
_flasback
Xia yu dan minghao menghampiri jendral ho dan berkenalan dengan keluarga tuan gong. 'ya tuhan.. semoga tuan besar itu tidak mengenali wajah ku..' batin xia yu resah takut di kenali oleh tuan gong. dia tidak mengingat nama tuan besar yang di tolong nya waktu itu. karena beberapa hari lalu dia sibuk dengan berbagai macam masalah balas dendam nya.
"ayah.. maaf kami terlambat." ujar minghao saat menghampiri ayah nya.
"oh tidak apa-apa nak.. kemari lah.." jawab jendral ho tersenyum senang karena xia yu ikut menghadiri undangan tuan gong.
di sisi lain tuan gong terkesima dengan gadis cantik yang baru saja tiba di hadapan nya. jantung nya berdegup kencang saat memperhatikan manik mata xia yu. 'gadis ini..? kenapa tatapan nya sangat tidak asing..?' batin tuan gong.
"perkenal kan lah diri kalian kepada tuan gong." lanjut jendral ho memerintah kan mereka berdua untuk memperkenal kan diri.
"baik ayah.. ayo kak." jawab minghao. kemudian dia mengajak xia yu untuk menghadap tuan gong.
"salam hormat tuan gong.. perkenal kan nama saya minghao dan ini kakak saya. jing xia yu." ujar minghao memperkenal kan diri dengan sopan ciri khas orang yang berpendidik kan.
"salam hormat tuan.." lirih xia yu di hadapan tuan gong. 'tolong jangan tatap aku seperti itu.' batin xia yu kesal dan risih terus saja di perhatikan oleh tuan gong.
"suami ku.. mereka memberi salam pada mu.." ujar istri tuan dong menyadarkan suami nya.
"hah.. oh ya maaf.. maafkan aku.. huh saking terkesima nya aku dengan kecantikan putri mu jendral ho. sampai-sampai aku tidak mendengar kan mereka bicara." jawab tuan gong salah tingkah. semua orang yang berada di sana tersenyum geli melihat tuan gong yang berwibawa bisa melakukan kesalahan seperti itu.
"ha..ha..ha.. tidak apa tuan gong.. aku saja sebagai ayah nya selalu terpesona dengan kecantikan alami putri ku.." jawab jendral ho terkekeh dengan tingkah tuan gong. 'kecantikan putri ku selalu mengingat kan aku dengan xia he ku.' lanjut nya dalam hati mengakui kemiripan xia yu dan xia he ibu xia wei.
"benar kah.. kau bisa saja jendral ho.. duduk lah nak." ujar tuan gong mempersilah kan xia yu dan minghao untuk duduk.
"kak dia adalah tuan gong ketua dari klan song.. dia adalah pemilik dari tambang emas yang berada di gunung hao. tambang emas milik nya adalah tambang emas terbesar di daratan ini. semua orang di kerajaan xing mengunakan koin dan perhiasan dari tambang nya." bisik minghao memberitahu siapa tuan gong pada xia yu.
"hm.." dehem xia yu menjawab bisik kan minghao. 'Wow.. miliader dong.. aiihhh.. kenapa kemarin aku tidak meminta bayaran saja ya..' batin xia yu menggerutu. ada sedikit penyesalan tidak mendapat kan apa pun dari tuan gong.
"putri jendral ho sangat cantik.. pasti banyak pemuda yang ingin menjadikan nya istri kesayangan." ujar istri tuan gong di setujui oleh semua orang yang duduk bersama nya. sebenar nya dia melihat ke empat pria muda yang tengah menuju ke arah nya.
benar saja putra sulung nya yisan bersama ke dua pangeran dan pengawal nya diwei tengah berjalan menuju ke tempat nya. setelah ada di depan ruangan kedua pangeran dan diwei menunggu di luar ruangan. senyum istri tuan gong semakin mengembang melihat tingkah anak nya yang senyum-senyum tak jelas berjalan ke arah nya. _off
...
"ayah.. " ujar yisan dari arah belakang tempat xia yu duduk. panggilan yisan pada tuan gong membuat xia yu terkejut.
'hah..ayah...? jangan bilang pria di belakang ku ini adalah anak tuan gong yang aku obati..' batin xia yu mengaduh. dia menunduk kan wajah dan mengerut kan kening nya menggerutu kesal akan kebodohan nya.
"yisan kemari lah.." jawab tuan gong.
"baik ayah.." jawab yisan menghampiri ayah nya.
