The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
292. 'Hampir saja..'



***


*Flashback.on


Beberapa saat setelah kelompok Tuan Neraka baru saja tiba di kerajaan iblis. Serigala abu-abu dan beberapa kultivator lainnya segera memeriksa keadaan setempat. Mereka mencari tempat untuk peristirahatan dan persembunyian.


Serigala abu-abu menemukan sebuah gua yang terlihat bersih dan tidak mendapatkan energi gelap dari gua itu. Untuk memastikan kalau tempat itu tidak berbahaya, Serigala abu-abu masuk ke dalam gua dan mengelilingi gua itu. Dia tidak melihat atau merasakan formasi pembatas yang terpasang di sana. Dia hanya melihat dinding gua dan batu runcing yang terdapat di langit-langit gua serta hawa dingin yang terasa sangat mencekam. Menurutnya itu wajar, karena tempat itu adalah gua.


Setelah Serigala abu-abu yakin bahwa gua itu bersih dan tidak berbahaya, dia segera pergi menemui Tuannya. Sesampainya di sana dia memberitahu Tuannya bahwa dia telah menemukan tempat untuk markas sementara mereka.


Tuan Neraka dan yang lainnya mengikuti Serigala abu-abu. Sesampainya di depan gua, langkah Tuan Neraka terhenti dengan raut wajahnya yang berubah. Tuan Neraka menaikkan satu alisnya lalu bergumam dalam hati.


'Gua ini?' Batin Tuan Neraka.


Tuan Neraka merasa kalau dirinya pernah datang ke tempat itu. Seketika matanya terpejam. Dalam mode diam dan mata tertutup, Tuan Neraka memutar kembali ingatannya. Sebuah penggalan ingatan muncul dalam kepalanya, kemudian Tuan Neraka membuka matanya setelah dia mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


Gua itu adalah gua dimana dia dan Raja Ling Wei adik dari Raja Long Wei yang sekarang telah menjadi binatang sakralnya. Tuan Neraka dan Raja Ling wei bersembunyi dari kejaran prajurit ketika dia melarikan diri dari penjara bawah tanah. Sebelum mereka berhasil bertemu dengan naga putih yang tidak lain adalah kakak dari Raja Ling Wei yaitu Wei Long.


Tuan Neraka dapat merasakan keanehan dari gua itu. Tapi dia tidak mengetahui hal aneh apa yang terdapat di sana. Karena hari semakin gelap dan tiba-tiba turun hujan, dia memutuskan untuk beristirahat di sana. Mereka pun masuk kedalam gua yang di temukan oleh Serigala abu-abu sebagai tempat peristirahatan dan persembunyian mereka.


Sementara beberapa orang yang berada di dalam gua tidak merasakan kedatangan mereka. Karena gua yang di masuki Tuan Neraka adalah ujung gua yang di huni oleh Diyu emo. Pintu depan gua terdapat di wilayah istana kerajaan Iblis. Namun semua celah yang ada di gua itu telah di beri formasi pembatas.


Di dalam kedalaman gua yang berada di ujung satunya. Terdapat sosok menyeramkan sedang duduk bersila dalam posisi teratai. Matanya terpejam ditambah aura hitam mengelilingi tubuhnya. Dialah Diyu emo.


Diyu emo sedang berkultivasi. Dalam kultivasinya, dia mendapatkan sebuah sepenggal bayangan yang kembali datang menghampirinya.


Dia mendapatkan mimpi yang sama, mimpi yang pernah dia alami belasan tahun lamanya. Dalam keadaan mata terpejam, dia melihat dan mendengar seseorang berbicara dengan suara yang lirih dan berat.


"Diyu Emo, kamu akan musnah dari dunia kultivasi! Seorang manusia dari dunia lain, Akan menghancurkan rencana jahat mu. Dan membinasakan titisan iblis sepertimu dari dunia kultivasi. Lalu mengurung Roh mu dalam neraka tingkat tujuh! Hahaha!" Suara berat dan keras meneriaki Diyu Emo.


Muncul kembali sosok misterius yang mengenakan baju zirah berwarna emas. Sosok itu menghampiri Diyu emo dan membisikan sesuatu padanya.


"Pergilah ketempat asal mu!"


