
"Jadi kita akan mulai pencarian di kerajaan xifang..? jika saya boleh tahu anak kakek li itu perempuan atau laki-laki.?" tanya fang yin.
_________________________________________
*nah pertanyaan yang ini pasti kalian juga sangat penasaran kan.?
sama author juga penasaran, karena author belum mempunyai sedikit pun gambaran buat anak kakek li. entah itu perempuan atau laki-laki karena author menulis sambil berimajinasi bukan menjiplak yang sudah ada gambaran nya ya. tolong hargai hasil imajinasi saya. jangan asal sembarang bicara mengaitkan satu novel ke novel lain nya. karena dalam sebuah cerita pasti ada kata yang sama, nama yang sama, drama yang sama. dan masih banyak lagi . jadi mohon untuk memberi komentar yang positif saja. jika suka ya silahkan baca dan jika tidak suka silahkan tetap baca saya memaksa.. hehe canda itu terserah kalian koq_________________😊...
"hm.. Entah lah aku juga tidak tahu, kakek li tidak memberitahu ku jenis kelamin anak nya. dia hanya menyuruh ku untuk mencari keadilan bagi nya dan juga memberitahu keluarga nya jika dia meninggal dengan cara yang tragis," jawab xia yu. 'sungguh dunia yang penuh dengan tipu muslihat. karena merasa di saingi manusia dapat membunuh saudari nya sendiri agar tidak tertandingi.' sambung nya dalam hati mengingat ucapan kakek li yang memberitahu jika dia di bunuh oleh adik nya sendiri dan jasad nya di buang ke dalam jurang yang tak berujung.
"baik lah.. mulai sekarang kita akan mulai misi kita untuk mencari keadilan bagi sang petua.." ujar fang yin dengan penuh semangat. bahkan memberikan sebutan singkat bagi kakek li yang membuat xia yu bingung.
"sang petua..? apa itu sang petua.?" tanya xia yu.
"petua itu singkatan nona. artinya pria tua..!" jawab fang yin dengan polos nya.
xia yu terkekeh dengan jawaban fang yin. dia tidak menyangka jika gadis di hadapan nya bisa memiliki hobi yang sama dengan diri nya yang selalu memanggil orang tak di kenal dengan sebutan yang instant.
"baik lah.. mulai sekarang kita adalah partner oke..!" ujar xia yu dengan mengangkat tangan nya untuk melakukan hi five.
"partner itu.. apa nona.?" jawab fang yin dengan tanya nya tidak mengerti arti ucapan xia yu.
"partner itu adalah sebutan untuk dua orang yang menjadi pasangan dalam sebuah permainan, atau dua pihak yang berbeda bekerja sama karena saling membutuhkan dan melengkapi. apa kau mengerti.?" jelas xia yu.
"saya mengerti nona.." jawab fang yin dengan senyum lebar nya.
xia yu mengelus rambut fang yin dan memuji nya dengan perkataan yang manis. "anak pintar, tidak sia-sia aku menjelas kan. ternyata kau adalah gadis dengan otak yang encer," ujar nya berhenti untuk menghela nafas. "hm.. sekarang bangkit lah. kita sudah terlalu lama beristirahat." sambung nya mengajak fang yin untuk bangkit dan melanjut kan perjalanan nya.
"baik nona.." jawab fang yin dia juga beranjak dari duduk nya.
xia yu menghampiri kedua kuda yang telah selesai memakan buah manis itu. xia yu mengelus kuda nya dan bertanya. "apa kalian sudah kenyang.?"
"hii....(belum)" jawab keli dengan tak tahu malu nya. sedang kan shaku hanya diam tidak menjawab dia terlalu pemalu.
...plak...
xia yu memukul pelan kaki keli dengan telapak tangan nya dan berkata dengan ketus karena kesal. "kau itu kuda yang tidak akan pernah kenyang jika di tanya. jangan terlalu rakus nanti tubuh mu bisa gendut dan tidak bisa lari kencang. ujung-ujung nya kau akan menyusahkan aku."
"hiiii... (ah.. kau sudah tak bisa di bujuk lagi ya.?)" jawab keli.
"ya.. sebaik nya kau diam. lihat shaku dia tahu bagaimana cara nya berprilaku sebagai hewan. tidak seperti kamu cerewet.!!" ujar xia yu.
