The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
258. Kultivator Black Magician..



***


"Tuan muda Jing Xi. Jika kau terus bersandiwara seperti orang lemah, kau akan mempersulit tuan-tuan yang ada di kapal ini. Jangan salahkan kami kalau mereka celaka karena melindungi mu."


Decak kesal Weyang yang sudah tidak bisa menahan lagi kesabarannya. Dia sangat sadar bahwa dia memanggil nama Xia yu dengan panggilan Jing Xi, yang berarti dia sedang berbicara dengan Tabib Misterius.


"Tuan Muda Jing Xi? Bukan kah nama itu terdengar sangat familiar!"


Gumam beberapa anak buah Yuan Zhu-Ming yang terkejut ketika mereka mendengar nama yang di sebut oleh Weyang, mereka saling bertatapan, dan berakhir memandang kearah Tuannya. Sayangnya mereka langsung mendapatkan tatapan dingin yang kaku dan menyeramkan, seperti sebuah peringatan untuk tidak bertindak ceroboh dihadapan musuhnya.


Xia yu yang mendengar nama tabibnya di sebut, langsung menggeser kembali tubuhnya hingga berada di samping pria berjenggot. Wajahnya yang tadi terlihat sedih dan tertekan berubah menjadi suram, dia sangat kesal ketika menatap sosok pria dewasa yang bernama Weyang itu.


'Menyebalkan sekali, beraninya dia memanggil nama penyamaran Tabib ku!' Umpatnya dengan wajah sebal, sampai-sampai bibirnya terlihat maju beberapa centi.


Berbeda dengan Yuan Zhu-Ming, dia terlihat biasa saja. Menatap acuh tak acuh kepada sepuluh Kultivator Kerajaan Iblis, lalu tatapannya beralih kepada pemuda yang bernama Daihe. Tapi sepertinya pemuda itu sedang asyik dengan pikirannya sendiri.


'Pemuda dekil ini di panggil Tuan Muda Jing Xi, jangan-jangan dia adalah Tabib Misterius yang di cari oleh Yang Mulia!' Batin Daihe mengambil kesimpulan sambil menatap Xia yu dengan tatapan menyelidik. Sejurus kemudian pandangannya beralih kepada pria berjenggot, ketika dia mendengar suara familiar di telinganya.


{Para penjaga kerajaan Iblis itu menginginkan pemuda di sampingku, kemungkinan besar dia adalah tabib kecil yang aku cari. Jangan biarkan mereka berhasil membawanya.} Yuan Zhu-Ming melakukan telepati kepada bawahannya, dan di jawab dengan anggukkan kepala.


"Baik Yang Mulia." Begitulah terjemahan dari anggukkan kepala Daihe.


Tiba-tiba sosok pengemis itu, melangkahkan kakinya berjalan maju ke arah sepuluh Kultivator Kerajaan Iblis, melewati beberapa anak buah Yuan Zhu-Ming. Xia yu berdiri tepat dihadapan mereka. Tidak berapa lama dia berkata dengan nada yang ketus.


"Siapa yang ingin Tuan mu selamatkan, sehingga dia menyuruh kalian mencari ku dan menangkap ku lagi? Atau Tuan kalian hanya mengincar bakat ku dalam bidang obat-obatan, lalu menjadikan aku Tabib Golongan Hitam seperti para tabib yang ada di kerajaan kalian?!"


Saat melihat sikap Xia yu yang dingin dan acuh tak acuh tanpa ada rasa takut sedikitpun, membuat kedua mata Yuan Zhu-Ming dan beberapa anak buahnya terlihat berbinar. Sangat berbanding terbalik ketika mereka pertama kali melihat reaksinya saat bertatapan dengan Weyang.


"Tuan muda, buanglah pikiran itu. Yang mulia hanya berbaik hati ingin menjadikan anda sebagai salah satu keluarganya. Kenapa anda tidak mau?"


'CK, keluarga! Siapa yang mau menikah dengan kakak tua seperti itu.' Decak kesal Xia yu dalam hatinya.


"Kalau bukan karena keahlian ku, maka aku tidak punya urusan dengan Tuan mu. Lagipula aku tidak ingin hidupku diatur oleh orang lain. Terutama lelaki kejam seperti Pemimpin kalian!" Ucap Xia yu dengan suara yang pelan ketika diakhir kalimat. Ucapan itu semakin menambah tingkat kekesalan dan kemarahan pria dihadapannya.


"Gadis kecil, kau sudah benar-benar membuatku kehilangan kesabaran!" Jawab Weyang dengan suara yang sama pelannya, agar orang-orang Yuan Zhu-Ming tidak mendengarnya memanggil Xia yu dengan kata gadis.


