The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
309. Kabar pernikahan..



***


"Tolong ampuni kami, Tuan! Kami tidak bermaksud membicarakan Yang Mulia kaisar. Kami benar-benar tidak bermaksud." Sergah pelayan wanita meminta ampun, karena telah membicarakan Pemimpin kerajaannya.


Raut wajah tidak sabaran terpampang jelas di mata Serigala Abu-abu. Dia kembali membentak ketiga pelayan itu dengan suara kerasnya. "Jawab pertanyaan ku, bukannya meminta ampun!"


Ketiga pelayan itu tersentak mendengar teriakan Serigala abu-abu. Namun mereka sadar, jika mereka tetap bungkam. Nyawa


mereka akan menjadi taruhannya. Maka dari itu, mereka memilih berkata jujur dari pada harus kehilangan nyawa.


"Ka.. Kami, hanya membicarakan ka-kabar yang beredar, Tuan.." Lirih salah satu pelayan dengan suara yang terbata-bata karena takut.


"Bicara yang benar! Jangan terbata-bata seperti itu." Serigala abu-abu kembali membentak. Dialah pemuda yang paling tidak sabaran dari seluruh orang kepercayaan Yuan Zhu-Miing.


"Ba-baik, Tuan." Jawab pelayan itu masih terbata-bata. Namun ketika menjelaskan kabar yang sedang hangat di bicarakan oleh para pekerja istana, penjelasan itu berjalan mulus tanpa terputus-putus.


Setelah mendengar penjelasan pelayan itu, raut wajah tak menyenangkan kembali menghiasi wajah Serigala abu-abu. Pelayan berwajah imut itu mengambil langkah seribu dan pergi menuju gedung utama milik Kaisar Yuan Zhu-Ming atau Tuan Neraka yang berada di Istana Tiankong.


Bayangan Satu yang sedang berjaga di depan pintu terlihat waspada tatkala melihat kepanikan dari wajah sahabatnya. Dia segera menghentikan langkah seribu Serigala Abu-abu, lalu menanyakan sikapnya yang panik.


"Ada apa?" Ucap Bayangan Satu yang secara tidak langsung ikut panik.


Serigala abu-abu tidak menjawab pertanyaan Bayangan Satu. Dia malah balik bertanya. "Tuan, ada di dalam, kan?"


"Ya," Bayangan Satu mengangguk cepat, dan menjawab pertanyaan yang di lontarkan temannya.


"Baguslah, ayo masuk! Aku harus segera menyampaikan kabar menggelikan ini secepatnya." Ujar Serigala abu-abu sambil menggerutu tidak jelas.


Bayangan Satu menaikkan satu alisnya ketika dia mendengar gerutuan Serigala abu-abu. Karena merasa tidak paham, dia mencegah Serigala abu-abu yang sudah masuk lebih dulu darinya dengan melontarkan pertanyaannya.


"Kabar menggelikan apa maksudmu?" Ucap Bayangan Satu menghalangi jalan Serigala abu-abu.


Serigala abu-abu mendengus kesal, rasa penasaran temannya itu malah menghambatnya bertemu dengan Tuannya. Karena kesal, Serigala abu-abu menjawab pertanyaan Bayangan Satu dengan nada yang ketus.


"Bayangan Satu, bisakah kau berhenti bertanya? Jika ingin tahu, kau bisa mengikuti ku. Kalau tidak, berhentilah memotong jalan ku. Huh!" Ketus Serigala abu-abu yang mendengus ketika dirinya melewati tubuh Bayangan Satu yang sedari tadi menghalangi jalannya.


Bayangan Satu pun mengalah, akhirnya dia memilih mengikuti Serigala abu-abu dari belakang. Sesampainya di dalam ruang kerja milik Yuan Zhu-Ming, mereka berdua langsung memberikan hormat pada Tuannya.


"Memberi hormat pada Yang Mulia Kaisar.." Ucap Serigala Abu-abu yang di ikuti oleh Bayangan Satu.


