The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
312. Penyatuan Yang hakiki..



***


"Aku bersedia.."


Kata-kata itu terus terngiang di telinga Yuan Zhu-Ming. Laki-laki itu tampak terkejut mendengar jawaban Xia yu, waktu seakan berhenti ketika kata-kata indah itu terucap dari bibir gadis di hadapannya.


Melihat keterkejutan Yuan Zhu-Ming, Xia yu hanya tersenyum tipis. Namun, senyumannya itu lebih memabukkan dari pada orang yang habis mabuk, dan matanya berkilau seperti air di musim gugur. Setelah itu, dia kembali berkata dengan lembut untuk menyadarkan pria di hadapannya.


"Aku bersedia, apakah kamu tidak mendengarnya?"


Suara lembut yang bercampur dengan aroma dingin itu, tiba-tiba menyapu ujung hidungnya dan Yuan Zhu-Ming kembali sadar. Namun dia kembali terkejut melihat Xia yu tiba-tiba menegakkan tubuh dan memiringkan seluruh tubuh bagian atas ke arahnya.


"Apakah menurutmu, aku cantik?" Tanya Xia yu dengan menunjukkan wajah manisnya sambil membelai wajah Yuan Zhu-Ming.


Seketika tulang punggung Yuan Zhu-Ming menegang. Wanita di depannya itu memang cantik. Tidak hanya cantik, dia juga sangat sensual. Apalagi saat ini, dia terlihat begitu menggoda. Kecantikannya sangat menakjubkan dan mempesona. Meskipun, saat ini dirinya sedang mengenakan pakaian pria. Namun, hal itu tidak bisa menyembunyikan kecantikan yang terpancar dari dalam dirinya. Sebuah pikiran muncul di benak Yuan Zhu-Ming.


'Sebanyak apa pun gadis cantik datang menghampiri ku, selalu ada gadis lebih cantik dan menakjubkan di luar sana..'


Jakun Yuan Zhu-Ming bergerak-gerak ketika berpikir, tapi dia tetap diam tidak bereaksi untuk sesaat. Sebelum dia memberikan jawaban untuk pertanyaan Xia yu.


"Mm.." Gumam Yuan Zhu-Ming sambil memalingkan wajahnya dan mengangguk pelan tanda jawaban iya kecantikan Xia yu.


Xia yu semakin membungkukkan tubuhnya. Bibir merahnya yang lembut hampir menyentuh telinga Yuan Zhu-Ming, dan dia berkata dengan suara lembut.


"Kalau begitu, jika aku bilang aku ingin tidur denganmu, maukah kamu?"


"Pfft__!"


Bayangan Satu yang sedang mengendarakan kereta, tidak bisa menahan diri dan tertawa tertahan. Saat berikutnya, dia merasakan tatapan dingin seperti pisau dari dalam kereta. Dia buru-buru berhenti tersenyum dan menutup pembatas kereta antara kursi kusir dan belakang.


Kemudian, Yuan Zhu-Ming berbalik untuk menatap gadis di sampingnya. Beberapa detik yang lalu, detak jantung Yuan Zhu-Ming terhenti sesaat sebelum akhirnya berdetak tak karuan. Kalimat yang di ucapkan Xia yu mampu memporak-porandakan ketenangan pria itu.


Cahaya gelap melayang di matanya saat dia menyipitkan matanya ke arah Xia yu. Seolah dirinya sedang mencari keseriusan dari tatapan gadis itu. Saat ini Xia yu sedang terpengaruh alkohol, namun entah mengapa Yuan Zhu-Ming dapat melihat keseriusan Xia yu.


"Ada harga yang harus dibayar untuk tidur denganku, Nona." Jawab Yuan Zhu-Ming.


"Hahaha.." Xia yu tertawa mendengar jawaban Yuan Zhu-Ming.


"Uang, Emas, Perak? Aku punya itu semua, lihatlah.." Ujar Xia yu sambil mengeluarkan sesuatu dalam cincin spasialnya.


Dia memberikan Lembaran Uang kertas jaman dulu pada Yuan Zhu-Ming. Tidak sampai di situ, Xia yu juga mengeluarkan koin perak serta emas. bahkan Tael emas berbagai ukuran juga dia keluarkan. Hal tersebut tentu saja membuat alis Yuan Zhu-Ming terangkat jelas.


"Hitung itu. Jika tidak cukup, aku akan memberikan sisanya kepadamu."


