
***
Seorang pria bertubuh jangkung berjalan dengan tergesa-gesa ke hadapan tujuh pria yang datang ke Paviliun Sakura tanpa di undang. Kelima prajurit bayangan yang membawa Xiao Huang dan Hei tian menghentikan langkah kaki mereka secara bersamaan. Tatkala sosok yang mereka kenal bergegas mendatangi mereka.
Bukan tanpa alasan para prajurit bayangan itu datang ke tempat kedua terlarang yang ada di Istana Neraka. Namun mereka tidak tahu harus melapor pada siapa. Sedangkan tadi, ketika mereka membawa dua pria yang mereka tahan ke gedung utama untuk melapor pada tuannya. Penjaga di sana memberitahu pemimpin prajurit bayangan bahwa Tuannya tidak ada di tempat. Dan satu-satunya orang yang mereka percayai adalah Kakak ketiga, pengawal bayangan yang di perintahkan mengawal Tabib Misterius.
Kelima pria itu serempak memberi hormat pada Daihe, tepat setelah pria itu berdiri di hadapan mereka. Sementara dua gadis yang berada di dalam kamar tengah asik menunggu waktu untuk pertunjukan mereka. Dua gadis itu tidak lain Xia yu dan Fang yin.
"Nona, sepertinya Xiao huang dan Hei tian telah sampai dengan selamat." Ujar Fang yin yang saat ini sedang mengintip keadaan di luar kamar lewat pintu yang dia buka sedikit hingga membuat celah untuk mengawasi keadaan diluar.
Gadis itu bahkan menampilkan senyum jenakanya yang terlihat begitu manis di bibirnya. Dia begitu bersemangat setelah beberapa saat yang lalu, Xia yu memberitahu Fang yin terkait rencana mereka yang akan pulang ke Kerajaan Xing. Xia yu tahu bahwa temannya itu merindukan kampung halamannya. Terutama merindukan keluarganya. Namun, Xia yu tidak tega memberitahu keadaan sebenarnya yang terjadi pada kampung halamannya itu. Dia sendiri pun belum tahu kabar keluarganya, apalagi kabar keluarga temannya. Satu hal yang Xia yu harapkan adalah keselamatan mereka.
Xia yu mulai mendatangi Fang yin, dan dia pun melakukan hal yang sama seperti sahabatnya. Mereka seperti gadis remaja yang sedang mengintip para pria yang sedang melakukan drama di luar kamarnya. Hingga terdengar suara pemimpin prajurit itu berkata dengan nada hormat ketika posisi dirinya dan pria yang di hormati saling berhadapan.
"Kakak ketiga," Panggil pemimpin kelompok prajurit yang bernama Shijin.
"Ada apa kalian datang kemari? Siapa mereka?" Kalimat itu keluar dari bibir tipis sang pria, yang tidak lain adalah Daihe. Suaranya terdengar sangat dingin ketika dia bertanya seraya menunjuk kedua tamu tak di undang itu dengan ujung matanya. Tatapannya terlihat sangat tidak bersahabat.
"Kakak ketiga, kami menemukan mereka sedang dalam perjalanan menuju Istana Neraka. Mereka berdua mengaku bahwa mereka adalah orang kepercayaan Tabib Misterius. Aku takut mereka hanya membual, jadi kami menahan mereka dengan cara mengikat tubuh mereka pakai Tali ajaib." Jelas Shijin berusaha menyampaikan penjelasannya dengan sangat hati-hati ketika keringat dingin mulai menetes di punggungnya.
'Orang kepercayaan Tabib Misterius?' Daihe menaikan satu alisnya. Dia mengarahkan tatapannya pada Xiao huang dan Hei Tian secara bergantian. Seolah mencari kejujuran dalam diri mereka.
Daihe merasa ragu, tidak berapa lama dia bertanya dengan nada mengejek. "Kau yakin mereka orang kepercayaan Tabib Misterius?"
"A_ Aku.." Shijin menggantungkan ucapannya. Dia pun kembali ragu kepada dua pria yang dia bawa.
