
"ba..baik nona.." jawab salah satu pengawal di antara mereka.
"kembali lah bekerja.. dan tolong siapkan kereta untuk ku." jawab xia yu memerintahkan pengawal itu menyiapkan kereta.
"baik nona.. silahkan.." jawab pengawal itu menerima titah xia yu. dia juga mempersilahkan xia yu untuk mengikutinya ke arah kereta kuda yang tidak jauh dari mereka.
xia yu dan fang yin mengikuti pengawal itu dan sampai lah di tempat kereta itu berada.
"nona kereta ini adalah khusus untuk per.. mm khu..khusus untuk nona." ujar pengawal itu hampir saja salah sebut memanggil xai yu.
"terimakasih.. kau bisa pergi.." jawab xia yu menyuruh pengawal itu pergi.
"maaf nona saya bisa mengendarai kereta ini untuk nona.." ujar pengawal itu takut di salah kan oleh raja liu jika membiarkan permaisurinya menjalankan kuda tampa kusir nya.
"tidak perlu fang yin dapat mengendarai kereta kuda ini.." jawab xia yu menolak pengawal itu.
"tapi nona hamba.." ucapan terpotong karena ucapan xia yu.
"jika kau terus bicara aku akan terlambat.. pergilah" ujar xia yu memotong ucapan pengawal itu.
"fang yin ayok berangkat." ajak xia yu pada fang yin.
xia yu sudah berada di dalam kereta sedangkan fang yin masih belum naik kereta dia masih mematung.
"fang yin.." panggil xia yu menyadarkan fang yin.
"ahh.. baik nona." jawab fang yin. dia mulai menaiki kereta dan mengendarai kereta itu melewati pelayan dan pengawal.
kereta yang di naik ki xia yu melewati gerbang kediaman raja liu dan bergegas ke arah pasar.
setelah sampai di pasar xia yu menyuruh fang yin membeli beberapa bahan masakan untuk di bawa ke tempat lima saudara jiang.
xia yu berniat untuk memberi pelajaran memasak pada jiang ya dan jiang ay agar bisa memberi asupan makan yang sehat dan bergizi bagi ke tiga kakak laki-laki nya yang bekerja keras untuk menghidupi mereka.
saat xia yu tengah menunggu fang yin dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. xia yu turun dari kereta dan menghampiri satu kedai yang menjual berbagai macam barang yang sudah jelek seperti barang antik.
"paman berapa belati kecil ini.." ujar xia yu pada pedagang yang menjual berbagai barang yang di jual nya. xai yu menanyakan harga dari sebuah belati yang menarik perhatiannya sedari tadi. belati itu berbentuk seperti keris kujang senjata khas indonesia.
"nona belati ini saya jual dengan harga murah. nona bisa membayar belati ini dengan harga 30 tael perak saja." jawab si pedagang.
"oh.. terimakasih paman.. saya akan membayar nya dengan tiga koin emas saja.. apa boleh..?" jawab xia yu menolak harga yang di berikan pedagang itu. dia tahu jika belati yang di pegang nya bukan lah belati biasa. dia juga merasa iba pada pria yang sudah tua seusia ayahnya yang masih berjuang untuk menghidupi keluarga kecil nya.
xia yu tahu jika paman itu menurunkan harga yang terbilang sangat jauh gara-gara dia sangat membutuhkan uang untuk keluarganya makan hari ini. betapa senangnya pria itu saat xia yu memberi harga untuk belati usang yang dia jual.
awalnya pria itu menolak tapi karena xia yu jago dalam hal mengancam akhirnya paman itu mengalah dan mendapatkan kebahagiaan yang sangat tidak di duganya.
"Terimakasih paman.. Saya akan merawat belati ini dengan baik seperti paman." jawab xia yu meskipun dia tidak mengerti maksud dari pesan paman itu.
xia yu kembali ke keretanya setelah jual beli belati itu. di dalam kereta xia yu terus saja memperhatikan belati yang baru di belinya.
semakin di perhatikan nya belati itu. xia yu merasa ada aura panas yang sangat kuat dari belati yang di pegang nya.
xia yu bingung kenapa belati itu terasa panas dan sangat berat. saat tangan xia yu memegang sarung belati itu karena ingin memasukkan nya ke dalam dia tidak sengaja melukai telapak tangan nya dengan belati itu.
...sshhh... desis xia yu merasakan sakit saat tergores oleh belati itu. bukan hanya sakit ternyata sangat panas dan menyakitkan.
.. Aauuu... xia yu tidak pernah mengira jika efek dari luka itu bisa sampai menyakitkan seperti ini. tapi dia bingung kenapa belati nya tidak bisa terlepas dati tangannya.
Darah yang keluar dari goresan itu di serap oleh belati itu. Tidak berapa lama rasa sakit dan panas itu hilang begitu saja.
"Belati ini.. " lirih xia yu. dia ingat pesan paman yang tadi Jika belati ini sendiri yang akan memilih pemiliknya.
"apakah belati ini memilih ku..?" gumam xia yu bertanya pada dirinya sendiri.
saat xia yu sedang fokus dengan pikirannya sendiri. dia tidak menyadari jika fang yin telah sampai di dekat kereta.
"nona..nona..?" panggil fang in tak menerima sahutan dari dalam kereta.
"nona.." panggil fang yin lagi sambil mengintip ke dalam kereta. memastikan apakah xia yu ada di dalam kereta atau tidak.
"NONA.." jerit fang yin terkejut melihat xia yu memegang belati yang mengerikan menurut nya.
"heyy.. kenapa kau berisik sekali...?" tanya xia yu terbangun dari lamunan nya.
"nona belati siapa ini..? kenapa nona memiliki benda tajam seperti ini...?" tanya fang yin cemas.
"tenang lah.. kau tidak usah ribut. aku baru saja membeli belati ini dari pedagang yang menjual barang-barang antik di sana." jawab xia yu tenang beda dengan fang yin yang di penuhi dengan perasaan cemas.
"baik nona.." jawab fang yin.
"fang yin.. ayo kita ke rumah ke lima saudara jiang.." ujar xia yu mengalihkan pembicaraan.
"baik nona.." jawab fang yin singkat.
fang yin memasukan belanjaan xia yu ke dalam kereta lalu menjalankan kereta itu ke arah tempat tinggal ke lima saudara. ternyata membutuhkan waktu cukup lama agar mereka sampai di sebuah rumah yang tidak seluas paviliun xia yu.
**tbc
Maaf jika ada penulisan dan kata yang salah author nya nulis kemalaman jadi mata nya kurang singkron.. Hehe.. Maaf ya