
***
Pajar telah menyingsing, mengundang umat manusia untuk segera terbangun dari tidurnya. Begitu pula dengan Xia yu, gadis itu membuka matanya untuk bangun. Namun alangkah terkejutnya dia mendapati sebuah tangan kekar melingkar di perutnya. Dia tahu betul siapa pemilik tangan itu. Dan dia lebih terkejut ketika sadar tubuhnya tidak terbungkus oleh selimut.
'Sial!' Decak kesal Xia yu mendapati Tuan Neraka memeluknya dengan posesif. Awal harinya di sambut dengan kesialan yang hakiki.
Xia yu berpikir, bagaimana caranya selimut yang semalam dia gunakan untuk menggulung tubuhnya sudah terlepas? Ini pasti ulah Tuan Neraka, tapi kenapa dia tidak menyadarinya?
Xia yu tidak memperdulikan lagi masalah selimut. Dia memilih untuk menggeser tubuhnya secara perlahan agar tidak membangunkan Tuan Neraka. Dia terus bergeser hingga tangan kekar itu tidak lagi melingkar di pinggangnya.
"Hufhh!" Xia yu bernafas lega, akhirnya dia bisa terlepas dari pelukan singa yang tidur.
'Sekarang aku harus mencari sahabatku. Fang yin, tunggu aku!' Serunya dalam hati.
Baru saja akan beranjak dari tempat tidur, tangan kekar Tuan Neraka kembali melingkar di perut Xia yu. Secara spontan gadis itu membuka mulutnya karena kaget, untungnya dia segera menutup mulutnya. Jadi suara itu tidak terdengar oleh orang lain.
"Kamu mau kamana?"
Xia yu menoleh ke belakang, dia melihat Tuan Neraka sudah bangun dan menopang kepalanya dengan tangan kirinya. Xia yu pun menjawabnya.
"A.. Aku perlu ke kamar mandi." Itu lah alasan yang tepat untuk aksinya yang ketahuan.
Tuan Neraka menarik tangannya dari pinggang Xia yu. Kemudian, mendudukkan tubuhnya dan bertanya. "Apa kamu selalu bangun sepagi ini?"
"Mm.." Gumam Xia yu sambil mengangguk.
"Tunggu sebentar, aku akan menyuruh penjaga menyiapkan air hangat untuk mu." Tuan Neraka beranjak dari tempat tidur dan melangkah ke arah pintu.
"Bayangan Satu, perintahkan penjaga wanita yang kamu bawa untuk masuk, dan dan tolong siapkan air hangat."
Suara Tuan Neraka terdengar dari dalam kamar. Bayangan Satu yang berjaga di luar pun langsung menyahut.
"Baik, Tuan." Dia segera bergegas melaksanakan perintah dari tuannya.
Pintu luar Kediaman Tuan Neraka terbuka. Bayangan Satu dan tiga wanita berusia dua puluh tahunan masuk ke dalam ruangan, mereka berdiri didepan Tuan Neraka. Berbaris dengan membawa nampan yang ditutup kain.
Xia yu beranjak dari tempat tidur untuk menyusul Tuan Neraka. Dari ambang pintu, dia melihat Bayangan Satu masuk bersama ketiga wanita berpakaian serupa. Melihat semua itu, Xia yu merengutkan kedua alisnya.
'Apa yang sedang Tuan Neraka lakukan?'
Tuan Neraka mengeluarkan kekuatan mistik dari jari telunjuknya. Dia mengarahkan telunjuknya itu pada ketiga wanita yang sedang berdiri dihadapannya. Seketika dari ketiga tangan kanan wanita terdapat sebuah tanda yang melambangkan Kerajaan Kegelapan. Tanda itu berwarna hitam, tidak berapa lama tanda itu mengecil dan terlihat seperti titik.
"Kalian resmi menjadi pelayan di Istana Neraka. Tanda titik itu akan membebaskan kalian keluar masuk Istana ini. Namun jika kalian memiliki niat untuk berkhianat, tanda itu akan membakar jiwa dan raga kalian!" Jelas Bayangan Satu pada ketiga wanita itu.
"Kami mengerti, Tuan." Jawab mereka serentak.
Xia yu yang melihat semua itu hanya menggeleng-geleng kan kepalanya. Dia benar-benar menganggap remeh Tuan Neraka. Semalam dia berniat melarikan diri setelah berhasil bertemu Fang yin. Tapi melihat Kejadian pagi itu, nyalinya seketika menciut. Dia harus mencari cara lain yang tidak akan membahayakan dirinya dan keluarganya kelak.
Tuan Neraka menyadari kehadiran Xia yu, dia pun berjalan menghampirinya. Saat ini Xia yu tidak mengenakan pakaian luar, itu sama artinya jika Xia yu tidak memakai pakaian.
