The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
125. Pecah..?



Ke tiga anak buah bandit basah itu mulai menyerang xia yu dengan mengepung nya. salah satu pria besar menghampiri xia yu dengan tangan nya yang merentang seperti orang yang akan menangkap ayam.


"cih.. kalian pikir aku ini ayam.?" cibir xia yu. tapi pria itu tidak mempedulikan cibiran nya. dia mendekati xia yu dengan berlari dan..


...BUGH...


...BRUKK...


Pria itu terjatuh dan menimpa perabotan yang terdapat di ruangan itu. apa lagi jika bukan meja yang tengah di duduki oleh pengunjung penginapan. Xia yu menendang pria itu dengan kaki nya yang mengenai perut bagian atas pria itu.


semua orang terperangah melihat kejadian itu. ada rasa cemas dalam batin para bandit lain nya yang akan menyerang xia yu. tapi kecemasan itu kalah dengan ego mereka yang akan merasa malu jika mereka kalah dari seorang gadis kecil. pikir mereka.


kedua pria itu menyerang xia yu dengan bersamaan. mereka berdua merentang kan tangan nya untuk menangkap xia yu.


..HAP...


..PLUK...


"...DAPAT..DAPAT..." ujar ke dua bandit itu bersamaan.


bukan xia yu yang mereka dapat kan melain kan ke dua pria besar itu yang berpelukan dengan bodoh nya sampai di tertawa kan oleh semua orang yang berada di sana. tentu nya tawa dalam hati. (tawa dalam hati. bibir mengkem, raut wajah bahagia, bahkan tubuh bergetar karena menahan suara tawa nya agar tak keluar).


xia yu melakukan salto indah nya untuk menghindar dari ke dua orang itu. gerakan nya yang indah membuat hidung ketua bandit mimisan saking terpesona nya dengan gerakan xia yu yang gemulai menurut nya.


"hei.. apa kalian sudah selai berpelukan.?" tanya xia yu menyadarkan ke dua pria besar itu.


ke dua pria besar itu melepas kan pelukan nya dan kembali menyerang xia yu. kini mereka mereka menyerang nya dengan benar. kepalan di setiap tangan memiliki kekuatan nya tersendiri. xia yu selalu siap dengan kuda-kuda nya dia selalu membaca gerakan lawan nya dengan cepat untuk bisa mengalah kan lawan nya dalam satu serangan balik nya seperti yang dia lakukan pada pria pertama yang langsung pingsan setelah dia menendang nya di area yang dapat menimbulkan cidera patal.


..SHHAA....


...SHHAA...


pukulan itu hanya mengenai angin tidak mengenai satu inci tubuh xia yu. mereka terus melakukan itu hingga merasa putus asa salah satu pria itu mengeluarkan pedang nya untuk mencelakai xia yu. pria itu murka merasa di permainkan oleh gadis di depan nya.


"NONA... AWAS..!!" jerit fang yin dia berlari ke arah xia yu berniat menghalau pedang itu.


xia yu berbalik ke arah fang yin dan mengerti apa yang di maksud fang yin. xia yu mengeluarkan pedang biru yang dia rubah menjadi pecut sebelum meninggal kan desa barter dan menaruh nya di pinggang nya yang ramping dan memang terdapat tali untuk menyimpan barang. tidak ada yang tahu jika hiasan rumbai yang di pinggang nya itu adalah sebuah pecut.


...syuuutt...


pecut itu xia yu arah kan pada pedang yang satu perdetik lagi akan mengenai fang yin.


...clap...


ujung tali pecut itu melilit tepat waktu pada pedang yang akan mengenai fang yin. xia yu dengan gesit menarik pedang itu ke arah atas dan pedang itu terlepas dari tangan pria besar itu.


..CAP...


pedang itu menancap tepat di langit-langit penginapan itu. semua orang ternganga dengan keahlian xia yu yang memukau.


"wah.. gadis itu hebat sekali..!"


"benar.. apa dia seorang fighter tingkat satu ya..?"


"gerakan nya sangat cepat..!"


"aku baru pertama kali melihat gerakan secepat itu.!"


"apakah para bandit basah itu akan jera sekarang.?"


"aku sungguh tidak menyesal menginap di penginapan ini.?"


"iya aku juga."


itu lah beberapa kata dari semua orang yang menyaksikan perkelahian di dalam ruangan itu.


"dasar bodoh.! menangkap satu gadis kecil saja kalian kalah, tidak berguna.!!" bentak pria yang menjadi ketua bandit basah.


"ma..maaf ketua. gadis itu seperti ular, badan nya lues sekali.." jawab bawahan nya terbata-bata.