Sambung Xia yu, suaranya terdengar memerintah, tapi justru hal itu membuat lelaki di hadapannya sadar, bahwa apa yang di katakan Xia yu bukanlah lelucon. Dia benar-benar serius.


Pembuluh darah di dahi Yuan Zhu-Ming berdenyut dua kali, dan dia mengusap pelipisnya.


"Apakah kamu akan tidur dengan siapa pun yang duduk di sini malam ini?" Tanya Yuan Zhu-Ming.


Xia yu menggelengkan kepalanya. Dia tiba-tiba tertawa dan menepuk wajahnya.


"Aku tidak sebodoh itu! Aku ingin tidur denganmu, karena kamu sangat tampan juga berkuasa. Dan perlu kamu ketahui, aku ini adalah seorang gadis yang pernah menikah (Janda), namun tubuhku ini masih suci dan tak tersentuh. Masalahnya beberapa hari yang lalu, kedua temanku datang menemuiku. Dan mereka memberiku kabar tak mengenakkan." Jelas Xia yu.


"Kabar apa itu?" Tanya Yuan Zhu-Ming penasaran.


"Mantan suamiku ingin menikahiku lagi, tapi aku tidak mau. Itulah sebabnya mengapa aku ingin menemukan seseorang yang lebih baik dan lebih tampan darinya. Aku ingin lelaki itu menyesal telah meremehkan aku sebelumnya!"


Yuan Zhu-Ming tidak pernah menyangka tanggapan gadis itu tehadap mantan suaminya. Awalnya dia mengira Xia yu bukan lagi seorang gadis karena pernah menikah. Saat ini Yuan Zhu-Ming bingung, bagaimana harus bereaksi. Dia jelas tidak siap untuk menanggapi kata-kata Xia yu dengan serius. Saat keheningan itu terjadi, kereta berhenti secara tiba-tiba.


Xia yu yang sudah setengah mabuk berat terhuyung ke depan karena lemah. Jika bukan karena refleks cepat Yuan Zhu-Ming dalam menangkapnya, dia mungkin sudah terlempar ke luar kereta.


Yuan Zhu-Ming bertanya pada anak buahnya. "Ada apa?"


Suara Bayangan Satu terdengar dari depan. "Maafkan Saya, Tuan. Kita sudah sampai di halaman Gedung utama."


"Mm.." Yuan Zhu-Ming hanya bergumam.


Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kereta dan berkata dengan kehati-hatian. "Tuan, apakah kita akan kembali malam ini juga?"


"Ya!" Jawab singkat Yuan Zhu-Ming.


Terdengar suara pintu kereta yang terbuka dari luar, orang-orang yang ada di luar menunduk dengan hormat. Yuan Zhu-Ming menatap kembali gadis yang ada di dalam pelukannya. Dia mengerutkan kening menatap mata Xia yu yang mabuk dan berkabut itu, wajah cantiknya memerah karena mabuk.


"Kita sudah sampai. Ayo, turun!" Ucap Yuan Zhu-Ming.


Namun, gadis itu tidak bergerak. Dia bersandar di pelukannya dan menatap wajah Yuan Zhu-Ming yang tampan dan tegas. Ekspresi Xia yu dingin, tapi bibir tipis dan seksinya terbuka lalu tertutup lagi, sangat menggoda. Alkohol benar-benar meracuninya.


Xia yu mengulurkan tangan dan melingkarkan nya di leher Yuan Zhu-Ming. Lalu mendaratkan sebuah ciuman dingin di bibir pria itu.


'Cup!'


Seketika punggung Yuan Zhu-Ming menegang saat matanya terbelalak. Detik berikutnya, kelembutan bibir Xia yu meninggalkan bibirnya.


Xia yu menatap Yuan Zhu-Ming yang terdiam kaku dan terkikik geli.


"Hihihi... Tampan, bibirmu manis sekali!"


"..." Yuan Zhu-Ming terdiam.


Dia berusaha menahan dirinya untuk menjauhkan Xia yu darinya, dia berkata dengan suara rendah. "Lepaskan!"


Xia yu tidak bergerak. Dia berkedip, memandangi ekspresi dingin dan serius Yuan Zhu-Ming, dan matanya tiba-tiba memerah.


