The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
136. 'Mengerikan sekali..



***


Di sebuah gang yang sempit xia yu muncul kembali setelah menghilang dari rumah sewaan nya. tidak tahu kenapa tubuh nya terlihat sangat lemah dan terasa berat untuk di gerakan. bahkan jarak teleportasi nya tidak terlalu jauh dari tempat nya menghilang.


xia yu kembali menghilang dari gang kecil itu dengan teleportasi nya. ia memfokuskan pikiran nya pada satu tempat. dalam pikiran nya xia yu melihat sebuah rumah kumuh yang kosong dan jauh dari pemukiman. xia yu pernah melihat rumah itu saat dia mencari tempat untuk tinggal bersama fang yin.



Setiba nya di halaman rumah itu. xia yu bisa menyimpulkan jika rumah itu tidak berpenghuni. seperti nya pemilik dari rumah itu telah meninggal kan kediaman nya untuk waktu yang lama. itu terlihat dari kondisi rumah yang lebih tepat nya seperti sebuah gubuk.


xia yu masuk ke dalam rumah itu. mata nya meneliti setiap sudut ruangan yang di penuhi oleh sarang laba-laba. debu tebal menutupi semua peralatan yang ada di dalam ruangan itu. xia yu masuk ke dalam kamar. di lihat nya hanya satu ranjang yang terbuat dari bambu dan beralas kan tikar anyam.


xia yu merebahkan tubuh nya yang terasa berat dan lemas. "hufth... ada apa dengan tubuh ku.? kenapa punggung ku terasa berat.? apa ini karena aku memasukan mereka secara bersamaan ke dalam ruang dimensi ku.? 'argh'..." desis xia yu merasa tersiksa dengan keadaan nya.


xia yu merasakan sakit dan berat di area punggung nya yang seperti sedang di timpahi beberapa karung padi. xia yu mengira jika keadaan nya seperti itu karena dia memasukan fang yin bersama kedua kuda nya ke dalam ruang dimensi nya secara bersamaan.


xia yu yakin keadaan nya yang sekarang karena ulah kesalahan nya sendiri. dengan segera xia yu memfokuskan pikiran nya untuk mengeluarkan mereka dari gelang giok nya.


...Wushh...


fang yin bersama kedua kuda nya muncul di hadapan xia yu dalam sekejap. sekarang kamar itu terasa pengap karena kedatangan mereka bertiga.


...ngiiiihhh...


..aww...


.............?


...uhuk...


...urgh...


fang yin, keli, dan shaku terperangah kaget karena mereka berhimpitan. belum lagi mereka melihat xia yu memuntahkan darah segar dari dalam mulut nya.


"..ngiihh... nona...?!"


ucap mereka bersamaan. xia yu tak sadarkan diri setelah memuntahkan darah itu. fang yin kebingungan di buat nya.


"nona..? nona..?!" fang yin semakin panik. dia tidak mengingat kejadian beberapa saat yang lalu menimpa nya.


flashback..on


sesaat setelah xia yu menghilang dari rumah sewaan nya. di dalam ruang dimensi fang yin sadarkan diri. dia hanya mengingat kejadian pagi hari sebelum xia yu berangkat mencari informasi tentang keberadaan keluarga kakek li.


dalam ingatan fang yin, xia yu memerintah kan nya untuk berlatih saat dia pergi. dia pikir jika diri nya sepanjang hari berada dalam ruang dimensi. dia benar-benar tidak mengingat jika diri nya mendapat kan pelecehan. tentu saja itu semua berkat xia yu yang menghapus ingatan nya..off


fang yin mengiring keli dan shaku untuk keluar dari gubuk itu. setelah itu dia segera lari kembali ke dalam kamar untuk mengecek keadaan xia yu.


xia yu masih tak sadarkan diri. seluruh tubuh nya terasa panas tapi dingin di bagian kaki dan tangan. wajah nya memerah karena suhu itu dan lagi keringat bercucuran dari kening nya.


fang yin tidak tahu dia berada di mana. namun, dengan cekatan nya dia mencari air dan wadah serta kain untuk mengelap tubuh xia yu. fang yin mencari botol obat yang selalu xia yu simpan di balik baju nya. dia tahu jika xia yu selalu membawa obat yang memang hanya di minum oleh nya sendiri. tidak tahu apa kegunaan obat itu. namun, dia hanya berpositif tingking untuk kesembuhan xia yu.


dia memasuk kan satu pil obat berwarna putih ke dalam mulut xia yu, kemudian memberi nya minum dengan air yang fang yin temukan di dalam dapur. fang yin kembali mengelap keringat di kening xia yu. dia masih khawatir karena xia yu masih saja tidak sadarkan diri setelah dia memberi nya pil.


sepuluh menit...


dua puluh menit...


tiga puluh menit...


satu jam...


xia yu masih tidak sadar kan diri. fang yin yang merasa lelah pun ikut tertidur dengan posisi duduk sembari menggenggam jemari xia yu. keheningan pun menyelimuti ruangan itu. keli dan shaku juga tidur dengan merebahkan tubuh nya di atas jerami yang berada di halaman.