Suara itu terdengar lirih. Tatapan dari sosok itu begitu dan tajam, terasa sangat mencekam. Sosok misterius itu berdiri dihadapan titisan iblis. Dan mengeluarkan sebilah pedang yang mengeluarkan cahaya biru yang menyilaukan.


"Matilah! Hiyaaaa.."


Seketika Diyu Emo membuka matanya dengan cepat. Nafasnya tersengal-sengal, keringat dingin terlihat bercucuran. Kepanikan dan kecemasan terlihat jelas di wajahnya.


Diyu Emo tidak dapat mengetahui bagaimana sosok misterius itu kembali hadir. Bahkan kini dia melihat lanjutan dari masa depannya. Sosok misterius dalam mimpinya adalah seorang wanita.


Ternyata, sosok misterius yang selama ini menghantuinya adalah seorang wanita!


Tiba-tiba Diyu emo merasakan ada kekuatan yang begitu kuat berasal dari satu lorong yang mengarah pada ujung gua. Di sana dia melihat seberkas titik yang bercahaya, seperti sebuah lampu dengan cahaya 1000 volt yang bersinar dalam kegelapan.


Tiba-tiba darahnya terasa mendidih dan nafasnya tercekat hingga membuatnya berhenti bernafas untuk sesaat. Matanya membulat sempurna dengan kebingungan dan kekagetan yang terlihat jelas di wajahnya.


Tiba-tiba dia teringat dengan ucapan dari dewa iblis ketika dia berhasil terlahir kembali. Sebuah peringatan dan persyaratan jika dia ingin hidup abadi di dunia manusia.


"Carilah seorang manusia berjenis kelamin perempuan. Dan dapatkan darah suci dari perempuan itu. Jika kau berhasil menemukan seorang perempuan suci dan terpilih sebagai Titisan Dewi, maka kau akan abadi di dunia manusia!"


"Bagaimana caranya aku bisa membedakan perempuan Titisan Dewi dengan perempuan lainnya?" Tanya Diyu Emo yang masih hanya berwujud roh.


"Perempuan itu memiliki kecantikan yang berbeda dengan perempuan lainnya. Tubuhnya yang bercahaya akan memudahkan mu menemukannya. Jika kamu tidak dapat menemukannya dalam kurun waktu seratus tahun. Maka kamu akan lenyap dan tidak akan pernah bisa kembali bereinkarnasi. Jadi temukanlah Titisan Dewi itu. Seorang gadis yang memiliki tubuh Goddes


Spirit!"


Darah suci dari Titisan Dewi berguna sebagai penyempurna kebangkitan Diyu Emo. Satu syarat mutlak yang harus dia patuhi dan laksanakan. Dan syarat itu adalah, dia harus mengambil darah suci yang berasal dari titisan Dewi.


Setibanya di ujung gua yang masih terbatas oleh dinding transparan buatannya. Formasi pembatas yang akan terlihat seperti sebuah dinding gua. Di sana dia melihat dengan jelas cahaya yang bersinar itu. Cahaya itu berasal dari seorang gadis yang berpakaian pelayan kerajaan Iblis. Dia juga merasakan aura yang begitu kuat dari gadis itu. Gadis yang selama ini dia tunggu akhirnya datang menemuinya dengan sendirinya.


'Apakah ini yang dinamakan perbedaan?'


Diyu Emo membatin ketika melihat tanda hitam di pipi gadis itu. Dia mengira jika gadis itu akan terlihat seperti dewi pada umumnya. Dewi yang cantik dan anggun dengan cahaya yang mengelilinginya. Yang dia lihat, adalah seorang gadis yang jelek dengan tanda hitam.


Di samping gadis itu terdapat tiga pria yang sepertinya selalu mengawasi gadis itu. Karena penasaran dan dia memiliki firasat jika gadis itu kemungkinan adalah gadis titisan dewi. Diyu Emo berlari menembus tembok itu. Jika gadis itu dapat melihatnya, kemungkinan besar dia adalah gadis titisan dewi.


Dia pun melancarkan aksinya. Dan usahanya itu ternyata membuahkan hasil. Gadis itu melihatnya, sedangkan ketiga pria di belakangnya tidak melihatnya sama sekali.