Xiao huang merasa kesal ketika dia dan Hei tian kembali mendapatkan keraguan dari orang-orang di kerajaan itu. Dia melirik tajam Daihe, menunjukan kekesalan hatinya lewat tatapan mata. Sementara Hei tian yang sedari tadi diam saja mulai merasa khawatir temannya akan lepas kendali. Hei tian tahu jika temannya itu makhluk yang tidak memiliki kesabaran. Maka dari itu dia segera berdehem agar temannya tidak melanjutkan tatapan mautnya. Setelah itu dia berkata dengan sopan pada Daihe.
"Hmmm.. Maaf, menyela Tuan. Perkenalkan, nama saya Hei Tian, dan pemuda di samping saya Xiao huang. Kami berdua adalah orang kepercayaan Tabib Misterius. Kami datang bukan untuk membuat keributan atau pemberontakan, terlebih kami berdua bukan penyusup. Kami datang kemari karena mendapatkan kabar bahwa Tuan kami ditawan di kerajaan ini. Jika anda masih tidak percaya, anda bisa memberikan token yang di pegang adik anda dan menyerahkannya pada Tuan kami." Jelas Hei tian panjang lebar. Tak memberi celah bagi mereka untuk menghentikan ucapannya.
Daihe yang mendengar jelas penjelasan Hei tian pun mengalihkan pandangannya pada Shijin. Shijin pun mengerti dan langsung memberikan benda yang di sebutkan oleh Hei tian kepada Daihe. Sementara dari arah belakang mereka, terlihat seorang gadis berpakaian berbeda dari pada gadis lainnya berjalan dengan sedikit berlari ke arah mereka.
Seperti biasa tubuhnya di balut dengan pakaian berwarna gelap. Dia datang dengan langkah yang tegas namun tampak anggun. Membuat siapa pun yang melihatnya akan terpesona, terpukau dengan penampilannya. Dialah Fang yin, pelayan sekaligus sahabat pertama bagi Tabib Misterius.
Tepat di depan kerumunan itu Fang yin mengeluarkan suaranya dan memanggil seseorang yang dia kenal.
"Hei tian, Xiao huang?"
Usai panggilan itu terdengar, semua orang mengalihkan perhatian mereka kepada sosok gadis yang tidak pernah mengeluarkan suaranya di hadapan orang lain, terkecuali pada Nan Fefei dan Minghao. Sementara kedua pria yang gadis itu panggil langsung tersenyum padanya. Xioa huang dan Hei tian menjawab panggilan sahabat tuannya.
"Fang yin.." Ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Ternyata benar kalian? Aku kira tadi.. aku hanya salah dengar. Tapi ternyata memang kalian." Imbuh Fang yin seraya lebih mendekat kepada mereka. Dia berbicara seolah dia tidak percaya yang di lihatnya adalah temannya. Padahal kemarin-kemarin mereka bertiga tertawa dan berlatih bersama dengan tuan mereka.
Ketika mendapatkan pertanyaan dari Fang yin, Xiao huang seperti mendapat angin segar. Dia langsung menunjuk kelima prajurit itu dengan mulutnya. Sontak saja semua prajurit itu membelalakkan mata mereka secara bersamaan. Bahkan hal itu tidak terjadi pada kelima prajurit itu saja. Para pelayan dan penjaga yang ada di sana pun terbelalak kaget. Akan tetapi bukan karena kebenaran itu mereka terkejut, tetapi karena wajah Xiao huang saat ini terlihat begitu lucu.
Wajah tampan yang terlihat berkarisma, dewasa, gagah, dan tangguh itu sirna tatkala Xiao huang memajukan bibirnya beberapa senti. Membuat dirinya seperti anak muda yang sedang merajuk pada ibu nya.
'fff..'
Fang yin hampir saja tertawa, namun untungnya dia segera menelan kembali tawanya. Detik berikutnya dia merubah ekspresi hangatnya kembali dingin dan tidak bersahabat. Dia melayangkan tatapan pada lima pria yang mengelilingi mereka bertiga.
"Siapa kalian?" Tanya Fang yin dengan nada ketus. Dia belum pernah bertemu dengan lima prajurit itu.
Daihe mengernyitkan dahinya melihat perubahan ekspresi gadis itu. Dia baru sadar, kalau gadis itu adalah pelayan pribadi sekaligus sahabat Tabib Misterius yang terkenal bungkam seribu bahasa. Tapi, apa yang dia lihat beberapa detik lalu gadis itu seperti gadis normal lainnya. Dan kali ini dia kembali memasang wajah tak bersahabat-nya.