"mereka berdua adalah putra dan putri jendral ho." jawab tuan gong menunjuk ke arah xia yu dan minghao.
"hai.." ujar yisan menyapa xia yu dan minghao.
"ajak lah mereka berkeliling seperti nya mereka bosan berkumpul dengan para orang tua." ujar tuan gong menyuruh yisan untuk mengajak xia yu keluar dari ruangan para tetua. tuan gong memperhatikan xia yu dari tadi berpikir jika dia tidak nyaman duduk dengan para orang tua
"baik ayah.. mari.." jawab yisan. dia mengajak minghao dan xia yu untuk keluar dari tempat itu.
xia yu dan minghao mengikuti yisan dari belakang. yisan membawa xia yu melewati ruangan yang di sediakan untuk para kaula muda. sampai di tempat duduk yang tadi di tempati oleh yisan bersama teman-teman nya. xia yu tidak menyadari jika sedari tadi kedua pangeran itu mengikuti mereka dari belakang. da berpikir jika suara langkah di belakang nya adalah fang yin dan dali tapi ternyata adalah pangeran.
"silahkan.." ujar yisan mempersilah kan xia yu dan minghao untuk duduk.
"terimakasih.." jawab minghao.
"perkenal kan nama ku song yisan dan ini kedua teman ku pangeran chang yi dan pangeran chen li." ujar yisan memperkenalkan diri dan kedua teman nya pada xia yu dan minghao.
"salam kenal nona xia yu, tuan muda minghao.." sambung chang yin dan chen li.
'pangeran...? kenapa mereka disini..? mereka tahu tidak yah aku mengobati kakek kaisar.? tapi jika mereka tahu aku bisa ketahuan. aku harus segera pergi dari kediaman ini sebelum mereka berdua bicara yang aneh-aneh.' batin xia yu terkejut dengan kehadiran mereka berdua sampai dia tidak sadar jika dia tidak menjawab ucapan mereka.
"kak.." ujar minghaoo menyadarkan lamunan xia yu.
"hah.. oh ya salam kenal.." jawab xia yu mengangguk sopan setelah dia di sadar dari lamunan nya.
"seperti nya nona xia yu sangat gugup yah.." goda yisan mencoba mencair kan suasana.
"apakah nona xia yu tidak mengenal kami?" tanya chang yi.
"tidak.. aku rasa aku baru bertemu dengan kalian.?" jawab xia yu mencoba dengan setenang mungkin meski hati nya sangat resah.
"kami adalah saudara tiri raja liu xingsheng." ujar chen li memberitahu siapa mereka.
"oh.. maaf aku tidak mengingat wajah kalian.." jawab nya singkat.
'kenapa gadis ini jadi sombong seperti ini sih.' batin chang yi.
'wow.. aku seperti sedang berbicara dengan seorang ratu. dia sangat angkuh.' batin chen.
mereka berdua berdecak sebal dengan tingkah xia yu. sedang kan yisan terus saja memperhatikan xia yu. dia pun memberanikan diri untuk bertanya mengusir rasa penasaran nya.
"nona xia yu apakah kita pernah bertemu..?" tanya yisan membuat semua orang menatap nya.
"aku rasa kita tidak pernah bertemu." jawab xia yu acuh.
"tapi seperti nya aku pernah melihat nona xia yu di suatu tempat." ujar yisan kekeh dengan keyakinan nya pernah bertemu xia yu.
"maaf.. tapi aku benar-benar tidak pernah bertemu dengan mu." jawab xia yu menatap tajam pada yisan. membuat suasana di sana menjadi tegang.
"sudah-sudah jangan bahas itu. sebaik nya kita bahas yang lain saja." ujar minghao mencoba memperbaiki suasana.
"ya benar kita bahas yang lain saja.." ujar yisan merasa malu pada xia yu. karena dia sangat keras kepala.
minghao mencoba mencair kan suasana itu dengan pertanyaan-pertanyaan perihal kegiatan permainan pedang para pangeran dan kegiatan pelajaran yang di jalani oleh para tuan muda seperti diri nya.
di lain tempat kaili dan shuwan tengah berjalan ke arah tempat xia yu dan kakak-kakak nya berkumpul. mereka berdua senang bisa melihat xia yu di tempat itu. terutama kaili dia ingin sekali meminta maaf pada xia yu karena pernah berlaku kasar pada nya saat dia menampar xia yu di malam kejadian penjebakan nya dengan raja liu.
