
***
Pada tengah malam, Tuan Neraka telah kembali ke Istana Neraka. Dan dia sedang berada di dalam ruang kerjanya.
Di halaman gedung utama, Pak Tua Lin dan ketiga penjaga wanita yang melayani Tabib Misterius sedang berlari dengan tergesa-gesa. Pak Tua Lin segera melapor setelah dia mengetahui kalau kotak berisi Ginseng seribu tahun telah hilang, dan hanya ada secarik kertas yang telah dia ketahui siapa yang meletakan kertas itu karena dia melihat lambang dari Xia yu. Namun dia tidak membuka isi kertas itu.
Tetapi dalam perjalanan untuk melapor, dia bertemu dengan ketiga penjaga wanita itu. Ketiga penjaga wanita itu memberitahu Pak Tua Lin, kalau Tabib Misterius dan pelayannya tidak ada di dalam paviliun Sakura. Mereka benar-benar merasa kebingungan. Sesampainya di dalam gedung utama, Pak Tua Lin dan ketiga wanita itu langsung di persilahkan masuk oleh para penjaga. Dan kini mereka berada dihadapan Tuan Neraka.
"Tuan! Tuan... Ada yang mencuri ginseng seribu tahun dan sepertinya si Misteri yang telah mencurinya. Buktinya ketiga penjaga wanita ini mencari si Misteri yang tidak ada di halamannya. Kemungkinan besar, dia melarikan diri bersama pelayannya."
Setelah mendengar laporan dari Pak Tua Lin, raut wajah Tuan Neraka langsung berubah menjadi suram. Aura yang tajam memancar dari tubuhnya. Dia memicingkan kedua matanya. Pandangannya tertuju pada Pak Tua Lin dan ketiga penjaga wanita yang berlutut di belakang Pria tua itu.
"Melarikan diri?"
Pak Tua Lin dan yang lainnya merasakan bahwa hawa di sekitarnya menjadi semakin dingin. Seketika tubuh mereka menjadi tegang.
"Be.. Benar, Tuan. Anak buah anda baru saja pergi ke Menara Medis bermaksud melihat ginseng seribu tahun. Tapi, anak buah anda tidak mendapati ginseng itu berada di dalam kotak. Jadi, saya mencari si Misteri karena dia satu-satunya orang luar yang mengetahui tentang ginseng itu. Tapi dalam perjalanan menuju halaman kecil, saya bertemu dengan ketiga penjaga wanita ini. Dan mereka berkata kalau Tabib Misterius menghilang bersama dengan pelayannya." Jelas Pak Tua Lin panjang lebar.
Kedua mata Tuan Neraka terlihat semakin tajam. Dia menatap langit malam, kemudian matanya memancarkan aura yang gelap. Suaranya terdengar menggelegar.
"Serigala Abu-abu! Segera kumpulkan anak buahku yang lain untuk keluar dan mencari mereka sekarang juga!"
"Baik, Tuan!" Serigala Abu-abu menjawabnya dengan patuh. Dia hendak melangkah keluar ketika dia mendengar ucapan Tuan Neraka.
"Jika kamu menemukan mereka, jangan menggunakan kekuatanmu yang bisa membahayakan dirinya."
Sudut bibir Serigala abu-abu berkedut setelah mendengarnya. Dia tahu maksud dari ucapan tuannya. Serigala abu-abu segera menjawab sambil menundukkan kepala.
"Baik, Tuan!" Serigala abu-abu pun langsung keluar.
Setelah kepergian Serigala abu-abu, Tuan Neraka berjalan keluar. Dia pergi ke paviliun sakura yang di tinggali oleh Xia yu sebelumnya. Ketika Pak Tua Lin melihat hal itu, dia ingin membuka mulutnya. Tetapi dia tidak mengatakan sepatah kata pun. Akhirnya dia hanya mengikuti langkah Tuannya.
Tuan Neraka membuka pintu dan melihat kamar yang sedang kosong. Kedua matanya menjadi suram. Dia merasakan udara di sana dipenuhi oleh aroma Xia yu. Dia berkeliling di dalam kamar, kemudian pergi ke tepi tempat tidur yang ada di bagian dalam kamar. Dia melihat ada kertas yang mencuat dari bawah bantal. Dia pun langsung mengambilnya.
Ketika Tuan Neraka melihat kertas itu, sudut bibirnya melengkung ke atas. Wajahnya yang tampan menunjukkan kelembutan.
"Seorang gadis cabul yang tidak punya nyali untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.."
Di atas kertas itu ada gampar dua orang. Wanita yang ada di dalam gambar sedang memakai pakaian pria. Jari telunjuknya berada di dagu pria yang sedang tidak mengenakan sehelai kain pun. Tangannya yang lain diletakan pada dada pria itu. Namun, tatapan pria yang ada di dalam gambar justru sedang tertuju pada bagian luar kertas.
Tuan Neraka melihat beberapa kata yang tertulis di sana. Ada juga anak panah yang menunjuk dua sosok kecil yang di gambar oleh Xia yu. Tuan Neraka membacanya sambil bergumam.
"Apakah Tuan Neraka adalah orang yang 'pasif'? Atau apakah Tabib Misterius adalah orang yang 'angkuh'?"
"Wanita itu hanya ingin dipukul rupanya." Tuan Neraka tertawa. Suaranya terdengar lirih. Dia sangat ingin melihat wanita itu. Perasaan aneh dalam dirinya semakin tak terkendali. Pikirannya terseret ke dalam gejolak perasaannya..
