
***
Disekitar bukit yang berada di belakang sebuah Kerajaan, terdapat bangunan kecil yang terlihat mengerikan karena keadaaan di sana sangatlah gelap dan kumuh. Terdapat dua buah lampu lentera yang bergoyang-goyang di luar pintu utama yang membuat sebuah tulisan tampak buram. Sedangkan, di dalam bangunan kecil itu terdapat anak tangga yang menurun menuju bawah tanah. Di tempat yang mengerikan itu terdapat barisan jeruji besi yang berjajar rapi tampak seperti sebuah penjara.
Sebuah bangunan yang di bangun pada masa Raja Iblis pertama. Yang terkenal dengan kekejamannya! Dari luar banguan itu tampak seperti bangunan biasa. Namun, di dalamnya terdapat hal yang sangat mengerikan.
'Penjara bawah tanah!'
Ditempat seperti itu, tentunya akan ada manusia atau hewan yang terpenjara, atau bisa kita sebut dengan sebutan Tahanan! Biasanya orang yang berada dalam posisi seperti itu adalah para penjahat. Namun, siapa yang dapat menduga jika di kerajaan ini orang baiklah yang menjadi tahanan.
Semua tahanan yang ada di sana bukanlah orang-orang yang melakukan kesalahan. Mereka adalah orang-orang baik yang di culik dan di bawa ke tempat itu dalam keadaan sadar dan ada pula yang tidak sadarkan diri. Setelah mereka mendapatkan serangan mendadak dari organisasi Klan iblis.
Klan iblis merupakan sebuah kelompok manusia yang mengabdikan hidup mereka pada kejahatan. Tentunya para manusia keji itu bersekutu dengan pemimpin Kerajaan Iblis yang tidak lain adalah Huang Zhuzi. Klan iblis tersebar di semua kerajaan yang ada di daratan dan lautan. Mereka bisa menyamar sebagai warga biasa, pengusaha, pejabat, prajurit, tentara bahkan orang-orang yang berkecimpung di dalam istana.
Para tahanan yang terkurung di penjara kerajaan iblis, bukanlah warga biasa. Ada yang berpangkat panglima, Jendral, Tabib, dan banyak jenis jabatan tinggi. Sekumpulan tahanan itu sering mendapat beberapa jenis siksaan. Mulai dari siksaan fisik bahkan sampai mental pun mereka dapatkan. Tapi, sampai detik dimana mereka mati pun. Mereka tidak mengetahui apa kesalahan mereka.
Begitu pula dengan sosok pemuda tampan yang sedang di permainkan oleh sosok perempuan cantik yang lumayan liar. Perempuan itu memakai pakaian seksi yang khas dan biasa di gunakan di kerajaan Iblis. Perempuan centil itu begitu menikmati permainannya. Berbeda dengan sosok pemuda yang sepertinya merasa terhina akan permainan perempuan centil itu.
"Hy tampan, apa kabar? Apakah kamu merindukan ku?"
Tanya perempuan centil itu sambil mengulurkan tangannya untuk membelai wajah pemuda itu. Namun, si pemuda langsung memalingkan wajahnya begitu saja, ketika tangan lentik yang menurutnya kotor itu mencoba menyentuh wajahnya.
"Ahh, sepertinya kau tidak merindukan ku." Desah perempuan itu sambil merengutkan alisnya, menampakan mimik wajah yang kecewa. Namun dia tidak berhenti sampai di situ. Gadis itu kembali mengulurkan tangannya sambil berkata.
"Bagaimana dengan pusakamu. Apakah dia juga tidak merindukanku?" Ucap perempuan centil itu mulai memegang benda terlarang milik pemuda itu. Kemudian, dia kembali berkata.
"Sepertinya, pusakamu lah yang merindukan aku. Lebih tepatnya belaian ku! Hahaha!" Bisik perempuan itu yang di akhiri dengan gelak tawa yang terdengar sangat menjengkelkan.
Mendapat perlakuan seperti itu, tentunya pemuda itu tidak tinggal diam. Dia pun mengeluarkan suara penolakan yang terkesan begitu miris.
"Jauhkan tangan kotormu dari tubuhku! Aku tidak sudi makhluk rendahan seperti mu menyentuh tubuhku! Aku pastikan tangan kotor itu akan terlepas dari tubuhmu!" Hardik pemuda itu sambil memberontak. Namun apa daya, keadaannya saat ini tidaklah memungkinkan untuk mewujudkan kata-katanya.
"Hahaha!"
