The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
Kebenaran untuk jendral ho



_flashback


setelah xia yu keluar dari kamar pemuda itu dia menghilang dengan kemampuan teleportasinya, para pengawal melihat sosok gadis bercadar itu melewati pintu mereka pun keluar untuk melihat gadis itu tapi mereka tidak menemukannya. xia yu muncul dan menghilang di satu tempat ke tempat lainnya kemampuan teleportasi xia yu belum sempurna karena raganya belum melepaskan arwah xia wei, masih ada harapan xia wei yang belum terpenuhi yaitu bertemu dengan ayah dan adiknya.


xia yu tiba di dalam kamar yang dia sewa dia mengganti hanfu hitamnya dengan hanfu biru yang dia siapkan di dalam kotak specialnya, tidak lupa xia yu memakai cadar dia tidak mau jika orang lain melihat wajahnya dan mengenalinya sebagai xia wei wanita yang tidak berguna dan memalukan keluarga, maka dari itu dia akan memakai cadar jika tidak bersama raja liu atau keluarganya sebelum nama xia wei kembali bersih.


xia yu keluar dari kamar itu dia mendapati fang yin yang sedang menunggunya di depan pintu kamar, fang yin terlihat kelelahan sampai dia tertidur dengan posisi berdiri dan menyandarkan tubuhnya ke dinding kamar.


"fang yin..." panggil xia yu membangunkan fang yin dan itu berhasil.


"hn... eh nona maaf saya tertidur di saat menjaga pintu nona." jawab fang yin terbangun dari tidurnya.


"tidak apa.. suruhlah pelayan mengantarkan makanan yang kamu pesan ke dalam kamar aku mau makan di dalam kamar saja." titah xia yu kepada fang yin.


"baik nona.." jawab fang yin menerima titah xia yu.


xia yu kembali ke dalam kamar sedangkan fang yin turun ke lantai bawah untuk menyuruh pelayan mengantarkan pesanannya. fang yin tidak bingung atau kaget saat melihat nonanya berganti pakaian, karena xia yu membohongi fang yin jika dia memiliki cincin ruang yang dia beli dari toko barang spiritual padahal xia yu hanya memakai cincin biasa karena tidak mungkin jika dia harus memberitahukan ke beradaan kotak specialnya dia juga pasti menanyakan asal usul kotak itu dan tidak akan ada habisnya jika fang yin sudah penasaran dia akan terus menerus bertanya pada xia yu dengan sifat keingin tahuannya yang sangat tinggi.


tidak berapa lama fang yin dan beberapa pelayan yang membawa nampan berisi makanan masuk ke dalam kamar yang xia yu sewa. para pelayan itu menaruh makanan di atas meja yang tersedia di dalam kamar, setelah selesai para pelayan itu memberitahu fang yin jika makanan nya sudah tersaji di atas meja.


"nona makanan nya anda sudah selesai kami sajikan.." ujar salah satu pelayan pada fang yin. para pelayan melihat ke arah fang yin yang sedang berbicara pada sosog gadis yang memakai hanfu biru membelakangi mereka.


"nona mereka telah selesai" ujar fangyin pada xia yu.


"hn.. ayok kita makan aku lapar" jawab xia yu mengajak fang yin makan dan berbalik ke arah para pelayan.


"baik nona.." jawab fang yin.


para pelayan terkejut dengan apa yang mereka lihat, mereka sangat terpesona saat melihat sosok gadis bercadar yang di ajak bicara oleh orang yang menyuruh mereka mengantarkan pesanan ke kamar yang di sewanya, sampai membuat pipi dan telinga mereka memerah.


"terimakasih.. maaf telah merepotkan kalian." ujar xia yu berterimakasih pada para pelayan.


"ti...tidak apa-apa nona" jawab salah satu pelayan dengan gagapnya karena grogi berhadapan dengan gadis cantik. "silahkan nona kami permisi undur diri." lanjut pelayan itu pamit undur diri.


"hmm.." dehem xia yu mengijinkan mereka pergi, fang yin mengantarkan pelayan itu ke dapan pintu dan menutup kembali pintu dia kembali ke hadapan xia yu yang telah melepas cadar yang dia pakai.


"nona apa makanan ini sudah cukup.?" tanya fang yin.


"sudah.. cepatlah duduk dan makan, perut mu minta di isi dari tadi." jawab xia yu membuat fang yin malu karena sedari tadi perut nya berbunyi.