"Kenapa kamu keluar?" Tanya Tuan Neraka sambil mengarahkan tangannya pada sebuah jubah hitam yang tersedia didalam kamar. Dia menggunakan kekuatannya untuk mengambil jubah itu. "Masuklah kedalam.."
Xia yu tidak bisa menolak, semua yang dilakukannya saat ini bisa berakibat baik atau buruk untuk keluarganya. Sekarang dia tidak tahu harus berbuat apa. Yang pasti saat ini dia teringat dengan sahabatnya.
Tuan Neraka tersenyum, dia merasa puas karena Xia yu tidak melawan ucapannya atau melakukan trik untuk bisa menghindar darinya.
Ketiga penjaga wanita itu masuk kedalam ruang pemandian yang ada disamping kamar Tuan Neraka. Mereka menyiapkan air hangat khusus untuk gadis yang semalam tidur dengan Tuannya. Air hangat yang berasal dari mata air panas.
Ketiga wanita itu bukan pelayan atau penjaga biasa, mereka adalah murid yang terpilih dan masuk kedalam perguruan Klan Hua. Sebuah Klan Perguruan beladiri yang berada dibawah naungan Kerajaan Tiankong dan Kerajaan Kegelapan. Sebuah perguruan yang tersembunyi.
Mereka bertiga tidak mengira akan terpilih sebagai salah satu penjaga di Istana Neraka. Terlebih menjaga dan melayani seorang gadis cantik yang ternyata adalah seorang Tabib Misterius. Yang mereka kira seorang laki-laki. Ketenaran dan keahlian Tabib Misterius telah di ketahui oleh semua negara dan kerajaan besar serta kecil.
Xia yu baru saja selesai membersihkan diri dalam air hangat yang diberi wewangian. Dia tidak bisa berlama-lama mandi, sebab ada tiga pasang mata yang sedari awal bertemu terus saja mengikutinya.
Contohnya tadi ketika dia menyuruh mereka untuk keluar. Bukannya keluar pemandian, mereka malah berlutut sambil meminta maaf. Mereka mengira Xia yu tidak puas dengan totalitas pelayanan mereka. Karena tidak tega, Xia yu pun membiarkan mereka didalam kamar, dengan tubuh mereka yang membelakanginya. Xia yu selalu merasa risih ketika waktu sendirinya ditemani orang lain.
Setelah selesai mandi, Xia yu dibantu bersiap. Mulai dari memakai pakaian dalam hingga luar. Xia yu memakai pakaian khas Kerajaan Tiankong. Pakaian berwarna putih yang memiliki aksen bulu angsa dan merak. Ditambah dengan perhiasan yang berwarna senada dan terlihat serasi dengan pakaiannya.
Untuk riasan wajah, Xia yu memilih sendiri riasannya. Dia tidak mau terlihat bodoh kalau-kalau ketiga wanita itu memilih warna yang terlalu mencolok. Dan hasil riasan yang salah dapat membuat sebuah pakaian mahal menjadi murah jika riasannya tidak sesuai.
Seperti itulah penampilan Jing Xia yu saat ini. Penampilan yang akan membuat semua orang tercengang. Dengan riasan natural dan pakaian yang sangat bagus. Sosok pemuda tengil akan berubah menjadi sosok yang sangat gadis yang anggun dan mempesona.
...
Kecantikan inilah yang selalu Xia yu sembunyikan. Kecantikan yang bisa mengundang bahaya!
Ketiga wanita yang merias Xia yu begitu terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mereka tercengang dengan penampilan Xia yu yang terlihat seperti seorang Dewi. Aura yang terpancar darinya bisa menarik para kaum Adam dari belahan dunia.
Mereka bertiga begitu terpesona sehingga mereka tidak bisa berkata-kata. Mereka malah berlutut ketika melihat kecantikan Xia yu. Suara mereka seolah tercekat di tenggorokan, tidak bisa keluar hanya bisa berteriak dalam hati.
'Wooww!!'
'Cantik sekali!'
'benar-benar cantik!'
'Siapa Nona ini sebenarnya?'
Xia yu terkejut dengan reaksi mereka yang terasa berlebihan. Xia yu akui bahwa dirinya itu memang cantik, tapi apa perlu reaksi ketiga wanita itu sampai bersujud.
'Apa aku terlihat seperti setan?' pikirnya.
Xia yu berjalan kearah mereka bertiga dan memanggil mereka agar tersadar dari keterkejutannya.
"Hey.. Hey.. Kalian kenapa?"
Xia yu memanggil mereka sambil berjongkok dan menjentikkan jarinya. Ketiga wanita itu seketika tersadar dari keterkejutan mereka. Namun mereka malah bersujud sambil berbicara yang menurut Xia yu aneh.
"Hormat kepada Yang Mulia.."
"Hey! Kenapa kalian malah bersujud?" Xia yu terlihat kebingungan.
