The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
275. Hadiah Khusus..



***


Malam pun tiba, Xia yu keluar dan berjalan-jalan sebentar untuk meregangkan tubuhnya karena seharian penuh dia bergelut dengan tanaman obat. Ketika sampai di luar paviliun, dia melihat Bayangan Satu sedang berjalan bersama dua wanita. Kedua wanita itu memiliki wajah yang sangat menggairahkan serta tubuh yang seksi. Mereka berjalan menuju gedung utama. Karena penasaran, akhirnya Xia yu memanggil pria yang dia kenal.


"Bayangan Satu."


Bayangan Satu mendengar suara Xia yu dan menoleh padanya. Dia melihat pemuda berpakaian serba merah lalu tersenyum lebar.


"Tabib Misterius." Ucapnya. Dia membalikkan badannya dan berkata. "Kalian tunggu di sini.."


"Baik, Tuan." Jawab kedua wanita cantik dan beberapa penjaga dibelakang mereka.


Bayangan Satu menghampiri Xia yu dan menatapnya dari atas sampai bawah. Kemudian, dia berkata. "Kebetulan sekali kamu ada di sini."


"Kebetulan? Apakah kamu sedang mencari ku?" Tanya Xia yu yang terlihat sedikit terkejut.


"Ya. Aku memang sedang mencari mu! Tuan mengundangmu pergi ke tempatnya malam ini. Ayo ikut bersamaku." Jawab Bayangan Satu yang terlihat berbeda dari biasanya. Sedari tadi dia tidak berhenti tersenyum.


"Mengundangku?" Cicit Xia yu.


"Ya. Ayo!" Ucap Bayangan Satu terlihat tidak sabaran.


"Baiklah, baiklah.. Aku ikut bersamamu." Gumam Xia yu menjawabnya sambil menganggukkan kepala.


Xia yu berjalan mengikuti langkah Bayangan Satu. Dia berhenti sesaat ketika Bayangan Satu berbicara pada kedua wanita dan para penjaga. Xia yu menatap dua wanita cantik di belakang Bayangan Satu. Kemudian, dia bertanya.


"Kenapa ada dua wanita yang sangat menggoda di sini? Apakah mereka adalah wanita dari Menara Keindahan?"


Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh Xia yu, hanya Menara Keindahan yang menyediakan banyak wanita cantik di Istana Neraka. Orang-orang yang melayani Tuan Neraka biasanya adalah sekelompok pengawal bayangan. Jarang sekali ada wanita yang bisa masuk sampai sini.


"Ternyata Tabib Misterius memang hebat. Tebakanmu sangat tepat!"


Bayangan Satu tampaknya ingin menjelaskan lebih lanjut. Setelah melirik dua wanita yang sangat menggairahkan di belakannya, dia berkata pada Xia yu.


"Mereka adalah wanita tambahan di Menara Keindahan. Tuan yang menyuruh aku membawa mereka untuk menemani Tuan tidur." Ucapnya dengan seringai licik.


"Menemani..NYA tidur?" Xia yu menatap Bayangan Satu sambil terbelalak kaget. Raut wajahnya terlihat aneh. Lalu dia bertanya.


"Dua wanita secara bersamaan? Apakah Tuanmu kuat melakukannya?"


Setelah mendengar ucapan Xia yu, Bayangan Satu merasa tidak senang. Raut wajahnya menjadi suram.


"Apanya yang tidak kuat? Kamu sudah lihat sendiri betapa kuatnya tubuh Tuan. Apakah kamu ingin berkata bahwa Tuan hanya terlihat kuat di luar tapi sebenarnya dia lemah?"


Sudut bibir Xia yu berkedut setelah mendengarnya. Dia pun kembali berbicara. "Baiklah, aku akui tubuh Tuanmu itu memang terlihat kuat. Tapi yang menjadi pertanyaan ku sekarang adalah, kenapa Tuanmu menyuruhku datang ke tempatnya. Padahal dia akan tidur dengan dua wanita sekaligus?"


Entah kenapa merasa kesal ketika mengetahui Tuan Neraka akan tidur dengan dua wanita yang sangat menggairahkan.


