The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
265. Ternyata itu dia!



***


Sesuai perintah dari Tuan Neraka, Xia yu bisa pergi kemana-mana dengan bebas di tempat itu selama dia tidak melewati batas. oleh karena itu, Xia yu bisa menghafal bagian dalam dan bagian luar tempat itu hanya dalam waktu kurang dari setengah hari.


Di antara tempat-tempat itu, ada beberapa pembatas yang ditempatkan di sana. Dia justru menemukan sebuah tempat yang bagus.


Itu adalah sebuah mata air panas yang berada di atas gunung, tepatnya di belakang akademi. Itu adalah lahan pribadi milik Tuan Neraka dan tidak ada seorang pun orang luar yang diizinkan untuk masuk. Xia yu sekilas melihat tempat itu dari luar. Kemudian, dia langsung pergi karena ada pembatas yang terpasang di sana.


Setelah berkeliling Xia yu kembali ke Menara Medis. Dia langsung menuju ke lantai tiga dan empat dimana tanaman obat tersimpan. Semula dia hanya ingin melihatnya sebentar. Namun dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari tempat itu.


Tanaman obat ajaib yang Xia yu minta dari pasar gelap untuk pengobatan lengan kakaknya tidak pernah terkumpul. Dia tidak menyangka bahwa tempat ini akan memiliki segala jenis tanaman obat ajaib yang dia perlukan.


'Woww! Semua tanaman obat ajaib yang aku cari ada di sini. Kalau begitu, aku tidak akan sungkan lagi. Hihi..' Teriak Xia yu dalam hati, dia begitu senang ketika melihat begitu banyaknya tanaman obat ajaib.


Xia yu mengambil beberapa tanaman obat ajaib. Dia berniat meracik beberapa salep dan pil untuk tendon kakaknya yang terlepas, ketika lelaki dewasa itu menghalangi serangan serigala yang tertuju padanya.


Pak Tua Lin mengikuti Xia yu ke atas menara. Dia melihat Xia yu mengambil lebih dari sepuluh jenis tanaman obat ajaib. Pak Tua Lin tidak tahan lagi, dia segera bertanya ketika melihat Xia yu akan turun ke lantai bawah.


"Untuk apa kamu mengambil semua itu? Itu semua adalah tanaman obat ajaib yang sangat berharga. Setiap tanaman obat ajaib itu nilainya setara dengan ribuan keping emas."


Ketika mendengar kata-kata itu, raut wajah Xia yu terlihat datar. Dia menatap Pak Tua Lin sambil berkata.


"Semua tanaman ini untuk meracik obat. Tuan Neraka mengatakan bahwa dia akan melepaskan kekuatan mistik ku setelah aku berhasil membuat obat ajaib tingkat tinggi tanpa kekuatan mistik. Maka dari itu, aku harus membawa semua tanaman obat ajaib ini untuk membuat obat tersebut. Dan aku akan meneliti sebagian tanaman obat lainya, karena Tuan Neraka ingin aku membuat obat penangkal Racun Api Neraka."


Pak Tua Lin merasa agak ragu. "Tapi tanaman obat yang kau bawa, sama sekali tidak cocok untuk melawan Racun Api Neraka!"


"Pak Tua Lin, kamu sepertinya tidak tahu. Seluruh tanaman obat bisa saling menangkal dengan beberapa cara. Meskipun aku belum bisa meracik obat penawarnya, tapi aku tahu bahwa aku tidak salah." Wajah Xia yu benar-benar terlihat serius sehingga Pak Tua Ling tertegun di buatnya.


"Lalu, apakah ada hal lain yang kamu butuhkan? Kami memiliki banyak peralatan medis di Menara Medis ini. Jika ada yang kamu butuhkan, kamu bisa menemui ku kapan saja."


Xia yu tiba-tiba tersenyum. kedua matanya menyipit, dia pun berkata. "Pak Tua Lin, kamu benar-benar baik. Jangan khawatir, jika aku membutuhkan lebih banyak tanaman obat ataupun peralatan medis. maka aku akan mencari mu. Ayo, ayo! Kamu bisa membantu untuk memilih apa saja yang aku butuhkan!"


Xia yu menepuk bahu Pak Tua Lin, seolah-olah dia adalah teman baiknya. Kemudian, mereka berdua turun dari Menara Medis.