Daihe menghela nafas kasar, dia pun menjelaskan kepada Fang yin siapa kelima pria yang datang ke Paviliun sakura, dia juga memerintahkan Shijin menjelaskan dari awal pertemuan mereka tiba di tempat itu.
Berkat token dan pembuktian Fang yin yang mengenali Kedua tamu tak di undang itu, Daihe memerintahkan Shijin melepaskan mereka. Setelah itu Daihe memperkenankan Xiao huang dan Hei tian masuk dan bertemu dengan Xia yu. Namun, dengan syarat kedua pria itu harus berinteraksi dengan Xia yu di hadapannya. Daihe tidak menginginkan hal yang tak di harapkan terjadi karena dia percaya sepenuhnya pada pendatang itu.
Xiao huang dan Hei tian menyetujui syarat yang di ajukan. Mereka pun bergegas pergi ke kamar Xia yu. Lebih tepatnya keruangan tamu. Sebelum pergi, Daihe membisikan sesuatu pada Shijin. Setelah itu dia membubarkan keramaian itu dengan perintahnya.
Di dalam kamar, Xia yu terlihat seolah sedang sibuk membaca buku tidak tertarik pada keributan yang terjadi di halamannya beberapa detik yang lu. Hingga ketukan pintu menyadarkannya dan membuatnya mau tidak mau menjawab seseorang yang berbicara di luar kamar.
"Masuk.."
Fang yin melangkahkan kakinya memasuki kamar pribadi milik Xia yu, sementara ketiga pria yang terdiri dari Xiao huang, Hei Tian, dan Daihe menunggu di ruang tamu. Fang yin memberitahu Nona-nya kedatangan sahabatnya, dia juga memberitahu tentang Daihe yang tidak membiarkan mereka berinteraksi tanpa melibatkannya.
Xia yu sudah menebak kalau pria yang dia panggil penguntit itu akan berpikir ke arah sana. Untungnya dia memberitahu teman-temannya untuk menyetujui apapun persyaratan yang di berikan oleh Daihe. Xia yu pun beranjak dari duduknya dan mendatangi mereka.
Sesampainya di ruang tamu, Xia yu langsung menyambut kedatangan kedua sahabatnya dengan pelukan hangat. Akan tetapi, ketika Xiao huang dan Hei tian akan mendatanginya, tiba-tiba pria yang bernama Daihe itu menghentikan mereka. Jantung Pria itu berdegup kencang, kurang satu detik saja dia akan kehilangan pangkatnya. Dan mendapat hukuman jika peringatan dari Tuannya gagal dia laksanakan.
Perlakuan Daihe tentu saja membuat kesal Xiao huang yang lebih agresif jika sudah menyangkut Xia yu. Terbukti dengan apa yang di lakukan Xiao huang saat ini. Dia tidak segan melayangkan Kaki dan tangannya untuk memberi pelajaran pada Pria berwajah kaku itu. Namun bukan Daihe namanya kalau tidak dapat membalas.
Tapi sebelum perkelahian itu berubah sengit. Xia yu segera berteriak dan memerintahkan Hei tian agar menarik Xiao huang dan menjauhkannya darI Daihe, Xia yu memberi pengertian pada Daihe bahwa dia telah menganggap mereka saudara, jadi pelukan itu adalah hal wajar.
Daihe tetap tidak memperbolehkan Xia yu dekat-dekat dengan mereka. Dia mengatakan pada Xia yu bahwa tugasnya adalah menjaga Xia yu dan mengawasi siapa saja yang dekat dengan Xia yu. Bahkan dia juga mengawasi Fang yin. Hal itu di lakukan atas perintah yang di berikan oleh Tuannya satu minggu yang lalu.
Dan pada akhirnya, Xia yu dan teman-temannya yang mengalah. Setelah itu, Xia yu menyambut kedua sahabatnya dengan jamuan makan yang di buat oleh koki istana. Mereka pun berbincang-bincang, melepas rindu dan saling menanyakan kabar. Hingga tiba waktunya umpan di lempar. Dan Umpan itu telak akan membuat Daihe terkejut bukan main.
"Nona, Raja Liu, mengumumkan bahwa dirinya akan kembali menikah dengan Anda!"
'BOOMM!'
**tbc