
***
Li Zyan mengikuti kepergian Fang yin dan Hei tian, meninggalkan dua saudara Jiang yang terlihat kebingungan, karena para pelayan kediaman klan Li telah tiba dengan nampan berisi makanan, di sana juga ada bibi may yang tadinya akan menyambut Fang yin, tapi ternyata mereka sudah bubar.
"Bagaimana ini kakak? Apa yang akan kita lakukan? Nona Xia yu tidak kembali, lalu kita harus bilang apa pada tuan besar?" Tanya Jiang ye terlihat kebingungan dengan semua makanan terhidang di atas meja.
"Kita akan kembali ke kerajaan Xing dan mengakatakan yang sebenarnya, kalau nona masih belajar, dan akan kembali setelah dia selesai belajar. Tapi kita beritahu tuan besar, jika kita tidak tahu kapan tepatnya nona Xia yu pulang.." Jelas Jiang yu pada Jiang ye.
"Baiklah, kalau begitu kapan kita akan pulang?" Jiang ye memang sudah tidak betah tinggal di kediaman klan Li, dia tidak terlalu suka berjauhan dengan saudaranya.
"Mungkin setelah kita benar-benar bertemu nona besar, baru kita pikirkan selanjutnya, apa kita harus pulang atau tetap di kerajaan ini.." Jawab Jiang yu tidak bisa berpikir dengan jernih, saat ini pikirannya di penuhi dengan berbagai pertanyaan akan hubungan Fang yin dan Hei tian. Dia beranjak dari duduknya, wajahnya terlihat sangat frustasi, baru kali ini Jiang yu menampilkan perasaan gelisah-nya.
"Kak tunggu!" Panggil Jiang ye, dia mengikuti kepergian kakaknya ke arah kamar mereka berdua.
...
Beralih pada Fang yin dan kedua lelaki yang terus saja mengikutinya, kini mereka bertiga ada di dalam kamar Fang yin yang bersebelahan dengan kamar Xia yu. Mereka duduk dalam satu meja, membicarakan keadaan dan kondisi orang-orang di kediaman ini.
Kabar mereka sangat baik, yang mereka lakukan masih sama seperti biasa, yaitu tuan Li Wei pergi ke rumah sakit dan Li zyan berlatih meracik obat. Setelah kepergian Xia yu, tuan Li wei menerima banyak undangan dari yang mulia Kaisar Bei, dia mengundang kehadiran tuan Li Wei beserta keluarganya ke istana, namun niat yang pastinya adalah yang mulia Kaisar WongBei ingin bertemu dengan anak angkatnya, yaitu Jing Xia yu!
Fang yin tidak memberitahu Li Zyan, kemana dia dan Xia yu pergi, dia hanya memberitahu apa yang Xia yu perintahkan saja. Dia akan tinggal di kediaman klan Li, menunggu Xia yu pulang seperti apa yang di perintahkan nonanya sebelum pergi. Sebenarnya dia juga merindukan orang-orang di kerajaan Xing, tapi dia tidak bisa meninggalkan tugas yang di berikan Xia yu padanya.
Hei tian kembali ke hutan kehidupan dengan dua surat yang di tujukan untuk Xia yu, dia juga membawa kabar baik tentang keadaan keluarga angkatnya, tapi Hei tian tahu bahwa pesan ini tidak akan langsung tersampaikan, karena Xia yu berada di dalam goa, yang artinya dia tidak bisa langsung bertemu dengannya.
Setelah Hei tian keluar dari kediaman klan Li, dia tidak sadar jika dirinya di ikuti oleh seseorang yang menaruh harapan padanya. Seorang pria dewasa yang merindukan gadis cantik yang telah menyelamatkan kehidupannya.
Pria itu mengikuti kemanapun langkah Hei tian pergi, dia juga terkejut saat mengetahui pria berambut merah itu berubah bentuk menjadi seekor macan kumbang. Sampai-sampai dia kehilangan jejak Hei tian saat terkejut, tapi untungnya di sudah tahu bahwa Hei tian masuk ke dalam kawasan hutan kehidupan.
Apakah Xia yu ada di hutan itu?
Apa dia berguru pada Petapa yang tinggal di hutan ini?
Dengan perasaan was-was pria itu pun masuk ke dalam hutan, mencari gadis penyelamatnya, yang kemungkinan besar ada di hutan kehidupan.
