The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
245. Kutivator Abadi Tingkat Dewa?!



***


"Sshh.. Cepatlah! Aku sudah tidak tahan lagi, kaki ku terasa mati rasa." Lirih Xia yu dengan sedikit rintihan dan raut wajahnya terlihat sangat memelas.


Wajah Weyang dan yang lainnya berubah pias ketika Xia yu merintih, seolah dia benar-benar menahan sakit dikedua pergelangan kakinya karena ikatan Tali Ajaib.


"Mati aku!"


Gumam Weyang dengan suara kecil namun Xia yu masih bisa mendengar gumaman yang terdengar seperti bisikan. Dia bisa melihat, luka memar dan lecet dari balik Cahaya Tali Ajaib.


"Ssh.. Akh!"


Xia yu kembali merintih agar lelaki di hadapannya semakin masuk kedalam siasatnya.


Terlihat Weyang mulai menyatukan kedua telapak tangannya. Sejurus kemudian, kedua tangannya bergerak cepat lalu mengarahkan telunjuk dan jari tengahnya ke arah Tali Ajaib yang mengikat kedua tangan Xia yu.


Tiba-tiba, cahaya berwarna hijau itu mulai bergerak. Ketika pria bernama Weyang, mengucapkan beberapa ajian yang tidak di pahami oleh gadis di hadapannya.


Tidak berapa lama, ikatan pada kedua kaki Xia yu pun melonggar. Dan Tali Ajaib tingkat tiga itu pun terlepas begitu saja.


Terdapat memar kemerahan serta lecet di kaki Xia yu. Itu membuktikan bahwa semalam setelah dia sadar, dia melakukan perlawanan dan berusaha melepaskan tali itu dengan cara bodohnya. Untungnya dia tidak melanjutkan hal bodoh itu. Jika tidak, mungkin sekarang kakinya sudah berdarah-darah karena ikatan tali yang semakin kuat mengikat kedua kakinya.


"Terimakasih!" Ucap Xia yu dengan senyum manis di bibirnya. Membuat lelaki di hadapannya gelagapan, karena terpesona melihat kecantikan seorang Tabib Misterius, yang ternyata adalah seorang Gadis.


Entah sudah Semerah apa wajah Weyang, dia tersipu ketika di beri ucapan terimakasih yang tulus. Dia tidak pernah mendapatkan ungkapan seperti itu dari gadis-gadis yang dekat dengan tuannya.


"Ti-tidak Nona! S-Se-Seharusnya saya meminta maaf atas ketidak nyamanan yang di terima oleh Nona." Jawab Weyang dengan gelagapan.


Xia yu menaikkan satu alisnya, kemudian dia berkata. "Tentu saja, kamu harus meminta maaf! Perhatikan kedua pergelangan kaki ku, disini terdapat luka. Bagaimana cara mu meminta maaf."


Suara dan ekspresi wajah Xia yu terdengar dan terlihat acuh tak acuh. Membuat semua orang didalam kamar itu mengerutkan kedua alis mereka. Mereka terlihat kebingungan melihat perubahan ekspresi gadis di hadapan mereka.


Tidak mendapat jawaban dari laki-laki di hadapannya, membuat Xia yu melanjutkan kembali ucapannya. Dan ucapan itu akan mengundang amarah dari semua orang yang ada didalam kamar, terkecuali Xia yu.


"Bagaimana jika kamu bersujud! Aku rasa dengan cara itu, kamu bisa mendapatkan maaf dariku." Ucap Xia yu dengan senyuman iblis yang terpampang jelas di bibirnya.


"BOOM!"


Terkejut! Itulah reaksi mereka ketika mendengar ucapan Xia yu. Wajah semua orang yang ada didalam kamar terlihat sangat suram. Kedua tangan mereka terkepal merasakan amarah yang muncul seketika saat melihat ketua mereka diperlakukan tidak baik oleh gadis di hadapannya.


Belum juga mereka menjawab ucapan Xia yu. Mereka malah kembali terkejut, ketika melihat tubuh laki-laki yang menjadi ketua mereka bergerak mematuhi ucapan Xia yu.


'Ada apa ini? Kenapa tubuhku bergerak sendiri?!' Suara hati seseorang.


Pertanyaan itu hanya bisa di dengar oleh Weyang. Dia terkejut dan bingung karena saat ini tubuhnya seperti sedang dikendalikan oleh orang lain. Tubuhnya mulai bergerak kebawah, dan tiba-tiba dia bersujud dihadapan kedua kaki Xia yu. Terlihat seperti memohon pengampunan dari gadis itu.


'Tekanan kuat dari mana ini?! Apa ini semua karena gadis itu?' Weyang kembali bergelut sendiri dengan pikirannya.


Semua orang kembali terkejut. Mereka segera berteriak ketika melihat tuannya yang terlihat pasrah saat melakukan permintaan gadis dihadapannya.


"Ketua! Tuan Weyang!!" Teriakan itu berasal dari keempat anak buah Weyang dan pelayan Lin.


Ya, pria itu bersujud! Seperti Sumpah yang di ucapkan Xia yu tadi malam. Dialah dalang yang membuat pria itu bersujud dihadapannya.


