
***
'Hoaahh!'
"Hmm.. Nyaman sekali tidur ku."
Gumam gadis berpakaian pria baru saja terbangun dari tidurnya. Xia yu menggeliatkan tubuhnya, melakukan peregangan otot di pagi hari, sambil mengedarkan pandangannya dan melihat semua perabotan mahal yang ada di dalam ruangan dimana dirinya tidur. Seketika peregangan ototnya terhenti, dia menundukkan pandangannya untuk melihat tubuhnya masih memakai baju atau tidak.
'Hufh!'
Xia yu bernafas lega, pakaiannya masih menempel lengkap dan tali pinggangnya masih terikat kuat. Dia baru sadar kalau dirinya saat ini berada di atas tempat tidur Tuan Neraka. Xia yu kembali mengedarkan pandangannya mencari pemilik kamar itu, namun dia tidak mendapatkannya.
'Kemana dia?' Gumam Xia yu dalam hatinya sembari beranjak dari tempat tidur. Dia berjalan ke arah pintu lalu membukanya.
Di depan pintu sudah ada dua penjaga bayangan yang berjaga, mereka menundukan kepala dan menyapa pada sosok manusia yang baru saja muncul dari dalam kamar.
"Selamat pagi, Nona Xia yu." Ucap kedua penjaga bayangan dengan penuh hormat saat menyapa Xia yu.
"Pagi, tolong jangan memanggil aku Nona saat aku memakai pakaian pria. Misteri, panggil aku seperti itu!" Xia yu menjawab salam kedua penjaga dengan menganggukkan kepala ringan. Tidak lupa membenarkan panggilan mereka untuk setiap penampilan yang sedang dia perankan.
"Ma.. Maaf Non,. Engh' Misteri!" Kedua penjaga itu membenarkan panggilan yang Xia yu minta.
"Nah, begitu baru benar. Oh ya, Dimana Tuan kalian?" Tanya Xia yu sembari mengedarkan pandangannya ke arah lorong gedung, mengontrol situasi di luar ruangan kamar Tuan Neraka. Beberapa penjaga berdiri di lorong dengan rapi tak goyah sedikit pun.
"Tuan Neraka, ada di..." Ucapan anak buah Tuan Neraka terpotong ketika suara berat dari arah belakang menjawab pertanyaan Xia yu.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Tuan Neraka yang berjalan dari dalam kamar, lebih tepatnya ruang ganti.
Secara refleks Xia yu menoleh ke arah belakang tubuhnya. Kedua matanya menangkap sosok pria misterius yang kini sudah memakai pakaian lengkap, berikut dengan topeng perak misteriusnya. Dialah Yuan Zhu-Ming yang saat ini sedang berperan sebagai Tuan Neraka. Selama Yuan Zhu-Ming berada di Kerajaan Kegelapan, dia akan terus mengenakan topeng jika akan keluar dari kediamannya.
"Mm,"
Xia yu hanya bisa bergumam ketika menjawab pertanyaan Tuan Neraka. Sosok pria tampan bak dewa yunani itu membuat detak jantung Xia yu meningkat secara bertahap. Debaran jantungnya semakin kencang tatkala makhluk hidup ciptaan Tuhan yang tampak sempurna itu berjalan mendekatinya.
'Gila! Ketampanan pria ini melebihi Oppa kesayanganku. Aku sepertinya harus bersyukur karena mendapatkan pria tertampan di benua ini. Dan aku benar-benar lega karena tidak salah memilih pendamping hidup!'
Xia yu bermonolog dalam hatinya. Kedua matanya tampak berbinar ketika menatap sosok dihadapannya. Xia yu begitu terpesona dengan penampilan Tuan Neraka yang ketampanannya terasa bertambah setiap kali dia bertemu dengannya.
"Bagaimana keadaan Tuan? Apakah Tuan sudah merasa lebih baik?" Tanya Xia yu dengan kata-kata yang formal. Dia memang telah membuka hatinya untuk Tuan Neraka, tapi Xia yu ingin melihat seberapa besar usaha Tuan Neraka meluluhkan hatinya yang keras.