"kak xia wei.." panggil kaili pada xia yu saat dia berhasil menghampiri nya. xia yu berbalik melihat siapa yang masih memanggil nya dengan sebutan xia wei.
"kak xia wei maaf kan aku.." lanjut kaili karena tidak mendapat kan jawaban dari xia yu. karena xia yu tengah mengingat siapa gadis cantik yang berada di hadapan nya.
"maaf tapi xia wei sudah tidak ada.." jawab xia yu kembali membalik kan badan nya karena tidak bisa mengingat siapa gadis itu.
"kenapa kau memanggil ku kakak..? memang nya siapa kamu..?" tanya xia yu.
"apa kakak tidak mengingat ku.?" ujar kaili merasa sedikit sedih karena xia yu tidak mengingat nya.
"tidak.." jawab xia yu acuh.
"aku kaili adik raja liu.. aku ingin meminta maaf pada kakak.." ujar kaili memberitahu siapa diri nya.
'cih.. adik si liu lagi...' batin xia yu berdecih kesal karena terus saja muncul orang yang berhubungan dengan raja liu.
"ya sudah.. aku memaafkan mu.. tapi bisakah kalian tidak membahas masa lalu. aku muak terus mendengar nama kakak kalian." jawab xia yu dengan sedikit sinih karena sebal terus berkaitan dengan keluarga kerajaan.
"ba..baik kak.. terimakasih.." jawab kaili gugup karena sedikit takut pada xia yu.
"jangan panggil aku kakak.. aku bukan lagi kakak ipar mu.." ujar xia yu memperingati kaili.
"baik.." jawab kaili mengangguk kan kepala nya.
"oh.. ya nona xia yu aku shuwan. aku ingin mengucapkan terimakasih karena nona telah mengobati kakek kaisar." ujar shuwan adik dari putra mahkota.
...DUAARR... ucapan shuwan seperti geranat yang di lemparkan begitu saja di atas meja yang berada di hadapan mereka.
'deg....habis sudah.. kenapa mesti sekarang sih..' batin xia yu terkejut dia menggerutu di dalam hati. dan kini semua orang langsung menatap nya dengan penuh tanya.
"apa benar kakak mengobati kakek kaisar..?" tanya minghao. sekarang semua orang menatap xia yu dengan intens.
"nona xia yu.. apa..apa kau bisa ilmu pengobatan.." uajr yisan bangkit dari duduk nya bertanya pada xia yu dan berlutut di hadapan nya. semua orang di sana terheran-heran dengan tingkah yisan.
'ahh.. jerry dimana rumah mu aku ingin bersembunyi.' batin xia yu bingung harus menjawab apa. dia malah menjerit di dalam hati nya menanyakan rumah jerry si tikus dalam kartun tom and jerry kartun kesukaan nya.
"kak... kak...kakak.!" panggil minghao berkali-kali. xia yu diam saja tak menjawab semua pertanyaan. ekspresi wajah nya sangat terkejut. padahal siapa yang lebih terkejut.
"nona..?" ujar fang yin menyadarkan xia yu.
"ahh.. ya.. maaf aku baru saja ingat.. syukur lah kakek kaisar telah sembuh." jawab xia yu pasrah.
'oh ayo lah berpikir...' batin xia yu. dia kembali menutup mata nya berpikir untuk membuat alasan kenapa dia bisa mengobati kakek kaisar.
"apa nona mengerti ilmu pengobatan..?" ujar yisan kembali bertanya.
'huh.. syukur lah.. masih ada sedikit ingatan xia wei yang bisa membantu ku sekarang..' batin xia yu membuang nafas legah. dia senang mendapat kan alasan untuk jawaban dai pertanyaan tuan gong.
"tidak.. saya hanya mengerti cara mengobati penyakit kakek kaisar karena penyakit nya sama dengan kakek yao. istri kakek yao memberi tahu saya cara mengobati penyakit suami nya. dan istri nya adalah orang yang selalu membantu saya saat saya mencari makanan di huta."jelas xia yu. 'semoga jawaban ini bisa menghentikan rasa penasaran mereka.' lanjut xia yu dalam hati nya.
"jadi nona xia yu tidak mengerti pengobatan lain nya..?" tanya yisan kembali. karena dia kurang percaya dengan jawaban xia yu.
