The Story Of The Alchemist

The Story Of The Alchemist
304. Kerajaan Xing..



***


Sepeninggal Zi hua, Xia yu yang masih tidak sadarkan diri tiba-tiba terbangun dengan cara yang tidak biasa. Raganya seolah di kuasai oleh kekuatan yang besar. Xiao huang yang sedang memeluknya pun tak kuasa menahan tubuhnya yang mulai terangkat ke atas udara.


Sebuah cahaya putih kebiruan yang begitu menyilaukan mata seketika memancar dari tubuh Xia yu. Mengelilinginya dan membawanya terbang hingga dia benar-benar terapung di atas langit. Lambang dari kekuatan Xia yu muncul kembali di tengah-tengah keningnya.


Rambut yang semula di ikat tinggi, terlepas dari gelangnya. Membuat rambut hitam itu tergerai indah dan tebang terbawa angin. Tidak berapa lama setelah itu, muncul sebuah mahkota kecil yang bersinar di atas kepala Xia yu. Pakaian yang dia kenakan pun telah berubah dari yang pertama dia pakai.


Perubahan yang terjadi pada Xia yu di saksikan secara terang-terangan oleh Xiao huang dan Bai shizi. Mereka berdua benar-benar terkejut sekaligus terpesona akan apa yang mereka lihat.


Dia atas sana, Xia yu mulai membuka matanya yang tertutup secara perlahan. Warna manik hitam matanya terlihat begitu bersih dan bersinar. Setelah Xia yu berhasil menyesuaikan matanya, dia terkejut dengan apa yang dia lihat saat itu.


"Apa yang terjadi padaku?" Lirih Xia yu yang terkejut mengetahui dirinya saat ini sedang terapung di udara.


'Apa aku sedang terbang?' Imbuh Xia yu dalam hatinya. Dia merasa tubuhnya lebih ringan dan terasa lebih bertenaga. 'Kekuatan macam apa ini?' Imbuhnya lagi.


Tiba-tiba Xia yu merasakan aliran kekuatan lain mengalir ke dalam aliran darahnya. Gejolak kekuatan besar menjalar di sekujur tubuhnya. Bahkan dia bisa merasakan hawa sejuk kekuatan Ice powernya kembali meningkat, dan lebih cepat. Di susul dengan kekuatan lainnya dan berpusat di dalam meridian serta ke enam indra.


Xia yu mengedarkan pandangannya ke arah bawah. Dari atas sana, kedua matanya yang tajam dapat melihat suatu objek secara detail, meski jarak pandangnya cukup jauh. Dan yang lebih mengejutkan adalah, Xia yu bisa mengetahui tingkat kekuatan seorang kultivator atau manusia biasa, bahkan makhluk mistik yang bisa berubah wujud sekalipun dia bisa tahu.


Seperti saat ini, Xia yu bisa melihat bayangan bentuk asli Xiao huang dan Bai shizi yang sedang dalam wujud manusia. Dia juga dapat mengetahui berapa tingkatan kekuatan spiritual mereka berdua.


Seketika saat itu pula, Xia yu merengutkan alisnya tampak bingung dan sedikit panik. Bahkan dalam posisi yang masih terbang, Xia yu menggosok menutup lalu membuka kedua matanya secara berulang kali. Memastikan apa yang di lihatnya saat ini bukanlah halusinasi.


"Tidak mungkin!" Lirih Xia yu sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Tentu saja hal itu membuat Xia yu terkejut, panik, sekaligus takjub. Kedua matanya saat ini seperti memiliki sensor mesin pemindai. Dapat mengetahui siapa sosok yang berhadapan dengannya. Mulai dari kekuatan dan bentuk asli wujud mereka. Betapa beruntungnya Xia yu mendapatkan anugerah kekuatan luar biasa seperti itu. Dengan kemampuan pengelihatan yang istimewa, kelak Xia yu dapat melihat dan mengetahui siapa, makhluk apa dan seberapa kuat musuhnya itu.


Di waktu yang sama, Xia yu menyadari sesuatu. Di bawah sana, diantara kedua sahabatnya, tidak ada sosok perempuan paruh baya yang tadi berbicara dengannya. Perempuan tua yang mengaku dirinya adalah Zi hua.


"Guru!" Seru Xia yu bergegas turun dari atas langit. Ketika dia berhasil menapakkan kakinya di atas tanah, Xiao huang dan Bai shizi segera menghampiri Xia yu.


"Nona.. Ratu.." Panggil Xiao huang dan Bai shizi secara serentak.


"Xiao huang, Bai shizi, dimana Guru ku? Kemana dia pergi?" Alih-alih menjawab panggilan mereka, Xia yu malah balik bertanya dan sibuk mencari sosok perempuan paruh baya dengan kedua matanya.


