
***
"BERHENTI..!" ujar xia yu mengehentikan kereta nya yang baru saja akan melewati gerbang istana. kini kereta itu terhenti di bibir gerbang karena perintah xia yu yang merasakan kerumunan orang yang sangat banyak sedang berdiri di luar gerbang dengan rasa keingintahuan mereka.
"jiang yu.. kenapa banyak sekali orang di luar istana.?" tanya xia yu terheran dengan kerumunan itu.
"nona.. mereka semua berada di sini karena ingin melihat nona.." jawab jiang yu.
"kenapa mereka ingin melihat ku.?" tanya xia yu polos dia belum menyadari jika diri nya tengah menjadi tranding topik di kerajaan xing.
"saya mendengar kabar jika keberhasilan nona membantu persalinan permaisuri telah beredar di ibu kota kerajaan xing malam tadi." jelas jiang yu.
flashback. 23:00 WIB
terdengar suara kayu bambu yang di pukul oleh beberapa pengawal yang melakukan jaga malam nya.
...TROK..TOK..TOK...TOK...
KABAR BAHAGIA.. KABAR BAHAGIA..
KERAJAAN XING TELAH MEMILIKI PEWARIS MASA DEPAN.. PERMAISURI MAHKOTA TELAH MELAHIRKAN SEORANG PUTRA..
..TOK..TOK..TOK..
TABIB AGUNG TELAH MEMBANTU PERSALINAN PERMAISURI..
ujar para pengawal itu mengabarkan kabar bahagia dari keluarga istana. membuat semua orang terbangun dari tidur nya. tentu saja mereka tidak merasa kecewa karena kabar yang mereka dengar adalah kabar kebahagiaan. semua orang pun keluar dari rumah mereka dan menanyai pengawal itu meminta penjelasan agar mereka tidak salah faham.
para pengawal itu mengabarkan jika sang tabib yang melelang pil legendaris yang di jemput oleh pangeran chang yi dan tabib dao adalah yang membantu persalinan. kini mereka tahu jika sang tabib di panggil ke istana karena kondisi permaisuri putra mahkota yang tengah kritis dengan persalinan nya.
mereka tidak menyangka jika tabib yang membuat pil itu adalah seorang perempuan dan bisa melakukan kemampuan seorang dukun beranak yang hanya bisa di lakukan oleh wanita paruh baya.
kini semua orang semakin penasaran dengan tabib itu. mereka pun berniat untuk melihat nya pagi nanti sebelum tabib itu pergi.
pagi hari nya semua orang mulai berbondong-bondong pergi ke istana untuk bisa melihat sang tabib yang baru saja kembali membuat semua orang takjub dengan keahlian nya.
Flashback. Off
...
"shit.. seperti nya aku sudah menjadi selebrity di zaman kerajaan.." umpat xia yu dengan suara pelan nya dia kesal dengan kerumunan itu yang mengganggu kepergian nya.
"kenapa nona..?" tanya fang yin mendengar umpatan xia yu.
"tidak apa.." jawab xia yu pada fang yin, dia pun menyuruh jiang yu untuk kembali melajukan kereta nya malas menghadapi rasa keingintahuan kerumunan itu. "jalan.!" titah nya.
kereta itu pun kembali bergerak melewati gerbang. semua orang melihat kereta itu dengan tatapan yang meminta lebih. ya mereka ingin melihat gadis yang berada di dalam nya. "lihat itu kereta tabib agung.. eh bukan tabib misterius." ujar salah satu pemuda yang menunjuk ke arah kereta.
apakah tabib misterius ada di dalam nya.?
ah.. aku ingin sekali melihat wajah nya..
apakah dia cantik.?
dia sudah menikah belum ya.?
aku penasaran sekali dengan kecantikan di balik tudung putih nya.
semua ucapan itu terlontar semua orang yang berada di sana yang bisa di dengar oleh xia yu yang memiliki pendengaran aktif dari jarak jauh sekali pun. tapi xia yu tidak mau memperdulikan ucapan mereka dia lebih memilih tidur di pangkuan fang yin yang dia anggap saudara nya sendiri.
xia yu hanya bisa bersikap seperti itu pada fang yin karena dia merasa lebih nyaman dari pada dengan ayah nya sendiri yang pasti nya karena dia belum membuka sepenuh hati nya untuk keluarga baru nya.
