The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
203. MMMPH!..



***


Pajar telah menyingsing, semua penghuni hutan kehidupan telah bangun dari tidurnya, dan hewan nokturnal telah kembali ke sarangnya.


Di atas pohon besar terlihat seorang gadis tengah tertidur pulas, namun tidak berapa lama tidurnya di ganggu oleh suara kicauan burung. Dia mengulurkan satu tangan sambil terhuyung-huyung sebelum menguap dengan lebar, dia pun meregangkan tubuhnya dengan anggun. Tapi regangan itu membuatnya hilang keseimbangan dan tiba-tiba dia jatuh dari pohon.


"Aakhhh!"


'BAM!'


Xia yu berteriak kencang dan terjatuh ke atas tanah dengan suara yang keras, terbaring di antara rerumputan yang tinggi.


"Aw! Sakit sekali!" dia berdiri dan menggosok-gosok pinggulnya yang terasa ngilu, lalu memutar tubuhnya sebelum menghela nafas lega. "Ah! Untungnya tidak ada tulang yang patah."


Pada jarak yang cukup jauh, kedua mata Yuan Zhu-Ming melirik tajam kearah orang yang agak jauh dari posisinya saat ini, sebelum akhirnya mengalihkan pandangan.


Sejak Xia yu terbangun dari tidurnya, kedua matanya telah terbuka. Dia melihat gadis pencuri itu masih setengah tertidur, saat meregangkan tubuhnya di atas pohon lalu terjatuh. Dia tahu, kalau tanah di bawah pohon itu dipenuhi oleh rumput rumput liar yang tumbuh di atas tanah yang lunak, dan terjatuh dari atas tidak akan menyebabkan banyak masalah. Jadi dia hanya melirik tanpa rasa simpati dan tidak mencoba membangunkan gadis itu.


Yuan Zhu-Ming melihat gadis kecil itu mengusap pinggulnya, kemudian berusaha untuk bangkit, namun hal yang tidak terduga terjadi saat itu..


'Akh!'


"Shh.. ular sialan!"


Tiba-tiba saja ular cincin perak mematuk lengan Xia yu, dengan gerakan cepat dia melempar ular itu secara asal, namun akibat gigitan ular itu membuatnya pingsan saat itu juga.


Ketika Yuan Zhu-Ming melihat kejadian itu, kedua alisnya yang lurus mengernyit, lalu dia pun berpikir keras. Sesaat kemudian dia masih tidak melihat tanda-tanda dari gadis kecil itu akan terbangun, sebelum akhirnya dia mengumpulkan tenaga dan melompat dari pohon kemudian berjalan ke sana.


"Dia sudah mati?"


Dia mengulurkan kaki panjangnya, mendorong tubuh gadis kecil yang tidak bergerak itu. Tidak ada reaksi sama sekali dari dorongan yang di buat kakinya, dia pun berjongkok dan ingin memeriksa apakah gadis itu masih bernafas atau tidak.


Siapa yang akan menyangka saat ia baru menundukkan badannya, tubuh kecil yang sedari tadi tidak bergerak tiba-tiba melompat ke arahnya! saat dia sedang tidak siap dia pun tertangkap basah, dan terdorong jatuh ke tanah.


"Paman! Hahaha.. Kau paman misterius yang semalam bukan?!" Xia yu tertawa sangat keras sebelum tiba-tiba berhenti menjadi tegang.


Posisi mereka saat ini sangat dekat, Xia yu duduk di atas tubuh Yuan Zhu-Ming, dengan tangan yang mengurung pria itu. Sementara Yuan Zhu-Ming terbaring di atas tanah, kedua tangannya berada di dada Xia yu, bahkan menggenggam buah dadanya. Seluruh tubuh Xia yu membeku dan dia merasa tercengang.


Ada apa ini..? Apakah dia baru saja dilecehkan?


Daging lembut yang ada di tangannya membuat pikiran Yuan Zhu-Ming menjadi kosong. Rasa kaget terlihat di kedua matanya dan seumur hidup baru pertama kali ini dia berbicara sambil terbata-bata.


"Ka-kamu.. kamu.. Menyingkir lah!" ucapnya sembari menarik tangannya.