"Apakah kamu juga berpikir aku kaku dan tidak lembut? Atau karena aku tidak menarik? Itukah sebabnya kamu tidak mau tidur denganku?" Lirihnya dengan nada yang begitu pilu. Di tambah raut wajahnya berubah menyedihkan. Gadis yang tegas dan dewasa itu seolah berubah menjadi gadis polos yang menyedihkan.


"Bukan itu." Ucapnya tidak membenarkan pertanyaan Xia yu.


Yuan Zhu-Ming menegang tak bisa dijelaskan. Air mata wanita itu terus mengalir tanpa henti, sampai membasahi kerah bajunya. Yuan Zhu-Ming bukan tidak mau, tapi menurutnya ini terlalu cepat.


Yuan Zhu-Ming mengusap alisnya saat kepalanya mulai terasa sakit. Setelah sekian lama, dia akhirnya menghela napas dan melembutkan suaranya. Lalu berkata pada Xia yu.


"Lepaskan, aku akan mengantarmu untuk istirahat." Pinta Yuan Zhu-Ming.


"Aku tidak mau!" Tolak Xia yu.


Dia melingkarkan lengannya di leher Yuan Zhu-Ming dan membenamkan wajahnya di dada pria itu. Dia bagaikan orang yang hampir tenggelam sehingga berpegangan kuat pada sepotong kayu yang terapung.


Selama hidupnya, Xia yu tidak pernah seagresif itu terhadap lelaki. Dia dulu begitu lugu dan polos, dalam arti kata hanya ingin memberikan kesuciannya pada suaminya kelak. Dan, sekarang adalah waktunya, dia ingin memberikan sesuatu yang istimewa darinya kepada pria di hadapannya. Dia telah memutuskan untuk segera menjalin hubungan suami istri dengan Yuan Zhu-Ming.


Seolah ingin membuktikan ucapannya bukan hanya isapan jempol biasa, Xia yu kembali memeluk pria itu dan mencium bibirnya lagi.


Namun kali ini ciumannya lebih bergairah. Xia yu memagut bibir Yuan Zhu-Ming dengan lembut, dia ********** dan menjilatinya. Bulu mata Xia yu yang tebal seperti kipas bergetar lembut dan menyapu kulit wajah Yuan Zhu-Ming, membuat pria itu merasa sedikit gatal.


Sekujur tubuh Yuan Zhu-Ming menjadi kaku. Ketegangan di seluruh tubuhnya sirna. Dengan tanpa sadar dia telah dikalahkan oleh nalurinya, Yuan Zhu-Ming mengulurkan tangan untuk mencengkeram dagu Xia yu. Napas Yuan Zhu-Ming tersenggal.


"Jing Xia yu! Apakah kamu menyadari apa yang sedang kamu lakukan?"


Xia yu melepaskan pagutannya di bibir Yuan Zhu-Ming dan merintih karena rasa sakit di dagunya. Xia yu menatapnya dengan mata berair, tatapan menggugat, seperti anak rusa yang terluka. Xia yu menengadah dan bicara dengan percaya dirinya.


"Aku sadar, Tuan. Aku sangat sadar tentunya! Aku bersedia! Aku mau tidur denganmu! Aku ingin membuktikan kalau aku ini masih suci meskipun pernah menikah." Jawab Xia yu, bahkan terdengar seperti rengekan anak kecil.


Yuan Zhu-Ming mendengus dengan amarah dan tawa. Matanya muram dan suaranya sangat pelan ketika berbicara.


"Apakah kamu yakin?"


Xia yu bingung untuk sesaat, sebeulm akhirnya dia mengangguk.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memuaskan mu. Tapi sebelum itu kau harus berjanji satu hal padaku."


"Mm, apa itu?" Tantang Xia yu.


"Kau harus menuruti semua ucapan ku, dan menjadi wanita ku selamanya."


"Hanya itu?" Tanya Xia yu yang terkesan menantang syarat lainnya dari Yuan Zhu-Ming.


"Yang lainnya akan menyusul nanti. Sebaiknya kita segera turun dari kereta sebelum batas waktu kesabaran ku habis."


"Kemana kita akan pergi?" Xia yu bertanya kembali. Rona merah di pipi membuat Xia yu terlihat menggemaskan sekaligus menggairahkan. Dia yang seperti itu semakin mengikis gairah Yuan Zhu-Ming.


"Gadis kecil, diam dan patuhlah! Jangan terlalu banyak bertanya. Mengerti?" Jawab Yuan Zhu-Ming.