Dari arah belakang, datang seorang pria dengan paras wajah seperti dewa. Pria itu berjalan kearah mereka berempat, dan berdiri tepat di belakang Xia yu. Menyadari ada seseorang yang berdiri di belakangnya, Xia yu segera berdiri dan melihat Tuan Neraka yang berdiri tepat di belakangnya.
"Tu.. Tuan Neraka." Xia yu terkejut dengan kedatangan Tuan Neraka.
Kedua mata Tuan Neraka tampak berbinar ketika berhadapan dengan Xia yu. Dia melihat gadis yang selama ini dia cari dalam penampilan yang sempurna. Gadis yang telah berhasil masuk ke dalam hatinya. Secara tiba-tiba Tuan Neraka menarik Xia yu kedalam dekapannya. Dia memeluk Xia yu dengan erat.
"Tuan!" Pekik Xia yu yang terkejut dengan perlakuan Tuan Neraka.
"Kamu sangat cantik," Ucap Tuan Neraka, seraya mengecup pipi Xia yu.
"Tuan, tolong jangan seperti ini." Xia yu merasa risih di perlakukan seperti itu, apa lagi dihadapan orang lain. Dia benar-benar merasa malu.
"Kenapa? Apa kau malu?" Tanya Tuan Neraka dengan senyuman menggoda. Dia melepaskan pelukannya pada Xia yu dan hanya memegang kedua tangannya saja. Seolah dia tidak ingin membiarkan Xia yu pergi darinya.
"Ya!" Jawab Xia yu singkat.
"Kalau begitu, kamu tidak perlu keluar kamar. Rasanya tidak rela aku memperlihatkan kecantikan ini kepada mereka semua." Tuan Neraka merasa tidak rela membawa Xia yu keluar gedung dan memperkenalkannya kepada para anak buahnya.
"Baguslah. Kalau begitu aku akan berganti dengan pakaian la...." Xia yu tidak berani melanjutkan kata-katanya ketika dia melihat,
tatapan tajam dari Tuan Neraka.
"Aku lebih tidak rela melihat kamu memakai pakaian laki-laki."
Suasana disana menjadi sedikit mencekam. Aura yang kuat seolah menarik semua udara yang ada di ruangan itu. Tuan Neraka teringat ketika Xia yu berpenampilan sebagai pria. Xia yu tidak akan segan bercengkrama dengan lawan jenis. Itulah alasan mengapa suasana disana menjadi mencekam.
'Tok! Tok! Tok!'
Suara ketukan di pintu memecah keheningan sesaat yang ada didalam kamar.
"Tuan, bawahan Anda ingin melapor." Suara Bayangan Satu dari luar kamar.
"Masuklah.." Tuan Neraka memperintahkan Bayangan Satu untuk masuk.
Setelah mendengar perintah itu, Bayangan Satu segera membuka pintu dan masuk ke dalam kamar. Awalnya dia berjalan seperti biasanya, namun ketika dia melihat sosok gadis berpakaian putih langkahnya langsung terhenti.
'Siapa dia?' Bayangan Satu bertanya pada dirinya sendiri.
Sosok berpakian putih itu tidak lain adalah Xia yu. Si bocah tengik yang dia kira seorang laki-laki. Tuan Neraka merasa tidak senang dengan apa yang dilakukan anak buahnya. Dia segera menyadarkan anak buahnya.
"Bayangan Satu, jaga matamu!" Suaranya terdengar dingin, tatapan tajam mengarah pada Bayangan Satu. Entah kenapa Xia yu merasa terhibur dengan apa yang dilakukan Tuan Neraka.
"Ha? Ah, ya.. Ma-maaf Tuan!" Bayangan Satu segera berlutut untuk meminta maaf atas sikap lancangnya menatap gadis cantik itu.
"Apa yang ingin kamu laporkan?"
"Tuan, Penjaga Daihe dan kelompoknya telah sampai di gedung utama. Mereka berada di halaman bersama seorang pemuda yang bernama Feng yi."
Mendengar nama Daihe dan Feng yi di sebut, Xia yu langsung menoleh pada Tuan Neraka dan menatapnya.
"Tuan, bisakah saya bertemu dengan teman saya sekarang juga." Suara Xia yu terdengar lirih, dia berharap Tuan Neraka akan menyetujui permintaannya.
Berbeda dengan Bayangan Satu yang kembali terkejut saat mendengar suara lirih itu. 'Suaranya mirip sekali dengan suara gadis yang semalam bersama Tuan!'
"Tentu saja. Bayangan Satu, suruh Daihe membawa pemuda itu kemari!"
"Baik, Tuan." Bayangan Satu pun keluar setelah mendapat perintah dari tuannya. Dalam pikirannya banyak sekali pertanyaan yang menyangkut siapa sosok gadis yang ada didalam kamar.
**tbc
Moon maaf kemarin ga up, Author-nya masuk angin.. hehe, alhasil seharian kemarin hanya tiduran di atas kasur.