kan seseorang yang masuk akal dan bisa membuat nya melakukan hal di luar batas kemampuan nya. 'pasti ini ulah kakek li..' tebak xia yu.
"perkenal kan nama ku jing xia yu.. aku adalah murid dari tuan li.. apakah kau dengan tuan li.?" ujar xia yu bertanya ingin memastikan jika semua perkiraan nya benar atau salah.
"tuan li..?" ulang si macan mengerut kan dahi nya berpikir mencari sosok tuan li dari memori otak nya. "ah.. apa suara kakek tua yang selalu bertemu dengan ku di lam dunia mata batin" lanjut nya.
"mungkin saja.. kalau begitu apa kau masih ingin membunuh ku..?" ujar xia yu kembali membuat hening.
"tentu saja tidak.. kakek tua itu pernah berbicara pada ku. dia berkata jika suatu hari nanti akan ada seorang gadis muda yang akan melepas kan segel ku karena ketulusan hati yang di miliki oleh nya." jawab si macan.
"jadi apa aku adalah gadis itu..?" tanya xia yu mata nya penuh dengan harapan.
"mungkin...!" jawab si macan bimbang antara iya dan tidak jika xia yu adalah gadis yang di takdir kan untuk melepas segel nya atau bukan. namun dia memikirkan segala kemungkinan jika memang xia yu lah gadis yang di maksud oleh suara kakek tua yang dia temui di alam batin nya.
"jika kau masih ragu untuk apa kau menjawab pertanyaan ku.. aku paling tidak suka dengan orang yang tidak percaya diri dan tidak mempercayai ku." ujar xia yu.
"bukan itu maksud ku.. aku hanya bimbang dengan semua kenyataan di depan mata ku saja." jawab si macan tak bisa di pungkiri jika dia juga memikirkan jika ucapan xia yu ada benar nya.
namun yang membuat nya bingung adalah dia tidak bisa mendeteksi tingkat kultifasi berapa yang di miliki oleh gadis di hadapan nya. tapi dia dapat melihat jika xia yu itu jujur, percaya diri, tegas, tulus, dan tentu nya sangat berani tidak penakut. jika orang lain mungkin akan pingsan saat melihat dia dengan posisi yang sangat menyeramkan dan biasa seperti saat mata xia yu bertemu dengan mata nya.
"terserah toh kau tidak ada hubungan nya dengan ku.. aku masuk ke dalam gua ini hanya berniat untuk beristirahat bukan melepas segel atau sengaja menemui mu. jadi anggap saja jika kau tidak melihat ku, dan tolong jangan ganggu aku biar kan aku tidur di dalam sini untuk satu malam." ujar xia yu dia tidak mau ribet-ribet dengan pemikiran si macan yang telat mikir.
xia yu membaring kan tubuh nya di atas batu datar yang terdapat di dalam gua itu di atas nya juga terdapat serabut jerami yang dapat menghangat kan nya. dia sempat berpikir apa ada orang yang menjaga si macan di dalam gua ini karena terdapat beberapa helai kain yang tergantung di atas gading gajah yang menempel di dinding itu.
tapi dia tidak mempedulikan hal itu kalian harus ingat jika xia yu sudah lelah dan ingin tidur dia tidak akan mempedulikan situasi macam apa yang akan di dapati nya saat bangun yang penting menutup mata saja untuk tidur dan hadapi apa yang akan kamu lihat saat terbangun.
si macan pun merebahkan tubuh nya untuk tidur, karena dia juga merasa lelah karena selama di segel mata nya terus saja terbuka tidak pernah menutup sekarang dia merasakan pegal dan linu di setiap tulang nya. aneh ya kenapa bisa seperti itu padahal binatang sakral tapi entah lah itu hanya imajinasi author nya yang sedikit gesrek dan over.
**tbc