"aku tidak mau cepat kalian tangkap gadis itu.! aku sudah tidak sabar untuk menikmati tubuh nya.!" ujar si ketua kembali memamerkan senyum mesum nya pada xia yu.


xia yu berdecak sebal seakan mau muntah mendengar ucapan si ketua. dalam batin nya mengutuk pria itu dengan sumpah serapah tak jelas nya. setelah itu dia pun mendecih karena si ketua terus saja menatap nya dengan mesum nya. "cih.. dasar tikus.! bukan hanya kelakuan mu yang kotor, ternyata otak mu memang sudah kotor sejak puber ya.?!"


"apa kau bilang..?" tanya si pria itu terperangah saat dia sadar jika xia yu menyebut diri nya binatang yang kotor dan menjijikan yang dia benci.


"aku bilang kalian itu tikus.!" jawab xia yu dengan enteng.


"nona.. kau ini tidak tahu terimakasih ya.? ketua berniat memberi mu kenikmatan dunia tapi kau malah menolak nya.. kau tidak tahu saja jika kami adalah bandit basah yang terkenal keji di bukit ini.!" ujar salah satu anak buah si ketua.


'terimakasih..? sejak kapan orang yang di lecehkan berterimakasih pada tersangka nya.? ah..mereka memang sudah gila rupa nya.. aku ingin sekali memecah kan kedua telur yang menggantung di pusaka mereka. biar mereka puas tak bisa menikmati nikmat nya hasrat bercinta.' gerutu xia yu di dalam hati nya. dia semakin jijik bersentuhan dengan mereka berempat.


si ketua heran melihat xia yu yang diam tidak menjawab pertanyaan bawahan nya. si ketua sadar jika xia yu tengah dilema dengan pemikiran nya. seringai tipis di bibir nya dia tampil kan saat dia mendapat kan ide untuk bisa mendekap xia yu dalam satu gerakan. si ketua berjalan mendekat ke arah xia yu dengan kecepatan nya berhasil mengurung xia yu dalam pelukan hangat nya dari belakang. (seperti menangkap anak kecil yang akan di culik).


"dapat..!" ujar ketua itu saat dia berhasil mendekap xia yu.


"nona..!!" jerit fang yin namun di tahan oleh ke dua bawahan ketua bandit.


"kau menyentuh ku.?" tanya xia yu. mengalihkan pandangan nya ke belakang pada si ketua.


"ya..! apa kau suka aku menyentuh mu.?" jawab si ketua dengan pertanyaan nya.


xia yu yu tersenyum dengan indah nya di pada si ketua, bukan maksud untuk merayu nya tapi dia ingin memanfaat kan situasi ini untuk menyalurkan amarah nya yang sedari dia tahan. "tentu saja.!! aku sangat senang kau sentuh karena aku bisa melakukan apa pun setelah kau menyentuh ku.!"


'menang.! aku menang.. ternyata gadis ini langsung luluh dengan sentuhan lembut ku ya.?' batin si ketua senang bukan main saat xia yu memberi nya jawaban seperti itu apa lagi melihat senyuman nya.


si ketua membalikan xia yu untuk lebih puas meneliti wajah xia yu dari depan. xia yu berbalik dengan senang hati dan menampil kan senyuman maut nya yang akan memberantas pria mesum di hadapan nya.


xia yu bertanya pada si ketua dengan suara nya yang terkesan menikmati sentuhan pria itu. "apa nama geng kalian tadi.?" tanya xia yu dengan suara manja nya. sementara jari-jari tangan nya tengah melakukan peregangan.


pria itu pun menjawab dengan bibir nya yang mendekat pada telinga xia yu.


"bandit bas.. AKHHH........" jawaban itu tersambung dengan jeritan yang menyayat hati. kembali mengejutkan semua orang. mereka bingung kenapa si ketua itu menjerit.


......PECAH....


*ternyata oh ternyata...


xia yu meremas ke dua telur pria itu dengan tenaga nya yang dia salur kan pada seluruh tangan kiri nya. membuat air muka pria itu langsung berubah pucat pasi seperti mayat yang baru saja di formalin.


..AKKHHHH.... LEPAS....


jerit pria itu dengan tangan nya memegang lengan xia yu yang meremas harta banda nya


untuk memiliki keturunan.


xia yu melepaskan barang pria itu dan mendorong pria itu hinga terjengkang di atas lantai tempat itu. pria itu langsung memegang ******** nya yang terasa ngilu sakit dan apalah sudah tak terbayang kan. xia yu menghampiri pria itu dan berkata. "kalian hanya lah TIKUS GOT yang tidak seharusnya hidup berdampingan dengan manusia seperti kami. itu adalah hadiah karena kau berani menyentuh ku."


ke dua bawahan pria itu bergidik ngeri melihat kekejaman xia yu. tapi bukan hanya mereka, ternyata semua lelaki di sana juga langsung memegang pusaka mereka masing-masing. mereka yang sesama lelaki bisa merasa kan penderitaan si ketua saat xia yu meremas kantung benih pria itu. (bener ga sih..? yang dua telur itu adalah kantung benih pria.?)