"Aku tidak tahu. Mungkin Tuan mempunyai haidah khusus untukmu, karena kau telah membuatkan beberapa obat tingkat tinggi untuknya."


Langkah Xia yu terhenti setelah mendengar ucapan Bayangan Satu. Salah satu alisnya terangkat. Dia terlihat berpikir. Kemudian dia bergumam.


"Hadiah khusus?"


Bayangan Satu tidak lagi berbicara pada Xia yu. Dia meninggalkannya dan mengantar kedua wanita cantik itu menuju ke gedung utama.


Xia yu kembali tersadar. Dia melihat Bayangan Satu dan rombongannya sudah sedikit jauh darinya. Tiba-tiba kedua matanya berbinar ketika melihat mereka. Dia tidak terlalu peduli dengan Hadiah Khusus. Dia lebih tertarik dengan apa yang akan terjadi di geduang utama. Xia yu tersenyum licik dan langsung mengikuti mereka.


Seekor naga melawan dua phoniex. Bagaimana mungkin Xia yu tidak ingin melihat?


...


Di gedung utama. Tuan Neraka baru saja selesai mandi. Di ujung rambutnya, masih ada butiran air yang menggantung. Dia pergi ke meja untuk duduk dan menuangkan segelas air. Kemudian, dia mendengar suara Daihe yang datang dari luar.


"Tuan."


"Masuklah." Suara Tuan Neraka terdengar dari dalam.


Daihe masuk setelah mendenagr suar itu. Dia melihat Tuannya sedang duduk di meja. Dia langsung maju untuk memberitahunya bahwa tugas yang dia perintahkan telah terlaksana.


"Tuan, semua barang yang anda inginkan telah siap di ruang depan." Ucap Daihe. Meskipun dia bingung dengan barang yang diminta oleh Tuannya. Tapi tetap dia laksanakan.


"Baiklah, kamu bisa keluar sekarang." Tuan Neraka berbicara sambil menggerakan tangannya.


"Tunggu! Jika Bayangan Satu sudah datang. Suruh mereka masuk."


"Baik, Tuan."


Daihe pun keluar ruangan, dan berjaga didepan ruangan Tuan Neraka. Tidak berapa lama Bayangan Satu dan kedua wanita serta Tabib Misterius tiba.


Bayangan Satu menghampiri Daihe dan bertanya. "Apa Tuan sudah selesai?"


"Sudah. Kau bisa membawa mereka masuk." Jawab Daihe langsung mempersilahkan mereka masuk.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membawa mereka masuk." Suara Bayangan Satu terdengar gembira. Dia langsung menghampiri dua wanita dan Xia yu. Lalu membawa mereka masuk ke dalam ruangan Tuan Neraka.


Didalam ruangan tengah, Tuan Neraka menatap Bayangan Satu dengan wajah bingung. Dia tidak mengerti apa yang membuat Bayangan Satu merasa begitu gembira.


Sementara kedua wanita cantik dari Menara Keindahan tersipu malu, karena mereka salah sangka. Mereka pikir Tuan Neraka sedang menatap mereka, padahal Tuan Neraka sedang memperhatikan sosok gadis berpakaian merah yang berdiri di belakang Bayangan Satu.


Saat ini Xia yu tidak menyadari tatapan dalam Tuan Neraka. Karena ketika dia masuk, pandangannya langsung tertuju pada sebuah meja yang ditutupi kain merah. Di atas meja itu terdapat sesuatu yang terlihat misterius. Xia yu tidak bisa menebak apa isi dibalik kain merah itu.


"Tuan, mereka berdua adalah para wanita yang baru saja tiba di Menara Keindahan." Bayangan satu berbicara dengan lembut. Sebuah senyuman terus muncul di wajahnya, membuat Tuan Neraka semakin bingung.


"Tinggalkan mereka di sini. Kamu bisa keluar sekarang." Suara Tuan Neraka terkesan datar.


"Baik, Tuan." Bayangan Satu langsung keluar. Dia menutup pintu dengan erat lalu berjaga di luar halaman. Dia tersenyum sangat lebar.