Xiao huang, dapat melihat kepanikan dari mata Tuannya. Dia yang sebagai binatang sakral legendaris tentu tahu dan dapat melihat dengan jelas kemana Guru yang di maksud oleh Xia yu. Tak mau membuat tuannya kian panik, Xiao huang segera menjawab pertanyaan Xia yu dengan wajah yang tertunduk.


"Nona, Ratu Zi hua telah menyatukan jiwanya dengan raga anda. Satu persen kesadarannya Ratu Zi hua hidup dalam hati, Nona. Dan hanya Nona, yang dapat berinteraksi dengan kesadaran itu. Jika, Nona ingin tahu apakah penyatuan itu berhasil atau tidak, Nona bisa mencoba memanggilnya." Jelas Xiao huang yang mengetahui tentang penyatuan jiwa.


Setelah mendengar penjelasan Xiao huang, salah satu alis Xia yu terangkat. Dia berusaha mengingat kata-kata yang di ucapkan oleh Zi hua, dan menggabungkan seluruh hal menakjubkan yang baru saja terjadi. Apakah yang tadi terjadi dan dia rasakan adalah karena jiwa gurunya berhasil menyatu dengan raganya?


Melihat Xia yu yang terdiam, Xiao huang segera menyadarkannya dengan cara memanggilnya.


"Nona.." Panggilan pertama tidak ada jawaban. Xiao huang kembali memanggilnya, namun Xia yu masih terdiam.


Akan tetapi, ketika telinga Xia yu mendengar suara kecil yang terdengar seperti bisikan, dia langsung tersadar dan mengalihkan pandangannya pada asal suara.


'Apa, sekarang Ratu Zi hua hidup di dalam raga Ratu Xia yu?'


Suara itu terdengar sangat pelan. Bahkan Xiao huang saja tidak mendengarnya, tapi kenapa Xia yu bisa mendengarnya?


Xia yu menatap salah satu dari kedua pria yang ada di hadapannya. Dia yang masih terkejut dengan kekuatan barunya kembali di kejutkan dengan apa yang dia lihat dan dengar. Kerutan di keningnya semakin banyak tatkala dia menyadari bahwa pemilik dari suara pelan tadi tidak menggerakkan mulutnya ketika dia berbicara. Hatinya menolak untuk tidak bertanya,, dia memutuskan untuk langsung bertanya pada pemilik suara yang berhasil menyadarkannya.


Mendapat pertanyaan mendadak seperti itu, tentu saja membuat Bai shizi terkejut. Dia tidak tahu harus menjawab apa, karena sedari tadi dia merasa tidak mengucapkan sepatah kata pun dari mulutnya. Hanya membatin saat menarik kesimpulan dari penjelasan Xiao huang.


Bai shizi melirik Xiao huang, tatapannya seolah bertanya sebelum dia memutuskan memberi jawaban dari pertanyaan yang di lontarkan oleh Xia yu. Xiao huang menyedikan bahunya tanda dia tidak tahu menahu. Melihat itu, Bai shizi menghela nafas kasar, lalu menjawab pasrah.


"Maaf, Yang Mulia, saya tidak bilang apa-apa."


Hanya itu yang bisa di jadikan jawaban oleh Bai shizi. Xia yu mengerutkan alisnya tampak berpikir. Dia merasa benar-benar mendengar suara Bai Shizi tadi.


'Apa mungkin aku salah dengar? Tapi, kenapa suaranya begitu jelas?' Xia yu membatin, dia benar-benar di buat bingung dengan kejadian barusan.


Terlebih setelah dia mendengar penjelasan Xiao huang, pertanyaannya semakin banyak dan tidak menemukan jawaban. Satu-satunya cara dan orang yang dapat menjawab kebingungannya itu hanya satu orang yang tidak lain adalah gurunya. Maka dari itu, Xia yu memutuskan untuk memanggil Zi hua dengan suara hatinya.


'Guru.. Guru.. Apa kau ada dalam hatiku? Guru, tolong jawab pertanyaan ku?' Xia yu membatin. Matanya terpejam, dia mencoba berinteraksi dengan satu persen kesadaran Zi hua. Lambat lain, Xia yu mendengar suara wanita yang beberapa saat lalu bersamanya.


"Murid ku, Xia yu, apa kau baik-baik saja?"


Kesadaran Zi hua bertanya. Xia yu membuka matanya secara cepat. Tampak ada kejutan di sana, namun dengan segera Xia yu mengontrol kembali kesadarannya dan kembali berinteraksi dengan Zi hua.


"Aku baik-baik saja guru. Bagaimana dengan mu?" Xia yu balik bertanya. percakapan itu hanya dapat di dengar oleh Xia yu dan Zi hua.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku.. Aku memang telah tiada, dan sebentar lagi kesadaran ku akan menghilang selamanya. Tolong ingat baik-baik pesan ku ini." Jawab Zi hua, sebelum dia benar-benar meninggalkan dunia ini, dia ingin mengingatkan Xia yu akan m depan dan takdirnya.