Tuan Neraka paham mengapa sikap Xia yu berbeda jauh dengan semalam. Mungkin karena saat ini mereka tidak berdua. Pikir Tuan Neraka.
"Aku baik-baik saja. Ini semua berkat dirimu yang menjagaku semalaman. Aku pasti telah merepotkan mu." Jawab Tuan Neraka dengan nada yang lembut dan pembawaan diri yang hangat.
"Baguslah kalau anda merasa baik-baik saja. Itu artinya penawar racun buatan saya berhasil mendetoks racun api untuk sementara. Bisakah saya meneriksa denyut nadi anda untuk memastikan bahwa kondisi tubuh anda baik-baik saja?"
"Tentu, kemarilah.." Jawab Tuan Neraka sembari berbalik arah.
Xia yu pun mengikutinya. Setelah sampai di ruangan tamu, Tuan Neraka menyerahkan tanganya dan menarik pakaiannya agar memudahkan Xia yu memeriksa pergelangan Tangannya. Dan dengan penuh ketelitian mulai memeriksa denyut nadi Tuan Neraka sambil menutup kedua matanya. Tuan Neraka hanya sibuk menikmati masa dimana dirinya bisa sedekat ini dengan Xia yu.
Xia yu kembali menarik tangannya dari pergelangan Tuan Neraka. Dia merasa lega karena obat buatannya bereaksi bagus terhadap Tuan Neraka meskipun hanya untuk sesaat.
"Hufh.. Syukurlah, semuanya normal." Ucap Xia yu sambil melepaskan tatapannya dari pergelangan Tuan Neraka. Kemudian, menjelaskan kondisinya saat ini.
"Tuan baik-baik saja untuk saat ini, tapi anda perlu melakukan pengobatan beberapa kali. Racun api di dalam tubuh Tuan sudah menyebar. Semalam saya hanya mendetoks racun api yang membelenggu kedua mata anda saja, dan.."
Penjelasan Xia yu tiba-tiba terhenti, dia menundukkan kepala dan berpikir. Xia yu refleks yu merasa melupakan sesuatu tadi malam, dan ketika dia mengingat apa yang dia lupakan, matanya terbuka lebar. Secara dia menoleh pada Tuan Neraka, lalu tersenyum dan berkata dengan ceria.
"Saya ingat! Tuan tolong tunggu di sini, saya akan segera kembali." Xia yu beranjak dari tempatnya duduk, dia berlari ke arah ruang pemandian. Xia yu membalikan tubuhnya dan berkata dari kejauhan. "Tidak ada yang boleh masuk selagi saya berada di dalam ruangan ini!" Xia yu memberikan peringatan kepada Tuan Neraka.
Semua pria yang ada di dalam kamar itu terkejut dengan keberanian Xia yu yang memberikan peringatan kepada Tuan Neraka. Tidak ada yang pernah berpikir akan ada waktunya Tuan Neraka menurut pada seseorang.
Di dalam ruang pemandian, Xia yu mengunci pintu dan berjalan masuk. Dia memastikan tidak akan ada yang orang di dalam atau ada celah bagi orang luar bisa masuk ke dalam ruangan itu. Setelah di pastikan tidak ada yang salah, dia segera memfokuskan pikirannya dan masuk ke dalam ruang dimensi.
Di dalam ruang dimensi dia melihat Xiao huang sedang berlatih beladiri bersama Fang yin yang telah kembali ceria. Namun saat ini bukan waktunya dia bertegur sapa, dia segera masuk ke dalam rumah dan berlari ke dalam ruang laboraturiumnya. Seingatnya dia telah mengambil beberapa botol air suci dari hutan kehidupan dan menyimpannya di dalam laboraturiumnya. Dan benar saja, di sana terdapat tiga botol air suci.
Xia yu dengan segera mengambil botol itu, lalu mencari sesuatu di dalam rak tumbuhan ajaib. Disana berjejer tanaman obat ajaib yang tertanam di dalam pot. Xia yu mengedarkan pandangannya dan berhenti tepat pada tumbuhan yang dia cari.
"Ini dia.." Lirihnya.
