
***
Fang yin dan Raja Liu mendatangi Xia yu, mereka berniat membantunya berdiri dengan mengulurkan salah satu tangan mereka, namun hanya uluran tangan Fang yin yang di pilih oleh Xia yu, sedangkan tangan Raja Liu di lewati begitu saja, meskipun tangan dialah yang paling dekat.
"Apa nona baik-baik saja?" Fang yin bertanya karena merasa khawatir pada Xia yu yang tidak membalas pertanyaannya, dia tahu kalau nonanya menggertakkan giginya, mungkin karena menahan sakit di bagian kiri, karena tidak menghadang serangan Raja Liu.
Tidak lama Xia yu pun menjawab, tapi hanya sekedar gumaman saja. "Mm.."
Raja Liu tidak mau kalah, dia juga bertanya dan meminta maaf karena telah melukainya lagi. "Xia yu, maafkan aku.. aku tidak bermaksud melukaimu, aku hanya.."
"Kamu berniat melukai teman ku bukan?" Sanggah Xia yu menghentikan ucapan Raja Liu.
"Bukan! Bukan itu.. Aku hanya berniat menghentikannya." Bela Raja Liu.
"Dengan cara menyerangnya dari belakang?!" Tanya Xia yu dengan aura dingin, menatap tajam pada sosok lelaki tampan di hadapannya. Kemudian dia melanjutkan kembali kata-katanya.
"Tidak, bukan begitu." Sanggah Raja Liu.
Xia yu menatap sebal pada pria di hadapannya, lalu berkata.
"Liu XingSheng, kau tahu.. Kau adalah Lelaki pengecut kedua, yang pernah aku kenal. Kau masih ingin melukai ku, hanya karena aku mirip dengannya, meskipun kamu telah mengetahui kebenarannya!"
Raja Liu mengerutkan kedua alisnya, dan bermonolog dalam hatinya. 'Bagaimana gadis ini tahu, jika aku telah mengetahui dirinya bukan Xia wei? Apa dia juga mata-mata di kediamanku?' Batin Raja Liu, namun dia segera menepis pikirannya dan kembali menatap gadis kedua yang telah merebut hatinya.
Xia yu kembali bersungut-sungut, melemparkan beberapa pertanyaan untuk mengingat perlakuan sadis Raja Liu, terhadap istri yang tak di inginkan olehnya. Hal itu di lakukan tidak lain karena Xia yu ingin meluapkan kekesalannya terhadap pria itu.
"Apa kamu belum puas menyiksa dia selama ini? Dan ingin menjadikan diriku sebagai bahan penyiksaan mu selanjutnya? Atau kamu akan puas setelah melihatku mati di tanganmu, seperti yang kamu lakukan padanya?"
"Xia yu, aku benar-benar tidak bermaksud. Aku hanya ingin melerai mereka, dan membawamu ke suatu tempat!" Raja Liu terus saja membela dirinya, rasa ego dan obsesi mengalahkan rasa bersalahnya.
"Apa kau pikir, aku tidak tahu tempat apa yang kau maksud? Kau mau mengurungku di tempat yang terpencil seperti yang kamu lakukan pada Xia wei!" Xia yu membentak Raja Liu dengan suara lantangnya. Dia telah mengetahui rencana Raja Liu dari sorot matanya.
Lagi-lagi raja Liu dan orang-orangnya kembali tercengang dengan perkataan Xia yu. Mereka tidak mengira jika gadis itu mengetahui rencana tuannya.
"Apa kau berharap, aku akan menjadi dirinya dan menuruti semua permintaan mu begitu saja? Atau mungkin kau berpikir, kalau aku juga akan mencintaimu, seperti yang di lakukan olehnya yang rela di hukum dan di caci maki olehmu?! Setelah semua itu, kau ingin aku ikut dengan mu? Ck.. sungguh pria TAMAK! " Xia yu terus saja memberondong Raja Liu dengan pernyataannya, bahkan dia menekankan satu kata yang mencerminkan salah satu kepribadian Raja Liu.
Di waktu yang sama, Raja Liu sudah merasa geram dengan penuturan Xia yu, dia mendekat dan mencekal lengan gadis itu dengan tenaga yang lumayan cukup kuat, kemudian dia berkata dengan nada yang mengancam.
"Mau kau Xia wei atau Xia yu, kau harus ikut dengan ku.. Jika tidak, kau akan tahu akibatnya.." Raja Liu telah menunjukkan sifat aslinya.
