
***
"Kakak Ipar, kemana kita akan pergi?" Tanya Xia yu setelah dia dan pria itu berhasil keluar dari gerbang kota, dia mulai memperhatikan orang-orang di sekelilingnya.
Disaat itu juga, Yuan Zhu-Ming menghentikan langkahnya dan melirik ke arah si pengemis kecil itu. Kemudian berbicara dengan suara yang dalam.
"Kamu sudah berada di luar kota, jangan ikuti aku lagi."
Xia yu terhenyak, dan dia segera menjawab sambil tersenyum. "Oh kakak ipar! Apa yang kau katakan?"
Ternyata paman ini sadar kalau Xia yu hanya ingin keluar dari gerbang kota! Jika dipikir-pikir, hal itu memang bisa ditebak. Dilihat dari pria yang tidak nampak memiliki latar belakang biasa, trik remeh-nya pasti bisa ditebak dengan mudah oleh pria itu. Tapi yang membuatnya kaget adalah pria itu masih membantunya, meskipun dia tahu kalau dia sudah dibohongi. Melihat pria itu menjauh, Xia yu mempercepat langkahnya.
"Kakak i.." Sebelum dia menyelesaikan ucapannya, pria itu menyela.
"Aku bukan kakak ipar mu, jangan memanggilku seperti itu!" Suaranya terdengar seperti suara bariton yang dalam, dingin dan tegas, menceminrkan sosok pria yang jantan.
"Apakah aku benar-benar salah orang? Kakak perempuanku memberitahuku, kalau kakak ipar memiliki janggut yang tebal dan mudah dikenali." Ujar Xia yu sambil berlari di sampingnya dan mulai memperhatikan lelaki itu dengan seksama. Mulai dari ujung kepala hingga jari kaki. Tiba-tiba dia tersenyum menyeringai dan berkata.
"Hehehe mungkin.. Mungkin saja aku benar-benar salah orang. Kamu tahu? Kakak iparku seharusnya sedikit lebih muda darimu!" Lanjutnya sambil cengengesan.
Yuan Zhu-Ming masih melanjutkan langkahnya, sama sekali tidak menghiraukan si pengemis kecil di sampingnya. Dari apa yang dia lihat, pengemis kecil itu mungkin sedikit pintar, tapi dia tidak berlatih jenis kultivasi apapun, maka dari itu dia tidak pantas mendapatkan perhatiannya. karena itulah dia mempercepat langkahnya jauh lebih cepat dibandingkan dengan langkahnya saat di dalam kota tadi.
Bersamaan dengan itu, Xia yu tiba-tiba tertarik dan berpikir dalam hati. 'Melihat langkahnya yang nampak sedikit menginjak tanah, namun disaat yang bersamaan kakinya terlihat terbang tidak menyentuhnya. Pria itu bergerak dengan sangat cepat, tapi jelas sekali gerakannya terlihat berbeda dari Without A Trace On The Clouds milikku.'
(Gerakan, Tanpa jejak di atas awan.)
"Paman! Paman berjenggot. Tunggu aku!" Panggil Xia yu sambil berlari mengikuti langkah lebar pria itu.
Bukannya Xia yu benar-benar ingin mengikutinya, tapi hanya ada satu jalan setelah keluar dari gerbang kota. lagi pula, dia tidak bisa membuang waktu untuk mengikuti pria itu. Karena dia harus segera kembali ke tempatnya, terutama ke kerajaan Bei. Keluarga dan sahabatnya pasti mengkhawatirkan keadaannya.
Ketika Yuan Zhu-Ming yang berada jauh di depan, mendengar teriakan berulang kali yang memanggil paman, ujung bibirnya pun mulai menegang. Tanpa sadar dia memegang janggut diwajahnya dan mempercepat langkahnya, sambil berpikir meninggalkan pengemis kecil di belakangnya.
Namun, setelah hampir satu jam penuh berjalan, dia pun berhenti dan menoleh ke belakang. Dia melihat sosok bertubuh kecil itu masih mengikuti sekitar sepuluh langkah di belakangnya, dan dia cukup terkejut.
Untuk seseorang yang tidak memiliki sedikitpun kemampuan kultivasi, bagaimana dia bisa bertahan mengikutinya selama satu jam penuh tanpa berhenti?!
Langkah Xia yu terhenti saat melihat sosok didepannya berhenti melangkah. Dengan nafas yang terengah-engah dia berjalan menghampiri pria berjanggut itu. Punggungnya di tekuk kedepan dengan kedua tangan bersandar di lututnya, kemudian dia menghela nafas.