Di dalam ruangan itu terlihat sosok pria dewasa sedang duduk menghadap meja panjang. Meja itu yang di hiasi beberapa gulungan buku dan alat tulis jaman dulu yang berbentuk kuas. Yuan Zhu-Ming, seorang pemimpin kerajaan Tiankong yang terkenal dengan kekejamannya ketika menghukum penjahat. Wajahnya tampak seperti sebuah patung hidup yang di ukir oleh para dewa.


Sosoknya sangat indah dan tergambar sangat sempurna. Dia memiliki bibir yang tipis nan seksi, hidungnya teramat mancung, dan sepasang alis tebal yang tajam menambah kesan acuh tak tersentuh. Bahkan sorotan matanya tak dapat di tebak. Tubuhnya memancarkan aura dingin dan gagah. Pakaian yang dikenakannya pun, terlihat sangat sesuai dengan postur tubuhnya yang tinggi di atas rata-rata. Membuatnya terlihat seolah-olah dirinya adalah seorang Raja yang pembangkang ketika masa mudanya.


Ada sifat penyendiri yang membuat siapa pun sangat sulit untuk mendekatinya, dan jangan lupakan sikapnya yang mempesona secara otomatis membuat dirinya memang layak untuk di hormati. Namun, pria berkarisma itu akan berubah menjadi pria kejam ketika dirinya di hadapkan dengan lingkungan yang bejat dan korup di sekitarnya.


Yuan Zhu-Ming mengangkat wajahnya yang sedari tadi fokus membaca informasi pun teralihkan. Kini, tatapan dinginnya menangkap dua sosok pria yang saat ini sedang memberikan hormat padanya. Satu alisnya terangkat tinggi, di waktu yang sama dia berkata.


"Bangunlah.." Lirih Yuan Zhu-Ming sambil melambaikan tanggannya menyuruh kedua anak buahnya segera mengakhiri sikap hormatnya. Kemudian dia melemparkan pertanyaan pada mereka berdua.


"Apa yang membawa kalian datang kemari dengan tergesa-gesa seperti itu?" Tanya Yuan Zhu-Ming, setelah kedua anak buahnya bangkit. Di waktu yang sama, dia kembali mengalihkan pandangannya pada gulungan buku yang masih dipegangnya.


Mendengar pertanyaan dari Tuannya, Serigala abu-abu dan Bayangan Satu berjalan mendekat. Mereka berhenti saat berada di jarak aman dan sopan. Serigala abu-abu mulai memberitahu Tuannya tentang berita yang baru saja dia dengar.


"Yang Mulia, di Istana... Saat ini sedang tersiar kabar bahagia. Namun.. sepertinya itu kabar buruk bagi anda." Suara Serigala abu-abu terdengar was-was ketika menyampaikan berita yang dia dapat dari ketiga pelayan tadi. Dia takut Tuannya akan murka dan kemurkaannya akan dilampiaskan padanya.


Dan benar saja, setelah mengucapkan kata-kata yang ambigu, Yuan Zhu-Ming langsung menatap nyalang pada Serigala abu-abu. Tatapan itu bak sebilah pedang yang langsung ditodongkan pada lehernya.


"Jangan berbelit-belit, langsung pada intinya saja!" Suara dinginnya terdengar acuh tak acuh. Mungkin karena Yuan Zhu-Ming mengira kabar penting itu tidak ada kaitan dengannya.


Serigala abu-abu menelan salivanya secara kasar. Setelah itu dia menarik nafas dan membuangnya sebelum melanjutkan ucapannya.


"Yang Mulia, di Istana saat ini tersiar kabar Pernikahan. Orang-orang mengira.. Yang Mulia, akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat."


Usai kata-kata itu keluar, Serigala abu-abu mendapatkan dua tatapan tajam dari dua orang sekaligus. Bayangan Satu menatap tak percaya pada apa yang baru saja di dengarnya. Sementara wajah Yuan Zhu-Ming yang terlihat dingin menjadi suram. Bahkan dia tidak sadar kalau kedua tangannya mengepal kuat, sehingga membuat buku-buku tangannya memutih.


