The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
Ayah..?



"XIA HE.." panggil jendral ho menghampiri xia yu. "xia he... xia he.." lanjutnya dengan buliran air mata yang keluar tanpa di perintah telah membasahi pipinya, wajah yang semulanya tegas kini sangat rapuh dengan kesedihan di matanya merindukan sosok yang sangat dia cintai. jendral ho memeluk xia yu dengan sangat erat tak ingin melepaskan sosok yang selalu hadir di mimpinya. sedangkan xia yu tak merespon tindakan jendral ho, dia hanya diam membiarkan arwah xia wei yang masih berada di dekatnya untuk merasakan kehadiran ayahnya yang selama ini dia rindukan.


"xia he.. istriku maafkan aku.." lirih jendral ho di pelukan xia yu dengan tangisnya.


"aku bukan istrimu.." jawab xia yu merasa kewalahan dengan pelukan jendral ho yang memeluknya semakin erat.


"tidak kau adalah istriku.." jawab jendral ho kekeh dengan ucapannya.


"istri anda telah meninggal tuan.. bukan kah aku pembunuh yang anda hukum." jelas xia yu agar ayahnya xia wei melepaskan pelukannya, dia sangat risih dengan pelukan jendral ho sudah cukup untuk xia wei mendapat pelukan kerinduan yang di rindukannya.


"xia wei... kau xia wei.." jawab jendral ho sadar saat mendengar kalimat pembunuh yang di hukumnya.


"ya.. bukan kah anda menyuruh pengawal menjemput ku." jawab acuh xia yu membenahi pakaiannya dan rambutnya yang kusut setelah jendral ho melepaskan pelukannya.


"kenapa kau memanggilku seperti itu aku ini ayah mu." ujar jendral ho sadar jika xia yu tidak memanggilnya ayah.


"aku bukan anak mu, kenapa aku harus memanggil mu Ayah.?" jawab xia yu acuh, dia belum mengetahui jika jendral ho tidak pernah mengirimkan surat yang memutuskan hubungan antara ayah dan anak, dia belum melihat ingatan dalam mata jendral ho yang memancarkan kerinduan pada anak dan istriinya. jendral ho sangat menyayangi xia wei tapi karena ulah selir yenny dia seakan buta dengan kejujuran anaknya, tapi saat dia mengetahui kebenaran yang di berikan kasim lu dia langsung mengingat masa-masa kecil xia wei bersama istri dan dirinya.


"kau adalah anakku, siapa yang bilang kau bukan anakku..?" tanya jendral ho tidak tahu jika ada orang yang mengirim surat pada xia wei atas namanya yang di kirim pada waktu pernikahan xia wei.


"kau yang bilang jika aku bukan anak mu lagi, saat aku menikah kau mengirimkan surat ini padaku." jelas xi ayu memberikan surat yang sengaja dia bawa. jika ada ke keliruan yang seperti ini, dia sudah menebak jika jendral ho akan lupa bahwa dia telah memutuskan ikatannya dengan xia wei.


"ini...?" ujar jendral ho saat membuka surat yang di berikan xia yu. "ini bukan tulisan ku, aku tidak pernah mengirim surat seperti ini padamu, aku selalu mengirim surat untuk menanyakan kabar mu saat di kediaman suami mu" jelasa jendral ho membuat xia yu terkejut mendengar ucapannya.


saat xia yu menatap mata jendral ho dia melihat semua ingatan jendral ho bersama xia wei saat kecil, xia yu teringat akan ayahnya yang di dunia modern semua keluarga nya pasti sangat merindukannya juga. beberapa saat kemudian mata xia yu seakan berat bahkan sangat berat untuk mengangkat kelopak matanya, tak lama mata xia yu tertutup dengan tubuhnya yang kian melemas terjatuh dalam pelukan jendral ho dan tak sadrkan diri.


"xia wei,.. xia wei.." pangil jendral ho sembari memeluk tubuh xia wei yang lemas dengan mata yang tertutup. dia terkejut saat melihat reaksi xia yu setelah memberi penjelasan masalah surat itu.


"nona.. nona sadarlah." ujar fang yin khawatir melihat xia yu pingsan.


"bantu aku bawa dia ke kamar permaisuri.." ujar jendral ho meminta bantuan untuk membawa xia yu ke kamar ibu xia wei.


"baik tuan.." jawab pengawal tadi menerima titah tuannya.


xia yu di bawa oleh pengawal itu ke dalam kamar permaisuri xa he dan membaringkanya dengan hati-hati bagaikan porselen keramik yang antik takut terjatuh dari pangkuannya. jendral ho memberi perintah pada pelayan memanggil tabib untuk memeriksa tubuh anaknya yang tiba-tiba tak sadrkan diri. wajah xia yu terlihat sangat pucat entah mengapa dia bisa seperti itu saat mengingat keluarganya.


xia yu terbangun dari tidurnya dia melihat hamparan bunga putih yang sangat luas, harum semerbak sangat menenangkan hatinya. xia yu mencoba mengingat kejadian apa yang terjadi sebelum dia tak sadarkan diri, dan dia mengingat kejadian itu tapi sekarang dia bingung kenapa dia bisa terdampar di hamparan bunga seperti ini.


"dimana aku..?" tanya xia yu pada dirinya sendiri setelah bangun. "Gardenia..?" ujar xia yu bingung melihat bunga kesukaannya dia sangat terpesona dengan hamparan bunga putih di hadapannya.


"datanglah ke hutan arwah kau akan mengetahui jati dirimu yang sebenarnya saat kau berhasil memasuki hutan itu. temui aku di pohon kembar dan kau akan bertemu dengan ku." suara pria paruh baya mengagetkan xia yu yang sedang terpesona dengan hamparan bunga gardenia yang berserakan di tanah.


**tbc