"Sekarang kamu bisa mengucapkan permintaan maaf mu!" Suaranya terdengar angkuh dan sombong.


Xia yu tidak mau terlihat lemah, tapi dia juga tidak ingin terlihat lebih kuat dari tuan mereka. Kekuatan mengendalikan tubuh seseorang seperti ini sudah biasa dilakukan oleh Kultivator Warrior Tingkat satu. Jadi masih aman untuk membuat mereka tunduk, meski hanya untuk sesaat.


Semua anak buah Weyang tidak terima ketuanya di perlakukan seperti itu. Mereka memutuskan untuk menyerang gadis itu dengan setengah kekuatan mereka.


"Lancang sekali kamu!! Terimalah ini.. Hiyaaa!" Teriak salah satu anak buah Weyang.


'Brugh!'


"Akh!"


Suara rintihan terdengar begitu pilu. Bersamaan dengan terdengarnya suara langkah kaki yang kuat dari arah luar kamar.


"Tap! Tap! Tap!"


Langkah tegap dari pria dewasa yang sedang berjalan menuju kearah tempat tidur. Aura yang kuat seketika memenuhi ruangan itu. Hingga langkah pria itu berhenti dihadapan Xia yu, yang menyisakan jarak satu dua meter dari hadapannya.


"Apa yang sedang kalian lakukan?!"


Suaranya terdengar berat dan kuat. Kedua matanya melihat sekeliling kamar yang terlihat berantakan.


'Bukankah dia lelaki yang semalam?' Tanya Xia yu dalam hatinya. Meskipun hanya sekilas, Xia yu bisa dengan mudah mengenali orang. Karena dia memiliki ingatan dan mata yang sangat baik.


Dia bisa mengingat apa yang dilihat oleh matanya untuk waktu yang sangat lama. Atau lebih sering disebut Ingatan fotografis (photography memory) didefinisikan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mampu mengingat dengan tepat setiap detail yang dilihatnya. (Sedikit pembelajaran)


Pria yang dimaksud Xia yu tidak lain adalah Huang Zhuzi atau Raja Iblis. Pria itu mengenakan pakaian merah darah dengan motif api berwarna hitam jubahnya. Ditambah gelang rambut berwarna hitam yang terlihat seperti sebuah mahkota untuk seorang Raja! Terlihat begitu menawan sekaligus menakutkan.


Semua orang yang ada di dalam kamar langsung berlutut ketika melihatnya. Terkecuali Xia yu. Dia terlihat acuh tak acuh melihat kedatangan pria itu. Bahkan dia tidak melepaskan tekanan pada Weyang. Dia malah memandang tajam pada sosok di hadapannya.


Huang Zhuzi tidak terlihat marah melihat sikap angkuh Xia yu. Dalam sorot matanya, dia malah mengagumi sikapnya yang tidak jauh beda darinya.


"Kau sama sekali tidak berubah gadis kecil!" Ujar Huang Zhuzi dengan senyum tipis di bibirnya.


Kedua alis Xia yu merengut, dia terlihat bingung sekaligus kaget dengan apa yang diucapkan pria itu.


'Ck.. Kenapa lelaki ini so akrab denganku?!' Batin Xia yu.


Dia pun berbalik sambil mengibaskan lengan bajunya untuk menarik tekanan pengendalian tubuh dari tubuh Weyang.


"Kalian, keluarlah!" Perintah itu berasal dari Pria berambut putih. Huang Zhuzi.


"Baik Yang Mulia.." Jawab Weyang yang telah berhasil mengendalikan tubuhnya lagi.


Derap langkah kaki pun terdengar. Kelima pelayan wanita dan Kultivator itu keluar dari kamar, menyisakan pemimpin mereka dengan gadis yang menurut mereka angkuh.


Setelah kepergian mereka, Xia yu memutar tubuhnya hingga berhadapan kembali dengan pria menakutkan itu. Dalam hatinya, dia tidak pernah menyangka. Kalau dia bisa bertemu dan berhadapan dengan pria itu secepat ini.


Huang Zhuzi berjalan maju menghampiri Xia yu. Lelaki itu tatapan kekaguman dan menampilkan senyuman yang selalu dia berikan ketika berhadapan dengan wanita cantik. Yang akan luluh ketika melihat senyuman mautnya.


Namun bukannya luluh, Xia yu malah merasa risih dan enek melihat tatapan yang diartikan mesum olehnya. Dia paling benci dengan tipe lelaki model seperti itu. Karena lelaki seperti itu hanya memiliki obsesi bukan cinta.


"Berhenti!" Suara lantang terdengar menghentikan langkah kaki itu.


"Siapa kau?" Tanya Xia yu sambil membaca Tingkat Kultivasi yang dimiliki pria dihadapannya.


'Kultivator Abadi Tingkat Dewa?!' Pekik Xia yu ketika dia berhasil melihat tingkatan kultivasi pria itu.


"Apa kau sudah selesai?!" Suara berat itu bertanya pada Xia yu. Ternyata pria itu membiarkan Xia yu membaca tingkatan kultivasinya. Huang Zhuzi mengetahui apa yang sedang dilakukan gadis dihadapannya saat ini.


****tbc


Maaf telat..


Sedekahnya jangan lupa ya.. Terimakasih**..