"mm.... ma.. maaf nona.. tolong maaf kan ketua karena menyentuh mu maaf.." ujar kedua bawahan pria itu agar mengampuni ketua nya.


"tiada ampun bagi orang yang berani menyentuh ku.! apa lagi orang sekotor kalian.." jawab xia yu pada kedua orang yang bersimpuh di samping pria itu.


lalu dia beralih kembali pada pria yang masih menangis dan memegangi pusaka nya. xia yu kembali menampil kan senyum iblis nya bagi orang jahat itu. " dan kau...," ujar nya menggantung sembari mengeluarkan belati nya.


"ma..mau apa kau jala*g..?!" ujar pria itu merasa takut karena xia yu mendekati nya dan memegang belati aneh di lengan kanan nya. mendengar kata jala*g xia yu langsung memicingkan mata nya dan....


....JLEB....


...AKHHH....


"ENYAH LAH....!!" sambung nya menancap kan belati itu di daerah jantung si pria.


"KETUA...!!" jerit ke dua pria besar itu. menatap xia yu dengan tatapan yang murka.


semua orang tertegun dengan keberanian xia yu yang berani membunuh ketua bandit itu di hadapan mereka yang masih terkejut dengan kejadian tadi. tapi xia yu tidak memperdulikan itu dia hanya ingin menuntas kan amarah nya dan membalas kan dendam para gadis yang terbunuh setelah mereka di perkosa oleh ketua bandit dan di gilir oleh anak buah nya.


"KAU....!! DASAR GADIS JAHAT.!!" ujar salah satu bawahan nya itu.


"jahat.? kau sebut aku jahat.. lalu kalian itu apa hah..? kalian merampok, memperkosa dan membunuh orang-orang yang tak berdosa," jawab xia yu berhenti sesaat. "ingat aku hanya memberi kalian karma atas apa yang kalian perbuat pada gadis lemah yang kalian bunuh setelah puas kalian mainkan." sambung nya.


kini semua orang mengerti maksud xia yu melakukan hal itu. mereka pun berterimakasih pada xia yu dalam hati karena telah membunuh ketua bandit yang meresahkan itu. berbeda dengan kedua bawahan pria itu yang masih murka pada xia yu. mereka berdiri dan kembali menyerang xia yu dengan pedang mereka.


xia yu dengan sigap mencabut belati nya dari tubuh pria itu dan membalas serangan mereka berdua dengan kecepatan tangan nya menangkis setiap serang itu.


...syatt...


...syatt...


(suara ayunan pedang yang kedua orang itu tujukan pada xia yu).


..ting..


..ting..


(suara dentingan pedang dan belati xia yu yang beradu).


kedua pria itu tergeletak begitu saja di atas lantai setelah xia yu menyayat semua urat nadi di tangan dan kaki kedua pria itu, dan berhasil melumpuhkan mereka dalam waktu yang sangat singkat.


kini udara di dalam ruangan itu di penuhi dengan bau amis darah yang di keluar kan oleh ketiga orang itu. semua orang bernafas lega dengan kejadian itu mereka tidak perlu takut lagi mengunjungi saudara mereka yang berbeda desa karena melewati lereng gunung yang suka di jadikan tempat beraksi para bandit itu.


xia yu mengambil kantung koin yang ada di dalam baju si ketua. lalu dia melempar kan nya pada pemilik penginapan dengan berkata. "itu untuk ganti rugi dan pemakaman ketiga orang ini.."


"t..te..terimakasih nona..." ujar si pemilik bersimpuh di hadapan xia yu.


"TERIMAKASIH NONA...!!" ujar semua orang yang berada di dalam dan luar penginapan itu. mereka bersimpuh pada xia yu untuk ungkapan terimakasih mereka karena di bebaskan dari ke khawatiran dan kecemasan mereka selama ini.


"hei.. bangun lah.. jangan seperti itu.. aku bukan raja kalian..!" ujar xia yu kembali ke sifat polos nya.


"tidak nona.. biar kan kami memberi hormat pada anda sang penolong kami.." ujar pemilik penginapan.


..huft..


xia yu menghela nafas dan membiarkan mereka untuk memberi hormat. setelah itu dia di persilahkan masuk ke dalam kamar yang di pesan nya untuk tidur. mereka pun berpisah dan para pelayan dan warga lain nya membantu membersihkan lokasi yang mereka pakai untuk memberantas para bandit itu.


**tbc


Maaf jika episode kali ini terlalu fullgard.. 🙏


Like, vote, dan rate nya jangan lupa ya..


Terus koment biar author semangat terus...


Terimakasih.. 😘😊