"hiiii.... (hey.. jangan banding kan aku dengan nya, kita ini berbeda.!)" jawab keli membela diri nya.
xia yu menaiki keli dan fang yin juga menaiki shaku. "sudah lah lebih baik kita pergi.. hyaa...." ujar xia yu dan menghentak kan kaki nya agar keli mulai berlari.
..TAK...TAK...TAK...
suara langkah kaki kuda mulai meninggal kan tempat itu. mereka mulai menuruni bukit menuju kerajaan xifang. pohon rindang menjadi pemandangan yang menemani xia yu di sepanjang jalan. burung saling bersahutan menjadi pengiring suara langkah kuda yang begitu nyaring di dalam kesunyian jalan itu. membutuh kan waktu tiga puluh menit dengan kecepatan kuda yang maksimal untuk sampai di gerbang ibu kota dan kini xia yu telah menghabis kan waktu lima belas menit yang berarti setengah dalam perjalanan telah mereka lewati.
>>>
Dalam radius sepuluh meter xia yu dan fang yin berhenti di depan gerbang kerajaan xifang. xia yu berhenti karena dia belum memberikan fang yin tanda pengenal sebagai warga yang bisa keluar masuk kerajaan itu. tanda pengenal itu berupa token dari kayu yang bertuliskan xifang (Barat).
xia yu menyerah kan tanda pengenal itu pada fang yin dengan mengulur kan tangan nya tanpa turun dari keli. "fang yin simpan token ini di dalam pakaian mu.!"
fang yin mengambil token itu dan bertanya setelah dia berhasil membaca tulisan token itu. "token kerajaan xifang.? dari mana nona mendapat kan token ini.?" tanya fang yin keheranan.
"aku mendapat kan nya dari para bandit basah kemarin saat aku mengambil harta mereka, jawab xia yu. dia hanya mengambil token nya saja selain nya dia berikan pada orang yang mengurus penginapan. "sekarang simpan token itu, dan jaga dengan baik jangan sampai hilang. token itu akan membantu kita masuk kerajaan xifang dengan aman dan tidak di curigai oleh para pengawal yang berjaga di sana." jelas xia yu.
fang yin memasukan token itu ke dalam pakaian nya dan menjawab ucapan xia yu. "baik nona.."
"sekarang kita akan masuk. berusaha lah untuk tetap tenang dan terlihat biasa saja oke.!" ujar xia yu dengan membuat tanda oke dengan jari tangan nya.
"oke.." jawab fang yin dengan melakukan hal yang sama seperti xia yu.
xia yu tersenyum geli melihat fang yin seperti anak kecil yang menirukan gerakan nya dengan genit. bahkan fang yin memiringkan kepala nya dengan kedipan genit dari sebelah mata nya. 'dari mana anak ini belajar genit.?' batin xia yu.
mereka mulai melajukan kembali kuda mereka berbarengan dengan para pedagang yang baru saja turun gunung untuk menjual hasil ladang mereka. xia yu dan fang yin mengikuti mereka dari belakang.
rombongan itu mulai beriringan masuk dengan menunjuk kan token itu pada para penjaga. kini tiba giliran xia yu dan fang yin. semua penjaga di sana menatap mereka dengan tatapan menyelidik dan kagum akan kecantikan ke dua gadis yang menaiki kuda gagah mereka. xia yu menunjuk kan token milik nya pada salah satu penjaga yang menghadang nya begitu juga dengan fang yin.
penjaga itu bertanya siapa mereka, dari mana asal mereka, dan ada apa keperluan mereka datang ke kerajaan xifang. xia yu menjawab nya dengan lancar tanpa membuat mereka curiga. mereka berdua pun di persilahkan masuk kerajaan xifang tanpa mempertanyakan lagi siapa.
xia yu dan fang yin kini berada di dalam ibu kota kerajaan xifang. semula mereka tak menemukan perbedaan antara kerajaan xifang dan kerajaan xing. tapi saat mereka berkuda lebih dalam mereka akhir nya menyadari jika orang-orang di kerajaan ini sangat ramah terhadap orang baru. berbeda dengan mereka yang berada di kerajaan xifang yang angkuh dan arogansi. xia yu tidak menyangka jika kerajaan besar ini memiliki nilai tersendiri dari sikap dan tata krama pada sesama nya.
mereka saling menghormati dengan memberi senyuman pada orang yang mereka kenali dan mau pun orang yang mereka tidak kenal. ramah tamah seperti itu di harus kan di kerajaan ini menurut kabar yang fang yin dengar dari masyarakat di kerajaan xing.