Xia yu memetik dua lembar kelopak Bunga Baibahe, dan menaruhnya kedalam mangkuk keramik kecil. Kelopak putih itu tampak bercahaya meskipun telah terpisah dengan kelopak lainnya. Tidak breapa lama Xia yu mulai menuangkan air suci dari dalam botol.
Kabut asap putih tampak mengepul ketika air suci itu bertemu dengan tanaman ajaib. Bau harum semerbak pun memenuhi ruangan lab. Cahaya spiritual dari kedua bahan yang mengandung keajaiban tampak menyilaukan mata. Hingga Xia yu tidak kuat untuk tidak menutup matanya.
Di luar ruangan Tuan Neraka dan kedua anak buahnya yang berada tidak jauh darinya tampak terkejut ketika melihat berkas cahaya dan kepulan asap putih muncul di sela-sela tembok kayu. Di susul dengan bau harum semerbak yang tercium oleh indra penciuman mereka.
'Apa yang sedang dia lakukan?' Lirih Tuan Neraka melihat hal mencengangkan di depan matanya. Begitu pula dengan kedua anak buahnya. Mereka saling melempar pertanyaan dari tatapan mereka. Meskipun penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Xia yu, mereka tidak di perbolehkan masuk.
Perlahan-lahan cahaya spiritual menghilang, begitu pula dengan asap putih yang tidak lagi mengepul. Menyisakan air suci dan kelopak bunga yang masih mengeluarkan wanginya. Xia yu memasukan setengah air dari campuran dua bahan itu kedalam botol keramik kecil. Kemudian dia beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu kemudian mendorongnya hingga terbuka.
Tuan Neraka dan kedua anak buahnya kembali terkejut ketika melihat pintu itu terbuka dan menampilkan sosok gadis cantik keluar. Tubuh Xia yu di kelilingi kabut asap putih, membuatnya terlihat seperti bidadari yang baru saja turun dari langit. Tentu saja pemikiran itu untuk orang yang telah mengetahui identitasnya. Tapi akan terlihat seperti pemuda cantik untuk orang yang tidak mengetahui identitasnya.
Xia yu berjalan keluar dari ruang pemandian sambil membawa dua benda di kedua tangannya. Tuan Neraka merengutkan alisnya dan bergumam.
"Apa yang dia bawa?" Tanya Tuan Neraka dalam hatinya sambil menebak-nebak apa yang di bawa Xia yu.
Xia yu telah sampai di hadapan Tuan Neraka. Dia segera meletakkan dua benda berbeda itu di atas meja. Kemudian, dia berkata.
"Ini adalah ramuan obat untuk mata Tuan. Ramuan ini hasil penyulingan dari Bunga Baibaihe dan air suci. Saya rasa dengan kedua bahan ajaib ini racun yang membelunggu mata Tuan Neraka akan lenyap. Anda bisa menyuruh anak buah anda meneteskan air ini ke dalama mata, dan menaruh kelopak bunganya di atas mata, Tuan." Jelas Xia yu sambil menyerahkan obat buatannya. Xia yu sengaja tidak memberitahukan air suci adalah air kehidupan.
"Kurasa anak buahku tidak akan paham dengan cara pengobatan yang kamu jelaskan. Bagaimana kalau kamu saja yang melakukannya?" Jawab Tuan neraka, dia segera beranjak dari tempat duduknya dan meraih tangan Xia yu tanpa di setujui oleh pemiliknya.
"Hah! Tunggu,.." Teriak Xia yu ketika Tuan Neraka sudah menariknya ke arah tempat tidur.
Tuan Neraka tidak mendengarkan teriakan Xia yu. Dia lebih memilih memberikan perintah pada anak Buanya.
"Kucing hitam, bawa kedua obat itu kemari!" Teriak Tuan Neraka yang sudah membawa Xia yu menjauh dari kedua anak buahnya.
"Baik, Tuan."
Tuan Neraka mendudukkan Xia yu di atas tempat tidurnya. Xia yu di buat terkejut akan sikap Tuan Neraka yang rusuh. Tapi didalam hatinya, Xia yu merasa terhibur hingga membuat kedua sudut bibirnya melengkung ke atas. Membetuk senyuman sesaat sebelum Xia yu menggelengkan kepalanya pelan. Kemudian, dia bersuara.
