The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
191. Tubuh goddess spirit (Roh Dewi)



***


Setengah perjalanan ke hutan kehidupan, Xia yu memasukan Fang yin kedalam ruang dimensinya. Xia yu tidak suka berlama-lama dalam perjalanannya. ia lebih suka melakukan teleportasi, agar mencapai tujuannya lebih cepat. ditambah karena ia telah memiliki ketahanan tubuh yang di luar batas manusia pada umumnya. itu semua berkat latihan dan ramuan yang membuat daya tahan tubuhnya tidak mudah menurun.


Xia yu tiba di hutan kehidupan pada malam hari. ia di sambut hangat oleh singa putih, penjaga hutan kehidupan yaitu Bai shizi.


"selamat datang nona.." ujar Bai shizi, ia senang Xia yu kembali.


"hum.. maaf aku terlambat." jawab Xia yu.


"tidak nona, anda tidak terlambat. silahkan.." ujar Bai shizi, ia pun mempersilahkan Xia yu untuk menaiki punggungnya. ia tahu bahwa pemimpinnya itu pasti lelah. secara perjalanan yang seharusnya memakan dua hari jadi satu hari.


"Mm.." jawab Xia yu.


mereka pun segera pergi menuju air terjun kehidupan. setibanya di sana, Xia yu mengeluarkan Fang yin dan kedua temannya dari ruang dimensi. tidak lupa ia juga mengeluarkan keli dan shaku. mereka masuk kedalam kamar masing-masing untuk istirahat.


kepergian Xia yu telah diketahui oleh tuan Li wei dan Li zyan. meskipun mereka tahu bahwa Xia yu itu hebat dalam seni beladiri. tapi mereka tetap khawatir dengan keadaannya. ada rasa bersalah, karena dengan sengaja atau tidaknya kehadiran mereka telah menghambat hidup Xia yu. Bibi may telah memberitahukan semua pesan yang di amanah kan Xia yu padanya.


***


Keesokan harinya, Hei tian bangun lebih dulu dari pada yang lainnya. ia berniat mencarikan makanan untuk Xia yu dan teman-temannya. namun ternyata ia lupa jika sekarang dirinya tengah berada di kawasan kerajaan hutan.


tentunya masalah makanan sudah di atasi oleh penghuni kerajaan ini. ia pun kembali ke kamarnya dan benar saja di atas meja kamarnya telah terletak berbagai macam buah, daging dan lain-lainnya. Hei tian pun memilih membersihkan tubuh nya.


beralih pada Xia yu yang baru saja terbangun dari tidurnya karena terusik akan sinar matahari yang masuk melewati celah jendela yang terbuka.


Xia yu bangkit dari posisi tidurnya, ia berjalan menghampiri jendela kamar. di bukanya pintu jendela itu, saat itu juga angin segar menerpa wajahnya. ia menatap kagum pada objek yang disuguhkan oleh tuhan. pemandangan yang tidak pernah bisa ia lupakan saat mengingat ia berada di hutan kehidupan.


"Haahhh... segarnya.." lirih Xia yu, memandang jauh pada pemandangan yang tersaji di depan matanya.


setelah selesai menikmati pemandangan. Xia yu beranjak pergi ke arah kamar mandi, melakukan rutinitas mandinya sampai ia merias diri. usai itu Xia yu menikmati sarapan yang telah di sediakan oleh Fang yin. mereka berdua menikmati makanan itu dengan tenang.


"Fang yin.." panggil Xia yu memecah keheningan setelah menyantap habis makanan itu.


"ya nona.." jawab Fang yin di sela merapihkan peralatan makan.


"siang nanti, aku akan pergi ke goa lingkaran kehidupan bersama Bai shizi. sementara kau tinggal lah di sini bersama yang lain." jelas Xia yu.


"baik nona.." jawab Fang yin.


Xia yu bangkit dari duduknya. "Oh ya, tolong beritahu yang lain jangan cemaskan aku."


"siap nona ku.." jawab Fang yin sembari memberi hormat, membuat Xia yu geleng-geleng kepala dengan tingkah kekanakannya.


Xia yu keluar dari kamar dan tentunya diikuti oleh Fang yin. di luar ruangan ternyata Bai shizi telah menunggunya.


"ya sudah, aku pergi sekarang. kau istirahat lah.." ujar Xia yu mengelus kepala Fang yin, tidak lupa memerintah ia untuk istirahat.


"Mm.." jawab Fang yin menganggukkan kepalanya.


Xia yu menaiki punggung Bai shizi, kemudian mereka pun melesat pergi meninggalkan kediaman megah itu.


...


Mereka tiba di dalam goa, lebih tepatnya di hadapan lingkaran kehidupan. Xia yu turun dari punggung Bai shizi. ia berjalan kearah lingkaran itu. kemudian membalikan badannya dan mengucapkan sesuatu pada Bai shizi.


"kembalilah ke air terjun, aku akan memberitahumu setelah aku selesai bermeditasi.." titah Xia yu. ia akan memberitahu Bai shizi lewat telepati.


"baik nona.." jawab Bai shizi. ia pun pergi dari hadapan Xia yu.


Xia yu memfokuskan pikirannya pada satu satu titik yaitu lingkaran kehidupan. ia mengulurkan tangannya untuk menyentuh pelindung lingkaran itu, kemudian..