***
kereta itu kini telah sampai di depan kediaman keluarga jendral ho. ya mereka kemari untuk membiarkan fang yin berpamitan dengan saudara nya nini yang berada di kediaman paviliun nenek nya xia wei dan berbicara secara langsung pada jendral ho bahwa kaisar menyerahkan nya pada tuan baru nya.
*Ruang tamu kediaman jendral ho.
Fang yin tengah berlutut di hadapan jendral ho yang sedang duduk di kursi khusus untuk nya. Sedangkan xia yu berada di luar kediaman karena dia merasa belum siap untuk bertemu kembali dengan ayah baru nya. Dia sudah tenang karena berkat ke dua saudara jiang yang dia suruh mengawasi keluarga nya memberitahu keadaan mereka baik-baik saja, hanya merasa tertekan dengan lamaran dan perintah kaisar untuk menghadirkan xia yu. Dia berpikir karena masalah inti nya sudah selesai ayah dan yang lain nya akan kembali tenang.
"apa maksud mu..?" bentak jendral ho saat fang yin mulai menceritakan keinginan xia yu membawa nya pergi. Jendral ho belum mengerti maksud fang yin.
"maaf tuan besar.. tabib misterius menginginkan saya untuk menjadi pelayan nya dan kaisar telah menyetujui permintaan yang tidak bisa di tolak nya karena kaisar berjanji akan mengabulkan permintaan tabib misterius jika dia berhasil menyelamat kan permaisuri mahkota." jelas fang yin.
"tabib misterius.?" ulang jendral ho.
"benar tuan.. beliau adalah tabib yang sedang menjadi pembicaraan semua orang di kerajaan ini.. maaf saya tidak bisa berbuat apa-apa karena perintah kaisar. saya kemari hanya untuk berpamitan pada tuan besar dan saudara saya. saya akan berkunjung jika nona besar telah kembali dan tolong sampai kan maaf saya pada nona tapi saya akan tetap menjadi pelayan nya sampai kapan pun." jawab fang yin menunduk kan kepala nya.
"baik lah aku mengerti.. aku juga berterimakasih telah menjadi pelayan yang selalu setia pada tuan nya dan taat pada aturan istana.. kita tidak bisa berbuat apa-apa jika itu sudah keputusan kaisar dan untuk xia yu aku akan menjelas kan pada nya jika kau pergi dengan tuan baru mu. kau boleh pergi karena tuan baru mu pasti sedang menunggu mu bukan..?" ujar jendral ho memahami ucapan fang yin.
"benar tuan.." jawab fang yin, dia beranjak dari tempat nya dan menyerahkan satu kotak yang berisi emas dan mutiara pada jendral ho. "i..in..ini adalah hadiah dari kaisar untuk tabib namun beliau memberikan separuh hadiah nya untuk anda sebagai ucapan permintaan maaf nya karena telah meminta saya menjadi pelayan nya dan memisah kan saya dari nona besar. saya mohon pamit undur diri tuan, semoga anda beserta yang lain nya selalu sehat dan di lindungi oleh dewa dari segala macam bahaya." lanjut nya.
jendral ho beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri gadis yang masih menunduk kan kepala nya. dia memeluk fang yin untuk memberikan semangat untuk nya. "kau adalah gadis baik berhati-hati lah kau juga harus setia kepada tuan baru mu.. tapi jika tuan baru mu berlaku kasar kembali lah kemari, pintu kediaman ini akan selalu terbuka untuk mu." ujar nya.
"mm.. baik tuan.." jawab fang yin.
fang yin pun berpamitan pada semua keluarga nona nya dan tentu nya berpamitan dengan saudara nya nini. "nini aku punya hadiah perpisahan untuk mu, pakai lah.. jaga dengan baik hadiah ini karena aku juga memiliki nya.." ujar fang yin memasang kan sebuah tusuk kan rambut berbentuk dua bunga yang menyatu.
"aku juga akan merindukan mu.. tolong jaga 1dirimu dengan baik di sini jangan terlalu beraktifitas kau bisa sakit dan tolong jaga kesehatan nenek nona dengan benar ya." ujar fang yin.
"baik..kak.!" jawab nini melepaskan pelukan dan menghapus buliran bening di sudut mata nya."
"sekarang aku harus pergi.. tuan baru ku telah menunggu ku terlalu lama. berjanji lah kau akan tetap sehat saat aku kembali." ujar fang yin dengan mengangkat tangan nya untuk membuat perjanjian dengan saudara nya.
..pakk.. suara tepukan hi five dari fang yin dan nini.