Fang yin terhenti di depan sebuah lapak kecil yang menjual berbagai aksesoris. Dari gelang, cincin, jepitan rambut, tusuk kan rambut, gelang rambut dan masih banyak lagi. 'Cantik nya..' batin nya mengagumi keindahan semua aksesoris itu.
Xia yu mengerti raut wajah kekaguman fang yin. xia yu pun turun dari keli untuk menghampiri lapak kecil itu, fang yin mengikuti semua yang di lakukan nona nya dengan raut wajah yang gembira.
"Fang yin.. Pilih lah apa yang kau suka.. aku akan melihat sesuatu di sebelah sana." ujar xia yu menunjuk ke arah orang-orang yang sedang berkumpul di depan papan pengumuman yang terbuat dari kayu.
"Menurut lah.. aku hanya pergi sebentar saja, Tolong pilih kan aku satu jepitan rambut yang cantik ya.!" ujar xia yu menyuruh fang yin untuk tetap tinggal di kios itu.
"baik lah.." jawab fang yin mengalah.
"good girl.." puji xia yu sembari mengelus pipi fang yin dengan lembut penuh kasih sayang.
"hah..?" sahut fang yin tidak mengerti maksud ucapan xia yu.
"gadis baik.." ujar xia yu meninggal kan fang yin setelah menjawab nya. berbeda dengan fang yin yang terlihat kegirangan karena di puji xia yu untuk beberapa saat. kemudian dia mulai memilih aksesoris di depan nya itu.
sedangkan xia yu sudah berada di antara kerumunan orang itu. dia melihat papan nama yang terdapat gambar diri nya yang memakai tudung dengan pakaian putih yang dia pakai saat pergi ke istana kerajaan xing. di samoing gambar nya juga ada gambar jiang yu yang memakai topeng. 'aku tidak menyangka berita ku bisa sampai di kerajaan ini dengan cepat.' batin xia yu.
"lihat lah siapa ya tabib misterius ini..?"
"iya aku juga sangat penasaran..!"
"jika di kerajaan kita ada tabib sehebat ini, betapa beruntung nya kerajaan kita."
"oh.. ya di sini juga tertulis jika tabib ini seorang perempuan.!"
"ah.. aku jadi penasaran dengan sosok cantik di balik tudung itu."
"ya aku juga.."
itu lah ungkapan para warga yang tengah memperhatikan lukisan xia yu dan jiang yu yang di tempel kan tadi pagi oleh pengawal istana. tapi xia yu tidak terlalu mendengar kan ucapan mereka. dia lebih penasaran dengan pengumuman yang di tempel di bawah gambar diri nya dan jiang yu.
pengumuman itu bertulis kan. serikat pasar gelap kerajaan xifang akan mengadakan pertarungan antar fighter dari tingkat sepuluh sampai tingkat satu. pertarungan itu di adakan malam ini. 'seperti nya aku bisa mulai dari pasar gelap itu.! semoga saja anak kakek li itu berada di kerajaan ini.' batin xia yu yang telah menetap kan pencarian nya di pasar gelap kerajaan xifang.
xia yu pun kembali ke tempat kios tadi. dia melihat fang yin yang masih saja asik dengan aksesoris di depan nya. xia yu berdiri di belakang fang yin dengan seringai jahil nya mengejutkan fang yin.
....DARR....
..AAA.... jerit fang yin terkejut dengan loncatan kecil nya. dia pun berbalik dan mendapat kan xia yu dengan wajah bodoh nya menjulur kan ujung lidah nya 😛.
"nona.." rengek fang yin berbalik dengan wajah cemberut nya.
"uhh... siapa gadis jelek di hadapan ku ini..?" ujar xia yu menggoda fang yin. dan berhasil membuat fang yin semakin kesal karena kejahilan nya. "baik lah maaf-maaf. kau sudah mendapat kan apa yang kau ingin kan.?" sambung nya mulai memperhatikan deretan aksesoris di depan nya.
"mm.. saya sudah mendapat kan hiasan rambut yang paling bagus dan cocok untuk nona." jawab fang yin dengan bangga nya menunjuk kan satu hiasan rambut yang berbentuk gelang rambut yang terlihat seperti mahkota kecil berwarna perak.