"hehe.. baik nona.." jawab fang yin dengan tawa malunya karena perutnya keroncongan kemudian dia duduk di hadapan nonanya mulai mengambil makanan karena xia yu sudah mulai makan dari tadi.


mereka berdua menghabiskan makanan dengan cepat meskipun rasanya tidak enak, xia yu sebenarnya tidak bernafsu tapi karena perutnya keroncongan dia tetap melahap makanan hambar itu untuk mengisi perutnya.


"baik nona.. silahkan beristirahat" jawab fang yin.


xia yu berjalan ke arah tempat tidur untuk membaringkan tubuh matanya langsung dia pejamkan untuk memasuki alam mimpinya, fang yin pun melakukan hal yang sama seperti xia yu setelah menyelesaikan makannya. mereka berdua tidur dengan lelapnya tidak memperdulikan apa yang terjadi setelah kejadian itu.


_kediaman jendral ho (ayah xia wei)


"ibu....ibu.. huaaa....hiks..hiks.." suara tangisan terdengar dari seorang gadis yang tengah menangisi jasad ibunya yang baru saja di pulangkan oleh pengawal istana, bukan hanya jasad ibunya tapi mereka juga mengantarkan ayahnya yang tengah pingsan  kaisar jiazhen memerintahkan kasim lu untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi di istana pada jendral ho jika dia sudah sadar, maka dari itu kasim lu tidak meningglakan kediaman jendral sebelum apa yang di perintahkan kaisar dia selesaikan, jika titah dari kaisar telah dia penuhi baru dia akan kembali ke istana.


tidak lama jendral ho terbangun dari pingsannya, dia langsung menanyakan ke beradaan istrinya yang tadi dia saksikan tengah bertarung dengan gadis yang sepantaran anaknya di istana sampai di saat dia melihat kematian istrinya yang sangat mengenaskan.


"yenny.. yenny.. yenny..." teriak histeris jendral ho memanggil istri siri nya.


"ayah... tenanglah ayah.." ujar xinxin anak dari selir ke dua jendral ho yaitu xin qian.


"di mana gadis pembunuh itu aku harus membunuhnya." bentak jendral dengan mata yang melotot mengingat sosok gadis yang membunuh istrinya di hadapan kaisar.


"aku tidak tahu ayah.." jawab xinxin gemetar takut melihat ayahnya yang histeris.


"tuan tolong tenang lah saya akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di istana tadi siang." ujar kasim lu mengagetkan jendra ho.


"kasim lu..," lirih jendral ho.  "sebenarnya apa yang terjadi..?" lanjutnya setelah dia menenangkan hatinya.


"tuan istri anda dan keponaknnya adalah otak dari penjebakan raja liu xingsheng dan putri anda xia we nuan dan pembunuh dari pemaisuri xia he." jawab kasim lu tidak mau basa-basi.


"tidak mungkin.." bentak jendral ho tidak mempercayai apa yang kasim lu ucapkan.


"ini memang benar tuan ada saksi dan bukti.. yanto keponakan selir yenny telah mengakui semua apa yang dia dan istri tuan lakukan selama menikah dengan anda tuan, dia meracuni istri sah anda dan menjebak putri sah anda dengan menyuruh seorang wanita bordir menyamar sebagai xia wei yang sedang melecehkan yang mulia raja liu." jelas kasim lu membuat jendral ho tercengang.


"selir yenny pembunuh istriku.. itu tidak mungkin.. tidak mungkin" ujar jendral ho tidak mempercayai apa yang kasim lu jelaskan.


"terserah anada tuan saya telah menjalankan perintah dari kaisar untuk memberitahu kebenaran yang sebenarnya. saya sarankan agar anda bisa bersikap baik pada putri anda, saya pamit undur diri tuan semoga anda bisa menerima kebernaran yang ada dan tidak buta karena rasa cinta anda pada seorang selir yang tidak tahu tempatnya." jawab kasim lu dengan sindiran yang pedas buat bucin.


ucapan kasim lu sangat mengusik hati jendral ho dia tidak percaya jika selirnya bisa membunuh permaisuri tercinta nya. bahkan sampai sekarang posisi permaisuri masih milik istri pertamanya, dia tidak memberikan selir yenny jabatan itu karena sosok permaisurinya tidak akan tergantikan dalam hati jendral ho.


'yenny benarkah kau yang membuat xia he ku pergi bukan karena xia wei yang membuat istriku meninggal..?,   lalu siapa gadis yang memenggal selir yenny..?' batin jendral ho. _off


**tbc


Maaf seharusnya ini episode 60 tapi saya tidak tahu kenapa tidak di review bersamaan dengan episode 61 dan 62.. maaf jika tidak nyambung..