
Setelah kejadian yang sangat menegangkan itu terjadi, kaisar memerintahkan para pengawalnya untuk membawa jasad selir yenny ke tempat yang seharusnya. sedangkan untuk yanto dia di jebloskan ke penjara untuk di hukum dan lien hua dia juga di jebloskan ke penjara karena kasus pembunuhannya. sedangkan jendral ho atau ayah xia wei di antarkan ke kediaman nya bersamaan dengan jasad selir yenny.
"maafkan kami.. karena tidak menyelediki dulu kejadian malam itu dan membuat mu menderita dengan pernikahan ini." ujar kaisar meminta maaf tapi xia yu tidak menanggapi kaisar dia hanya diam menatap raja liu dengan perasaan yang sedikit sedih dia seperti melihat darel pada sosok raja liu.
'darel.. apakah kau juga memiliki penyesalan seperti dia..?' batin xia yu bertanya saat teringat akan sosok kekasih yang pernah dia cintai dengan tulus.
"nona..." ujar fang yin karena xia yu tidak merespon ucapan kaisar.
"hm..." dehem xia yu saat tersadar dari lamunan nya.
"nona kaisar jiazhen meminta maaf kepada nona atas apa yang terjadi pada nona.." jawab fang yin setelah mendapat deheman xia yu.
"ayok kita pulang.." jawab xia yu menghiraukan ucapan fang yin dia meninggalkan ruangan itu begitu saja tidak memperdulikan semua orang yang melihat kepergiannya.
'gadis itu pasti sangat menderita kaena ulah anak ku sampai membuatnya menjadi peribadi yang keras hati, liu sheng kau telah sangat bersalah pada gadis itu' batin kaisar melihat kepergian xia yu.
'terimakasih xia wei kau telah membantuku membalaskan dendam adikku may pada wanita kotor itu dan sakit hatiku pada liu sheng.' batin raja jun.
sedangkan raja liu masih sibuk dengan perasaan bersalah pada kekasih kecilnya, dia sangat terkejut dengan kebenaran yang dia dapatkan, tapi kenapa juga dia bisa berhubungan dengan pembunuh yang di carinya selama ini, raja liu semakin frustasi dengan apa yang telah dia perbuat pada xia yu atas kesalahan yang tidak pernah di buatnya.
'may.. maafkan aku may, aku sungguh bodoh.. kenapa takdir ku bisa di permainkan oleh ke serakahan wanita berwajah polos itu. aku sungguh bodoh telah menyiksa gadis yang salah dan membuatnya menderita selama hidup bersama ku may.. apa yang harus aku lakukan may..? aku bingung.' batin raja liu sedih dengan perasaan bersalahnya tatkala mengingat perbuatannya pada xia yu.
xia yu meninggalkan aula ruang keluarga bersama fang yin, mereka keluar dari istana dan melakukan perjalanan pulang. tapi xia yu tidak langsung kembali ke kediaman raja liu karena mempunyai janji temu bersama tuan besar gong. xia yu menyuruh fang yin untuk menepikan kereta yang di bawa fang yin di depan sebuah kedai makan, xia yu dan fang yin turun dari kereta dan memasuki kedai makan itu.
semua mata yang berada di dalam kedai itu menatap sosok gadis cantik dengan pakaian putih bercampur bercak merah yang terlihat indah saat di kenakan olehnya, para pria muda di sana sangat terpesona dengan penampilan gadis yang baru masuk ke dalam kedai, mereka seakan terhipnotis oleh kecantikan dan ke anggunannya sampai mereka tak menyadari jika warna merah pada pakaian gadis itu adalah darah.
"nona kenapa kita mampir kemari..?" tanya fang yin polos.
"makanlah..." jawab xia yu sekenanya.
'apakah nona di istana tidak makan banyak ya..?' batin fang yin bingung karena setahu dia xia yu banyak sekali makan saat menunggu kaisar datang sebulum kejadian yang menegangkan itu terjadi.
(sebenarnya xia yu hanya mencari alasan untuk bisa mendatangi kediaman tuan besar gong karena ia sudah berjanji akan menemuinya di sana dan melakukan pengobatan terhadap anaknya. xia yu akan mengunakan satu jurus yang ada di buku catatan kakek li untuk bisa dengan cepat sampai di sana, xia yu telah membaca dan mempelajarinya saat di pengasingan. dia memanfaatkan waktu yang dia punya untuk berlatih jurus itu sampai dia benar-benar menguasainya, tidak butuh waktu lama untuk seorang jenius dalam bidang seni beladiri dalam menaklukan jurus itu xia yu hanya menghabiskan waktu 5 hari saja untuk menguasainya dan itu terbukti saat xia yu mencoba berpindah dari kamar ke pemandian terus ke tempat ke lima saudara dia sudah mahir dalam jurus teleportasinya.)
"cepatlah pesan makanannya, kenapa kau malah bengong,,?" ujar xia yu melihat fang yin termenung saat mendengar jawabannya.
"paman..." panggil xia yu pada seorang peramu saji yang sudah lumayan tua.
"ya nona.." jawab paman itu saat menghampiri xia yu setelah mendengar panggilannya.
"paman boleh kah aku meminta bantuan pada paman..?" tanya xia yu.
"tentu saja boleh... apa yang bisa saya bantu nona..?" jawab paman itu dan kembali bertanya.
"apa kah di sini ada kamar atau pemandian..?" tanya xia yu.
"ada nona di sebelah sana.." jawab paman tadi menunjuk ke arah kiri xia yu yang terdapat tangga yang menunjukan lantai dua di sana terdapat kamar dan pemandian untuk para tamu.
"terimakasih paman.. saya akan memesan kamar untuk menginap tapi teman saya sedang memesan makanan di sana, apakah paman dapat memberitahunya jika saya pergi ke atas." jelas xia yu meminta bantuan pada paman itu untuk memberitahu fang yin jika dia akan memesan kamar untuk alasan dia bisa pergi ke tempat tuan besar gong.
"baik nona.. saya akan memberitahunya." jawab paman itu.
"terimakasih atas bantuannya paman.. ini untuk paman." ujar xia yu berterimakasih dengan memberi satu koin pada paman itu karena sudah membantunya.
"nona ini sangat banyak.. saya tidak pantas menerimanya.." tolak paman itu karena koin yang di berikan xia yu adalah koin emas.
"tidak paman ini saya berikan pada paman untuk keluarga paman yang berada di rumah." ujar xia yu menyela paman itu.
"tapi..." ujar paman itu bingung antara menerima dan tidak.
"sudah terima saja.. saya akan ke atas jangan lupa beritahu teman saya ya paman." ujar xia yu bangun dari duduknya dan meninggalkan paman yang masih bingung.
xia yu naik ke lantai dua untuk memesan satu kamar atas namanya dan xia yu memberi tahu pelayan di sana jika ada ciri-ciri yang seperti fang yin beritahukan dia kamar yang xia yu sewa dan jangan biarkan fang yin untuk masuk karena xia yu bilang jika dia sedang mandi. fang yin akan mengerti jika xia yu sedang mandi berarti dia tiak boleh masuk karena fang yin tahu jika nonanya tidak suka akan kehadiran oerang lain jika sedang melakukan rutinitas mandinya.
xia yu melenggang msauk ke dalam kamar setelah pelayan itu menyanggupi perintahnya. xia yu membersihkan badannya yang bau darah dengan air bersih, dia melakukan rutinitas mandinya dengan cepat agar bisa mendatangi kediaman tuan besar gong dengan alasan sedang mandi.
**tbc