"Tuan, sudah semalaman penuh saya merawat anda. Badan saya terasa lengket dan bau, saya perlu mandi. Saya yakin anak buah anda pasti bisa melakukan apa yang saya ucapkan." Lirih Xia yu sambil melepaskan tangan Tuan Neraka yang memegang pergelangan tangannya.
"Bau?" Gumam Tuan Neraka sambil menoleh ke arah gadis di sampingnya. Tuan Neraka, mendekatkan wajahnya ke tubuh Xia yu. Penciumannya bereaksi, mulai mengendus tubuh gadis di sampingnya.
Tatapannya berubah tajam, dia tidak suka dengan kata-kata yang Xia yu ucapkan. Menurutnya ucapan Xia yu berarti penolakan, apalagi ketika gadis di sampingnya melepaskan pegangan tangannya.
"Aku tidak mencium bau kecut dari tubuhmu. Menurutku, tubuhmu sangat harum. Apa kamu sedang menolak perintah ku?!" Suara Tuan Neraka yang tadinya hangat berubah dingin. Aura mencekam langsung terasa di sekeliling kamar itu.
"Bu.. Bukan begitu," Imbuh Xia yu merasa terpojok karena Tuan Neraka bertanya dalam jarak yang sangat dekat.
"Lantas karena apa?" Tanya Tuan Neraka dan wajah semakin mendekati wajah Xia yu.
"Tidak ada." Xia yu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dia bahkan menelan saliva-nya yang terasa berat.
"Ya sudah, cepat obati aku." Ucap Tuan Neraka sambil menjauhkan wajahnya dari wajah Xia yu. Dia langsung merebahkan tubuhnya di di atas tempat tidur.
Xia yu menghembuskan nafas lega, dia pun mengambil mangkuk keramik kecil yang berisi obat buatannya. Dia mulai menetes beberapa tetes air suci pada kedua mata Tuan Neraka. Tidak lupa dia memberitahu harus meneteskan berapa tetes. Kemudian, Xia yu meletakkan kelopak bunga Baibaihe yang sudah tidak bercahaya di kedua kelopak mata Tuan Neraka.
Rasa nyaman, sejuk, dan dingin kembali Tuan Neraka rasakan. Xia yu memberitahu tuan Neraka bahwa air yang ada di dalam Botol kecil adalah ramuan yang sama, dia harus membawa ramuan itu kemanapun dia pergi untuk berjaga-jaga kalau kedua matanya kembali terasa sakit.
...
Setelah selesai dengan pengobatan itu, Tuan Neraka mengajak Xia yu untuk makan bersama di ruangan sebelah. Mereka duduk berdampingan di depan meja persegi yang telah tersedia berbagai makanan. Xia yu yang memang kebetulan merasa lapar, tidak berpikir lama untuk menyantap makanan lezat di hadapannya. Dia segera melahap dengan tata tertib dan adab makan yang benar. Tidak lagi bersikap bar-bar agar pria di hadapannya ini ilfil padanya seperti ketika pertama kali dia datang ke tempat ini.
Tuan Neraka sengaja memerintahkan beberapa anak buahnya menyiapkan makanan pagi untuk mereka berdua. Ketika Xia yu meracik obat di dalam ruang pemandiannya.
Ketika asyik dengan makanan paginya, dari arah luar ruangan, Bayangan Satu sedang berjalan dengan terburu-buru di lorong gedung. Wajahnya terlihat gusar dan gelisah. Di tangan kanannya terdapat gulungan kertas yang sepertinya baru saja dia terima. Entah kabar apa yang membuatnya gelisah seperti itu.
Setibanya di depan kamar utama, Bayangan satu segera menghadap Tuannya tanpa memperdulikan kedua anak buahnya yang dia lewati begitu saja. Bayangan Satu hanya memberikan sikap hormat sesaat kepada Xia yu lalu beralih kepada Tuannya.
Tuan Neraka menyadari sikap tidak biasa dari bawahannya. Bayangan satu tidak akan berlaku tidak sopan padanya jika bukan karena hal yang mendesak.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat begitu gelisah?" Tanya Tuan Neraka langsung pada intinya, tanpa basa basi terlebih dulu.
**tbc