Namun sesaat setelah dia menarik tangannya, dia tidak sengaja menyenggol siku tangan kanan gadis itu. Xia yu yang masih belum juga sadar dari pikiran kosongnya, dan sikunya yang tersenggol membuat lengan yang awalnya lurus menjadi tertekuk, membuat tubuhnya tiba-tiba terjatuh. Naasnya Xia yu terjatuh ke depan dengan cara yang buruk, bibirnya mendarat tepat pada bibirnya, satu-satunya area yang tidak tertutup oleh topeng hitam.


"MMMPH!"


Mereka berdua mengerang dengan bibir yang terkunci ketika rasa sakit menjalar dari kedua bibir mereka.


Ketika melihat sang Paman telah pingsan, ekspresi Xia yu menjadi muram. Dia berdiri kemudian memijat wajahnya yang terasa sakit akibat terkena topeng tebal itu, dan dia pun berkali-kali meludah.


"Cuih! Cuih! Cuih!" Lalu dia mengusap mulutnya dengan rasa jijik. Ini kedua kalinya bibir Xia yu bersentuhan dengan lelaki. sayangnya dia tidak tahu bahwa lelaki itu adalah orang yang sama.


"Kenapa aku malah membuatnya pingsan? Haish.. Aku bahkan belum sempat mengeluh! Berani-beraninya pria tua sepertimu pemanfaatan gadis muda yang suci ini. Hah.. mulutku terasa kotor!" gerutu Xia yu mengusap lagi bibirnya dengan gerakan yang kasar, seolah-olah terdapat kotoran yang najis atau apalah, setelahnya menatap ke arah paman yang sedang pingsan itu. lalu dia terdiam.


Ketika dia melihat ular cincin perak, dia memang sangaja memerintah ular itu untuk menggigitnya, lagipula tubuhnya sudah mengandung racun, dengan kadar racun yang hanya beberapa persen saja tidak akan berefek samping padanya. Dan dengan cara itu, dia berhasil mengelabui penguntit yang sedari tadi ia ketahui keberadaannya. Tapi siapa yang menyangka kalau dia akan dimanfaatkan, bahkan dia terpaksa membuat pria itu pingsan setelah mengambil kesempatan menggerayangi tubuhnya!?


Xia yu duduk di sampingnya dengan posisi kaki menyilang, dia mengambil kesempatan itu untuk mengamati pria itu sebelum dia terbangun. Dia baru tersadar kalau ternyata paman itu terlihat lebih muda dari yang dia duga. Walaupun wajahnya tertutup topeng, namun jika di perhatikan jelas, pria itu memiliki, bulu mata yang panjang dan lebat, hidung yang mancung dengan dagu yang tajam, dan bibir sexsi yang tidak di sembunyikan itu, entah mengapa semua itu memberikank kesan maskulin.


Kedua mata Xia yu di penuhi rasa kagum, perlahan pandangannya melintas kebawah, Jangan ngeres! pandangan Xia yu menuju ke arah yang kuat dan kekar serta kaki yang jenjang dan berotot. lalu dia mengangguk sambil berpikir.


'Hmm, fisik seperti ini akan menjadi tipe yang ketika memakai baju, mereka akan terlihat keren begitupa ketika melepas bajunya, sangat terlihat maskulin. Walau belum memeriksanya, jelas paman ini memiliki otot perut yang lengkap.' batin Xia yu bermonolog mengagumi tubuh pria di hadapannya. Tangannya tanpa sadar memegang otot perut itu, dan di saat itu juga, mata yang sedari tadi tertutup itu terbuka, lalu suara berat dan keras terdengar di telinganya.


"Apa yang kau lakukan?"


Wajah Yuan Zhu-Ming menjadi miring saat melihat ke arah gadis itu, kemudian dengan cepat di membalikan tubuhnya dan berdiri, lalu menjauh dari gadis itu. Sejak awal dia terbangun, dia tiba-tiba melihat sepasang mata yang berbinar tengah mengamati badannya. Walau dia hanya melihat rasa kagum di dalam kedua mata itu, *** apakah pantas untuk seorang gadis melihat pria dengan tatapan mata yang seperti itu?!


Jangan salahkan gadis itu, maklum dia berasal dari abad yang berbeda dengan mu!


Ketika Xia yu mendengar suara pria itu, dia mencoba mengalihkan tangannya dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu dia berbicara sambil tersenyum malu.