Malam itu Xia yu sedang berada di halaman kecilnya. Dia mulai meracik pil yang akan dia buat untuk di tunjukkan kepada Tuan Neraka. Sementara obat untuk kakaknya, akan dia buat setelah dia berhasil kembali ke kerajaan Bei. Dan semua tanaman obat ajaib sisanya akan dia masukkan ke dalam ruang dimensi setelah dia berhasil mendapatkan kembali kekuatan mistiknya.


Sementara itu, di sisi lain gedung utama Pak Tua Lin sedang melapor kepada Tuan Neraka mengenai tanaman-tanaman obat ajaib yang diambil oleh Xia yu.


"Tuan, anak buah Anda datang kemari ingin melaporkan pergerakan dari pemuda yang Anda bawa." Ucap Pak Tua Lin dengan sangat hormat.


"Mm, ada apa dengan bocah itu? Katakanlah.." Tuan Neraka menjawab.


"Anak buah anda ini merasa ada yang aneh... Pemuda itu mengambil banyak tanaman obat ajaib. Dia berkata kalau dia akan membuat obat yang tuan minta, yang tanpa menggunakan kekuatan mistik. Namun pemuda itu mengambil lebih banyak tanaman obat dari yang seharusnya. Katanya, dia akan meneliti sisa tanaman obat itu. Yang akan dia pergunakan untuk membuat penawar Racun Api Neraka. Sayangnya tidak ada satu pun tanaman yang cocok digunakan untuk mengobati Racun Api Neraka. Tapi, si Misteri bersikeras bahwa tanaman obat yang dia ambil itu akan cocok.."


Penjelasan Pak Tua Lin terputus ketika dia mendengar suara dingin yang terdengar olehnya.


"Si Misteri?"


Tuan Neraka bertanya sambil melirik Pak Tua Lin. Nada suaranya agak meninggi. Pria paruh baya yang di liriknya terlihat terkejut. Pak Tua Lin berpikir dalam hati.


'Mengapa Tuan tidak menangkap hal penting yang sedang aku sampaikan? Aku melapor kepada Tuan bahwa pemuda itu telah mengambil banyak sekali tanaman obat ajaib yang sangat berharga. Tapi Tuan sama sekali tidak memberi komentar mengenai hal sepenting itu. Sebaliknya, Tuan malah memberikan respon setelah dia mendengar nama panggilan pemuda itu.' Pak Tua Lin tidak berani melanjutkan pemikirannya, dia hanya bisa menjawab pertanyaan tuannya.


"Itu benar, pemuda itu ingin agar orang lain memanggilnya dengan sebutan 'Misteri' saja."


'CK, Misteri! Dia itu pikir kalau dirinya seorang hantu apa?' Suara hati Tuan Neraka.


"Tuan, tanaman itu.."


"Berikan saja padanya, jika itu yang dia inginkan."


"Baik, Tuan." Ketika mendengar hal itu, Pak Tua Lin tidak berani mengatakan apa-apa lagi. Dia membungkuk dengan hormat sebelum keluar dari tempat itu.


Tuan Neraka tetap duduk. Setelah minum dua cangkir anggur merah, dia berdiri. Dia meninggalkan ruangan untuk berjalan-jalan santai di luar. Namun tanpa disadari, dia berjalan menuju halaman rumah pemuda itu.


Di sana, dia melihat bahwa penerangan di dalam ruangan masih menyala terang. Bayangan yang ada di kertas menutup jendela terlihat sedang berjalan. Tiba-tiba Tuan Neraka berjalan masuk ke sana.


Saat ini, Xia yu sedang dalam suasana hati yang baik. Dia bersenandung dengan riang di depan cermin sambil meratakan masker alami buatannya, yang berguna untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit wajahnya. Ketegangan yang dia rasakan akibat ditangkap dan dibawa ke dua tempat dalam waktu beberapa hari membuatnya kesal. Perlahan kekesalan itu menghilang saat dia merasakan ketenangan diri seperti malam ini.


"Kamu mengambil tanaman obat ku hanya untuk membuat sesuatu yang tidak masuk akal?" Decak Tuan Neraka dibelakang tubuh Xia yu. Dari sana dia melihat pantulan cermin yang menampakan wajah pemuda dihadapannya, yang tertutupi pasta cair berwarna hijau.