Dengan gerakan cepat Weyang segera meraih tangan kecil milik Xia yu dan menangkapnya dalam sekali gerakan. "Mau tidak mau kau harus ikut dengan kami!" Gertaknya dengan suara yang di tekan kuat.


Melihat semua itu, Yuan Zhu-Ming segera melangkah maju dan menarik salah satu tangan Xia yu hingga terjadilah adegan rebutan dan pertarungan.


"Lepaskan! Pemuda ini berkata kalau dia tidak ingin pergi bersama kalian. Kenapa kalian terus memaksanya?!" Seru Yuan Zhu-Ming dengan suara yang dalam. Seketika Aura dingin muncul dalam dirinya, membuat suasana di sana sedikit mencekam.


"Paman!" Lirih Xia yu, dia terlihat sedikit terkejut, tidak menduga jika pria berjenggot itu bersedia menolongnya lagi. Meskipun dia tidak tahu, kenapa dia tidak bisa membaca tingkat kultivasi orang itu.


Weyang nampak geram ketika melihat pria berjenggot itu, lalu dia berkata dengan suara yang tinggi sambil menatap remeh pada sosok Yuan Zhu-Ming.


"Hal ini tidak ada urusannya dengan anda Tuan! Sebaiknya Tuan melepaskan tangan pemuda ini, sebelum orang-orang ku melakukan tindakan kekerasan kepada Tuan dan para pekerja anda." Kata-kata Weyang terdengar begitu formal, dan terkesan mengancam dengan cara halus.


"Seharusnha kau jangan meremehkan orang asing seperti kami. Bagaimana kalau tindakan kekerasan itu kalian sendiri yang alami." Seringai tipis muncul dibibir Yuan Zhu-Ming yang dikelilingi rambut. Tapi entah kenapa seringai itu terlihat seksi dimata Xia yu.


'Wow!' Decak kagum Xia yu.


"Dasar sombong! Kalau itu yang kau minta, maka hadapilah anak buah ku." Bentak Weyang dengan suara yang keras. Dia melihat kearah anak buahnya dan berkata.


"KALIAN, SERANG MEREKA!!"


Seketika sembilan kultivator itu menganggukkan kepala mereka secara bersamaan, lalu mulai menyerang orang-orang Yuan Zhu-Ming dengan kekuatan mereka. Aura spirit dari tubuh mereka keluar begitu saja, kilatan amarah terlihat jelas, bagaikan kobaran api yang siap membumi hanguskan orang-orang Yuan Zhu-Ming.


"SERANG!"


Pertarungan pun tak terelakan lagi, dari kedua kubu mulai berkelahi dengan menggunakan kekuatan kultivasi serta senjata mereka, suara pedang berdenging dalam kesunyian luasnya perairan selatan. Weyang dan Yuan Zhu-Ming juga berkelahi, bedanya pria berjenggot itu hanya mengeluarkan sedikit Kekuatannya untuk berhadapan dengan ketua kelompok itu.


Dari kubu sepuluh Kultivator Kerajaan Iblis itu nampak terkejut, mereka tidak menduga bahwa orang-orang yang ada di kapal megah hitam ini memiliki kemampuan yang sama persis dengan mereka, atau bahkan lebih, sampai-sampai membuat mereka sulit untuk mengalahkan atau memenangkan pertarungan itu.


Melihat anak buahnya sudah mulai berkurang, Weyang nampak kesal. Dia mengalihkan pandangannya kepada sosok gadis berpakaian lusuh yang dengan santainya menyaksikan perkelahian mereka. Dia pun berniat hanya akan membawa gadis itu dan meninggalkan orang-orangnya. Ketika dia berhasil mengecoh pria berjenggot yang sedang dia hadapi.


Sayangnya niat Weyang telah terbaca oleh Yuan Zhu-Ming, dengan cepat pria berjenggot itu menghadang langkahnya dan mengeluarkan kekuatan Qi miliknya. Seketika itu pula, tubuh pria yang bernama Weyang itu terlempar dan jatuh kedalam air.


Merasakan pertengkaran yang ada di bawah sana tidak dimenangkan oleh pihaknya, sosok pria dewasa yang sedari tadi duduk bersila di atas artevak kapal terbang seketika membuka matanya, dan wajahnya terlihat kesal. Dia segera beranjak dari tempatnya dan keluar dari kapal terbang itu, kemudian dia terbang menurun dan mendarat tepat di atas kapal milik Yuan Zhu-Ming.


Dia adalah Kultivator Black Magician, orang yang tadi mengontrol perahu milik Yuan Zhu-Ming.



**tbc