Hardik kan pemuda itu di sambut dengan gelak tawa dari gadis dan beberapa penjaga yang ada di dalam penjaranya. Mereka menertawakan kata-kata yang keluar dari mulut pemuda itu. Kedua tangan dan kaki pemuda itu saat ini sedang di rantai pada kedua sisi dinding penjara. Otomatis ketika pemuda itu memberontak, suara rantai yang mengikat kaki dan tangannya akan mengeluarkan suara yang nyaring dan terdengar miris.
Pemuda itu terlihat sangat menyedihkan! Wajahnya yang tampan dan sedikit manis itu sudah tidak terlihat lagi. Ada beberapa lebam bahkan luka goresan yang menghiasi wajahnya. Tubuhnya pula telah di penuhi dengan luka yang berdarah-darah. Luka itu di sebabkan oleh cambuk. Ditambah dengan rambut hitam kecoklatannya yang tergerai tak beraturan. Membuat sosok pemuda itu begitu menyedihkan dan mengkhawatirkan.
Namun gelak tawa dari perempuan centil dan beberapa penjaga itu seketika terhenti saat telinga mereka mendengar suara jeritan yang mengganggu indra pendengaran mereka.
"AAAAAAAAAAAAKKKKKKHHHHHH!"
Suara jeritan yang melengking di kesunyian malam itu terdengar sangat memekakkan telinga semua orang yang ada di dalam penjara bawah tanah. Jeritan itu berasal dari sel tahanan yang ada di sebrang pemuda itu.
Sosok gadis yang keadaannya tidak jauh beda dengan pemuda itu baru saja berteriak histeris. Beberapa penjaga langsung menghampiri gadis itu. Salah satu dari mereka membentak dan menendang perut gadis itu.
'Bugh!'
Tendangannya begitu keras sampai membuat tubuh gadis itu ambruk di atas tanah lalu tidak sadarkan diri. Kedua sudut bibir penjaga itu terangkat, menampilkan senyuman seringai yang begitu puas setelah dia bisa membuat gadis polos itu terdiam.
Sementara gadis lainnya yang ada di sana hanya bisa menahan amarah karena mulutnya tersumpal kain. Membuat gadis itu tidak bisa berteriak untuk menyumpahi dan mengutuk penjaga itu. Gadis itu hanya bisa bersumpah dalam hati dan meminta pertolongan pada seseorang yang selalu dia ingat ketika tragedi penculikan itu.
(Nona, tolong kami..) Lirih gadis itu yang hanya bisa dia ucapkan dalam hati.
Sementara di tempat lain..
Di atas langit malam yang dingin dan gelap, terlihat sebuah kelompok manusia sedang melakukan penerbangan ke arah barat. Mereka menaiki sebuah artevak terbang yang berbentuk pedang. Dan ada pula yang berbentuk perisai.
Kelompok manusia itu adalah rombongan Kaisar Yuan Zhu-Ming dan sepuluh Kultivator yang menjadi penjaga bayangan. Mereka tengah pergi ke arah utara, dimana kerajaan iblis berada. Semua orang itu memakai jubah berwarna hitam. Menyatu dengan gelapnya langit malam. Namun ada yang berbeda dari sebelas manusia itu, dan sosok yang berbeda itu adalah Kaisar Yuan Zhu-Ming.
Wajah kaisar Yuan Zhu-Ming terlihat begitu suram. Dari sorot matanya terlihat kilatan amarah yang siap meledak kapan saja. Namun bukan hanya kemarahan yang tampak dari wajahnya, di sana juga terdapat kecemasan yang begitu jelas terlihat. Kecemasan itu sudah pasti di tujukan untuk seorang gadis yang telah berhasil menarik perhatiannya. Bahkan dia telah memproklamirkan bahwa sosok gadis itu harus menjadi miliknya. Dan inilah saatnya dia harus bertindak. Mengikat gadis itu untuk bisa menjadi miliknya seutuhnya.
Di daratan..
Setelah Xia yu selesai menggilas batu arang, dan sudah mengoleskan benda hitam itu pada wajahnya. Dia kembali ke tempat dimana Pangeran bejat itu. Di sana dia mengeluarkan sahabatnya Xiao huang. Kemudian, memberikan sebuah perintah yang dapat menimbulkan kegemparan pada malam itu juga.
"Xiao Huang, lenyapkan tempat ini dari pandanganku!"
Ketika Xiao huang mendengar titah itu, dia langsung menganggukkan kepala. Sebuah tanda bahwa dia mengerti dan akan melaksanakan perintah dari Tuannya. Xiao huang yang sedang berwujud burung Phoniex Api kecil pun, segera mengeluarkan semburan api dari paruhnya dan mengarahkannya pada seluruh aula megah milik Pangeran Huang Zhu. Seketika api itu melahap semua ornamen yang ada di aula megah itu dan membakar seluruh tempat dimana banyak gadis belia yang kehilangan nyawa karena direnggut kesuciannya secara paksa.
