
***
Sayangnya Panglima Di tak mengindahkan ajakan dari Putri Yimei yang terkenal dengan kecantikan dan kemampuan bela dirinya.
"Kenapa Panglima Di bersikap begitu dingin padaku?" Tanya Putri Yimei pada pelayannya.
"Mungkin beliau sedang ada masalah keluarga Putri." Jawab pelayan pribadinya.
Mendengar itu Putri Yimei menghela napasnya, dia pun memilih berkumpul dengan ketiga peserta yang telah hadir ditempat perburuan. Di sana terlihat perempuan yang Putri Yimei benci sedang berbincang dengan salah satu peserta lainnya.
Saat ini dia sangat ingin menembak gadis itu dengan anak panah yang dipersiapkan untuknya dalam perburuan ini. Namun Putri Yimei harus menahannya karena Kasim istana telah memberitahukan kedatangan pemimpin kerajaan yang sedari tadi mereka tunggu.
"Yang Mulia Kaisar telah tiba!"
"Hormat kami pada Yang Mulia Kaisar."
Semua orang menyapa dan membungkuk dengan hormat. Kaisar Yuan berjalan dengan begitu tenang ke arah tempat duduk yang dipersiapkan untuknya, langkahnya tegas namun terlihat anggun.
"Semuanya berdiri!"
Suara yang rendah dan tajam terdengar. Suaranya menunjukan aura yang sangat kuat. Yuan Zhu-Ming duduk seraya mengibaskan lengan bajunya, ketika membalikkan badan wajahnya terlihat sangat tampan.
Dia menggunakan jubah bermotif awan gelap, duduk dengan tenang melihat semua orang yang berada di hadapannya. Dan pandangannya terhenti ketika objek yang dicarinya telah ditemukan. Jing Xia yu, gadis yang Kaisar Yuan cari sedang menatapnya.
Xia yu mengenakan jubah bulu berwarna biru langit yang memiliki motif serupa dengan jubahnya. Mereka terlihat seperti pasangan abad kerajaan jika berdiri berdampingan.
Setelah memastikan Xia yu berada di kamp perburuan, Yuan Zhu-Ming memberikan perintah pada Kasim Wuza untuk segera memulai ujian hari ini.
"Tahap keempat ujian berburu dimulai!"
Semua orang bersorak mengangkat tangan mereka keatas langit. Beberapa peserta terlihat mulai membubarkan diri dan pergi bersama pelayan dan penjaga. Para peserta juga dikawal oleh prajurit istana.
Beberapa orang ada yang pergi ke arah timur barat dan utara, sementara Xia yu bersama teman-temannya dan beberapa prajurit yang di kawal oleh Panglima Di dari kejauhan terlihat pergi ke arah selatan.
Putri Yimei di kawal oleh kedua kakak lelakinya, mereka pergi ke arah timur. "Adik, ada ayam hutan, panah lah!" Ucap Kakak tertuanya.
Putri Yimei segera mengangkat busurnya sejajar dengan pundak. Dia mengambil ancang-ancang lalu melesatkan anak panahnya jauh hingga menembak tepat sasaran.
"Kena!" Seru Kedua kakaknya dan para pelayan. Mereka merasa puas telah mendapatkan satu buruan meski tidak terlalu besar.
Sudut bibir Putri Yimei melengkung ke atas, dia tersenyum puas dan tertawa bersama mereka.
"Selamat!" Ucap kedua saudaranya yang disambut tepuk tangan oleh kedua pelayan pribadi Putri Yimei.
Di sisi barat peserta lainnya telah mendapatkan dua sampai tiga buruan. Mereka terlihat bersemangat dalam perburuan kali itu. Sama seperti kedua insan yang berada di sisi selatan hutan.
"Sudah lama rasanya kita tidak bersama seperti ini." Ucap Xia yu menatap Kaisar Yuan yang duduk di atas punggung kuda setelah dia berhasil menghentikan laju kudanya.
Kaisar Yuan menatap Xia yu dan tersenyum. Mendapat tanggapan seperti itu, Xia yu melanjutkan ucapannya.
"Bagaimana jika kita balap kuda? Yang pertama sampai di pohon besar itu pemenangnya." Ucap Xia yu seraya menunjuk sebuah pohon besar yang berada diantara tanaman ilalang. Tidak ada pohon besar lainnya dari tempatnya saat ini, dan jarak tempuh darinya sampai ke pohon itu sekitar dua kilo meter.
Sudut bibir Kaisar Yuan terangkat ketika mendapat tantangan dari Xia yu. Dia pun bertanya sambil menaikan satu alisnya keatas, "Apa taruhannya?"
"Yang kalah harus memenuhi permintaan yang menang. Bagaimana?" Tantang Xia yu.
Kaisar semakin menarik sudut bibirnya, dia tersenyum penuh arti dan berbicara, "Kalau begitu aku terima tantangan darimu.."