.
.
.
🌴🌴🌴🌴
Cahaya matahari yang hangat terjatuh di atas pepohonan, menyinari wajah pria tampan yang sedang terbaring lemah di atas rerumputan. Alisnya sedikit mengerut dan jemari di tangan kirinya juga sedikit tergerak. Beberapa saat kemudian perlahan-lahan pria itu membuka matanya dan menatap bingung pada bintik-bintik cahaya yang mengintip melalui dedaunan kanopi tebal di atas kepalanya.
"Sudah bangun?"
Mendengar suara hangat dan lembut, membuat dia terkejut. "Yu kecil?" Pria itu mencoba duduk namun tidak tahu kenapa bagian bahu!!!!nya terasa sakit, dia pun jadi tersentak dan jatuh kembali.
"Luka mu belum benar-benar tertutup. Jangan terlalu banyak bergerak."
Xia yu menahan tubuh pria itu, kedua matanya dipenuhi dengan emosi yang campur aduk saat dia melihat pria berambut panjang di hadapannya, sebelum akhirnya dia bertanya. "Kenapa kamu bisa sangat sembrono, mau mengorbankan nyawamu untuk menyelamatkanku?"
"Yu-yu'er... kamu... kamu marah?" Tanya Li Zyan, dengan ekspresi linglungnya.
"Jawab aku!" Xia yu menatap serius pada Li zyan.
Melihat kedua mata Xia yu yang tampak serius, Li zyan pun menjawab. "Aku lebih tua darimu dan kamu adalah adik kecilku. Ketika ada bahaya, tentu saja aku harus melindungi mu."
Kedua matanya melihat wajah Li zyan yang sedang tertegun di hadapannya. "Ingat aku ini bukan perempuan lemah!"
Li Zyan benar-benar terkejut sehingga dia bisa lagi menyanggah perkataan Xia yu. 'Meskipun kamu tidak lemah tapi kamu tetap seorang gadis kecil.' Li Zyan menggerutu di dalam hati.
Tidak peduli dari sisi mana kamu melihat Xia yu, dimana kamu bisa menemukan seorang gadis muda yang dengan beraninya berhadapan dengan sekelompok serigala sendirian?
Lagipula, Li zyan selalu menganggap Xia yu sebagai adik kecil yang membutuhkan perlindungannya, tidak pernah menduga jika Xia yu bisa berhadapan dengan belasan serigala yang tubuhnya dua kali lebih besar darinya.
*Flashback.on
Beberapa hari yang lalu Li Zyan tiba di dalam hutan kehidupan, menjelajahi hutan seorang diri dan mencari keberadaan Xia yu. Dia hanya makan buah-buahan atau binatang kecil yang di bakar dengan bahan seadanya sebagai asupan makannya. Dia sudah terbiasa berkeliaran di hutan, karena dulunya dia juga sering keluar masuk hutan untuk mencari tanaman obat, seperti yang di lakukan kakeknya.
Tiba di hari ke dua, Li zyan melihat sosok manusia memakai jubah hitam sedang bertarung dengan belasan ekor serigala, namun tidak menyangka jika sosok itu adalah Xia yu, adik angkat perempuan yang di carinya.
Dalam penglihatan Li Zyan, Xia yu sudah terlihat kelelahan, dia tidak sadar jika serigala besar telah mengintainya dari belakang, tidak berpikir lama Li Zyan berlari menghampiri Xia yu, menghadang serangan serigala itu dan akhirnya dialah yang menerima gigitan keras di bagian pundaknya.
Xia yu terkejut bukan main dengan kehadiran Li Zyan di hutan kehidupan, dia lebih tidak menduga bahwa Li Zyan berani mempertaruhkan nyawanya untuk menghadang serangan serigala itu. Xia yu segera memberikan perlindungan kepada Li zyan.
Darah Xia yu mendidih, aura pembunuh keluar dari tubuhnya, suasana menjadi semakin mencekam, dia menatap tajam pada belasan ekor serigala yang menatapnya dengan buas. Cahaya biru keluar dari kepalan tangannya, tiba-tiba suhu hutan menjadi dingin. Xia yu mengarahkan tangannya pada belasan serigala, serpihan es yang runcing keluar dari tangannya, melukai tubuh serigala-serigala itu dengan satu kali serangan.