Namun, emosi lain muncul di dalam hatinya. Ketika Pak Tua Lin yang sedari tadi berada di luar kamar masuk ke dalam kamar dengan raut wajah yang terkejut.
"Kenapa kamu tidak memberikannya sedari tadi?" Suara Tuan Neraka tiba-tiba menjadi lirih dan lebih dingin. Dia mengambil kertas itu dari tangan Pak Tua Lin.
Di atas kertas, ada gambar dua orang berlawanan jenis seperti yang tadi dia lihat. Namun kali ini berbeda, karena gadis dan pria yang ada di dalam gambar terlihat sangat menyedihkan. Kedua tangan dan kaki mereka di ikat dengan rantai. Tatapan mereka begitu dipenuhi dengan ketakutan yang luar biasa.
Ada beberapa luka cambukan yang terdapat di tubuh mereka. Namun, tatapan kedua orang yang ada di dalam gambar justru sedang tertuju pada bagian luar kertas. Tatapan mereka seolah meminta pertolongan kepada seseorang yang melihat kedua sosok yang ada di dalam gambar itu.
Tuan Neraka melihat dua bait kata-kata yang tertulis di samping gambar itu.
"Sahabatku, adikku. Tunggu aku, aku akan segera datang menjemput kalian! Tolong bertahanlah sebentar lagi." Tulisan pada bait pertama.
"Dia bukan pelayanku! Dia hanya seekor siluman yang telah berhasil mengecoh kalian. Sasaran utamanya adalah membawa ku ke tempat para iblis!" Tulisan pada bait kedua.
Seketika kedua tangan Tuan Neraka meremas kertas itu. Kedua alisnya merengut dan kedua matanya memicing. Wajahnya semakin suram. Aura dingin menyeruak dari dalam dirinya saat dia mengetahui penyebab Xia yu menjauhinya beberapa hari dan melarikan diri dari tempat ini.
Tuan Neraka beranjak dari tempat tidur dengan sorot mata yang dipenuhi dengan amarah. Dia bergumam sambil menatap Pak Tua Lin.
"Dua orang penting dalam hidupnya sedang berada dalam bahaya. Dan kau baru memberitahukannya sekarang. Apa kau tidak tahu kalau dia itu seorang gadis?!"
Suara Tuan Neraka terdengar sangat menggelegar. Membuat Pak Tua Lin ketakutan sampai kedua lututnya terasa lemas hingga membuatnya berlutut saat itu juga. Bisa dibayangkan betapa takutnya pria itu.
Karena sedari tadi, Pak Tua Lin hanya merasa kesal karena Xia yu mencuri harta karun berharga milik Tuannya. Tidak pernah menduga kalau dia dan kedua orang yang ada di dalam gambar itu sedang berada dalam bahaya. Lebih tidak percaya lagi kalau ternyata si Misteri yang selama ini dia kira seorang bocah laki-laki yang berbakat, ternyata seorang gadis yang telah berhasil merubah Tuannya.
Tuan Neraka langsung keluar dari kamar Xia yu. Dia langsung menyusul kepergian anak buahnya. Tuan Neraka merasa bahwa anak buah yang dia kirimkan tidak akan bisa menyusul mereka. Bagaimanapun, siluman yang dimaksud Xia yu adalah wanita yang licik dan eksentrik. Setelah dia berhasil membawa Xia yu pergi dari tempat ini. Orang di balik siluman itu pasti akan membantunya membawa Xia yu dengan paksa. Anak buahnya pasti akan kesulitan mengejar mereka.
Tuan Neraka baru sadar bahwa dia tidak meneliti dengan jelas siluman itu. Dan dia dapat menebak dalang dari siluman itu adalah Raja Iblis. Musuh bebuyutannya.
Seperti dugaan Tuan Neraka, Ketika fajar, Serigala abu-abu membawa anak buahnya kembali. Dia menguatkan diri ketika memberikan laporan.
"Tuan, anak buah anda telah mencari sepanjang malam. Tapi kami tidak dapat menemukan Tabib Misterius dengan pelayannya. Saya khawatir jika dia.. sudah lolos."
Tatapan Tuan Neraka semakin tajam. Dia sudah menduga jawaban Serigala Abu-abu akan seperti ini.
"Perintahkan semua orang yang ada Istana Neraka untuk memperhatikan apa yang sedang terjadi di luar. Dan perintahkan semua penjaga untuk memperketat penjagaan. Sementara, kalian semua ikut denganku ke Kerajaan Iblis. Kita harus segera menyelamatkan Tabib Misterius beserta adik dan sahabatnya yang ternyata telah di tawan oleh Kerajaan Iblis."
"Baik, Tuan!"
Meskipun bingung, kelima belas Kultivator itu menjawab perintah dari Tuannya dengan hormat. Mereka pun kembali bersiap untuk pergi. Sementara Serigala abu-abu mengumumkan perintah dari Tuan Neraka pada beberapa pemimpin dalam kelompok penjaga.
Tuan Neraka sedang duduk di atas pungung kuda di dalam halaman. Dia menatap langit, suaranya terdengar lirih. "Aku mohon, bertahanlah! Aku pastikan kalau aku akan datang tepat waktu."
**tbc
lupa belum di serahkan tadi, jadi nyusul deh..