"Mm, aku mengerti." Xia yu menjawab dengan anggukkan kepala. Tangannya bahkan memperagakan dirinya seolah sedang mengunci mulutnya.


Setelah itu dia menyandarkan kepalanya yang terasa berat di dada bidang Yuan Zhu-Ming. Dengan segera, Yuan Zhu-Ming membawa Xia yu kedalam pelukannya. Dia memangku tubuh gadis kecilnya untuk keluar dari kereta.


Tidak jauh dari sana, terdapat artevak kapal terbang megah milik Yuan Zhu-Ming. Kapal kayu berwarna hitam dengan corak Naga di ujung kapal. Xia yu di bawa naik ke dalam kapal itu. Dia saat ini sedang tertidur lelap dalam pelukan pria pilihannya.


Sementara dari arah belakang, ketiga sahabat serta adik dan pelayan barunya ikut turut mengikuti langkah Yuan Zhu-Ming yang membawa Tuan mereka. Sedari kedatangan mereka yang tiba-tiba.


Tiba di atas artevak kapal terbang, Yuan Zhu-Ming segera membawa Xia yu ke dalam ruangannya. Tepat di depan pintu ruangan peristirahatan utama, kedua anak buah Yuan Zhu-Ming segera membukanya, mempesilahkan tuannya masuk. Yuan Zhu-Ming melangkahkan kakinya ke dalam ruangan, tiba-tiba langkahnya terhenti dan dia berkata.


"Kalian berdua, tunggu di luar.. Jangan biarkan siapa pun masuk!"


"Baik, Tuan." Jawab Bayangan Satu dan Seigala abu-abu.


Pintu pun tertutup dari luar, Yuan Zhu-Ming segera membawa Xia yu ke dalam kamarnya. Dia meletakkan tubuh gadis itu di atas tempat tidurnya. Yuan Zhu-Ming memandang lekat wajah Xia yu. Gairah lelaki yang sedari tadi dia tahan, sudah tidak bisa dia tahan lagi.


"Wajah ini,.." Ucapnya sambil membelai wajah cantik Xia yu. "Wajah yang selalu hadir dalam mimpi ku." Sambungnya mulai menciumi seluruh wajah Xia yu.


"Jangan salahkan aku, jika aku menidurimu malam ini.." Ujar Yuan Zhu-Ming ketika gairahnya sudahmencapai ubun-ubun.


tubuh Xia yu dari atas kepala sampai bawah. Pakaian mereka sudah berserakan di lantai, menyisakan dua insan bertubuh polos tanpa sehelai benang pun.


'Akhh!'


Xia yu mendesah pelan, tubuhnya terasa panas dan kepalanya pusing. Dia tidak tahu, apakah saat ini sedang bermimpi atau dalam kenyataan hidup.


Suara serak Yuan Zhu-Ming terdengar di telinganya. "Aku memberimu kesempatan terakhir. Apakah kamu yakin ingin aku tiduri?"


Xia yu menganggukkan kepalanya dalam keadaan setengah sadar.


Yuan Zhu-Ming mengambil sebuah belati kecil dari atas meja di samping tempat tidurnya. Dia menyayat tangannya hingga mengeluarkan darah.


"Lakukan seperti apa yang aku lakukan barusan.." Titah Yuan Zhu-Ming


Xia yu memandangi tangan Yuan Zhu-Ming yang tadi dia sayat sendiri. Dia mengerutkan alisnya karena bingung. "Untuk apa?"


"Ini adalah penghormatan paling mendasar yang harus di lakukan seorang pria kepada wanita yang disukainya."


Xia yu menatapnya dengan tatapan kosong dan tidak begitu mengerti apa yang di maksud Yuan Zhu-Ming. Tetapi dia tetap melakukan apa yang di perintahkan itu di bawah pengaruh alkohol.


Melihat darah keluar dari tangan Xia yu, Yuan Zhu-Ming mengatupkan bibirnya dengan puas dan menyatukan goresan luka di salah satu tangan mereka. Darah itu bercampur menjadi satu kesatuan.


Yuan Zhu-Ming merasa lega, dia pun memagut bibir Xia yu lagi dengan penuh hasrat. Di atas langit malam, kamar itu di penuhi dengan pesona romantis dan kelembutan.


Penyatuan Yang Hakiki...


****tbc


Author kembali**..


Maaf kalau telat dan banyak typo..