***


hari ini adalah jadwal nya pelayan suruhan tuan suji untuk membersihkan rumah itu. namun, si pelayan malah di kejut kan dengan ruangan yang di penuhi dengan bau amis darah yang berasal dari para bandit yang tewas karena kemurkaan xia yu.


pelayan itu segera berlari ke kediaman tuan suji sebagai tuan nya dan pemilik rumah itu.


tentu saja tuan suji juga terkejut dengan kabar yang di berikan pelayan nya. dia segera pergi tempat yang di tinggali oleh kedua teman keponakan nya. tidak lupa dia juga membawa penjaga dan melaporkan hal itu kepada pihak yang bertugas. (polisi kerajaan xifang)


tuan suji takut jika dari salah satu korban yang tewas itu adalah teman su fanghua. dia tidak memberitahu keponakan nya yang berada di istana. dia ingin memastikan terlebih dulu keadaan di sana.


...


setiba nya di halaman rumah itu, tuan suji bersama penjaga nya langsung masuk ke dalam. benar saja mereka terperangah kaget. secara langsung mereka menutupi lubang hidung nya karena tidak tahan dengan bau amis itu.


..Mengerikan sekali.!


batin semua orang yang menatap ngeri pada semua mayat yang tergeletak di ruangan itu. tubuh mereka memiliki luka yang menganga, sampai terlihat tulang yang berwarna putih dari karena tebasan dari sebuah pedang yang memiliki kekuatan mistik.


"siapa mereka..?" desis tuan suji tidak mengenali mereka. sesaat kemudian dia mengingat jika di rumah ini seharusnya ada dua gadis teman dari keponakan nya. dia berlari ke arah kamar tempat dimana xia yu tidur.


tuan suji tidak mendapat kan kejanggalan di kamar xia yu. dia pergi ke arah kamar yang di tempati fang yin. tuan suji terkejut dengan keadaan di kamar itu. di sana terdapat beberapa potongan kain baju yang telah bernoda darah.


kain itu adalah milik fang yin saat pakaian nya di robek oleh ketua bandit. batin tuan suji semakin menerawang kejadian yang tak di duga nya. alasan apa yang akan dia berikan pada keponakan nya tentang kedua teman nya yang menghilang dari rumah itu. belum lagi beberapa mayat yang memenuhi ruangan utama.


...tap..tap..tap...


langkah kaki yang berasal dari pengawal kerajaan yang sedang menuntun seorang pria muda yang telah berpangkat sebagai jendral kerajaan xifang.


"HORMAT PADA JENDRAL Li.."


Desis para penjaga dan pelayan tuan suji saat melihat kedatangan jendral muda itu.


pria yang bernama jendral li itu masuk ke dalam rumah setelah menerima salam dari para pekerja tuan suji. jendral li lumayan terkejut saat melihat semua mayat itu.


karena dia mengenali salah satu dari mereka. ya dia mengenal pria besar yang memiliki luka hebat di bagian leher nya. dia adalah ketua dari para bandit yang telah meresahkan penduduk nya.


'bukan kah mereka adalah komplotan bandit yang selama ini aku aku cari..' batin jendral li.


"jendral li..!" tuan suji keluar dari kamar fang yin setelah dia mendengar kabar kedatangan jendral li dari pelayan nya.


"salam tuan.." jendral li memberi salam dengan sopan.


"bagaimana..? apakah kau sudah mengenali mereka.?" tanya tuan suji tanpa basa-basi.


"sudah..! mereka adalah komplotan para bandit yang selama ini kami incar.! tapi kenapa mereka bisa terbunuh di dalam rumah sewaan tuan.?"


"saya juga tidak tahu.! tapi saya menemukan beberapa potongan kain pakaian wanita di dalam kamar itu, dan kedua gadis yang menyewa rumah ini juga menghilang entah kemana. tidak ada jejak sama sekali dari mereka.!" jelas tuan suji.


jendral li mengambil potongan kain itu dan memperhatikan nya. dia yakin jika kain itu adalah milik dari salah satu gadis yang tinggal di rumah tuan suji. namun, jendral li bingung kenapa para bandit ini bisa datang kemari dan terbunuh dengan cara yang sangat mengerikan.


"jika saya boleh tahu siapa kedua gadis itu.?"


"mereka adalah teman baru su fanghua. baru dua hari ini mereka menempati rumah ini." ujar tuan suji. wajah nya terlihat bingung setelah reda dari keterkejutan nya. 'bagaimana cara menjelas kan kejadian ini pada fanghua. dia pasti sedih kehilangan teman baru nya.' sambung nya dalam hati.


berbeda dengan jendral li. dia mempertanyakan hubungan antara xia yu, su fanghua dan bandit itu.


'apa mereka akan merampok kedua gadis itu.? tapi kenapa malah komplotan bandit ini yang terbunuh.? atau mereka adalah gadis kuat.? tapi kenapa ada bukti pelecehan.? atau jangan-jangan ada yang menyelamat kan mereka dari para bandit ini dan membawa mereka pergi.' berbagai pertanyaan dari benak jendral li. sungguh dia di buat bingung dengan kasus ini. dia penasaran dengan kedua gadis yang menghilang dari rumah itu.


kabar kejadian hari ini telah sampai pada pihak kerajaan, termasuk su fanghua. bahkan dia histeris akan kehilangan kedua teman baru nya. dia tidak menyangka jika pertemuan nya kemarin malam adalah perjamuan perpisahan untuk mereka.


kedua kakak kembar nya juga merasa kehilangan. mereka menyesal karena tidak menghampiri kedua gadis cantik yang di kenal adik nya. mereka juga sedih melihat adik nya yang beberapa hari terlihat seperti gadis lain nya yang senang dengan persahabatan mereka, kembali ke pribadi nya yang dulu selalu menutup diri akan pertemanan nya. inti nya kasus ini telah menggegerkan ibu kota kerajaan xifang.


**tbc