"ya.. jadi saya mohon kepada kalian untuk tidak bertanya lagi.." sela xia yu menarik nafas untuk ucapan selanjut nya. "saya rasa ini sudah sangat malam.. saya mohon pamit untuk pulang, dan selamat atas kesembuhan mu." ujar xia yu kepada mereka dan berpokus pada yisan saat pamit.
xia yu bangkit dari duduk nya begitu saja setelah mengucapkan selamat pada yisan. dia berlalu meninggal kan ruangan itu tanpa mengajak adik nya minghao.
"maaf tuan muda, pangeran, putri.. nona xia yu pernah berkata pada saya jika nona xia yu tidak ingin berkaitan lagi dengan keluarga kerajaan. mungkin sikap nya seperti itu karena ia takut mengingat kehidupan nya yang penuh penderitaan saat menikah dengan raja liu.
saya mohon jika di lain hari bertemu kembali dengan nona xia yu, harap kalian tidak mengungkit masa lalu nya terimakasih. saya mohon pamit untuk mengejar nona xia yu." ujar fang yin lalu dia menyusul xia yu yang telah keluar dari ruangan itu.
ucapan fang yin membuat dali dan diwei terkejut akan keberanian nya berkata seperti itu kepada mereka yang lebih tinggi derajat nya.
semua orang di sana mengerti maksud sikap xia yu seperti itu. apa lagi mereka salah paham saat melihat kegundahan xia yu. padahal xia yu gundah karena takut ketahuan oleh tuan gong dan yisan.
xia yu tahu jika fang yin akan menjelaskan sikap nya yang langsung berubah saat berkaitan dengan kerajaan. jadi dia bisa tenang setelah mengatakan semua itu.
kaili dan shuwan merasa bersalah telah mengingat kan xia yu pada kenangan buruk nya. mereka bermaksud mengejar nya tapi di tahan olehh minghao.
"mohon maaf jika kakak ku menyakiti perasaan kalian.. mungkin dia bersikap seperti itu karena dia tidak ingin mengingat kembali kehidupan nya yang sudah berlalu. dan tuan muda yisan apa saya bisa meminta bantuan pada pengawal anda..?" ujar minghao dan bertanya pada yisan.
"ya boleh.. silahkan." jawab yisan.
"apa yang bisa saya bantu tuan..?" tanya diwei menghampiri minghao.
"tolong sampaikan pesan pada ayah saya jika saya dan kak xia yu pulang duluan. dan saya harap kejadian ini tidak di beritahukan kepada ayah saya." ujar minghao.
"baik saya akan menyampai kan pesan ini pada jendral ho." jawab diwei.
"kalau begitu saya mohon undur diri tuan muda yisan, pangeran, putri. seskali lagi saya minta maaf atas nama saya." ujar minghao pamit pada mereka.
"ya salam kan juga permintaan maaf kami pada nona xia yu." ujar pangeran chang yi mewakili mereka.
"baik.." jawab minghao.
minghao keluar dari ruangan itu dan mengejar xia yu yang sudah ada di dalam kereta. semua orang yang berada di sana kebingungan melihat orang-orang yang tadi berada di dalam ruangan itu keluar satu persatu. sampai yang terakhir yisan.
yisan dan diwei menemui tuan gong dan jendral ho. mereka juga menyampaikan pesan minghao pada ayah nya. kemudian jendral ho juga pamit pada tuan gong untuk pulang. setelah kepergian jendral ho bersama istri dan xinxin.
tuan gong bertanya pada yisan apa yang tadi terjadi di tempat mereka berkumpul. karena desakan ayah nya yang terus bertanya yisan memberitahukan semua yang terjadi di tempat itu. tuan gong dan yisan semakin penasaran dengan jati diri xia yu. apa lagi karena kecantikan nya tidak bisa di lupakan oleh yisan.
.
.
.
****tbc**
2500 kata untuk reader ku tercinta.. maaf kan author yang belum bisa up banyak. author masih stanbye di rumah sakit. dalam waktu senggang author hanya bisa menulis di hp saja. saya nulis eps ini dari malam minggu. menyempatkan diri untuk membuat kalian terus mengikuti novel ini.
terimakasih atas do'a nya sekarang demam debay author sudah turun. tinggal menunggu di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
mohon dukungan nya dengan like, vote dan rate kalian. biar author selalu semangat meskipun hati author sedang galau. dan mohon maaf jika eps ini ada yang tidak nyambung atau typo mohon di maklumi oke.
ups.. lupa suport author terus dengan koment cantik kalian.. dan maaf author belum bisa balas semua koment kalian.
satu lagi... Maaacciiiihhhhh reader ku tercintaaa.. emuacchh...😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