
"booddoohhh....." lirih xia yu kepada selir yenny membuatnya semakin murka.
"kau..!!" ujar selir yenny bangkit dan mengambil pedang yang ada pada pingang pengawal tadi yang membawanya masuk, dia menyerang xia yu dengan tangannya yang gemetar tak terima jika xia yu masih hidup. semua tambah terkejut bahkan kaisar putra mahkota dan raja liu sampai terheran-heran kenapa selir yenny bisa seperti itu padahal tadi dia susah sekali di suruh mengaku tapi saat berhadapan dengan xia yu dengan gampangnya dia mengakui perbuatannya di masa lalu.
Yanto tidak mengerti bagaimana kakaknya bisa kehilangan akalnya seperti itu bahkan sampai mengaku di hadapan kaisar dia semakin murka melihat xia yu tersenyum mencemooh kebodohan kakaknya dia juga sangat ingin mencabik-cabik xia yu tapi dia urungkan karena keluarganya pasti dalam bahaya jika dia mengangkat pedang di dalam istana karena dia adalah komandan kamp militer raja minghao. dia bingung harus bersikap apa sekarang jika tidak mengakui perbuatannya hukumannya akan bertambah tapi dia juga sangat enggan mengakui kesalahannya mau di taruh dimana mukanya jika dia mengaku semuanya serba salah dia hanya menundukan wajahnya.
"xia wei... akan ku bunuh kau...!!" teriak selir yenny menghunuskan pedangnya pada xia yu, sedangkan xia yu tidak menghindar dia sengaja ingin mengtahui respon orang-orang terhadap pembunuh seperti selir yenny yang terang-terangan ingin menyakiti xia yu 'sampai dimana rasa kemanusiaan mereka terhadap gadis lemah seperti xia wei' batin xia yu. dia hanya melihat sekitar dan mendapati tatapan acuh bahkan raja liu tidak bergerak sedikit pun padahal dia tahu bahwa xia yu benar-benar tidak bersalah tapi dasar hati raja liu telah tertutupi oleh satu nama bahkan tubuhnya sudah sangat kotor bagi seorang nona.
"...Slash,.... nona...." teriak fang yin melihat xia yu terluka di bagian lengannya yang tergores oleh pedang. xia yu melihat luka di tangannya yang mengeluarkan darah "ternyata kalian memang tidak menginginkanku hidup yah..." lirih xia yu tersenyum melihat semua orang hanya diam saat dia di serang dengan amarah yang sedari tadi dia tahan xia yu mengambil pedang dari seorang pengawal bayangan raja liu yaitu qiu yang tidak jauh darinya dan dengan satu tarikan pedang itu tercabut dari sarungnya membuat qiu mematung melihat tindakan xia yu.
xia yu menghampiri selir yenny yang sudah siap dengan pedangnya dia mulai menyerang xia yu dengan sangat tidak beraturan dia hanya menginginkan xia yu mati di tangannya sekarang. ...syut..syut...syut..... suara ayunan pedang selir yenny yang di arahkan pada xia yu tapi tidak satu pun dari serangan itu dapat mengenainya. xia yu seolah angin yang di tebas oleh selir yenny dia sangat cepat bahkan semua orang sangat terkejut dengan keahlian xia yu.
"kurasa cukup untuk bermain.. kau tidak akan mampu membunuhku.. sekarang adalah giliranku."ujar xia yu mulai menyerang selir yenny dengan pedang qiu.
"ini untuk ibukku.... " ujar xia yu menyerang selir yenny dengan satu tebasan di lehernya yang membuat kepala selir yenny terpisah dari tubuhnya 'dan xia wei..' batin xia yu.
"TIDAK...!!" jerit laki-laki tadi yang mencoba menghentikan xia yu yang tidk lain adalah ayah xia wei.
"KAKAK...!!" jerit yanto melihat selir yenny tewas di hadapannya dengan cara yang sangat mengerikan, dia tak mampu menatap jasad kakanya yang sudah terpisah itu dia mengalihkan pandangannya pada xia yu kemudian pada raja liu.
serangan xia yu membuat semua orang yang berada di sana sangat-sangat terkejut para wanita menjerit takut dengan apa yang mereka lihat bahkan mereka memegangi lehernya sendiri, sedangkan para pria yang tadinya mengacuhkan xia yu kini ada perasaan takut ngeri terhadap gadis di hadapannya. bahkan kaisar dan permaisuri li wei sampai terduduk lemas melihat itu, xia wei yang mereka kira gadis bodoh, gagu, jelek, tidak berguna bahkan sangat penakut sekarang seperti malaikat pencabut nyawa dengan hanfu putihnya yang meninggalkan bercak merah darah di seluruh roknya.
**tbc