"Aaaa!!"


Sebuah suara tiba-tiba terdengar dibelakang. Xia yu terkejut sehingga dia melompat dan membalikan tubuhnya secara refleks. Dia menatap Tuan Neraka. Entah sejak kapan dia berdiri disana dengan kedua tangan yang tertekuk ke belakang punggung. Dia menatap Xia yu dengan penuh rasa ingin tahu.


"Kamu sepertinya telah berbuat kesalahan. Buktinya, kamu sampai terkejut begitu." Tuan Neraka berbicara sambil mengangkat alisnya.


Ketika Xia yu menyadari bahwa orang itu adalah Tuan Neraka, dia akhirnya menghela nafas lega. 'Hufh.. Untung aku belum ganti baju tidur. kalau tidak, dia akan tahu jati diriku yang seorang gadis!'


Dia berniat mandi dan mengganti pakaian untuk tidur. Karena saat tadi dia menginginkan kenyamanannya untuk tidur, dengan cara melepas kemben yang membelit dadanya selama beberapa hari terakhir ini.


Tiba-tiba, tangannya menepuk dada sambil berbicara dengan agak kesal. "Tuan Neraka yang gagah dan berbudi pekerti luhur, ini sudah larut malam. Kenapa anda tidak tidur tetapi malah mendatangi rumah kecil ini? Jika anda ingin berkunjung, berkunjunglah secara wajar! Jangan menyelinap seperti hantu dan masuk secara diam-diam! Apa yang anda inginkan dengan melakukan hal seperti itu? Anda tidak perlu menakut-nakuti seseorang!"


Ketika berbicara, Xia yu melihat Tuan Neraka yang sedang memandangnya dengan tatapan menyelidik. Tanpa sadar, Xia yu melihat tubuhnya sendiri dan berpikir.


'Hum, meskipun aku hanya mengenakan hanfu pria berwarna abu-abu, tapi bagian dalam dadaku masih terikat dan terlihat datar. Sepertinya aku belum menunjukkan apa pun?' Batin Xia yu.


"Ada apa? Kenapa anda menatap saya seperti itu?" Xia yu bertanya kebingungan.


Saat ini, Tuan Neraka sedang terkejut setelah memperhatikan dengan jelas wajah yang tertutupi oleh pasta berwana hijau dihadapannya dan sepasang mata yang terlihat licik. Tiba-tiba, Tuan Neraka menyadari sesuatu.


'Ternyata itu dia!'


Dia adalah gadis kecil yang ada di goa hutan kehidupan! Gadis pencuri yang telah mencuri hatinya, juga gadis misterius yang mengambil bunga incarannya. Dia adalah gadis penari yang telah membuatnya mengalihkan pandangan dari targetnya saat pesta di kerajaan Bei. Dan juga gadis kecil yang menempel di kakinya dengan erat, yang memanggilnya dengan sebutan Kakak ipar, kemudian memanggilnya Paman..


Ketika Tuan Neraka memikirkan hal itu, kedua matanya terlihat kacau. Dia tidak pernah berpikir bahwa dia masih akan bertemu dengannya lagi. Apalagi gadis dihadapannya ini menyamar sebagai seorang pemuda, sehingga dia tertipu. Jika Tuan Neraka tidak melihat tatapannya yang licik dan pasta hijau yang menutupi wajahnya, maka dia tidak akan bisa mengenalinya sama sekali.


Wajah Xia yu berkerut ketika merasakan bahwa Tuan Neraka sedang menatapnya dengan cermat. Dia pun berkata dengan wajah yang serius.


"Saya bertanya sekali lagi, kenapa Tuan Neraka tidak tidur tapi justru menatap saya seperti ini?"


Tatapan Tuan Neraka sekilas tertuju pada dada Xia yu yang terlihat datar. Namun, Tuan Neraka tiba-tiba mengingat peristiwa sebelumnya di Hutan Kehidupan ketika dia mengikuti gadis misterius itu. Saat itu, tanpa sengaja dia merasakan sensasi lembut pada genggaman tangannya. Tiba-tiba, telinga Tuan Neraka menjadi merah. Dia pun segera meninggalkan tempat itu.


"Dasar, orang aneh!" Gerutu Xia yu.


****tbc


Nyusul dari subuh hari, semalam author ngantuk banget. Jadi ga nulis.. hehe**