"Paman, saya tidak melakukan apapun! Saya hanya mengecek apakah kau masih bernafas atau tidak.." Ucap Xia yu beralasan. 'Cih! Kenapa kamu cepat sekali terbangun!? Aku masih ingin merasakan otot perut itu!' Batin Xia yu yang selalu penasaran dengan otot perut pria, namun saat di dunianya dia hanya bisa mengagumi itu dari majalah atau televisi.


Yuan Zhu-Ming mengumpulkan energi Qi pada tumpuan kakinya, lalu beranjak dari tempat itu dengan kekuatannya, tanpa menoleh pada gadis yang tengah tersipu malu karena sudah kepergok mengagumi tubuhnya. Bukan tanpa alasan dia pergi begitu saja, sebelumnya dia menatap gadis yang tersipu malu yang memandangnya dengan mata berbinar. Seketika itu pula, dia mengingat rasa lembut yang dia pegang dan saat bibir mereka saling beradu. Sekelebat bayangan adu bibir itu muncul dalam ingatannya, wajahnya pun menjadi merah, tapi untungnya hal memalukan itu tertutup oleh topeng yang ada di wajahnya.


Melihat pria itu pergi tanpa sepatah kata pun, Xia yu merasa sedikit terkejut. Dia memikirkannya sebentar lalu mengikuti pria itu tanpa sepengetahuannya.


Ketika Yuan Zhu-Ming berhenti di satu pohon, dia baru menyadari jika gadis itu mengikutinya, dia pun mempercepat loncatannya, dari satu pohon ke pohon yang lainnya tidak menghiraukan gadis itu.


Bukan tanpa alasan Xia yu mengikuti pria itu, dia mengikutinya karena ingin tahu, ada keperluan apa pria itu di dalam hutan ini. Meskipun dia tidak merasakan bahaya dari pria itu, dia tidak bisa melepaskannya begitu saja sebelum dia mengetahui keperluannya. Karena itulah, kemanapun pria itu pergi, dia akan mengikutinya, dan ketika pria itu berhenti, dia juga akan berhenti.


Tapi dibandingkan dengan ketidakpeduliannya, aura dingin yang dipancarkan tubuh Yuan Zhu-Ming di hadapannya tampak menguat. Sampai akhirnya dia sudah tidak tahan lagi, dia pun mengecoh gadis itu dan menangkap basahnya.


Xia yu berhenti ketika pria yang di ikutinya menghilang dari pandangannya. 'Kemana paman itu?' tidak dia kira pria yang dia tanyakan ada di belakangnya.


Dia paham kalau dirinya bukanlah orang yang mudah didekati. Selama ini, manusia mana yang tidak menjaga jarak ketika melihat dirinya? Bahkan orang yang paling tidak peka sekalipun, tidak akan mengikutinya dengan rasa tak tahu malu setelah di acuhkan. Tapi Gadis ini sangat mirip seperti lem perekat, yang tidak bisa dilepaskan, tidak peduli apapun yang dia lakukan.


Yuan Zhu-Ming, menatap gadis itu dengan pandangan yang dingin, dan wajahnya merengut sambil berucap. "Kenapa kamu terus mengikuti ku?"


"Karena kamu satu-satunya orang yang tidak memiliki niat jahat disini!" Xia yu menatap kearah Yuan Zhu-Ming, seolah itu adalah hal yang bisa dipahami, kedua matanya mencoba menutupi tatapannya yang genit.


Dahi Yuan Zhu-Ming mengkerut, ujung alisnya terlihat berkedut. Bibirnya membentuk garis lurus, dan sesaat tatapannya yang tajam mengarah pada gadis itu, lalu dia berjalan tanpa sepatah kata. Namun sepertinya dia berjalan ke arah luar hutan kehidupan, yang ada di bagian utara. Cara itu berhasil menghentikan gadis kecil yang terus mengikutinya.


Ya, Xia yu tidak lagi mengikuti Yuan Zhu-Ming, dia pergi setelah mengetahui niatnya untuk keluar dari hutan ini. Tapi entah kenapa dia tidak bisa membaca pikiran pria itu saat bersitatap dengannya. Kejadian ini sama persis dengan pria yang ada di dalam penginapan. Maka dari itu Xia yu tidak mau berurusan dengan orang itu, dia pun kembali ke dala hutan dan pergi ke arah air terjun kehidupan.


**tbc