'Brakk!'


"Siala*!"


Rahang Yuan Zhu-Ming mengeras saat dia mengumpat kata kasar, dia melemparkan gulungan buku yang dipegangnya secara acak dan cepat. Hampir saja gulungan itu mengenai wajah Serigala abu-abu.


"Yang Mulia..." Kedua anak buahnya panik. Mereka melihat perubahan drastis pada diri Yuan Zhu-Ming.


Kedua mata Yuan Zhu-Ming terbuka lebar, warna darah terlihat di pupil matanya, urat-urat syaraf di tubuhnya menonjol, amarah besar terpancar dari kedua matanya. Di dalam pikirannya Yuan Zhu-Ming memutar kembali ingatan beberapa hari yang lalu.


"Sepertinya, beberapa hari ini aku terlalu baik pada pria tua itu!" Lirihnya dengan suara yang menakutkan.


"Yang Mulia, mohon tenanglah.." Bayangan Satu dan Serigala abu-abu, tahu betul apa yang membuat Tuannya begitu murka.


Beberapa hari yang lalu, tepat ketika Yuan Zhu-Ming beserta jajaran istana membahas pemberontakan dan pengkhianatan yang terjadi di kerajaan Tiankong. Pada akhir sidang itu, ada salah satu tetua mengajukan diri. Pria paruh baya itu bernama Huang Yi.


Tuan Huang Yi berasal dari ibukota Tiankong, dia adalah Menteri sekaligus jendral yang bertugas di sayap kiri kerajaan Tiankong. Dia juga masih terikat keluarga dengan silsilah keluarga kerajaan Tiankong, dan dia bersama keluarganya adalah satu-satunya orang luar yang masih bertahan sampai saat ini.


Di akhir sidang saat itu, Tuan Huang Yi mengajukan diri dan bertanya perihal posisi permaisuri yang masih kosong, karena mengetahui Yuan Zhu-Ming belum pernah menikah atau berhubungan dengan perempuan mana pun.


Setelah mendengar ucapan Tuan Huang Yi, semua jajaran istana mulai melemparkan pertanyaan aneh. Bahkan saking anehnya mereka bergelut dengan pikiran mereka sendiri.


Apakah Yuan Zhu-Ming belum memiliki niat untuk mempersunting seorang gadis menjadi pendampingnya? Atau mungkinkah, Yuan Zhu-Ming tidak tertarik pada perempuan? Apa dia penyuka sesama jenis?


Memiliki pikiran ke arah yang salah, membuat jajaran istana tak enak hati. Sebelumnya, mereka hanya memikirkan kelanjutan Kerajaan Tiankong saja. Saat ini, belum ada penerus kerajaan dari pemimpin mereka. Kerajaan juga membutuhkan dukungan dari kerajaan lain. Mengingat Klan iblis telah menyalakan bendera perang kembali, lewat pemberontakan dan pengkhianatan itu. Para tetua itu takut, Klan iblis berhasil melumpuhkan Kerajaan Tiankong.


Pembicaraan di atas tentu saja mendapatkan tatapan tajam dari pemimpin kerajaan. Bahkan ketika Tuan Huang Yi dan beberapa tetua lainnya mengusulkan agar Yuan Zhu-Ming segera menikah. Dan tepat setelah masalah pemberontakan selesai, Para tetua akan mengurus pencarian atau pemilihan calon istri untuk Kaisar. Dan hari ini adalah hari dimana para putri dan gadis bangsawan yang terpilih akan datang ke istana.


Perilaku sewenang-wenang itu tentu saja membuat Yuan Zhu-Ming murka. Dia tidak habis pikir, kenapa para pria paruh baya itu harus memusingkan kehidupan pribadinya. Padahal, semenjak Yuan Zhu-Ming tiba di kerajaannya, dia merasa kesepian. Dia merasa hidupnya benar-benar sunyi ketika tidak melihat dan mendengar Gadis yang beberapa Minggu sebelumnya menguasai pikirannya, hingga dia hanyut dalam masa bersama gadis itu.


**tbc