
"kak yihua.. kak minghao tadi sedang membela gadis jala*g itu..," ujar yue yin menjawab pertanyaan yihua.
"padahal ibu sudah merawat dan membesar kan nya, tapi kak minghao malah membela pembunuh itu. sekarang ibu pasti sedang sedih karena anak laki-laki nya membela seseorang yang telah menjadi orang luar." lanjut yue yin mengingat surat yang di tulis yihua dan dia kirim ke kediaman raja liu atas nama jendral ho.
'heh.. ternyata memang benar dugaan ku.. dua cucunguk ini yang menyingkir kan semua surat jendral ho dan mengirim surat pemutusan ikatan keluarga antara xia wei dan ayah nya.
tunggu saja akan aku balas perbuatan kalian pada xia wei dengan pemainan ku..' batin xia yu geram setelah melihat ingatan yue yin dari sorot mata nya yang penuh kebencian saat menatap xia yu.
"minghao.. apa benar yang di kata kan yue yin.." tanya yihua dengan sikap dewasa nya. bagaikan kakak yang tengah meng-introgasi adik nya.
"ya memang benar aku membela kakak ku.. apa ada yang salah." jawab minghao dengan nada bicara yang sama saat bicara dengan yue yin.
"minghao kakak hanya bertanya, kenapa nada bicara mu seperti itu.?" tanya yihua saat mendengar jawaban minghao.
'sudah berani dia menjawab ku dengan suara keras nya.. pasti ini semua ulah gara-gara jala*g ini.' lanjut yihua dalam hati.
"memang nya apa yang salah dengan nada bicara ku." jawab minghao.
"kenapa kau bersama nya.. bukan kah kau benci dengan dia..?" ujar yihua.
"ya.. itu dulu karena aku tidak tahu kebenaran nya, sekarang aku sudah tahu apa yang di lakukan ibu yenny pada kak xia wei dan ibu ku." jawab minghao.
"MINGHAO.." bentak yihua tak terima ibu nya di salah kan.
"apakah kalian masih lama.? jika kalian masih ingin berdebat silahkan teruskan.. aku pergi duluan." ujar xia yu berdecak kesal melihat perdebatan antara kakak dan adik yang tidak seibu itu.
"dasar pecundang.. mau lari dia.." ujar yue yin mencemooh xia yu. saat mendengar ucapan nya.
"aku bukan pecundang.. aku hanya malas meladeni perdebatan kalian.. silahkan lanjutkan obrolan kalian aku ngantuk.. huuwwaahhh.." jawab xia yu acuh bahkan dia menguap saat melewati yihua dan yue yin yang berada di depan nya.
"mau pergi kemana kau.. akan ku beri pelajaran pada wajah tengil mu itu." ujar yue yin mengangkat kipas nya, mencoba menampar xia yu dengan kipas nya.
dia iri dengan wajah xia wei/xia yu yang lebih cantik dari nya. bisa di katakan xia wei adalah gadis tercantik di kerajaan xing. tapi karena ulah selir yenny dan ke dua anak nya dia tidak pernah di perboleh kan merias wajah nya dengan riasan sederhana sekali pun.
"YUE YIN.." bentak minghao meraih pergelangan yue yin yang akan menampar xia yu.
"sudah yue yin.. jika kau ingin berkelahi dengan nya jangan di sini.. di arena pembuktian saja, buktikan pada minghao jika kakak nya itu hanya seorang pecundang." ujar yihua menengahi yue yin dan minghao, sedangkan mata nya melirik ke arah xia yu dan memberikan senyum cemoohan nya.
"baik aku tantang kau untuk bisa mengalah kan aku di arena pembuktian." ujar yue yin menantang xia yu. dan melepaskan pergelangan tangan nya yang di pegang oleh minghao.
"bomat..." jawab xia yu dingin tak mau menanggapi ucapan yue yin.
"hah.. kau benar-benar pecundang ternyata.. masih sempat nya kau sebut aku tomat.. memang nya aku ini kau yang sayuran busuk." ujar yue yin.
"dasar bodoh... aku bilang bomat dia dengar tomat.. aku rasa telinga mu itu penuh dengan kotoran dan menyumbat pendengaran mu." jawab xia yu menghampiri yue yin dan menarik telinga nya.
"KAU....!!" bentak yue yin murka. dia mulai menyerang xia yu.
"APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN.." suara berat pria paruh baya menghentikan yue yin yang baru saja bersiap menyerang xia yu.
"kau selamat sekarang.. tapi tidak lain waktu." bisik yue yin di depan wajah xia yu.
"AYAH..." ujar yihua dan yue yin menghampiri asal suara itu.
"xia wei.. minghao.. kemarilah." ujar jendral ho memanggi mereka berdua yang tidak menghampiri nya.
"baik ayah." jawab minghao, sedangkan xai yu hanya mengikuti langkah minghao dari belakang.