Xia yu memutar bola matanya dengan malas, kemudian dia memutar lengannya dan memelintir lengan Raja Liu ke arah belakang tubuhnya, sehingga terdengar suara yang khas dari retakan tulang.
Seketika tubuh Raja Liu melekuk dan sedikit membungkuk, karena merasakan sakit di bagian lengan kanannya. Sementara Xia yu ikut membungkuk, mengikuti arah wajah Raja Liu yang tertunduk melihat ke arah tanah, setelah itu Xia yu mengancam balik Raja Liu.
"Untuk yang terakhir kalinya aku peringatkan padamu, bahwa di antara kita tidak pernah terjalin hubungan! Maka dari itu berhentilah bersikap seolah kau mengenalku, dan berhentilah mengusik kehidupan ku. Jika tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu, karena tidak selamanya aku bisa memaafkan sikapmu!!"
Setelah mengatakan semua itu, Xia yu melepaskan genggaman tangannya pada lengan Raja Liu, kemudian dia berjalan ke arah Fang yin dan mengajaknya pergi dari hadapan mereka.
Xia yu menaiki kudanya dan gerakannya juga di ikuti oleh Fang yin, setelah itu mereka melajukan kuda mereka dengan sangat cepat. Seketika kedua gadis itu menghilang dari pengelihatan Raja Liu dan semua pengawalnya, yang kini sudah mulai tersadar.
"Apa saya harus mengikuti mereka tuan?" Tanya Qiu kepada tuannya yang terlihat melamun.
Pertanyaan Qiu berhasil menyadarkan lamunan Raja Liu, dia pun menjawab pertanyaan pengawalnya. "Tidak perlu! Kita kembali saja.."
Setelah mengatakan hal itu, dia berjalan ke arah kudanya dan berniat menaikinya. Namun saat akan mengangkat tangannya, Raja Liu merasakan sakit di bagian lengan kanannya, dan tidak dia ketahui jika bagian sikunya telah membengkak kemerahan.
"Anda tidak apa-apa tuan?" Tanya Qiu dengan cemas.
"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir." Ucap Raja Liu, dia pun berusaha kembali naik ke atas kuda, lalu berkata setelah dia duduk di atas kudanya.
"Mulai dari sekarang kita lupakan semua masalah yang terjadi satu tahun ini, katakan pada pelayan dan pengawal yang bekerja di kediamanku, bahwa mereka di larang membicarakan atau menyebut nama gadis itu. Jika ada yang melanggar, langsung hukum di tempat!" Raja Liu memberikan larangan keras pada semua pekerjanya, dia melakukan hal itu bukan karena dia marah atau benci dengan Xia yu, tapi dia ingin melupakan rasa cinta atau obsesinya pada gadis itu.
"Baik tuan..” Jawab Qiu menerima titah dari tuanya.
Setelah itu mereka pun kembali ke ibu kota kerajaan Xing, melupakan semua tujuan awal dan kembali dengan tangan kosong.
***
Pada malam harinya Xia yu dan Fang yin telah sampai di dalam hutan arwah, mereka pergi ke suatu tempat yang menjadi peristirahatan terakhir Kakek Liu, yaitu pohon kembar.
Xia yu dan Fang yin berniat beristirahat di tempa itu, dan Xia yu juga memanggil temannya Hei tian yang sekarang tinggal di hutan arwah. Sejak dia bermeditasi di dalam hutan kehidupan, dia sangat merindukan satu temannya ini.
Xia yu, Fang yin, Xiao huang dan Hei tian pun berkumpul di dalam ruang dimensi, mereka seolah melepas rindu karena sudah lama tidak berkumpul bersama, acara makan-makan pun tidak terlewatkan.
Malam itu dilalui dengan sukacita, melupakan semua masalah yang terjadi hari ini, mulai dari pemutusan hubungan dengan keluarga pemilik tubuh dan hubungan percintaan dengan pria pengecut Raja Liu.
Bukan Xia yu tidak ingin hidup bersama dengan keluarga Xia wei, melainkan dia tidak ingin hidup sebagai bayang-bayang dan masa lalu yang di terima gadis itu. Dia tidak ingin di kasihani, karena dia merasa dirinya bukan pengemis. Xia yu bahkan meminta mereka menyusulnya ke kerajaan Bei, dan bisa menjadi keluarganya, dia tidak ingin tinggal di kerajaan Xing yang di penuhi orang tak tahu diri. Itu sih menurut dia,..
**tbc