Diyu Emo kembali memberi sebuah trik untuk menguji gadis itu. Dia melepaskan jebakan yang dia pasang. Jebakan batu runcing yang tersusun rapi dan acak di langit-langit Gua. Tidak di sangka gadis itu dengan cepat mengetahui dan berhasil menghindar.


Tidak berapa lama setelah itu muncul pria bertopeng perak dari mulut gua. Diyu Emo dapat melihat dengan jelas bagaimana pria itu melindungi gadis jelek beserta ketiga pria itu. Bahkan pria bertopeng itu menghempaskan semua batu runcing hingga dentuman keras terdengar.


'Boom!'


Diyu Emo terperanjat kaget, dia tidak pernah mengira jika di wilayahnya akan ada orang sekuat itu. Bahkan pria bertopeng itu telah menguasai elemen batu. Raja iblis pun tidak menguasainya, karena raja iblis hanya menguasai elemen api hitam.


"Aku yakin gadis jelek itu adalah Titisan Dewi! Tapi, siapa mereka? Kenapa ada di tempat ini?"


Di umurnya yang ke 97 tahun, dia bertemu dengan gadis itu. Titisan Dewi! Di umurnya yang ke seratus tahun dia akan mati, musnah dari dunia ini. Hanya dengan darah titisan Dewi, dia akan selamat dan hidup abadi. Dan secara kebetulan, malam ini dia menemukannya.


*Flashback.off


"Apa kau baik-baik saja? Ada yang terluka? Dimana yang sakit? Kenapa kalian ceroboh sekali? Cepat kita harus segera pergi dari gua ini!"


Tuan Neraka bergegas menarik tangan Xia yu, dia membawanya keluar dari gua itu dengan di kawal sepuluh anak buahnya. Tuan Neraka teringat, bahwa gua ini adalah gua yang tersambung dengan gua yang ada di istana kerajaan iblis. Dia harus segera pergi dari tempat itu. Jika tidak mereka akan terkurung di sana dan kematian akan menghampiri mereka. Itulah pikiran Tuan Neraka.


Xia yu, Tuan Neraka dan yang lainnya berhasil keluar. Seketika terdengar reruntuhan dan mulut gua itu tertutup dengan puing-puing batu besar yang entah dari mana asalnya. Mereka yang berada di luar gua terperanjat kaget. Bahkan kedua mata Serigala abu-abu dan beberapa anak buahnya lainnya terbelalak kaget.


Sedangkan Xia yu dan Tuan Neraka terlihat datar. Namun, helaan nafas lega terdengar dari mereka berdua.


'Hampir saja..' Batin Bayangan Satu.


Bayangan Satu menghembuskan nafas kasarnya. Dia lega, mereka bisa keluar dengan selamat.


Xia yu melirik Tuan Neraka, dan lirikan itu berpindah pada tangannya yang di genggam erat oleh Tuan Neraka. Perasaan nyaman dan aman muncul begitu saja. Xia yu merasakannya, kekhawatiran dan kecemasan terlihat jelas di wajah Tuan Neraka.


Sudut bibir Xia yu terangkat ke atas, membentuk senyuman manis. Tuan Neraka yang merasa di perhatikan sedari tadi langsung menoleh ke arah Xia yu yang melihatnya. Bahkan dia masih sempat melihat senyuman hangat yang tulus dari Xia yu. Sebelum gadis itu memalingkan wajahnya.


"Ehemm!" Tuan Neraka berdehem. Dia mengeratkan pegangannya pada tangan Xia yu. Kemudian, dia berkata.


"Ayo kita selamatkan saudara dan sahabatmu." Ajak Tuan Neraka.


Xia yu yang sedang memalingkan wajahnya menangkap burung yang terbang tidak jauh darinya. Xiao huang juga selamat dan dia mengikutinya. Pandangan Xia yu kembali pada wajah Tuan Neraka, dengan segera dia menganggukkan kepalanya untuk menyetujui ajakan pria itu.


"Mm,"


Mereka pun bergegas pergi ketempat dimana Fang yin dan Minghao di kurung. Dalam hati Xia yu berdoa.


'Saudaraku, sahabatku, aku datang..'


****tbc


Alhamdulillah**..


Maaf ya masih satu episode, author nya belum bisa crazy update