Kedua alis Yuan Zhu-Ming saling mendekat, saat dia memperhatikan pengemis kecil yang dekil itu dalam waktu yang cukup lama, sebelum akhirnya dia berkata dengan suara yang dalam.
"Jangan mengikutiku lagi. Tempat tujuan kita tidak sama! Aku akan keluar dari kerajaan Tiankong, lebih baik kau pergi ketempat tujuan awal mu!"
"Kamu salah sangka, paman! Aku tidak mengikutimu, tapi tujuan awal ku memang keluar dari kerajaan ini. Perlu paman ketahui, kalau aku bukan berasal dari kerajaan Tiankong. Tapi.. Karena kamu juga akan keluar dari kerajaan ini, bukankah lebih baik kalau kita pergi bersama-sama?" Jawab Xia yu setelah berhasil menyesuaikan nafasnya yang terengah-engah.
Lagi-lagi Yuan Zhu-Ming tidak menghiraukan si pengemis yang ada di hadapannya, dia hanya melebarkan langkah kakinya sambil terus berjalan. Dia sedang berpikir kalau si pengemis kecil itu mungkin seorang tuan muda dari keluarga kaya, yang diam-diam kabur dari rumah untuk bersenang-senang.
Sejak awal ketika Xia yu memeluk erat kakinya, dia tidak merasakan kerendahan hati dari pengemis kecil itu. Dia juga memiliki kedua mata yang tajam, tidak seperti yang dimiliki oleh pengemis kecil pada umumnya. Setelah mendengar kelinginan si pengemis untuk pergi keluar dari kerajaannya, dia lebih yakin kalau anak muda itu ingin pergi keluar dari kerajaannya, hanya demi bersenang-senang.
Melihat paman di depannya tidak menghiraukannya, Xia yu pun tidak mengatakan apapun lagi. Dia hanya mengikutinya sambil berlari beberapa langkah dibelakangkang. Tapi, kalau melihat lebih dekat lagi, mereka akan melihat kalau langkah kakinya sedikit aneh, karena kecepatannya saat bergerak tidak lebih lambat dari Yuan Zhu-Ming.
Keduanya berjalan dengan si pengemis yang berada di belakang. Yuan Zhu-Ming di depan tidak berhenti sama sekali untuk beristirahat, begitu juga dengan Xia yu. Karena waktu akan habis, dia harus segera pergi Ke Pulau Sembilan Jebakan, tempat dimana Kerajaan Kegelapan berada. Kerajaan yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
Tadi pagi dia mendapatkan kabar yang mengejutkan dari pengawal pribadinya. Yuche memberitahu tuannya tentang penampakan Binatang Sakral Kuno Phoenix Api.
Binatang mistik yang melegenda itu muncul di hulu sungai. Ternyata Yuan Zhu-Ming juga merasakan kehadiran binatang sakral itu. Tapi yang membuatnya terkejut adalah, ketika Yuche menceritakan sosok bayangan berwarna hitam yang dia lihat tadi malam.
Sosok manusia yang menggunakan topeng emas dengan ukiran burung Phoenix, topeng yang sama dengan yang di gunakan oleh Tabib Misterius.
Maka dari itu, Yuan Zhu-Ming bersama para pengawal bayangannya menyusun rencana untuk pergi ke kerajaan iblis. Dia ingin tahu, apakah Tabib kecil itu masih ada di kerajaaan iblis atau tidak. Jika dia masih di sana, dia akan merebut kembali Tabib kecil yang telah diculik oleh Kerajaan Iblis.
Karena dia yakin bahwa Tabib kecil itulah yang dapat menghilangkan racun dari dalam tubuhnya, atau hidupnya akan benar-benar berhenti di dunia begitu saja, kalau dia melalaikan keyakinannya.
Yuan Zhu-Ming selalu mendapatkan mimpi tentang Binatang Sakral Kuno Phoenix Api. Bahkan didalam mimpinya, dia melihat sosok bayangan manusia mengenakan hanfu merah sedang berdiri tidak jauh dari sosok binatang sakral itu. Rambutnya yang hitam kelam terbang terbawa angin, bersamaan dengan kain merah yang di kenakannya ikut terbang. Sayangnya dia tidak pernah melihat wajah dari sosok misterius yang muncul di mimpinya itu.
(Apakah ini pertanda bahwa pria itu juga mendapatkan ramalan tentang masa depannya?)
**tbc
Maaf ya, Author-nya sibuk..
Terimakasih 🙏😘