The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
114. kedai saudara jiang..



"tuan.. tuan.. minta sedekah nya tuan saya belum makan dari kemarin tuan.." ujar lemah si pengemis yang di perintah kan xia yu. pengemis itu mengulurkan tangan nya dan duduk di tanah di dekat pintu depan kedai makanan milik kelima saudara jiang.


"dasar bau.. pergi kau dari sini pengemis sialan..!!" bentak pria yang menjadi salah satu pelanggan dari kedai itu. dia risih dengan bau badan dari si pengemis.


"tuan.. tolong beri saya sedekah saya kelaparan tuan.." lirih pengemis itu kembali bahkan dia memegang pakaian pria yang beru saja membentak nya.


..BRUKH... pria itu menendang pengemis itu dengan kaki nya yang di pegang.


"dasar menjijikkan.. pergi kau dari sini.." kembali bentak nya pengemis itu pun sedikit menjauh dari pria yang menendang nya.


tidak berapa lama keluar sosok pria muda yang melerai kejadian itu dan membawa si pengemis ke area belakang kedai itu.


"tunggu lah di sini aku akan mengambil kan makanan untuk kau makan.." ujar jiang yi menyuruh nya duduk di atas bangku yang tersedia di sana.


"te..terimakasih tuan.. m..ma..maaf kan saya tuan karena menggangu pekerjaan tuan." jawab si pengemis dengan terbata bata mengucap kan terimakasih dan maaf dan menunduk kan kepala nya pada jiang yi.


"tidak apa jangan seperti itu.. dulu kami juga sama seperti mu bahkan nasib ku lebih buruk dari mu.. untung nya ada gadis baik yang menolong kami dan kami bisa mengubah kehidupan ekonomi kami.. apakah kau mau merubah kehidupan mu.." ujar jiang ya keluar dari ruangan yang bisa di sebut dapur membuat si pengemis terkejut. awal nya dia hanya di perintahkan oleh gadis bertudung yang menyuruh nya untuk mengemis di sekitar kedai ini namun dia tidak pernah berpikir jika pemilik kedai ini begitu baik.


"apakah saya bisa.." jawab si pengemis itu terpotong oleh suara gadis muda yang sangat bersemangat berbeda dengan satu bulan yang lalu yang di temui oleh xia yu.


"tentu saja bisa.. lihat lah semua pelayan di sana adalah orang seperti kita yang selalu di injak injak oleh orang-orang yang tidak memiliki hati." ujar jiang ay memotong ucapan si pengemis.


"jika kau mau kau bisa bekerja di tempat kami.. kami memilki dua tempat kerja satu di sini dan satu lagi di tempat tinggal kami." sambung jiang yi.


"saya mau tuan.! dimana pun saya bekerja sara mau tuan.." jawab si pengemis.


"kalau begitu kau sekarang harus makan dulu sebelum memulai pekerjaan mu." ujar jiang ya menyerah kan satu piring yang penuh dengan makanan.


"terimakasih nona.. saya sungguh-sungguh berterimakasih.. sejujur nya saya mengemis di tempat ini karena di perintah oleh wanita bertudung di luar sana." jawab pengemis itu membuat ke tiga saudara jiang terkejut.


sedangkan di tempat lain xia yu telah berada di dalam kedai memperhatikan semua pelayanan dari pegawai dan menilai makanan yang di sajikan. 'ternyata mereka memang mampu melaksanakan perintah ku' batin xia yu senang. ternyata didikan nya selama ini pada kelima saudara jiang tidak sia sia.


kembali ke belakang kedai tempat ke tiga jiang yang terkejut dengan ucapan si pengemis. "wanita bertudung itu dimana..?" tanya jiang yi tersadar dari keterkejutan nya.


"di..dia ada di luar.." jawab si pengemis sama terkejut nya saat melihat keresahan di mata ke tiga orang di hadapan nya. jiang yi pergi dari sana dan berlari ke arah depan mencari sosok bertudung yang di sebut pengemis itu.


"kak.. apakah itu nona..?" tanya jiang ay pada jiang yu dengan senang nya berpikir jika wanita bertudung itu adalah penolong nya.


"aku tidak tahu..!" jawab jiang ya gelisah. "sebaik nya kita beritahu kakak pertama dan kakak ke dua." lanjut jiang ya yang di angguki oleh jiang ay.


"kamu makan lah di sini dengan tenang kami akan masuk terlebih dulu." ujar jiang ya pada pengemis itu.


"baik.. terimakasih nona.." jawab nya. mereka pun meninggalkan nya dan dia mulai memakan nasi itu.


sedangkan jiang yi masih mencari di luar kedai tapi tidak menemukan sosok bertudung itu, dia pun masuk ke dalam kedai melalui pintu depan menemukan sosok bertudung itu tengah di layani oleh pekerja nya. dengan cepat jiang yi menghampiri sosok itu di ikuti dengan jiang ye yang sedari tadi penasaran dengan sosok bertudung yang menjadi tamu nya.


"permisi.." ujar jiang yi membuat xia yu mendongkak kan kepala nya menatap lekat pada jiang yi. "apa anda orang yang menyuruh pengemis tadi meminta makanan di depan kedai kami.?" lanjut nya bertanya pada xia yu.


'cih.. ternyata pengemis itu tidak bisa menutup mulut nya' batin xia yu kesal karena ulah si pengemis penyamaran nya terbongkar.


"ya..!" jawab xia yu.


"apakah anda nona kami..?" tanya jiang yi langsung ke inti nya, dia juga berjongkok di hadapan xia yu yang semakin kesal dengan tingkah nya. sedangkan jiang ye semakin penasaran kenapa saudara nya bisa seyakin itu.