"aku berjanji kak.. pergilah jaga kesehatan mu juga." jawab nini. mereka pun berpisah dan fang yin kembali ke tempat kereta xia yu dan mereka pun pergi dari kediaman jendral ho.
...
kini kereta xia yu baru saja berhenti di salah satu penginapan. dia tidak mau kembali ke kedai milik saudara jiang takut nya nanti akan menimbulkan masalah lagi. jiang yu juga menyetujui hal itu sekira nya dia tidak akan membahayakan saudara dan saudari nya.
xia yu tahu jika sedari kepergian nya dari istana ada dua orang yang mengikuti nya secara diam-diam. xia yu masuk ke dalam penginapan itu dengan di tuntun jalan oleh jiang yu dan fang yin mengekori nya dari belakang.
"eh.. bukan kah itu tabib yang membantu persalinan permaisuri mahkota.?" ujar salah satu pengunjung penginapan yang mengenali penampilan xia yu.
"iya benar itu.. itu tabib misterius.." jawab teman nya. beberapa bisikan lain nya pun mulai saling sahut menyahut. "beruntung sekali aku bisa bertemu dengan nya."
"selamat datang tuan.. apakah anda membutuh kan kamar.?" tanya seorang pelayan.
"tuan saya pesan satu kamar dengan ruangan yang besar. apakah tersedia.?" jawab jiang yu pada pelayan yang berjaga di sana.
"ada tuan..! kami memiliki kamar vip yang memiliki ruangan lebih besar dari kamar-kamar yang lain nya. jika anda tidak keberatan anda bisa melihat nya dulu..." ujar pelayan itu.
"tidak usah.. kami langsung pesan saja.!" ujar xia yu menyela ucapan pelayan itu. xia yu sudah sangat risih dengan semua bisik kan orang-orang di sana. bukan karena kekaguman mereka pada nya tapi karena ada salah satu ucapan yang membuat nya kesal dengan mengkritik nya jika dia adalah wanita tua jelek dan sengaja menutupi diri nya karena tidak mau membuat citra nya sebagai tabib hancur.
"cih.. apa bagus nya tabib itu.. dia hanya wanita buruk rupa yang menutup tubuh rata nya agar terkesan jika dia itu cantik dan misterius dengan tudung bodoh nya itu." itu lah umpatan yang xia yu dengar dari salah satu wanita yang sedang duduk bersama pria tampan yang tidak jauh dari tempat xia yu berdiri.
"ya ampun.. bukan kah anda tabib misterius.?" ujar pemilik pelayan yang baru saja keluar dari ruangan nya karena mendengar keributan. "sungguh sebuah keajaiban dunia anda yang terhormat ini memilih tempat saya sebagai tempat beristirahat anda." lanjut nya menyanjung xia yu.
"berhenti lah bicara..!! jika kau tidak menunjuk kan kamar nya aku akan mencari penginapan lain nya." ujar xia yu bertambah kesal dengan ucapan pemilik penginapan itu.
"ha.. maaf kan saya tabib.. mari saya antar kan anda ke kamar anda.. anda tidak perlu membayar biaya penginapan ini sebagai ucapan terimakasih saya anda sudah bersedia menginap di tempat saya." jawab si pemilik penginapan.
"cepat lah.. jika tidak aku keluar sekarang." ujar xia yu masih kesal karena si pemilik ini banyak bicara sekali.
"ah..maaf-maaf.. mari." jawab nya.
xia yu pun di bawa ke lantai dua tempat itu dan masuk ke dalam kamar mewah yang di design dengan tirai merah yang melambang kan kemewahan kamar itu. setelah itu dia pun menyuruh para pelayan dan pria itu pergi dari kamar nya.
xia yu melepas kan topeng tudung serta topeng nya di atas meja bundar di dalam ruangan mewah itu. dia duduk dan berkata pada sahabat nya. "fang yin beristirahat lah tubuh mu masih lemah.." ujar nya.
"tidak apa nona saya baik-baik saja." jawab fang yin.
"ya sudah.. mm.. jiang yu kemari lah.." ujar xia yu pada lelaki yang sedari tadi berdiri di depan pintu. entah lah lelaki itu sejak ada fang yin seperti menjaga jarak dengan mereka berdua terutama fang yin.
"baik nona.." jawab jiang yu menghampiri xia yu dengan perasaan yang tak karuan saat berasa di hadapan fang yin.
xia yu mengeluarkan botol putih yang berisi pil pembersih. "sekarang kultivasi mu dan ke dua saudara mu berada di tingkat fighter bukan.?" tanya xia yu.