Xia yu masuk ke dalam lingkaran itu. ia membuka matanya saat merasakan energi spiritual mengelilinginya. tiba-tiba Xia yu merasa dirinya tidak bisa bergerak, bahkan tidak bisa berteriak, tampak baru satu kedipan mata saat dia terhisap ke dalam, dan datang ke hadapan satu set lingkaran cahaya mengelilinginya.


aliran kekuatan memasuki titik puncaknya, dan dibawah kekuatan yang memasukinya itu, Xia yu merasa dia sangat dan ekspor dalam ketelanjangan murni di bawah sinar matahari, tidak bisa menyembunyikan rahasia apapun.


"Goddess spirit? gadis ini memiliki tubuh goddess spirit?! Hahaha! Tubuh goddess spirit yang sangat langka dan jarang ditemui sekali dalam setiap abad! dan tubuh itu akan mewarisi kekuatan ku, Hahaha! Surga benar-benar tidak menyerah padaku padaku! Tidak menyerah padaku! Hahaha..."


Xia yu hanya bisa mendengar suara bersemangat dan gelisah yang tertawa terbahak-bahak, kekuatan yang membatasinya tiba-tiba ditarik kembali, membuat Xia yu terjatuh dan terduduk lemah di tanah. seluruh kekuatannya telah terhisap dari diri Xia yu lalu dia langsung melihat bayangan sosok perempuan yang ia kenal.


"Zi Hua? apa yang baru saja kau lakukan pada tubuhku?!" tatapan tajamnya kuat melihat ke arah Zi Hua yang berdiri tidak jauh darinya.


"Memiliki tubuh goddess spirit, gadis kecil, kamu bukan orang biasa!" lirih Zi Hua.


Xia yu tidak hanya memiliki tubuh goddess spirit yang jarang ditemui, dia juga seorang pemilik kontrak dari binatang sakral, Phoenix api yang agung! bagaimana bisa gadis seperti ini adalah gadis biasa?!


Surga benar-benar sudah bersikap baik pada Zi Hua. pada saat esensi darah terakhir miliknya itu hampir menghilang seluruhnya, dewa mengirimkan seorang ahli kultivasi yang luar biasa, yang memungkinkan Zi Hua mewariskan permintaannya, serta melanjutkannya..


"Tubuh goddess spirit?" Xia yu bertanya dengan bingung pada Zi Hua, dan terus mengajukan pertanyaan lain. "tubuh goddess spirit yang jarang terlihat?"


maafkan dia, karena belum berada di dunia ini cukup lama dan karena kurangnya pengetahuan Xia yu tentang kultivasi, istilah 'tubuh goddess spirit' adalah sesuatu yang belum dia dengar.


"Tubuh goddess spirit adalah simbol kultivator yang paling luar biasa. Mereka tak hanya bisa kultivasi kekuatan mistik, tapi mereka bisa kultivasi kekuatan spirit juga, dan kemajuan mereka sepuluh kali lebih cepat dari orang lain. karena tubuh goddess spirit adalah titisan Dewi," jeda Zi Hua melihat Xia yu yang sedang tersenyum, dan dia lanjut berkata:


"Dengan kata lain, ibarat orang lain membutuhkan satu dekade untuk menjadi pejuang kultivasi kekuatan mistik. bagimu, mungkin hanya perlu waktu setahun saja untuk mendapatkan hal yang sama. kecepatan yang bisa dicapai dalam kultivasimu, bisa dibilang luar biasa berbakat." sambung Zi Hua menjelaskan apa itu tubuh goddess spirit.


mendengar kata-kata itu, Xia yu tidak menduga jika dirinya adalah titisan dari Dewi. peningkatan kultivasi nya memang berbeda dari yang lain, ternyata itu semua karena tubuhnya adalah goddess spirit. (Roh Dewi)


'pantas saja! ternyata peningkatan kultivasiku lebih pesat karena tubuh ini memiliki goddess spirit?' batin Xia yu dengan kerasnya dalam hati.


"benar, semua itu karena tubuh goddess spirit dan juga tekad mu!" jawab Zi Hua yang mendengar suara hati Xia yu.


Xia yu menatap intens pada Zi Hua. ia lupa jika Zi Hua bisa membaca isi hatinya.


"lalu apa aku bisa menjadi seorang abadi?" tanya Xia yu.


"tentu saja, tapi itu tergantung pada mu.."


"Hah?!" Xia yu tidak mengerti dengan ucapan Zi Hua.


"apa kau sudah siap menjadi murid ku?"


"Huh, ternyata menjadi murid mu!" dengkus Xia yu kesal merasa di permainkan. "tentu saja aku siap, jika aku tidak siap untuk apa aku datang kemari." sambung Xia yu memonyongkan bibirnya.


"baiklah, kalau begitu kita bisa mulai. ikuti aku.." ujar Zi Hua memerintahkan Xia yu mengikutinya. Xia yu di bawa ke hadapan mangkuk air. Zi Hua mengibaskan tangannya ke arah mangkuk air, kemudian memerintahkan Xia yu melihat apa yang ada di dalam air itu. "kemarilah, lihat bayangan apa yang ada di dalam mangkuk air ini."


Xia yu pun mengikuti arahan Zi Hua, ia menghampiri mangkuk air itu. matanya membelalak, terkejut dengan apa yang ia lihat.


'siapa itu?' batin Xia yu.


**tbc


Apa kalian bisa menebak bayangan apa yang di lihat oleh Xia yu?


Haha.. Seperti biasa kita sambung di chapter selanjutnya. maaf ya, author bikin kalian penasaran.. 😁😁🤭


Like, vote dan rate nya jangan lupa, dukung terus author dengan sedekah kalian ya...


Terimakasih 🙏