"Xia yu, murid ku, semua kekuatan ku telah aku wariskan padamu seorang. Kini kamu telah resmi menjadi seorang penerus selanjutnya. Kamu mendapatkan kekuatan yang tidak pernah di miliki oleh manusia lainnya. Kamu bisa mendengar suara hati dari setiap makhluk hidup di dunia ini. Kamu bisa mengetahui tingkat kekuatan dan bentuk asli wujud seseorang dengan kedua mata surgawi mu. Mulai sekarang, kamu memiliki tiga elemen kehidupan yang bisa kamu kendalikan. Keluarlah dari tempat persembunyian mu, sudah waktunya untuk menjemput masa depanmu. Kembalilah ke tanah kelahiran mu, buatlah kerajaan-kerajaan yang sedang berada dalam kegelapan itu mendapatkan kembali cahayanya.. (Kebebasannya) Mungkin dunia ini akan mengalami perang, namun di situlah peranmu. Titisan dewi yang di utus untuk mensejahterakan kehidupan dan keseimbangan dunia persilatan.. Bangkitlah dan segera pulang.."


Ucapan terakhir Zi hua menyadarkan Xia yu. Tidak bukan karena Zi hua, melainkan Xiao huang yang tenyata sedari tadi mencoba menyadarkan Xia yu.


"Nona, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Xiao huang dengan kecemasan dalam nada bicaranya.


Xia yu mengerjapkan matanya, dia segera menetralkan kembali kesadaran dan pikirannya. Lalu menjawab pertanyaan ke sepuluh kali Xiao huang.


"Aku baik-baik saja.. Oh ya, sudah berapa lama kita berada di tempat ini?" Ujar Xia yu mengalihkan kecemasan Xiao huang sembari mengedarkan pandangannya melihat situasi yang ada di dalam lingkaran kehidupan. Semua yang ada di sana masih sama tidak berubah, hanya pohon kehidupan buahnya lebih lebat dari yang pernah dia lihat sebelumnya.


"Lumayan lama Nona," Jawab Xiao huang sembari mengikuti Xia yu yang sudah berjalan menyusuri tempat itu. Begitu dengan Bai shizi, dia juga mengikuti kemana Xia yu melangkah.


Langkah Xia yu menuntunnya berjalan ke arah cermin kehidupan. Yang tidak lain adalah sebuah mangkuk emas yang berisi air kehidupan. Tepat di depan cermin kehidupan Xia yu mengingat kembali semua penjelasan dari Zi hua. Penjelasan yang menjawab beribu pertanyaan yang ingin Xia yu tanyakan sebelum berhasil dia utarakan.


Di sana, di hadapan kedua sahabatnya, Xia yu mulai memfokuskan kesadarannya dan menyalurkan sedikit kekuatan Qi pada salah satu tangan yang mengenakan gelang spasial. Dia mulai melakukan sesuatu yang pernah Zi hua ajarkan pada nya. Perlahan, Air jernih yang ada di dalam mangkuk itu meluap dan mengeluarkan kabut tebal yang berwarna putih,. Tepat setelah Xia yu mengibaskan tangannya di atas mangkuk air.


Air yang ada di dalam mangkuk besar itu mulai tenang, setelah itu, muncul bayang suatu pemandangan miris yang dapat membuat siapa pun yang melihatnya akan terkejut dan terenyuh. Sebuah kerajaan besar yang biasanya ramai oleh hiruk-pikuk kehidupan berubah menjadi sunyi senyap, sepeti tak ada tanda-tanda kehidupan.


Keadaan di sana begitu mengerikan, banyak bangkai jasad manusia yang berserakan begitu saja di atas tanah. Hanya sebuah jerami atau tikar jerami yang menutupi sebagian jasad-jasad itu. Bahkan ada pula yang tak tertutupi sedikit pun. Rata-rata jasad yang tergeletak di sana adalah rakyat biasa. Hal itu dapat di lihat dari jenis pakaian yang mereka kenakan.


Biasanya, pada waktu matahari berada di atas langit. Anak-anak akan berlarian sambil menari dan bersenandung ria. Namun kini, di tempat itu asap tebal menyelimuti dan tidak terhitung berapa banyaknya rumah yang terbakar atau di bakar secara paksa. Hampir seluruh penduduk di sana tergeletak tak berdaya seraya tubuh mereka di kelilingi lalat hijau. Betapa mirisnya pemandangan itu.


Bayangan pemandangan itu berpindah, menunjukan sebuah pilar besar yang tergantung di sebuah gerbang yang tingginya sekitar sepuluh meter. "Kerajaan Xing.." Begitulah isi kata yang tercetak jelas di atas pilar itu.


Pemandangan yang miris itu terjadi di tempat kelahiran Xia yu ketika dia terlahir kembali. Apa yang sebenarnya telah tejadi pada tempat itu? Mengapa tempat itu berubah menjadi mengerikan?


**tbc