Kepulan asap muncul di langit malam, bahkan udara panas dan bau sesuatu yang terbakar mulai tercium oleh para penjaga yang melintas di luar kediaman milik Pangeran Huang Zhu. Para penjaga itu mulai berteriak dan kepanikan pun terjadi.
"Kebakaran! Pangeran telah terbunuh! Tangkap si pembunuh!"
Gumam Xia yu sambil melihat seluruh ruangan itu di penuhi api yang membara. Xia yu melirik sebuah cermin yang ada di tempat itu. Dia menatap pantulan dirinya yang ada di cermin itu. Kemudian, salah satu sudut bibir Xia yu terangkat, membentuk seringai tipis namun begitu mengerikan.
Xia yu dan Xiao huang meloloskan diri dari aula yang terbakar itu dengan cara berteleportasi. Mereka menghilang dalam sekejap..
Derap langkah puluhan kaki berlari menuju sebuah kediaman yang terlihat menyala di gelapnya malam. Beberapa lampu yang tergantung di atas lorong pun bergoyang-goyang karena terkena tombak runcing yang di bawa oleh beberapa penjaga.
Sementara di sebrang kediaman yang sedang terbakar dan di kelilingi para penjaga itu. Muncul seorang pelayan yang di wajahnya terdapat bercak hitam terlihat seperti tanda lahir. Pelayan wanita itu tersenyum penuh kepuasan melihat api yang membara telah berhasil melahap semua benda hidup dan mati yang ada di kediaman itu. Kemudian, pelayan itu bergumam dengan lirih.
"Kediaman Barat! Aku turut berduka cita.."
Pelayan itu menundukan kepalanya terlihat seperti memberi sebuah penghormatan terhadap orang yang telah meninggal. Lebih tepatnya kepada orang yang telah dia lenyapkan dari muka bumi ini.
"Mereka layak mendapatkan kremasi yang berbeda dengan manusia pada umumnya." Timpal cicit burung kecil berwarna kuning yang sedari tadi sudah bertengger di pundak pelayan itu.
Setelah selesai mengucapkan belasungkawa yang terdengar seperti ejekan. Pelayan buruk rupa alias Xia yu membalikkan badannya dan berjalan ke arah yang berbeda dari beberapa pelayan atau penjaga yang berlarian ke tempat dimana api unggun buatannya masih menyala.
Sebelum berlalu, dia menoleh ke belakang untuk terakhir kalinya. Dia menyunggingkan senyum keji melihat kepanikan dan kecemasan dari semua orang yang ada di sana.
Malam ini juga, Xia yu akan mencari keberadaan saudara dan sahabatnya. Satu dendamnya telah terbalaskan, dia akan berurusan dengan pemimpin Kerajaan Iblis ketika waktu yang tepat dia dapatkan. Untuk saat ini dia harus mengamankan orang-orang yang bersangkutan dengannya.
Menurut ramalan, ketika purnama terakhir pada tahun ini. Gerhana bulan merah akan muncul. Dan ketika gerhana bulan itu terjadi, Kerajaan Iblis akan memulai rencana mereka. Rencana untuk menjadi satu-satunya kerajaan yang berdiri tegak pada Zaman itu. Sebuah kerajaan yang di pastikan akan menyengsarakan semua manusia yang menjadi rakyatnya. Kemiskinan, kelaparan, bahkan kematian akan menimpa mereka!
***
Saat ini, seluruh kediaman itu berada dalam keadaan sangat sibuk dan kacau balau. Rupanya, semua orang di kediaman itu telah menyadari kematian Pangeran Huang Zhu. Para prajurit akan segera mengejarnya..
Xia yu meninggalkan tempat itu tanpa berpaling sedikitpun. Dia berjalan kearah tempat yang ada di bagian belakang Kerajaan iblis. Jalan di sana begitu terjal, dan kebetulan hujan deras melanda!
Xia yu bersungut-sungut karena dia tidak siap menghadapi hujan yang datang secara tiba-tiba! Bukan karena dia takut sakit, tapi karena dia takut bercak hitam di wajahnya akan luntur. Yang bisa membuat penyamarannya terbongkar.
Pada satu sisi jalan pegunungan itu terdapat tepian tebing yang curam, dan di sisi lain ada jurang yang sangat dalam. Bahkan terdengar lolongan serigala dari bawah jurang. Sepertinya di tempat itulah, si Pangeran bejat membuang semua jasad para gadis yang meninggal karena keperkasaannya.