"benar nona.. saya berada di tingkat tujuh dan kedua saudara saya berada di tingkat delapan." jawab jiang yu.
"di dalam botol ini ada tiga pil. minum pil ini saat kau dan saudar mu akan melakukan kultifasi.. ini adalah pil pembersih dengan ekstrak pemurnian kultivasi. kalian akan memiliki tingkatan kultivasi secara cepat jika meminum pil ini." ujar xia yu memberikan pil itu pada jiang yu. "aku ingin kau dan saudara-saudara mu menjadi kuat agar kalian tidak dapat di tindas oleh orang lain." lanjut nya.
jiang yu terharu dengan gadis kecil di hadapan nya. dia tidak menyangka jika dia dan saudara bisa meningkat kan kutivasi mereka dengan pil pemberian xia yu. ya mereka bertiga memang memiliki kesulitan saat melakukan kultivasi karena meridian mereka yang tidak kontrol saat berkultivasi. mereka bertiga sering muntah darah saat melakukan meditasi mungkin karena masih pemula pikir mereka.
"terimakasih nona.. saya bersama ke empat saudara saya sangat beruntung bertemu nona.." jawab jiang yu terhenti karena dia memang tidak pandai berkata-kata.
"ha..ha.. sudah lah.. aku sudah kenyang dengan ucapan terimakasih dari kemarin dan sekarang kau menambahkan nya lagi.." ujar xia yu dengan kekehan nya.
"maaf nona.." jawab jiang yu menundukan wajah nya.
"mm... oh ya aku dan fang yin akan pergi dari kerajaan ini malam nanti dan apa aku bisa meminta tolong pada mu.?" ujar xia yu.
"tentu saja nona.. anda bisa meminta saya dan saudara saya lakukan apa pun untuk nona, karena hidup kami adalah milik mu." jawab jiang yu membuat xia yu dan fang yin tertegun.
"heh.. kau ini, memang nya aku ini dewa apa.. sudah lah inti nya aku minta, tolong kau dan saudara mu jaga keluarga ku saat aku pergi dan tolong perhatikan kesehatan ayah ku. aku akan kembali setelah aku menyelesaikan latihan ku." ujar xia yu.
"baik nona.. saya akan menjaga keluarga nona dan memperhatikan kesehatan ayah anda.." jawab jiang yu mengerti maksud xia yu yang menyuruh nya mengantar makanan dari kedai jiang atas nama xia yu.
"syukur lah kalau kau mengerti." ujar xia yu. memeng dia membicarakan hal itu saat dia berada di luar kediaman jendral ho.
mereka pun berbincang dan beristirahat setelah kepergian jiang yu yang menggunakan ilmu peringan tubuh nya lewat jendela dengan melepas penyamaran nya kembali menjadi diri nya sendiri.
waktu tak terasa telah berganti dengan malam. kini xia yu dan fang yin tengah bersiap untuk menpergi dari kerajaan ini. xia yu telah meletakan tiga koin emas untuk biaya penginapan nya. dia tidak mau berhutang pada pemilik penginapan itu karena dia bukan orang yang tidak mampu.
xia yu telah memakai pakaian serba hitam sama hal nya dengan fang yin. xia yu bersiap untuk menggunakan ilmu peringan tubuh nya membawa fang yin keluar dari kamar itu dengan melewati jendela kamar dan melompat ke atas atap tiap rumah, penginapan dan kedai meniggal kan ibu kota kerajaan xing dengan rembulan yang menerangi jalan nya.
xia yu memilih penginapan ini juga untuk mengelabui kedua orang yang sedari tadi mengikuti nya yang tengah berada di lantai bawah bagian resorant nya. mereka adalah qiu dan sing yang sedari tadi memperhatikan pinru kamar xia yu yang tertutup hanya ada beberapa pelayan yang keluar masuk mengantar makanan. setelah pukul 6 petang tidak ada lagi pergerakan dari kamar itu sampai menjelang pagi.
para pelayan di sana mengetahui jika xia yu dan yang lain nya telah pergi. qiu dan xing pun terkejut karena sedari malam mereka bergantian tidur untuk menyelidiki xia yu namun masih saja kecolongan. dengan cepat mereka berdua bergegas kembali ke istana dan melaporkan hal itu pada tuan nya. sama hal nya raja liu pun tidak mengerti bagaimana seorang tabib nersama kedua orang nya bisa hilang begitu saja dalam satu malam dari kerajaan xing.
**tbc