"apa yang sedang kalian bicarakan.." tanya jendral ho.
"yue yin dan xia wei akan bertanding di arena pembuktian ayah." jawab yihua semangat memberitahu jendral ho.
sebenar nya yihua telah merencanakan pertandingan itu. dan juga dia akan memberi racun pada xia yu agar dia kalah dan yue yin akan menyerang xia yu sampai dia tak bisa bangkit lagi bisa di kata kan mati. jadi inti nya dia akan membunuh xia yu di arena pembuktian dan tidak akan di salah kan.
"kak xia wei bersedia ayah.. kami akan bertanding untuk membuktikan bahwa kak xia wei tidak lemah. biar orang-orang tahu jika kak xia wei tidak berbeda dengan kita yang bisa beladiri." jawab yue yin berbohong pada jendral ho.
xia wei di cap oleh orang-orang bahwa dia berbeda dengan anak-anak jendral ho karena tidak bisa beladiri.
"dia bohong ayah.. kak xia wei tidak menerima tantangan nya." ujar minghao tidak terima jika kakak nya kembali di jebak oleh mereka seperti dulu saat xia wei masih kecil bertanding dengan yihua dan dia kalah sampai sakit selama 6 hari karena luka dalam.
"mana yang benar ini.." tanya jendral ho bingung mendengar kedua anak nya berdebat.
"aku yang benar ayah.." jawab yue yin.
"dia bohong ayah.. tanya saja pada kak xia wei dia memaksa kakak bertanding dengan nya tadi." jawab minghao.
"xia wei.. jawab lah mana yang benar.." ujar jendral ho bertanya pada xia yu.
"aku memang tidak menerima tantangan nya tadi.. tapi sekarang aku terima." jawab xia yu dingin. dia menyilang kan ke dua tangan nya di dada seakan menantang balik yihua dan yue yin yang sedari tadi menatap nya.
"kau yakin.." tanya jendral ho tak yakin dengan kemampuan xia yu.
"aku yakin.. atur saja kapan aku bertanding dengan nya." jawab xia yu.
"baiklah minghao dan dali akan mengatur semua persiapan nya. kau bisa berlatih dengan adik mu sampai kau bisa bela diri." jawab jendral ho menyarankan minghao untuk melatih xia yu.
"tidak perlu.. aku bisa beladiri.." jawab xia yu. dia tidak mau berpura-pura berlatih dan menghabis kan waktu nya untuk itu.
"kau bisa bela diri.. ?" tanya jendral ho tak percaya ucapan xia yu.
"kakak kau bisa beladiri..?" tanya minghao sama seperti ayah nya.
"ya.." jawab xia yu.
"beladiri apa yang kau bisa..? paling-paling beladiri mengusir lalat." tanya yue yin.
"ya.. memang itu beladiri yang aku pelajari.. mengusir lalat yang membawa penyakit ke keluarga ku." jawab xia yu telak membuat yue yin bungkam.
yihua dan yue yin mengerti maksud ucapan xia yu yang menyindir mereka. sedangkan xia yu memberi mereka senyuman meremehkan.
"kita akan bertanding satu minggu lagi.." ujar yue yin tak terima di remeh kan oleh xia yu.
"terlalu lama.. besok saja kita bertanding. aku tidak suka menunggu terlalu lama." jawab xia yu dia tidak mau berlama-lama untuk bisa menghancurkan dua cucunguk selir yenny.
"kau terlalu percaya diri.." ujar yihua.
"xia wei lebih baik minggu depan saja. kau berlatih lah dulu." bujuk jendral ho khawatir jika xia wei kalah seperti kejadian dulu saat bertanding dengan yihua.
"iya kak.. lebih baik minggu depan saja." sambung minghao tak kalah sama khawatir nya dengan jendral ho. mereka tahu kemampuan yue yin dalam beladiri.
"besok atau tidak sama sekali.. maaf aku harus kembali ke kamar ku untuk istirahat." jawab xia yu acuh meninggalkan ke empat orang itu.
mereka tidak bisa mencegah xia yu karena dia langsung meninggal kan mereka begitu saja tanpa mau mendengar ucapan mereka lagi.
"ayah kami juga pamit.. yue yin harus mulai melatih diri nya untuk besok." ujar yihua.
pamit pada jendral ho.
"ya kembali lah.. ayah mohon pertandingan kalian tidak sampai membuat saudara kalian terluka." jawab jendral ho. memohon agar anak-anak nya tidak saling mencelakai.
"baik ayah kami pamit." jawab yihua dan yue yin.
mereka berdua meninggal kan jendral ho dan minghao di tempat. sedangkan jendral ho mengajak minghao ke ruang kerja nya untuk bertanya apa yang terjadi sebelum jendral ho tiba. dia penasaran kenapa yue yin ingin menyerang xia yu tadi.
**tbc