'Hiya!'
Kata-kata Yuan Zhu-Ming seperti terbawa angin, Xia yu telah lebih dulu menyuruh kudanya untuk berlari setelah mendengar separuh dari kalimat Yuan Zhu-Ming. Dia tahu jika lelaki itu akan menerima tantangannya dan dengan sengaja meninggalkan pria itu lebih dulu.
"Gadis nakal!" Lirih Yuan Zhu-Ming menatap kepergian Xia yu sebelum dia menarik tali kekang dan menyuruh kuda jantannya untuk berlari sekencang-kencangnya.
Mereka berdua saling berlomba di tengah luasnya hamparan rumput ilalang yang memenuhi daratan itu. Jubah yang mereka berdua kenakan terbawa angin saking cepatnya kuda mereka berlari. Di detik terakhir pertandingan dadakan itu di menangkan oleh Kaisar Yuan. Xia yu terlihat kesal karena tantangannya malah dimenangkan oleh Yuan Zhu-Ming.
Di kamp perburuan, kedua peserta telah lebih dulu kembali dengan hasil buruan mereka. Kasim Wuza selaku pembawa acara memeriksa beberapa binatang yang telah di dapatkan oleh mereka.
Terdapat empat binatang, satu ekor kelinci dalam keadaan hidup di dapatkan oleh Putri Ning An. Dan tiga binatang lainnya yang berukuran besar dan kecil dalam keadaan mati didapatkan oleh Putri Xiao Qing.
"Hanya segini hasil buruan kalian?" Tanya Kasim Wuza, dia mencatat berapa berat dan banyak hasil buruan yang didapatkan oleh para peserta.
"Jangan cemas, besok tangkapan ku akan lebih bagus." Ucap Putri Xiao Qing membela diri.
"Lalu, mengapa Putri Ning An hanya mendapatkan satu ekor kelinci yang masih hidup?" Tanya Kasim Wuza beralih Putri Ning An.
"Baiklah, kalau begitu kalian kembalilah ke kamp peristirahatan." Ucap Kasim Wuza, dia pun mencatatkan hasil buruan dari para peserta.
Saat sedang asyik menuliskan semua hasil buruan, tiba-tiba konsentrasinya pecah karena kehadiran para penjaga dari Klan Yi.
"Awas, awas, awas. Semuanya minggir, beri jalan." Ujar salah satu pengawal. "Taruh dengan hati-hati!"
"Kenapa kau ini? Masih belum dicatat?" Tanya Kakak kedua dari Putri Yimei. "Kau ini, cepat catat!" Titahnya kembali berteriak karena Kasim Wuza masih saja tak mencatat hasil buruan mereka.
Bukan karena takut atau apa, Kasim Wuza hanya terkejut melihat kelompok orang ini membawa hasil buruan yang tidak biasa. Satu ekor babi hutan berukuran besar terbaring tak berdaya di atas meja. Bukan hanya itu saja, ternyata masing-masing penjaga membawa hasil buruan.
Putri Yimei tidak main-main dengan ujian kali ini, dia benar-benar menunjukkan kemampuannya dalam berburu.
Kasim Wuza menelan saliva nya kasar, dia benar-benar terkejut.
Di dalam tenda Klan Yi, Putri Yimei terlihat sedang beristirahat. Di atas mejanya terhidang berbagai macam makanan dan minuman.
Sementara Xia yu baru dan Kaisar Yuan baru saja tiba, sepertinya kali ini Xia yu tidak mendapatkan buruan yang banyak. Dia hanya mendapatkan dua ekor serigala berukuran besar. Sementara, kaisar mendapatkan seekor beruang sebagai perburuan kali ini. Satu beruang, nilainya sebanding dengan sepuluh babi hutan. Nilai jual nya sangat tinggi dibandingkan hewan lainnya.
Perburuan ini diberikan waktu tiga hari, dan di hari pertama nilai tertinggi di dapatkan oleh Putri Yimei. Pendapatan buruan Kaisar tidak di hitung.
Pada malam hari, Kaisar mengadakan acara makan bersama dengan para peserta dan para juri serta penguji. Usai makan bersama beberapa juri mengangkat cawan yang berisikan arak atau alkohol. Mereka bersulang atas kelancaran acara hari ini, semua orang pun menenggak habis arak mereka. Tidak terkecuali Xia yu, dia juga sama meminumnya.
Kadar alkohol itu sangat tinggi, Xia yu yang memang tidak bisa minum banyak pun kewalahan. Kepalanya mulai terasa pusing dan tubuhnya seperti melayang. Beberapa orang juga telah kembali ke tempat peristirahatan mereka, begitu pula dengan Xia yu.