Xia yu sama sekali tidak menemukan batu besar untuk berlindung dari hujan. Akhirnya dia mengeluarkan sebuah tudung dan jubah tebal dari ruang dimensinya. Dia berharap bisa menemukan keberadaan saudara dan sahabatnya malam ini juga. Meskipun tubuhnya lelah dan kekuatannya tidak sebagus sebelumnya, dia tetap bertekad untuk menemukan mereka terlebih dulu. Untuk urusan melarikan diri, dia akan kembali menyusun rencana.
Xia yu hanya bisa berlari menerjang hujan. Dia tidak berani berteleportasi lagi dengan tubuh belia tanpa tenaga dalam. Lagi pula, tubuhnya cukup lemah dan kondisi ini akan mempengaruhi teleportasinya. Dia juga tidak terbiasa dengan struktur keadaan di tempat ini. Dan mungkin saja dia tanpa sengaja berteleportasi ke tebing dan terperosok ke dalam jurang yang sangat dalam.
Dalam sekejap, jubah tebal yang di kenakannya sudah basah kuyup. Saat ini pertengahan musim gugur dan cuaca terasa begitu dingin. Hujan lebat yang dingin mencegahnya untuk membuka mata, dan dia tidak bisa melihat dengan jelas.
Selain itu, langit malam terlalu gelap dan dia tidak bisa menentukan arah jalan yang benar. Dia bahkan tidak menyadari kalau jalan sudah salah jalan dan justru berbelok menuju jalan setapak yang lebih terpencil.
Xia yu telah berlari sekitar tiga hingga empat kilometer sebelum menyadari bahwa jalan setapak itu lebih sulit untuk dillaui.
Meskipun jalan pegunungan yang dilaluinya tadi begitu terjal, jalan datar dari kediaman Pangeran Huang Zhu cukup bersih dan tidak tertutupi oleh berbagai jenis rerumputan. Namun, jalan setapak yang sekarang di laluinya penuh dengan gulma dan lumut.
'Tuan, sepertinya anda salah jalan!' Cicit Xiao huang menyadarkan Xia yu.
"Benarkah? Ishh! Sial!" Gerutu Xia yu sambil membalikkan tubuhnya.
Ketika Xia yu hendak berjalan untuk berbalik arah, tiba-tiba sosok bayangan hitam yang sedari tadi berjaga di tempat itu menariknya dan membekap mulutnya. Sontak saja hal itu membuat Xia yu dan Xiao huang yang sedang cemas itu terkejut. Gerakan sosok bayangan hitam itu sangat cepat.
"Jangan memberontak jika kamu masih sayang dengan nyawamu!" Lirih sosok bayangan itu yang ternyata seorang pria.
Mendengar ucapan pria itu, seketika kedua mata Xia yu membulat sempurna. Dan akhirnya dia menuruti perintah pria itu. Bukan karena dia takut pada pria itu, melainkan karena dia pernah mendengar suara pria itu. Jadi dia memilih untuk menurutinya. Bahkan dia mencegah Xiao huang untuk berubah, sebelum semuanya menjadi tak terkendali.
'Aku mengenalinya Xiao Huang. Kamu tetaplah pada wujud mu!' Begitulah Xia yu melakukan telepati pada Xiao huang.
Di waktu yang sana, sosok bayangan hitam itu membawanya masuk ke dalam sebuah gua.
Setibanya di dalam gua, Xia yu dibawa kehadapan seseorang yang sedang duduk di atas batu besar. Kedua lututnya di tekan oleh kaki dari orang yang membawanya ke tempat itu. Hingga membuatnya terpaksa berlutut.
"Tuanku, anak buah anda menemukan perempuan ini di dalam hutan. Sepertinya dia pelayan yang bertugas di kerajaan Iblis.
****tbc
Assalamu'alaikum, mohon maaf semuanya.. Hampir dua minggu ini Author tidak update, sebenarnya author malu dan merasa tertekan hingga tidak berdaya untuk melanjutkan menulis.. Masalah kehidupan nyata author serasa tidak pernah surut. Sampai-sampai semangat untuk berimajinasi seperti kandas dan tidak bisa menemukan titik terang untuk menaruh kata perkata bait perbait dalam novel ini..
Author merasa sangat bersalah karena telah membuat kalian kecewa, tapi apa mau di kata jika problem ini baru menemukan titik temu.
Insyaallah pada tanggal 23 Maret, author akan melakukan persidangan di Pengadilan agama setempat. Mohon doanya agar persidangan terakhir ini dapat menuntaskan sega problem akan hak asuh anak saya.. Jika semua problem telah selesai sampai tuntas, mungkin pikiran dan imajinasi author akan kembali berwarna. hingga author dapat menyelesaikan kisah ini..
Mohon Doa dan semangatnya ya.. Maaf telah membuat kalian kecewa karena sikap saya yang menyampingkan novel ini.. ,🌹🌹🌹**