Raungan kesakitan dari serigala-serigala itu terdengar sangat getir di telinga, merintih karena rasa dingin dan sakit menghujam tubuh mereka, tubuh serigala-serigala itu seperti membeku dalam sekejap, mereka merasakan nyawa mereka berada di ujung tanduk, dan tiba-tiba..
'Bam!'
Tubuh serigala-serigala itu terjatuh ke atas tanah, efek kekuatan ice power Xia yu benar-benar luar biasa, serpihan es yang melukai tubuh mangsanya langsung membekukan darah panas yang mengalir, dan perlahan-lahan mencekik tubuh dengan hawa dingin dan rasa sakit, yang menggerogoti sampai akhir, hanya kematian lah yang mereka terima.
Xia yu segera menghampiri Li Zyan yang tidak sadarkan diri, karena terlalu banyak mengeluarkan darah. Dia membawa tubuh Li Zyan ke tempat yang lebih tenang, di sana dia langsung melakukan pertolongan pertama, Xia yu melakukan operasi seorang diri. Lukanya sangat serius, tendon di bahu kanannya terputus, tulang tangannya patah, dan beberapa kulit sobek karena gigitan serigala buas itu.
Xia yu menjahit luka-luka itu dengan sangat hati-hati, juga memberikan obat racikannya, dan membebat lukanya dengan perban agar jahitannya tidak terbuka. Setelah itu dia istirahat dan menyalakan api unggun untung menghangatkan tubuh Li Zyan, sampai tiba dimana dia tersadar._off
Melihat Li Zyan yang menganga keheranan, kedua mata Xia yu berkedip-kedip, dan dia pun berkata. "Tendon di bahu kananmu putus karena gigitan binatang itu."
Li Zyan menatap ke arah Xia yu, lalu hanya menjawab. "Oh.."
Xia yu merengutkan alisnya. "Maksudku, tangan kananmu lumpuh!"
Saat itu, Li Zyan sedikit ragu untuk menjawab, dia menurunkan pandangannya dan menjawab. "Mmm..."
"Sekarang kamu menyesalinya?"
Mendengar perkataan Xia yu, Li Zyan melihat ke arahnya dan menggelengkan kepala. "Aku tidak menyesalinya. Kalau aku tidak maju untuk menahan serigala itu, mungkin dia akan menggigitmu dan kamu tidak akan bisa hidup. Aku seorang pria, dan badanku lebih besar. Hanya tanganku saja yang lumpuh... Aku tak apa-apa. Kalau aku tak bisa memegang pedang di tangan kananku, aku akan melatih di tangan kiriku."
Mendengar kata-kata itu, Xia yu terkejut dalam waktu yang lama, hingga ketika dia sadar dari rasa kaget itu, sebuah senyuman muncul di wajahnya saat dia berkata. "Ternyata kamu tidak sepintar yang gadis-gadis di kerajaan Bei katakan. Kamu terlalu sembrono!"
Li Zyan tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan tangan kirinya. "Yu'er.. apa kamu selalu bertemu bahasa seperti ini, saat bertemu dengan guruku? Dan kenapa kamu pergi dalam waktu yang lama?"
"Beberapa hal yang tidak terduga terjadi. Apa kamu lapar? Aku akan memburu daging liar, dan memanggangnya untuk makanan kita?" Xia yu langsung melompati penjelasannya tanpa banyak bicara. Sehubungan dengan jati dirinya yang sebagai ratu hutan kehidupan, dia tidak ingin berbicara banyak tentang itu.
"Lapar, tapi jangan pergi jauh-jauh.." Li Zyan berkata dengan sedikit khawatir.
"Aku tahu.." Xia yu tersenyum, dia berdiri dan berkeliling untuk memeriksa area di sekitar.
Dia kembali setelah mendapatkan buruannya, Xia yu membawa dua kelinci berukuran sedang di tangannya, kemudian dia membersihkan kelinci itu dan memanggangnya, tidak lupa memberikan bumbu yang selalu ada di dalam ruang dimensinya. Tidak berapa lama kelinci panggang itu matang, Xia yu memberikan satu kelinci panggang pada Li zyan, mereka makan dengan sangat lahap hingga tidak terasa malam pun tiba, memerintahkan mereka untuk tidur agar besok pagi terbangun dengan tubuh yang segar.
**tbc