Dia beranjak dari duduknya dengan dibantu oleh pelayannya Fang yin yang selalu setia kemana pun Xia yu pergi. Melihat Xia yu mabuk, Kaisar pun pamit undur diri pada yang lainnya yang sama kelihatan mabuk.
Di luar tenda, Xia yu berjalan dengan tidak karuan. Bahkan Fang yin yang memapahnya juga terbawa oleh ketidakseimbangan tubuh Xia yu. Melihat hal itu, Yuan Zhu-Ming tidak bisa membiarkannya begitu saja. Dia pun bergegas menghampiri Xia yu, menghiraukan tanggapan orang-orang yang ada di sana.
"Hati-hati.." Ucap Yuan Zhu-Ming begitu memeluk tubuh Xia yu dari samping.
Fang yin segera melepaskan pegangannya pada tubuh Xia yu, dia membiarkan Yuan ZHu-Ming memapah Tuannya.
Dari arah belakang, Putri Yimei yang berniat kembali ke tendanya tidak sengaja melihat pemandangan itu. Hatinya tiba-tiba bergemuruh hebat, matanya memicing tajam untuk memperjelas pengelihatannya. Memastikan apa yang di lihatnya saat ini itu bukan sekedar ilusi karena mabuk.
"Bersandar lah padaku.." Ucap kembali Yuan Zhu-Ming melihat Xia yu tidak baik-baik saja. Gadis itu pun menurut, karena saat ini kepalanya benar-benar terasa berat dan pusing.
Di dalam tenda klan Yi, "Tatapan Kaisar saat melihat perempuan itu, sangat teduh."
"Anda selalu memikirkan perempuan tidak jelas asal usulnya itu?" Tanya Pelayan pribadi Putri Yimei.
"Bagian dari mananya dia lebih cantik dari ku? Apa yang menarik darinya?" Tanya Putri Yimei terlihat frustasi.
"Mana mungkin bisa dibandingkan dengan Anda Putri. Mulut, hidung, mata.. Di bagian apapun wanita itu tidak bisa dibandingkan dengan Anda." Jawab pelayan itu membela tuannya dan memihak tuannya.
"Lalu kenapa? Kenapa Yang Mulia Kaisar terlihat tertarik padanya? Kenapa aku merasa orang-orang di istana mengistimewakan dia? Kenapa bukan Aku? Apa yang sebenarnya terjadi? Apa salahku?" Putri Yimei semakin frustasi.
"Ini bukan salah Anda, Putri. Orang-orang itu pasti buta matanya." Jawab pelayan itu menenangkan tuannya.
"Kaisar tega membuatku menjadi bahan olok-olokan. Memandangku dengan tatapan seperti itu. Semuanya karena wanita itu!"
"Putri.." Lirih pelayan itu semakin merasa kasihan kepada Putri Yimei.
"Tidak bisa di maafkan! Berani-beraninya melakukan seperti itu padaku. Dibandingkan dengan gadis lainnya, GADIS itu yang lebih ingin ku bunuh." Lirih Putri Yimei dengan tatapan membunuh mengingat wajah Xia yu.
Sementara di dalam tenda pemimpin kerajaan, Xia yu dan Kaisar Yuan sedang duduk di pinggir tempat tidur. Kaisar memberikan satu gelas air untuk minum Xia yu.
"Bagaimana, apakah merasa lebih baik?" Tanya Yuan Zhu-Ming melihat Xia yu menghabiskan air minumnya hingga tandas.
"Ya, terima kasih.." Lirih Xia yu.
Kaisar Yuan Zhu-Ming memperhatikan wajah Xia yu dengan teliti, masih terdapat kekhawatiran dalam benaknya. "Malam ini.. Tidurlah disini."
Mendengar penuturan Yuan Zhu-Ming tentu saja Xia yu terkejut. Dia pun mencoba melepaskan pegangan tangan Kaisar dari lengannya yang tidak tahu sejak kapan itu terjadi.
"Tidak.." Lirihnya sambil beranjak dari duduknya. Tapi siapa yang menduga jika kaisar kembali menarik tangannya dan membuatnya tertidur di atas tempat tidur.
Mereka berdua saling bertatapan, Xia yu tentu terkejut beda halnya dengan Kaisar. Dia mengurung tubuh Xia yu dengan tubuhnya. Kemudian dia berkata, "Aku menginginkan dirimu.."
Sebelum Xia yu bisa menolak, benda lembut nan dingin menempel di bibirnya. Yuan Zhu-Ming mengecup lembut bibir Xia yu, menciuminya beberapa kali hingga kecupan berpindah pada ciuman. ******* dengan lembut bibir indah yang beberapa hari ini dia rindukan. Mau tidak mau Xia yu pun membalas ciuman itu karena dia juga telah terbuai. Mereka berdua saling menuntaskan kerinduan dalam cecapan dan pelukan hangat.
****tbc
Up dua buat yang kemarin ya, maaf🙏**