"benar kah coba ku lihat.." jawab xia yu dia mulai memperhatikan gelang rambut itu. "sederhana.. namun cantik, ternyata kau memahami apa yang aku suka ya.?" sambung nya. ya xia yu memang tidak terlalu suka dengan kemewahan berbeda dengan gadis bangsawan lain nya yang menjunjung tinggi kemewahan dan kesempurnaan yang menjadi poin utama mereka.
"tentu saja nona.. saya memilih hiasan ini karena hiasan ini sangat cocok dengan nona. oh ya.. tuan ini bilang jika kita sangat beruntung datang ke kerajaan xifang hari ini, karena besok malam adalah festival lentera di kerajaan xifang.!" jawab fang yin.
"festival lentera.?" ulang xia yu.
"festival lentera adalah festival yang selalu di adakan setahun sekali setelah bulan purnama kemarin.. kaisar dan semua keturunan nya akan meminta do'a untuk kejayaan dan kedamaian kerajaan xifang. tapi untuk festival kali ini kaisar meminta kesembuhan bagi putri kecil nya yang terserang penyakit beberapa bulan lalu." jelas si penjual.
"penyakit apa jika saya boleh tahu.?" tanya xia yu. dia merasa iba jika mendengar orang yang sakit, bahkan jika musuh nya sakit sekali pun dia akan tetap merasa iba. apa lagi yang kali ini dia dengar adalah seorang anak kecil.
"yang saya dengar jika putri kaisar selalu mengeluh kan sakit di bagian dada kiri nya. demam nya sangat tinggi, denyut jantung nya tidak teratur, sesak nafas, bengkak di perut atau tungkai, dan batuk-batuk. sekarang putri kecil kaisar hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar nya," jelas si penjual.
'seperti nya gadis kecil itu menderita infeksi jantung.' tebak xia yu dalam batin nya.
"jika saja pangeran xian ming berhasil mendapat kan tanaman bulan purnama itu. pasti sekarang tuan putri bisa sembuh dan kembali bermain dengan kakak nya." sambung penjual itu.
"tanaman bulan purnama.? tanaman apa itu.?" tanya xia yu penasaran.
"bunga putih dengan sinar bulan biru di atas nya. bunga itu adalah bunga keabadian yang hanya mekar di bulan purnama dan itu pun jika masih terdapat di gunung merapi hutan arwah." jawab si penjual.
xia yu teringat dengan bunga putih kecil seukuran dengan setengah jari kelingking nya yang dia dapat kan dari hutan arwah, saat dia mengambil inti api biru untuk xiao huang. 'apa bunga itu yang di maksud pria ini.. seperti nya aku harus menyelidiki silsilah kerajaan xifang juga.' batin xia yu.
"ah baik lah paman terimakasih untuk semua berita nya. oh.. apa kah paman tahu di sekitar sini ada yang menyewa kan rumah nya untuk pendatang seperti kami.?" tanya xia yu.
"nona.. apa kita akan lama di kerajaan ini.?" tanya fang yin dengan bisik nya.
"ya. mungkin sekitar satu minggu." jawab xia yu.
"di sekitar sini sih tidak ada tapi jika nona berada di pasar ibu kota seperti nya banyak yang di sediakan di sana. karena di sana banyak sekali para pedagang yang selalu menyewa rumah di bandingkan menyewa kamar penginapan.." jawab penjual itu.
"baik lah paman terimakasih lagi.." ujar xia yu berterimakasih dengan sopan. dia pun beralih pada fang yin, dan bertanya. "apa kau sudah selesai.?"
"sudah nona.." jawab fang yin dengan menunjukan semua yang dia pilih dan memberikan nya pada si penjual.
"ya sudah bayar lah, aku akan menunggu bersama keli dan shaku." ujar xia yu meninggal kan fang yin dan pergi ke arah kuda yang mereka ikat kan di dekat kios itu.
setelah fang yin selesai dengan si penjual. dia segera menghampiri xia yu yang sudah berada di punggung keli. fang yin pun menunggangi shaku setelah dia memastikan semua nya selesai. mereka pun mulai meninggal kan tempat itu dengan kecepatan sedang karena masih berada di pemukiman warga. kini mereka menuju pasar ibu kota untuk mencari tempat tinggal sementara.
**tbc