...tak...


...aww....


xia yu menyentil kening mulus jiang yi karena gemas dengan tingkah nya. ya dia dulu sering sekali menyentil kening jiang yi karena saking gemas nya dengan ekspresi wajah yang di tampil kan nya seperti anak kecil yang bermanja manja pada ibu nya.


"nona.." rengek jiang yi berhasil membuka penyamaran xia yu.


"nona..!" sambung jiang ye.


"shutt... diam lah kalian tidak lihat semua orang menatap ke arah kita.?" ujar xia yu melihat sekeliling nya yang menatap nya penuh dengan rasa penasaran.


"apa di sini ada ruang pribadi..?" tanya xia yu.


"ada.." jawab mereka berdua serempak kembali membuat tamu lain nya memandang ke arah xia yu.


"kita bicara di sana dan ajak saudara kalian yang lain nya jangan di depan umum seperti ini, aku tidak mau di kenali orang lain." jawab xia yu.


"baik.." jawab mereka berdua.


"aku akan memanggil saudara ku yang lain.. kau antar lah nona keruang pribadi." ujar jiang ye pada adik nya jiang yi.


"baik kak.." jawab jiang yi.


dia pun mengajak xia yu ke tempat yang di sebut ruang pribadi atau vip di zaman dulu. xia yu sedikit terkejut dengan ruangan pribadi yang di miliki kedai saudara jiang ternyata ruangan itu bersih dan rapi juga memiliki kesan mewah layak nya kediaman kerajaan. xia yu duduk di tempat yang di sediakan oleh kedai itu menunggu semua ke empat saudara jiang yang lain nya tiba.


"nona.. bagaimana kabar nona..?" tanya jiang yi cemas.


"aku baik.. sebalik nya bagaimana kabar kalian semua.?" tanya balik xia yu.


"kami baik.. setelah nona fang yin memberitahu jika nona pergi, kami merasa cemas dan khawatir tapi kami berpikir jika nona adalah wanita baik dan kuat pasti dewa akan menjaga nona dimana pun nona berada." jawab jiang yi penuh kerinduan pada xia yu. tidak di pungkiri xia yu juga merasakan kerinduan yang sama seperti lelaki muda di hadapan nya.


"aku juga merindukan kalian.. terimakasih telah mencemaskan aku dan merindukan ku." jawab xia yu.


..krett...


pintu terbuka oleh empat orang yang sangat di kenal oleh xia yu. mereka adalah ke empat saudara jiang yang dengan semangat nya menghampiri xia yu.


"nona.. nona.." ujar mereka serempak mendekat ke arah xia yu.


"kalian ini berisik sekali.." ujar xia yu dengan tangan kanan nya menutup satu telinga nya risih dengan teriak kan mereka.


"nona.. apa ini benar nona.? kenapa pakaian nona seperti ini..?" ujar jiang ya heran dengan penampilan xia yu yang terlihat lusuh apalagi pekaian nya seperti pria yang berpetualang.


"iya ini aku.. jangan bahas pakaian ku, sekarang berdiri lah.. bagaimana kabar kalian." ujar xia yu menyuruh kedua wanita yang tengah berlutut menengadah menatap xia yu.


"kami baik nona.." jawab jiang ya.


"nona kemana saja nona selama ini.. kami khawatir padamu nona.." sambung jiang yu yang sama cemas nya seperti yang lain.


"aku pergi mencari seorang guru.. yang mengajari ku beladiri.. aku bersyukur kalian bisa menjalan kan apa yang aku perintah kan pada kalian." ujar xia yu bengga pada ke lima saudara jiang.


"ya nona.. kami menjalan kan perintah mu saat fang yin memberitahukan nya pada kami." jawab jiang yu.


"bagaimana kabar fang yin di kediaman jendral ho.?" tanya xia yu penasaran dengan kabar sahabat nya.


"nona.. maaf kan kami tidak bisa menjaga nona fang yin." lirih jiang ya ada raut kesedihan di dalam mata nya.


"apa maksud kalian..?" tanya xia yu penuh dengan kebingungan mendengar ucapan jiang ya.


"nona fang yin tidak tinggal di kediaman jendral sekarang nona fang yin berada di istana.." jawab ya.


"kenapa bisa seperti itu..?" tanya kembali xia yu.


"tersebar berita jika nona telah menyembuh kan kakek kaisar dan nona fang yin menjadi jaminan untuk bisa memancing nona kembali ke kerajaan xing." jawab jiang yu dengan raut wajah sedih nya mengingat sosok gadis yang selalu membuat nya terpesona.


"bukan nya kakek kaisar sembuh..? kenapa mereka membawa fang yin untuk jaminan..? fang yin hanya bekerja sebagai pelayan di kediaman jendral. apa yang terjadi sebenar nya ketika aku tidak ada..?" xia yu mengucap kan beberapa pertanyaan pada mereka. dia sangat cemas setelah mendengar sahabat nya di jadikan jaminan.


"kaisar memerintah kan kasim lu untuk menjemput nona dan saat tiba kediaman jendral ho memberitahu kan jika nona tidak ada di kediaman kasim lu pun menyampaikan berita itu pada kaisar.


kaisar pun kembali menyuruh kasim lu membawa jendral ho ke istana untuk mempertanggung jawab kan perbuatan nona. awal nya kaisar akan membawa jendral ho untuk jaminan, tapi nona fang yin tidak membiarkan hal itu terjadi. dia berkata pada kaisar jika dia akan menggantikan nona untuk menjadi jaminan nya." jelas jiang yu.


**tbc