Di dalam kamar, Xia yu menatap Tuan Neraka yang juga sedang menatapnya. Membuat kedua wanita cantik kebingungan. Salah satu dari wanita cantik itu mencoba mendekat untuk mengakhiri kecanggungan disana. Dia ingin memikat Tuan Neraka dengan pelayanannya.


"Tuan, ijinkan pelayan anda mengeringkan rambut anda." Wanita itu berkata dengan lembut. Dia menatap pria yang sangat tampan seperti dewa. Kedua matanya berbinar dan terpesona.


Tuan Neraka tersadar. Ketika dia melihat wanita dihadapannya berpakaian serba merah, dia mengerutkan alisnya. Kemudian dia berkata dengan suara yang kesal.


"Siapa yang mengizinkan kamu menggunakan pakaian warna merah?" Tuan Neraka memancarkan aura yang sangat kuat, sehingga dua wanita dihadapannya ketakutan hingga mereka berlutut.


"Tuan! Ma.. Maafkan aku."


Saat itu juga, Xia yu terkejut melihat kemarahan tak jelas dari pria dihadapannya. Xia yu berpikir dalam hati.


'Pria ini benar-benar tidak tahu bagaimana memperlakukan lawan jenis dengan lembut.'


Xia yu mendekati kedua wanita itu dan berkata kepada Tuan Neraka. "Tuan Neraka, kenapa kamu berteriak keras seperti itu pada wanita? Lihatlah, mereka sangat ketakutan karena teriakan mu!"


Suara Xia yu terdengar sangat lembut. Sepertinya dia sedang berusaha meredam amarah Tuan Neraka yang tidak jelas itu.


Tuan Neraka mengalihkan pandangannya pada Xia yu, dia berjalan menghampiri gadis itu dan tiba-tiba dia meraih pinggangnya. Kemudian, membisikan sesuatu di telinga Xia yu.


Kedua mata Xia yu terbelalak kaget mendapat perlakuan seperti itu. Ditambah bisikkan Tuan Neraka membuatnya terkejut. Dia tidak menduga jika pria itu akan mengetahui siapa dirinya. Xia yu menatap kesal Tuan Neraka. Kemudian, dia bertanya dengan suara yang agak tinggi.


"Apa maksudmu dengan berkata seperti itu?"


Alih-alih menjawab dengan benar, Tuan Neraka malah menjawab secara asal. "Aku lelah melihatmu berpakaian seperti itu! Kamu seorang gadis, tapi kamu malah berpakaian seperti pria!"


'HAHH?!'


Kedua wanita cantik yang berlutut di atas lantai terkejut. Kedua mata mereka terbelalak kaget. Kedua mata mereka menatap sosok berpakaian merah di belakang yang sedang bersama Tuannya. Tatapan tidak percaya mereka arahkan pada Xia yu.


Xia yu sudah tidak bisa menahan lagi rasa kesalnya. Dia berteriak dan berniat menyerang Tuan Neraka.


"KAU!!"


Teriak Xia yu sambil mengarahkan telunjuk tangannya pada Tuan Neraka. Dia melepaskan tangan yang melingkar dipinggangnya dan menyerang Tuan Neraka. Namun gerakan lelaki itu tidak kalah cepat dengan Xia yu.


Perkelahian antara dua sejoli pun kembali terjadi. Kedua wanita yang menggairahkan itu terduduk lemas disudut ruangan. Mereka terlihat ketakutan dan terkejut melihat perkelahian Xia yu dan Tuan Neraka.


Bayangan Satu dan Daihe mendengar keributan di dalam ruangan pun segera masuk. "Apa yang terjadi?"


Disana mereka melihat Tuannya sedang berkelahi dengan sosok berpakaian merah. Namun bukan perkelahian yang mengarah pada kekerasan, melainkan perkelaihan yang saling berlomba untuk membuka topeng dari masing-masing.


****tbc


Apa yang di bisikkan oleh Tuan Neraka sehingga membuat Xia yu terkejut?


Hadiah Khusus apa yang di berikan oleh Tuan Neraka**.